Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Lamaran...


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 50...


"Iya sayang... Papa ada di dalam.." Sahut Rojer cepat sebelum Charlote membuka pintu kamar Maura.


Rojer segera berlari ke arah pintu. Tampak di luar pintu Charlote sudah berdiri tegap.


"Loh... Papa kok di dalam kamar mama?? Kan tadi aku suruh pakai toilet di kamar ku... Kenapa nyasar ke sini??" Tanya Charlote menyelidik dengan mata yang melihat ke sana ke mari untuk mencari tahu kenapa Rojer bisa ada di kamar Maura.


"Ha... Iya tadi papa memang ke toilet di kamar mu... Tapi papa juga mau melihat mama... Soal nya mama ngak kelihatan sejak papa datang..." Jawab Rojer dengan sedikit gugup dan cengengesan.


"Ohhh gitu... Ya sudah ayo turun pa.." ajak Charlote dengan menarik tangan Rojer. Rojer menutup pintu sebelum beranjak pergi.


...----------------...


Rojer tampak sedikit terkejut dengan pemandangan meja makan yang di hiasi dengan hidangan stik. Belum lagi aroma wangi dari hidangan itu, menambah nafsu makan.


"Bau stik ini benar- benar lezat... Edent berbakat juga memasak stik... hhh aku tidak perlu capek- capek membuat stik terkutuk itu." Batin Rojer lega.


"Ayo duduk pa.." Ujar Charlote, menarik sebuah kursi untuk Rojer.


"Terimakasih sayang..." Timpal Rojer dengan mengelus rambut Charlote lembut.


"Wow... Wangi stik nya sangat lezat ya..." Ujar Maura yang tiba- tiba datang.


"Hai ma..." Sapa Charlote.


Rojer terpana dengan penampilan Maura kali ini. Maura menuruni tangga dengan anggun, menggunakan celana hot pans dengan kaos berwarna putih, serta rambut yang di ikat acak- acakan menambah kan keseksian Maura di mata Rojer. Tanpa sadar mulut Rojer ternganga melihat pesona Maura.


Melihat ekspresi Rojer, Charlote terkekeh kecil dan saling berkedip ke arah Edent yang menggeleng kan kepalanya melihat tinggkah majikan nya, yang menganga hingg air liurnya ingin terjatuh dari bibir nya.


"Dasar Tuan muda,,, memalukan sekali. Dia begitu terpesona dengan Nona Maura sampai- sampai menganga seperti anjing yang menanti makanan nya...." Batin Edent menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Tuan muda seperti nya anda terlalu lapar..." Ujar Edent dengan nada penekanan dan memasukkan satu stik sapi tepat pada mulut Rojer yang menganga. Yang membuat Rojer tersadar jika ia telah mempermalukan diri nya di hadapan Maura dengan wajah terpesona.


"Heh... iya Edent.." Ujar Rojer mengunyah stik yang ada di mulut nya, lalu mengalihkan pandangan nya dari Maura.


Charlote hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah ayah nya itu.


"Wah sayang... Apa kamu yang membuat stik ini??.." Tanya Maura dengan lembut pada Charlote, dan duduk di samping putra kesayangan nya itu.


"Iya ma.. Mama cobain ya.." Ujar charlote dengan meletakkan potongan stik pada piring Maura.


"Lo... Apa maksudnya ini?? Bukan kah Edent yang membuat ini semua??" Tanya Rojer heran dan bertanya- tanya.


"Maaf Tuan muda,,, Anda kan tahu saya tidak bisa memasak, lalu bagaimana bisa saya memasaka stik ini. Stik ini di masak oleh Tuan kecil. Beliau sangat pandai memasak..." Jawab Edent sambil mengunyah stik nya.


"Apa...!!! Berani sekali kamu menyuruh putra ku membuat stik Edent!" Bentak Rojer dengan marah mendengar penuturan Edent, dengan pukulan dari tangan Rojer yang siap mendarat di wajah Edent.


"Papa...!!" Teriak Charlote, membuat Rojer mengurungkan niat nya.


"Papa... Tidak perlu memukul paman Edent seperti itu. Aku yang ingin memasak dengan keinginan ku sendiri. Aku sudah menunggu selama 2 jam stik yang papa buat tidak kunjung jadi. Malah rusak,, rusak terus. Jadi aku memutus kan untuk memasak pa.." jelas Charlote.


"Iya ma.. Lihat aja tong sampah itu... Sudah penuh dengan daging gosong... Itu karna papa.. Dia sudah membuat nya berulang kali,,, Tapi stik nya ngak jadi - jadi..." Tunjuk Charlote pada tong sampah dekat dapur.


"Ha.. ha..." Tawa Maura melihat tong sampah yang penuh dengan daging gosong.


"Mampus kamu Rojer,,, ini karna kamu sudah mengerjai ku tadi siang... Tuhan memang adil.. hihi.." Batin Maura tertawa riang.


Semua mata kini tertuju pada Maura yang tengah tertawa dengan pikiran nya sendiri sambil melihat tong sampah yang penuh dengan daging gosong.


"Mama... kok ketawa??" Tanya Charlote pada Maura.


"Haha... Tidak sayang... Mama cuma berpikir tuhan itu sangat adil ya.." Ucap Maura dengan tatapan pada Rojer yang langsung memutar bola matanya malas karna mengerti arti tatapan Maura.

__ADS_1


Makan malam mereka di warnai dengan suasana hangat dan ceria, bertabur canda tawa dan lelucon- lelucon renyah. Bahkan Rojer tidak tampak kaku atau dingin. Dia menunjuk kan sifat lain dari dirinya yang membuat Maura, Edent, dan Charlote merasa bahwa Rojer bukan orang kaya berhati dingin.


"Pa... Papa.. kapan menikahi mama ku?" Tanya Charlote pada Rojer, yang membuat Maura langsung tersedak.


"Charlote,,, Kamu ngomong apa sih... Jangan ngomong melantur seperti itu.." Tegur Maura sedikit tidak suka, dengan pertanyaan yang di lontar kan Charlote.


Suasana yang tadi nya riang, kini berubah menjadi canggung karna pertanyaan Charlote.


"Jangan di tanggapi serius ucapan Charlote, dia cuma asal bica..."


"Papa akan menikahi mama secepatnya..." Timpal Rojer mantap, yang membuat kedua mata Maura membulat sempurna.


Rojer meraih sesuatu di dalam saku celana nya, mengeluarkan box kecil dari sana.


"Maura,,, Aku tahu aku bukan lah pria yang baik untuk mu... Tapi aku yakin tidak ada cinta yang lebih baik dari cinta ku... Maaf kan aku selama masa sulit mu, aku tidak ada dalam hidup mu. Tapi yakin lah aku akan memperbaiki semuanya. Aku tidak akan meninggalkan mu untuk selama nya meski kamu sendiri yang mendorong ku pergi dari kehidupan mu... Dan malam ini, di depan putra kecil kita, aku ingin melamar mu.. Maura menikah lah dengan ku.." Ujar Rojer menyatakan perasaan nya, dengan membuka box kecil itu yang tak lain berisi sebuah cincin berlian dengan zambrud biru sebagai permatanya.


Edent yang tahu semua ini akan terjadi, sudah merekam moment indah itu dengan ponsel nya.


Sedangkan Charlote tersenyum bahagia karna impian nya untuk hidup dengan keluarga yang utuh akan segera tercapai, setelah Rojer dan Maura bersatu dalam ikatan sakral yaitu pernikahan.


Sementara itu, Maura masih mematung dan membisu dalam diam. Mencoba mencerna apa yang sekarang ada di depan nya. Ia tidak menyangka Rojer bergerak begitu cepat dari dugaan nya. Bahkan sekarang di depan nya pria itu tengah duduk dengan memegang sebuah cincin dan melamar dirinya.


"Ternyata tuan muda bisa romantis juga..." Batin dengan terus merekam dengan ponselnya, mencari posisi yang pas untuk mendapat rekaman yang bagus.


Melihat tindakan Edent, Charlote memberikan dua jempol padanya.


...----------------...


...****************...


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2