Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Ceraikan Catlin..!


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 66...


"Sekarang pergilah mandi... Dan pakai baju ini.." Ujar Rojer sambil menggoyangkan gaun tersebut di tangannya.


Maura menyipitkan matanya ke arah gaun tidur yang ada di tangan Rojer. Gaun tidur yang sangat terbuka, kain nya tipis dan transparan.


"Kamu menyuruh ku memakai gaun seperti itu? Kamu pikir aku wanita penggoda..." Ucap Maura ketus dan menggelengkan kepala.


"Sepertinya otak mu itu perlu di servis Mau... Kamu selalu berpikiran negatif apalagi tentang ku..." Rojer memasang wajah sedikit kesal.


"Bagaimana aku tidak berfikir seperti itu. Kamu memberi ku baju yang sangat transparan..."


"Aku hanya ingin melihat mu memakai gaun ini. Aku bersumpah tidak akan melakukan apapun. Ayo lah apa kamu tidak merasa tubuh mu sangat lengket apa..." Bujuk Rojer.


"Huhhh..." Maura menghela nafas dan mengambil gaun tersebut dari tangan Rojer.


"Anggap saja sebagai pembayaran hutanmu itu... 1 milyar..." Senyum Rojer mengembang, saat Maura mau memakai gaun itu sesuai dengan perintahnya. Ia mencium pipi kiri Maura dengan senang. Rojer tidak bisa membayangkan tubuh seksi Maura menggunakan gaun transparan itu, membuat pikiran Rojer traveling kemana- mana.


Maura menggeleng kan kepalanya. Selalu saja Rojer membahas masalah hutang jika ia tidak menuruti perintahnya. Percuma saja ia menolak, Rojer akan memaksanya sampai ia menurut. Percuma menghabiskan waktu berdebat dengannya pada akhirnya dia lah yang harus mengalah.


Maura masuk ke dalam kamar mandi. Air shower terdengar berjatuhan. Rojer duduk di atas tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya pada headbord.


Aroma sabun khas melati menyeruak ke hidung Rojer. Rojer menghirupnya dalam- dalam. Aroma yang sangat menenangkan. Ia memejamkan matanya dengan melipat ke dua tangannya di belakang kepala.


Maura sempat ragu memakai gaun tidur itu. Ia menatap pantulan dirinya pada cermin kamar mandi. Gaun transparan itu bahkan memperlihatkan pakaian dalam yang ia pakai. Maura sempat ragu untuk keluar dari kamar mandi.


"Gaun ini sangat terbuka... Jangan kan lekuk tubuh ku saja yang terlihat, pakaian dalam yang ku kenakan saja terlihat dengan jelas. Ini sama saja aku telanjang... hhhuhhh Rojer memang sengaja mengerjai ku... Tapi dia kan bahkan pernah melihat seluruh tubuh ku sebelum ini, jadi tidak akan ada masalah bukan... Huhh aku benar- benar tampak seperti wanita penggoda..." Gumam Maura mengedipkan matanya dan tertawa sendiri melihat tingkahnya pada pantulan cermin. Sesekali dia memutar ke kiri dan ke kanan melihat penampilan dirinya.


Maura melenggos dan keluar dari kamar mandi.


Klek

__ADS_1


Suara pintu kamar mandi di buka. Maura keluar tanpa canggung. Rojer masih memejamkan matanya.


Maura berjalan ke arah sisi tempat tidur yang bersebrangan dari Rojer.


"Penampilan yang luar biasa..." Tatap Rojer tanpa berkedip ke arah Maura.


Maura menatap Rojer sedikit kesal. Wajahnya tidak menyunggingkan senyum. Maura segera masuk dalam selimut dan membalut tubuhnya. Ia sudah mencoba untuk tidak merasa canggung. Tapi ia tetap wanita baik- baik, ia tetap merasa sedikit malu dengan gaun yang di pakainya.


"Aku belum selesai melihat mu... Kenapa cepet banget tidurnya..." Rojer mencoba menarik selimut Maura.


"Rojer jangan bertingkah seperti bayi... Aku sudah mengantuk... Pergilah dan tidur di kamar mu..." Ketus Maura, lalu membelakangi Rojer. Kali ini ia benar- benar kesal.


"Hei... Kenapa marah seperti itu..." Rojer mendekat dan memeluk Maura dari belakang, serta memangkas jarak antara mereka.


"Kamu terlihat cantik memakai gaun itu..." Bisik Rojer di daun telingan Maura, membuat tubuh Maura meremang terkena hembusan nafas Rojer. Wajah Maura sudah memerah seperti stroberi yang matang mendengar pujian Rojer dengan nada sensual.


Rojer mulai terbawa suasana. Aroma tubuh Maura yang wangi dan manis sangat memabukkan diri nya. Aroma yang tidak pernah membuatnya lepas dan selalu merindukan untuk selalu menyentuh pemilik aroma ini. Rojer menyibak rambut Maura dan mengendus leher Maura. Bibirnya semakin mendekat dan menempel pada kulit halus Maura. Maura memejamkan mata kala bibir nakal Rojer mulai menghisap dan mencium tengkuk lehernya. hingga meninggalkan bekas kissmark di sana.


Rojer mulai memainkan tangannya, membuat tubuh Maura menggeliat geli dengan sentuhan- sentuhan Rojer.


"Ini tidak boleh terjadi lagi.. Ahhh... Aku tidak ingin melakukannya sebelum Rojer meresmikan ku menjadi istrinya. Ahh.. hhh... Aku tidak boleh takluk dengan permainan ini.." Batin Maura.


Mata Maura mengerjap menahan gejolak gairah yang sedang tersulut. Sementara Rojer sudah berhasil melepas pengait bra pada punggung Maura.


Maura segera membalikkan tubuhnya menghadap Rojer. Membuat aktivitas Rojer terhenti.


Rojer menautkan alis nya memandang Maura lekat. Maura bangun dan menyenderkan punggungnya pada headbord.


Rojer mendengus, dapat di tebak saat ini dirinya sedang kesal karna tingkah Maura yang menghentikan kegilaannya.


"Kamu sudah bersumpah kan untuk tidak macam- macam... Lalu tadi..?" Tanya Maura dengan sedikit bergetar namun ia mencoba berbicara sebiasa mungkin. Karna kini degub jantung nya sudah berpacu cepat. Jari mungil Maura mematikan lampu tidur di sampingnya, membuat suasana lampu kamar menjadi remang- remang. Ia tidak ingin Rojer melihat wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"Maaf... Aku tidak bisa menahan diri.. Maafkan aku..." Jawab Rojer menyangga kepalanya dengan tangannya.


"Aku tidak ingin kita melakukan hal itu lagi. Sebelum kita menikah..."


"Aku mengerti apa yang kamu katakan... Tapi aku tidak bisa menahan diri jika berdekatan dengan mu... "


"Kamu harus bisa... Bukankah kamu sudah berjanji pada ku... tidak akan menyentuh ku tanpa izin ku..."


Rojer meremas kepalanya kesal.


"Baiklah... Jika begitu aku akan segera menikahi mu.. Secepatnya..." Ujar Rojer.


"Kapan??... Kapan kamu akan menceraikan Catlin... Aku sudah tidak sanggup jika harus di tuding sebagai pelakor..." Ujar Maura dengan sedikit emosi.


Bukankah sekarang Maura persis seperti simpanan. Maura merasa seperti itu saat bertanya kapan Rojer akan menceraikan Catlin. Tapi kini ia tak ingin lagi mengalah dengan takdir dan melepas kesempatan kedua untuk bahagia.


"Tenanglah..." Rojer bangkit dan menangkup wajah Maura. Ia dapat melihat dari remang cahaya bahwa kini Maura sangat sedih.


"Aku lelah seperti ini... Aku ingin segera menikah dengan mu dan resmikan aku sebagai istri mu Rojer..." Air mata Maura mulai mengalir, segera Rojer mengusap dengan kedua ibu jarinya.


"Ku mohon jangan menangis. Aku janji dalam waktu dekat aku akan menceraikan Catlin. Dan kita akan segera menikah... Percayalah pada ku... Aku berjanji aku tidak akan menyentuh mu sebelum aku mengesah kan mu menjadi istri ku..." Ujar Rojer dengan sendu, dan menarik Maura dalam pelukannya. Maura mengelap sisa- sisa air matanya. Ketenangan merambat di hati nya saat ia masuk dalam pelukan Rojer. Pelukan yang membuat nya merasa aman. Mata Maura mulai tertutup dan terlelap dalam dada bidang Rojer. Sementara Rojer terus memeluk wanita yang sangat di cintainya. Ia tidak peduli dengan apa kata dunia tentang hubungannya dengan Maura. Yang terpenting sekarang adalah kebahagian Maura. Rojer mendekap tubuh hangat Maura dan mengantarkannya dalam dunia mimpi.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2