
...ILUSI TAKDIR 29...
"Edent.. Pesankan satu kamar.." Ujar Rojer pada Edent. yang langsung di respon cepat oleh Edent.
Tanpa berfikir panjang Edent langsung menuju lobi resepsionis untuk memesan kamar.
"Berikan satu kamar VVIP EXTRA, atas nama Rojer Wang.." Ujar Edent memesan sebuah kamar extra untuk Rojer.
"Baik tuan... Ini.." Ujar resepsionis wanita, sambil menyerahkan kunci dengan nomer kamar 209.
"Terimakasih.." Ujar Edent, mengambil kunci kamar dari tangan resepsionis, lalu berlalu dari hadapannya.
...----------------...
"Rojer... Tuan Rojer yang terhormat,,, kamu tahu aku sudah membuat semua tander itu menyetujui kerja sama dengan perusahaanmu.. Ha.. ha.. dan... dan.. Kamu tidak memberiku imbalan apapun.. Kamu begitu kaya bukan.. Ha..ha.. Tapi kamu sama sekali tidak memberiku apa pun sebagai hadiah dari kepintaranku... Kamu tahu kamu itu tidak cuma payah,,, tapi,, tapi,, juga bodoh... ha...ha..." Ujar Maura dengan melepas pelukan Rojer dari tubuhnya. Ia berjalan sempoyongan dan berbicara tidak karuan. Rojer tidak pernah habis pikir dengan wanita yang sekali meneguk wine langsung mabuk seperti maura.
"Hhhh... Sepertinya efek samping wine itu,, benar- benar membuat akal pikiran Maura hilang. Tapi baiklah mari kita ikuti permainanmu..." Batin Rojer dengan smirk iblisnya, melihat tingkah laku maura yang kadang- kadang ingin jatuh dan kadang- kadang sempoyongan.
Rojer menangkap tubuh Maura dengan sigap, saat tubuh Maura hendak roboh ke lantai.
"Apa yang kamu inginkan sebagai imbalan pekerjaanmu hhh... Katakan..." Timpal Rojer sambil menopang tubuh Maura.
"Hmmm tentu saja aku meminta sesuatu yang berharga.. Aku ingin dirimu,,, dan sekarang gendong aku..." Ujar Maura dengan memanyunkan bibirnya manja.
"Gendong???" Tanya Rojer heran dengan permintaan Maura yang kekanak- kanakan.
"Ee.... hiks...hikss... Kamu... ka..kamu tidak mau mengendongku,,, kamu sangat pelit.. Dasar payah...eee...eee..hiks...hiks..." Tangis Maura, dengan bersimpuh di lantai dan menangis sesegukan.
Rojer benar- benar tidak tahu harus bagaimana dengan perubahan sikap Maura yang cepat seperti perubahan cuaca. Kadang- kadang tertawa, kadang- kadang berubah menangis.
__ADS_1
"Ayo gendong aku,, tuan CEO... " Ujar Maura berdiri, dan menaikkan paha kirinya ke atas pinggang Rojer, sehingga rok Maura tersingkap dan menampilkan paha putih mulus Maura memaksa Rojer untuk mengendongnya.
"Hhhhh... Maura kamu..." Ujar rojer sambil terus berusaha menjangga tubuh maura yang sempoyongan.
"Tuan ini kuncinya..." Ujar Edent datang menghampiri Rojer dan Maura. Edent membulatkan mata ketika melihat Maura yang memaksa Rojer untuk menggendongnya.
"Aaaa... Gendong aku..." Ujar Maura lagi, dan memeluk Rojer erat.
"Alihkan pandanganmu,,, Atau kedua matamu aku colok nanti.." Ujar Rojer dengan kesal dengan tatapan yang hendak menerkam Edent saat itu juga, yang tidak sengaja melihat paha mulus Maura lalu menutupinya dengan tangannya.
"Maaf tuan.." Ujar Edent menundukkan pandangannya. Perkataan Rojer membuatnya bergidik ngeri.
"Pergilah..." Ujar Rojer singkat.
Edent langsung membungkuk memberi hormat kepada Rojer, dan berlalu pergi dari hadapan Rojer.
Melihat Edent sudah pergi, Rojer langsung menaikkan tubuh Maura ke dalam gendongannya. Ia mengendong Maura persis seperti gaya mengendong anak kecil.
...----------------...
Rojer menurunkan tubuh Maura dari dalam gendongannya. Antara bahagia mendapat kesempatan seperti ini, atau rojer harus khawatir dengan keadaan Maura.
"Entah sejak kapan,,, aku mulai mencintaimu maura. Aku akan berusaha membuatmu bahagia. Aku akan segera menceraikan catlin dan menjadikanmu milikku. Aku sudah tidak tahan untuk berada jauh darimu.." Ujar Rojer, memandangi wajah Maura yang terlelap.
Rojer menaikkan selimut untuk menyelimuti tubuh Maura, dan mematikan lampu tidur di samping Maura. Rojer beranjak dari samping Maura, dan duduk di Sofa tanpa mengalihkan pandangannya pada Maura. Entah kapan lagi, Rojer bisa menikmati untuk melihat Maura tanpa ada penolakan dari Maura.
Rojer melepas jasnya dan meletakkannya di sisi kanan sofa. Ia merogoh ponselnya di saku kanan jasnya dan menekan nomer Edent.
"Aku ingin kamu pergi ke rumah Maura, temani Charlote.." Ujar Rojer, sambil berdiri di depan jendela kaca melihat pemandangan kota x yang dapat terlihat jelas. Rojer lalu menutup telponnya.
__ADS_1
"Katakan kamu sedang apa... Apa kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu.. Lalu kapan kamu punya waktu untukku.." Ujar Maura, lalu memeluk Rojer dari belakang, membuat Rojer sedikit kaget dengan Maura yang tiba- tiba memeluknya dari belakang.
Rojer berbalik menghadap Maura. Maura menatap Rojer dengan tatapan mengantuk. Ia benar- benar tidak bisa di kendalikan.
"Kemarilah..." Ujar Maura lagi, sambil menuntun Rojer untuk duduk di sofa. Ia lalu duduk di pangkuan Rojer, dengan kepalanya yang tidur di dada bidang Rojer.
Ingin rasanya Rojer melahap Maura saat ini juga. Ia tidak bisa menahan dirinya karna kelakuan Maura yang membuat dirinya untuk melakukan hal yang lebih pada Maura. Tapi Rojer tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dengan menyentuh Maura tanpa seizinnya.
"Tidurlah.. Kamu sedang tidak sadar sekarang.." Ujar Rojer penuh kelembutan.
"Tidak.. Aku ingin menghabiskan waktu ini bersama mu.." Ujar Maura, dan mengangkat pandangannya dan bertemu dengan pandangan Rojer. Mereka terdiam sejenak, saling menatap dalam diam, menikmati posisi dan waktu mereka saat ini. Sinar bulan bersinar menyinari kamar dengan cahaya redupnya, menambahkan situasi romantis antara Maura dan Rojer.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada hatiku,, saat aku melihatmu jantungku berdetak lebih keras. Saat aku melihatmu dengan wanita itu, rasanya seluruh duniaku berhenti saat itu juga. Aku menyembunyikan banyak hal darimu, mulai dari kebenaran anak kita. Dan sekarang,, perasaanku. Aku tidak pernah ingin mempunyai perasaan ini padamu. Aku ingin yang ada hanya rasa benci. Tapi,, aku tidak tahu kapan kamu bisa masuk dan membuat rasa benci itu menjadi cinta. Aku tidak akan mengatakan kebenaran ini padamu,, tidak akan pernah.. Kamu sudah mempunyai istri,,, dan aku tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang lain.. Jadi hanya satu keputusan untuk itu. Aku membencimu.. Aku sangat membencimu Rojer.." Ujar Maura dengan sendu.
"Dengar... Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk membenciku. Aku akan membuatmu menjadi ratu satu- satunya dalam hidupku. Tidak akan ada yang bisa menempati posisi itu selain dirimu. Aku akan memberikan seluruh kebahagian untukmu,,, jika di perlukan aku akan membeli seluruh kebahagian di dunia ini hanya untukmu... Hanya untukmu.. dan Kamu tidak akan punya alasan untuk membenciku lagi.. Aku akan segera menceraikan catlin dan segera meresmikanmu menjadi istriku. Aku akan melakukan apapun untukmu.. Aku akan melakukannya untukmu.." Ujar Rojer, sambil memegang wajah Maura dengan ke dua tangannya.
"Ha... ha...Kamu tahu... Aku benar- benar merasa terbang lepas.. Aku benar- benar merasa sangat ringan.. ha..ha.." Teriak Maura, yang sikapnya tiba- tiba berubah drastis.
"Dasar wanita kasar.. Baru aja romantis- romantisan dah kumat lagi.." batin Rojer sedikit kecewa dengan perubahan Maura.
"Sayangku.. Yang tampan.. ayo lakukan.. Aku menginginkan dirimu..." Ujar Maura, lalu mencium bibir Rojer dengan cepat, sebelum Rojer sempat berbicara. Maura membungkam bibir Rojer dengan bibirnya. Menikmati sensasi dari gigitan dan lidahnya yang menari- nari di dalam mulut Rojer.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit