Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Kegagalan Tender.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 18...


Maura kembali masuk kerja, meski ia ingin sekali mengundurkan diri dari perusahaannya. Surat pengunduran dirinya di tolak mentah- mentah oleh HRD dengan alasan Maura tidak bisa membatalkan kontrak kerja sama yang telah ia tanda tangani dalam waktu 1 tahun ke depan. Belum lagi masalah- masalah antara dirinya dan Rojer, membuat Maura ingin segera menghilang dari kota x. Tapi semuanya sudah sia- sia kebenaran yang selama ini di sembunyikannya kini terungkap begitu saja. Jika ia mengundurkan diri dari kantor, Rojer akan tetap mengikutinya dan mengejarnya ke ujung dunia sekalipun. Maura juga sebenarnya sangat nyaman bekerja di kantor ini, membuat ia pun ingin tetap berada di sini. Ada ataupun tidak dia di kantor semua kebenaran juga sudah terungkap jadi tidak ada bedanya sama sekali.


Maura mulai mengetikkan jari jemarinya lagi. Memisahkan antara urusan pribadinya dan urusan pekerjaan. Dia harus bekerja dengan prefesional di kantor.


"Maura,, "panggil Mrs. Gresia membuat Maura mengalihkan pandangannya padanya.


"Iya Mrs. ada yang bisa saya bantu??" Ujar Maura berdiri dari duduknya.


"Setiap tahun kantor kita mengadakan kerja sama tender dengan pihak asing, sesuai dengan divisi masing- masing. Dan tahun ini divisi kita mendapat kesempatan untuk melakukan kerja sama dengan pihak asing. Jadi untuk itu setelah mempertimbangkan semuanya, aku rasa kamu adalah orang yang cocok untuk mewakili divisi kita, untuk membuat file kerja sama dan juga presentasi di H nanti." Ujar Mrs. Gresia menyerahkan beberapa file referensi untuk Maura. Mendengar hal besar seperti itu membuat Maura terasa tersanjung mendapat tugas terhormat seperti itu. Tidak ingin melewatkan kesempatan besar Maura langsung menyetujui tawaran Mrs. Gresia.


"Ini adalah kesempatan besar untuk ku Mrs. Tentu saja aku akan menerimanya dengan senang hati." Ujar Maura antusias.


Dari sudut ruangan ada sosok mata yang memperhatikan percakapan antara Maura dan Mrs. Gresia dengan mata penuh kebencian. Dengan tangannya yang mengepal keras menyiratkan kemarahan.


...----------------...


Dengan tekad dan keyakinan yang kuat. Maura bekerja keras untuk menyelesaikan file kerja sama yang di percayakan padanya. Maura menuangkan ide- ide kreatifnya, karna kelolosan tender dengan pihak asing tergantung dengan kinerjanya. Sehingga Maura berusaha untuk tidak mengecewakan orang- orang yang sudah mempercayainya.


"Ma.. belakangan ini mama.. sibuk banget??" Ujar Charlote duduk di dekat Maura, yang membawa pekerjaan kantornya ke rumah.


" Iya mama sangat sibuk.. Karna mama di berikan kesempatan untuk menangani projek besar. Jadi mama harus bekerja keraskan.. Supaya nanti mama bisa dapat tender untuk perusahaan." Ujar Maura dengan menyunggingkan senyumnya.


"Oya, ma... apa mama sering bertemu dengan papa di kantor??" tanya Charlote dengan nada sedikit ragu menanyakan pertanyaan itu.


"Tidak.. papamu itu seorang CEO dan mama hanya karyawan biasa, mana bisa mama dan papa sering bertemu. Lagi pula mama berharap dia dan mama tidak akan bertemu di kantor." Ujar Maura dengan menunjukkan sikap santai.


"Ma.. aku punya permintaan." Ujar Charlote dengan nada sedikit memelas.


" Katakan!! apa yang kesayangan mama ini inginkan?? hhmm." Tanya Maura mengalihkan pandangannya pada Charlote sambil mengelus kepala Charlote lembut.


"Ma.. Charlote ingin mama terima papa ya.. Papa sayang banget sama mama.." Ujar Charlote, yang membuat Maura sedikit kecewa dengan permintaan Charlote yang tidak munkin untuk di lakukannya.


"Mama sedang sibuk.. pergilah ke kamarmu dan tidurlah.. besok kamu kan sekolah." Ujar Maura kembali fokus pada pekerjaannya, dan memerintahkan Charlote untuk tidur. Mendengar Maura yang mengalihkan pembicaraan, membuat Charlote memutuskan untuk memberikan waktu untuk Maura untuk bersedia menerima Rojer dalam kehidupan mereka.


...----------------...

__ADS_1


Hari yang di tunggu- tunggu dan mendebarkan bagi Maura tiba. Dimana dia akan melakukan presentasi besar di ruang rapat hari ini. Selama beberapa hari terakhir dia sudah bekerja keras untuk membuat file penawaran yang menarik untuk pihak asing. Maura berharap semuanya akan berjalan sesuai ekspektasinya, dan akan mendapatkan tender kerja sama tersebut.


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar!!" Gumam Maura menghilangkan kegugupannya. Sambil memeriksa file kerjanya di ruang persiapan.


"Maura!!" Panggil Mrs. Gresia.


"Iya. mrs." jawab Maura singkat.


"Bisakah kamu ambilkan file penawaran di meja kerja ku??"


"Baik.. Mrs. aku akan mengambilnya" Ujar Maura bergegas mengambil file yang di maksud Mrs. Gresia. Sebelum pihak asing sampai.


...----------------...


Rapat yang di tunggu- tunggu akhirnya di mulai. Ruang rapat yang hening dan para peserta yang sedang menunggu kedatangan Rojer untuk memulai rapat penting ini.


Rojer masuk ke dalam ruang rapat dengan Edent yang mengikutinya di belakangnya.


"Selamat pagi semua!!" Ujar Rojer menyapa seluruh anggota rapat. lalu duduk di kursi CEO.


"Mari kita persilahkan.. Mrs. Maura dari divisi marketing untuk memperesenrasikan kerja sama kita." Ujar MC tersebut mempersilahkan Maura untuk ke depan memulai presentasinya.


Rojer terus memandangi Maura sejak ia masuk ke ruang rapat. Entah sejak kapan ia mulai terpesona dengan segala tentang Maura.


Dengan sedikit gugup Maura melangkah ke depan layar LCD yang sudah menyala. Ia membuka file kerja sama yang ia buat dengan kerja kerasnya.


"Terimakasih kepada semuanya yang telah memberikan saya kesempatan untuk melakukan presentasi kerja sama. Saya berharap pihak asing akan merasa tertarik dengan konsep penjualan yang akan saya jelaskan." Ujar Maura memberi sambutan.


Maura mengklik beberapa file di laptopnya dan di tampilakan di layar LCD. Maura mulai menjelaskan dengan cara yang jelas dan baik. Ia tidak memperhatikan layar laptop atau LCD yang tengah di belakanginya. Ia begitu larut dalam menjelaskan file kerjanya tanpa memperhatikan tatapan semua orang yang menyiratkan kebingungan melihat tampilan LCD, yang tidak menampilkan konsep kerja sama yang di jelaskan Maura tapi menampilkan gambar- gambar dewasa yang tidak senonoh. Membuat pihak asing dan juga semua anggota rapat begitu tidak mengerti dengan apa yang di tunjukkan Maura. Dan setiap wajah mereka tersirat rasa malu, kecewa, dan kemarahan yang terlihat jelas di wajah pihak asing. Menyadari ada yang salah dengan tatapan mereka, Maura menghentikan presentasinya. Maura tidak mengerti arti tatapan semua orang.


Maura menatap ke arah Rojer yang membuang mukanya. Maura menatap pihak asing yang menyiratkan kekesalan. dan para karyawan perusahaan yang menampilkan wajah bingung. Maura benar- benar tidak mengerti arti dari tatapan mereka.


"Kami.. sungguh sangat kecewa dengan apa yang perusahaanmu tampilakan tuan Rojer. Kami tidak membayangkan hal seperti ini bisa terjadi di perusahaanmu. Kami datang ke sini untuk membahas kerja sama denganmu. Tapi kau malah menyuguhkan kami hal- hal yang tidak pantas untuk di lihat. kami tidak pernah menyangka kau akan menghina kami." Ujar salah satu anggota rapat dari pihak asing dengan nada kecewa dan kemarahan, sambil menunjuk layar LCD.


Maura berbalik ke arah layar LCD. Ia benar- benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Di layar LCD tidak menampilkan file kerja sama yang dengan susah payah di buatnya, melainkan gambar- gambar dewasa yang tidak senonoh.


"Apa yang terjadi... Kenapa bisa jadi seperti ini. Ini bukan file kerja sama yang telah ku buat." Lirih Maura bertanya- tanya kenapa bisa file yang di buatnya berubah menjadi gambar yang tidak pantas untuk di lihat.

__ADS_1


"Maaf... Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan dan kelalain dari pihak kami. Sekali lagi saya mohon maaf kepada kalian semua atas apa yang terjadi. Untuk itu saya akan membayar finalti ganti rugi ke perusahaan kalian." Ujar Rojer mengatupkan tangannya memohon maaf Lnatas kejadian itu. Lalu keluar dari ruang rapat dengan marah. Melihat kemarahan Rojer dan tiba- tiba keluar dari ruang rapat setelah meminta maaf, membuat Maura merasa bersalah.


Sepasang mata dengan wajah tersenyum, melihat Maura di permalukan di hadapan tender penting. smirk kemenangan menghiasi bibir seksinya. Ia merasa puas dengan apa yang terjadi pada Maura.


...----------------...


Di ruangannya Rojer sedang berdiri memandang keluar gedung. Melihat pemandangan kota dari ruangannya, yang sebagian dinding terbuat dari kaca sehingga menampilkan keindahan kota x.


Maura yang merasa bersalah pada Rojer, sampai membuatnya harus tunduk dan minta maaf pada pihak asing, membuat dadanya terasa sesak. Maura memutuskan untuk menemui Rojer dan meminta maaf atas apa yang terjadi.


"Bagaimana munkin ini bisa terjadi, aku sudah mengecek berkasnya sebelum masuk ke ruang rapat. huhhh!" Batin Maura, sambil melangkah menuju ruang Rojer.


Tok...tok..(suara ketukan pintu)


"Masuk!!" Ujar Rojer dengan dingin.


"Aku... ingin minta maaf atas apa yang terjadi di ruang rapat. Aku tidak mengira kenapa semua itu bisa terjadi." Ujar maura dengan merasa bersalah.


"Kamu munkin ibu dari anakku. Tapi bukan berarti aku memaafkanmu karna apa yang sudah kamu lakukan sudah membuat perusahaan malu. Dan pihak luar membatalkan kerja samanya, serta aku yang harus membayar finalti. Aku tidak mengerti kenapa kamu bisa mempermalukanku seperti itu. Kamu bisa membalasku dengan semua penderitaan yang kamu hadapi karna kesalahanku. Tapi aku tidak pernah membayangkan bahwa kamu membalasku dengan cara seperti ini." Ujar Rojer dengan kesal.


"Sungguh aku pun tidak tahu kenapa bisa semua terjadi. Padahal aku sudah mengecek file itu dengan teliti sebelum masuk ke ruang rapat." Ujar Maura membela diri.


"Kamu sudah mengeceknya atau tidak itu tidak berarti. Pada akhrinya kamu mempermalukan perusahaan dengan kecerobohanmu itu."


"Sekali lagi maafkan aku..."


"Aku tidak bisa memaafkanmu begitu saja atas kesalahan yang telah kamu lakukan. Kamu adalah karyawan di perusahan ini. seperti karyawan yang lain aku akan memberikanmu 2 pilihan, kamu bisa memilihnya dan memutuskannya sendiri. Pilihan yang pertama, kamu akan membayar finalti sebesar 10 triliun kepada pihak asing dan 10 triliun kepada perusahaan. Dan pilihan kedua kamu bisa mengantinya dengan bekerja untukku. Aku akan membayar semua finalti itu sebagai gantinya kamu akan bekerja untukku." Ujar Rojer berbalik ke arah maura.


Mendengar finalti yang harus di bayar, membuat maura pusing dengan jumlah finalti yang harus di bayar olehnya. dengan keterpaksaan dan setelah berpikir Maura memutuskan untuk mengambil keputusan atas penawaran Rojer.


"Aku... aku akan memilih pilihan ke dua, aku akan bekerja untukmu sampai semua hutangku lunas padamu." Ujar Maura yang memilih tawaran kedua dari Rojer.


"Pilihan yang tepat.." Ujar Rojer dengan puas, karna Maura memilih pilihan yang tepat.


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2