Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Luka 2.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 55...


Rojer membuka pintu ruangan nya dan segera menduduk kan Maura di sofa, dengan sangat berhati- hati.


Rojer menangkup wajah Maura dengan ke dua tanga nya. Wajah yang sudah sembab oleh air mata, dan sebuah luka yang ada di pelipis Maura.


"Cih... " Rojer berdecih, memaling kan pandangan nya ke sembarang arah. Ia mengontrol amarah yang sedang membuncah dalam diri nya.


Maura mulai menghentikan tangisan nya, namun cegukan karna menangis lama belum bisa berhenti. Maura memandang Rojer yang mengalih kan pandangan nya dari diri nya, seakan dia jijik dan tak ingin melihat diri nya.


"A... Apa kamu juga jijik... dengan ku.. Se... seperti mereka...???" Tanya Maura terbata- bata dengan air mata yang langsung terjun dari pelupuk mata nya. Ia tidak suka jika Rojer mengalihkan pandangan nya dari diri nya. Ia merasa jika perkataan yang di lontar kan oleh semua karyawan memang benar ada nya.


Rojer tidak merespon atau menjawab pertanyaan yang di ajukan Maura. Ia beranjak mendekati meja kerja nya dan mengeluarkan kotak p3k.


"Hhh... Apa yang mereka katakan tidak salah... Aku memang wanita murahan,,, bagaimana bisa aku menjalin hubungan dengan Rojer yang sudah berstatus menjadi suami orang. Maura apa yang kamu pikir kan, kamu sudah menjatuh kan diri mu ke dalam jurang yang tak berujung... Bahkan Rojer pun sekarang jijik untuk menatap mu." Batin Maura dengan senyum getir terpahat di wajah nya yang sembab.


Rojer menghampiri Maura yang menunduk diam. Rojer mengangkat dagu Maura, dan mulai membersih kan luka yang ada di pelipis Maura.


"Ssssssesss" Ringgis Maura.


Rojer meniup luka Maura, agar bisa mengurangi perih yang di rasakan Maura.


Hening dan sepi itu lah yang sedang terjadi, tidak ada pembicaraan antara Rojer dan Maura. Mereka larut dengan rasa sakit yang tengah menghujam hati masing- masing.


Tok... tok...


"Hormat Tuan muda... Ini baju anda dan nona Maura..." Ujar Edent yang masuk, lalu meletak kan dua buah totbage di depan Rojer dan Maura.


Rojer mengambil totbage tersebut.

__ADS_1


"Pergilah,,, bersih kan diri mu di kamar pribadi ku..." Ujar Rojer pada Maura, dengan memberikan ke dua buah totbage itu.


Maura mengambil totbage tersebut dengan tangan yang masih gemetaran. Sekali lagi Ia memandang ke arah Rojer, namun sekali lagi Rojer memaling kan wajah nya dari tatapan Maura, seakan menghindari tatapan Maura.


Gluk..


Maura meneguk paksa air ludah nya, karna sikap Rojer yang begitu dingin padanya. Seakan Rojer tidak ingin ia berada terlalu lama di sini.


"Dia bahkan tidak ingin memandang ku.." Batin Maura dengan menyeret langkah kaki nya berat, menuju kamar pribadi Rojer yang satu ruangan dengan ruangan kerja nya.


Air mata Maura semakin mengalir deras, dengan sikap Rojer padanya. Tidak ada penguatan atau menghibur diri nya dari Rojer, yang ada hanya tatapan marah dan kesal serta tatapan kasihan.


Maura memasuki kamar pribadi Rojer dan menutup nya perlahan. Tubuh nya ambruk di belakang pintu. Tangis nya pecah namun ia membekap mulut nya, agar suara tangis nya tidak terdengar oleh siapapun.


Entah hari apa hari ini bagi Maura, hari pertama diri nya menjadi calon istri Rojer mendapat kado spesial yang tidak terduga. Bahkan semua orang tidak akan mengalami hal sama saat hari pertama menjadi calon istri seseorang setelah di lamar.


Kling...


"Ehhh... hiksss... hikssss... Ini menyakiti ku... Aku tidak melakukankan nya... hiks... hiks... " Suara tangis Maura semakin pecah dan pilu dan tidak bisa dia bendung lagi, setelah melihat berita dan gosip yang tersebar di seluruh kota tentang nya yang menjadi trending topik nomer 1. Ia tidak memiliki wajah dan harga diri lagi untuk menunjuk kan wajah nya di depan umum.


"Harga diri ku, kehormatan ku,, semua nya telah hancur..." Lirih Maura ber ulang- ulang di sela tangisannya.


Prang...


Maura melempar ponsel nya ke arah cermin, karna rasa sakit yang terus menghujam hati nya saat ini.


Klek...


Rojer membuka pintu dengan wajah yang khawatir. Ia mendapati Maura yang tersimpuh di lantai dengan tangis pilu dan juga cermin kamar yang sudah pecah dan berserakan, Rojer juga mendapati ponsel Maura yang sudah retak pada bagian layar. Rojer sudah bisa menebak jika Maura melempar barang pipih itu dengan keras.

__ADS_1


Rojer dengan cepat mendekap Maura dalam pelukan nya. Ia mengerat kan pelukan nya pada tubuh Maura, merasakan derita dan rasa sakit yang tengah di rasakan wanita yang paling di cintai nya.


"Harga diri ku,,, kehormatan ku semua sudah hancur..." Lirih Maura berulang- ulang dengan memukul dada bidang Rojer tanpa tenaga.


"Dengar Maura,,, Aku bersumpah akan membalas semua yang kamu rasakan, derita dan rasa sakit mu akan di bayar oleh orang- orang busuk itu. Aku akan mengembalikan kehormatan dan harga diri mu hingga semua orang tidak akan berani menatap mu dengan pandangan jahat..." Ujar Rojer dengan air mata yang jatuh di pipi nya.


"Dengar kan aku baik- baik... Kamu bukan wanita seperti yang mereka katakan, kamu adalah wanita dengan seribu kebaikan. Dan fitnah murahan itu tidak akan membuat mu hancur... Maaf kan aku karna aku datang terlambat dan tidak bisa melindungi mum.. Ini adalah salah ku,,, maafkan aku..." Rojer meminta maaf dengan tulus pada Maura dengan nada penuh penyelasan, baginya ini adalah salah diri nya karna ia tidak bisa melindungi wanita yang di cintai nya.


Maura mendorong tubuh Rojer keras, hingga pelukan Rojer terlepas.


" Mereka memang benar Rojer... Semua yang mereka kata kan benar, aku memang menggoda pria yang sudah ber istri. Aku bahkan menerima lamaran pria yang sudah beristri. Maura kenapa kamu melakukan kesalahan yang besar?. Seharus nya aku tidak pernah jatuh cinta pada mu. Seharus nya itu tidak terjadi. Seharus nya aku tidak kembali ke kota yang sudah menghancur kan diri ku dan impian ku... hiks... hiks..."


"Hentikan... Jangan katakan itu lagi, kamu melukai ku Maura. Aku tidak mengizin kan mu mengatakan hal yang tidak masuk akal itu. Aku tidak pernah mencintai Catlin, dia sudah menipu ku... Seharus nya aku menikah dengan mu tapi dia.. Maura dengar kan aku... Kamu jangan merasa menjadi penggoda ku. Kamu bukan wanita sepert itu. Aku yang tergoda oleh mu... Aku mencintai mu Maura lebih dari diri ku sendiri." Ujar Rojer dengan tatapan sendu.


"Apa kamu merasa jijik pada ku?? Hiks... " Tanya Maura dengan mata yang berlinang.


"Apa maksud mu Maura... Bagaimana bisa kamu menyamakan ku dengan orang- orang itu.." Jawab Rojer dengan menghapus air mata Maura.


"Bahkan tadi kamu tidak ingin memandang ku,,, kamu menghindari tatapan ku seakan- akan kamu jijik melihat ku.. Iya kan bukan kah seperti itu?." Ujar Maura dengan tersenyum getir. Rojer yang hendak memeluk tubuh Maura menggantung tangan nya, mendengar ucapan Maura.


"Jangan- jangan sentuh aku,,, menjauh lah dari ku Rojer. Aku tidak ingin di katakan sebagai wanita ranjang mu lagi... hiks.. hiks..." Maura menjauh dari rojer dengan pelan, dengan tangan meminta Rojer jangan mendekati nya.


...----------------...


...****************...


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2