Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
143


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 143...


Internasional Airport...


Tampak di kursi tunggu, terlihat seorang wanita dengan wajah sembab nya, sementara di tangan nya terlihat dua lembar kertas.


Kaki nya ia gerak- gerak kan beraturan, seperti ada kecemasan yang sedang menyelimuti nya.


Sementara di samping nya, tengah tertidur lelap seorang anak kecil.


"Hemmmmmm..." Dehem Charlote dengan menggeliat kan tubuh nya.


Suara keramaian Airport seperti nya mengganggu tidur nya.


Maura segera mengelus kepala Charlote, agar anak nya kembali tidur. Tapi seperti nya itu tidak terjadi.


Charlote membuka mata nya, dengan mengerjap beberapa kali.


Wajah nya tampak berkerut bingung, melihat suasana yang sangat asing.


Sejak kapan kamar nya ramai seperti ini, pikir Charlote dengan mengucek ke dua mata nya perlahan.


Setelah melebarkan penglihatan nya, Charlote yakin saat ini diri nya tidak berada di kamar nya. Tapi di tempat lain.


"Kamu sudah bangun sayang...." Ucap Maura dengan mengulas senyum Getir. Ia sangat tahu Charlote sedang kebingunan saat ini.


Bagaimana tidak, dia membawa putra nya pergi dari rumah keluarga Wang, saat dia masih tertidur pulas.


Charlote langsung menatap ke samping nya. Menatap wajah sang ibu yang terlihat sangat sembab. Dan ada gurat kepedihan di sana. Bahkan Charlote bisa merasakan hal itu.


"Mama.. Kita akan kemana?? Kok kita ada di sini?" Tanya Charlote, dengan memperhatikan sekeliling nya.


Dari pelang- pelang yang tertera di dalam ruangan ini, serta beberapa orang yang memakai seragam khusus. Charlote sangat tahu mereka saat ini sedang berada di bandara.


"Kita akan pergi sayang..." Jawab Maura singkat, dengan mengeratkan jaket yang di kenakan Charlote.


"Pergi ke mana?? Apa papa ikut...??"


Maura melipat bibir nya, saat mendengar pertanyaan Charlote. Hati nya berdesir semakin sakit, hanya dengan mendengar nama itu.


"Kita akan pergi ke luar kota... Hmmm... Kita akan pulang sayang,,, pulang ke rumah kita... Rumah kita di Kota D... Mama yakin Charlote juga merindukan rumah lama kita kan.."


"Lalu papa?? Dimana papa?? Dia ikut juga kan bersama kita ma??" Tanya Charlote lagi. Sejak tadi ia belum melihat laki- laki yang selalu menjadi panutan nya itu.


"Iyah sayang... Papa akan menyusul kita..." Bohong Maura, dan merengkuh tubuh kecil Charlote ke dalam pelukan nya.


...----------------...


"Maaf Tuan, kami belum bisa menemukan jejak Nyonya..." Lapor seorang pria dengan menunduk di hadapan Edent.


Mendengar laporan yang tidak sesuai dengan keinginan nya.


Edent mengepal kan tangan nya kuat, pada sandaran kursi.


Buku- buku tangan nya bahkan sampai memutih dengan sempurna.

__ADS_1


Prak....


Suara benturan keras di tembok, bersamaan dengan hancur nya kursi yang di lemparkan Edent dengan keras. Membuat kursi tersebut patah menjadi beberapa bagian.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus segera menemukan Nyonya Maura dan Tuan kecil Charlote. Aku tidak peduli bagaimana cara nya. Kerah kan semua pengawal untuk menemukan nya di seluruh kota...!!" Titah Edent dengan mengeram marah.


Apa yang akan ia katakan , kepada Rojer jika sampai saat ini bahkan diri nya belum bisa menemukan wanita majikan nya.


Sebelum Maura berhasil di temukan, ia tidak akan pernah sanggup untuk menemui Rojer.


Edent memanggku tangan kirinya yang sedang mengelus lembut dagu nya tanpa jenggot.


Ekspresi wajah nya saat ini sedang berpikir keras, memikirkan hal apa yang akan ia gunakan untuk bisa menemukan Maura dan segera membawa nya pada Rojer.


Gerakan tangan Edent berhenti, bersamaan dengan ke dua mata nya yang sedikit melebar.


"Yah... Itu dia... Orang yang bisa membawa ku menemukan Nyonya dan Tuan kecil...." Lirih Edent, dengan berbinar. Seolah menemukan secercah harapan.


Edent langsung bergegas dengan cepat, ia harus menemui seseorang saat ini.


...----------------...


Di sisi lain, mobil Rojer melaju dengan kecepatan tinggi di atas rata- rata di jalan tol.


Rojer tidak memperdulikan seberapa kecepatan nya saat ini.


Ke dua mata nya, menatap lurus, mendahului semua mobil yang berada di depan nya.


Kegundahan dan kegelisahan yang ia rasakan sungguh sangat menyiksa.


Wajah nya yang tampan, tertekuk ke dalam. Menguratkan kesedihan , kepedihan, dan penderitaan yang melebur menjadi satu.


Raga nya mungkin berada di sini, tapi hati dan pikiran nya seolah ikut pergi bersama Maura.


Suara klakson mobil box dari arah depan.


Tanpa sadar, Rojer mengemudikan mobil nya pada jalur yang salah.


Tin..


Klakson mobil Box kembali berbunyi dengan keras, mencoba menyadarkan pengemudi mobil yang terus mendekat, melajukan kendaraan ke arah nya.


Rojer terus menginjak gas mobil nya dengan kecepatan tinggi. Sementara dari arah depan sebuah mobil Box yang terus mengklakson terus mendekat ke arah mobil nya.


Rojer begitu larut dalam pikiran dan lamunan nya, sampai ia tidak mendengar suara Klakson mobil yang di tujukan kepada nya.


Brak...


Sreeet...


Duks....


Brak....


Cit...

__ADS_1


Mobil box yang membawa beban berat, menghantam mobil mewah Rojer.


Membuat mobil Rojer, terpelanting beberapa kali, dan menghantam pembatas jalan.


Bersamaan dengan hantaman keras dari arah depan mobil, kesadaran Rojer menggelap dan hilang.


Pengendara yang lain, segera memarkirkan mobil mereka. Para pengemudi maupun penumpang turun dari kendaraan mereka.


Untuk melihat kecelakaan tragis yang sedang terjadi, antara mobil Box dan sebuah mobil mewah.


"Kecelakaan...!!"


"Cepat bantu supir nya...!!"


"Kecelakaan nya sangat mengerikan... Mobil mewah itu hampir hancur..."


"Ayo kita bantu mereka..."


Suara- suara orang- orang, yang langsung mengerubungi tempat kecelakaan.


...----------------...


Edent tengah duduk di sebuah sofa dengan dua pria yang berparas sama. Tidak lain dan tidak bukan mereka adalah the twins.


"Apa??? Tuan kecil hilang..." Ujar Greyly dengan terkejut. Selama ini diri nya dan Charlote selalu berbagi pengetahuan. Meski sifat Charlote yang kejam, tapi di balik itu ada sifat manis yang selalu melekat pada diri anak usia 7 tahun itu.


"Untuk itu aku datang ke sini... Kalian berdua adalah tangan kanan dan kiri nya Tuan kecil... Apa kalian tidak mempunyai sesuatu, untuk bisa menemukan tuan kecil..." Papar Edent dengan mata tajam ke arah dua pria di depan nya.


The twins tampak berpikir keras, selama bekerja bersama Charlote, Charlote sama sekali tidak pernah memberitahu atau menceritakan tentang diri nya. Yang ada hanya masalah pekerjaan yang selalu mereka bahas. Hanya sebatas itu.


"Aku rasa kami tidak punya sesuatu apa pun yang bisa menemukan Tuan kecil..." Jawab Greenly dengan raut kecewa menghias wajah nya.


"Ck...." Decak Edent kesal. Ia pikir dengan mendatangi the twins, yang notabene nya adalah tangan kanan dan kiri Charlote. Ia bisa menemukan sesuatu untuk bisa menemukan majikan kecil nya itu. Tapi seperti nya ia salah.


"Tunggu... Aku punya sesuatu untuk menemukan Tuan kecil....!!!" Pangkas Greyly cepat, dan langsung berdiri. Di saat ingatan nya menemukan sesuatu yang bisa mengantarkan mereka untuk menemukan Charlote.


Wajah Edent dan Greenly langsung berbinar, mendengar penuturan dari Greyly.


"Apa itu??" Tanya Edent ikut berdiri. Saat ini ia sangat bersemangat untuk mendengarkan apa yang akan di katakan Greyly.


"Ikut aku....!!!" Jawab Greyly singkat, lalu masuk ke dalam ruang kerja nya. Di ikuti Edent dan saudara kembarnya.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2