Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
69


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 69...


Maura terus memandang layar ponselnya sejak tadi. Ia keluar dari lift dengan sedikit raut wajah kecewa.


Kring...


Maura mengangkat ponselnya. Di layar pipih itu tertera nama Karina. Sudah lama ia tak saling hubungi dengan teman kuliah nya ini.


"Hallo... Maura kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku lagi? Apa kamu sudah lupa dengan ku...?" Cecar Karina saat Maura mengangkat telpon. Maura sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya karna suara nyaring Karina sedikit mengganggu pendengaran Maura.


"Bisa kah kamu bertanya- tanya satu persatu hhh... Aku sedang berbicara dengan teman ku bukan dengan HRD yang sedang menginterviw karyawan baru..." Celetuk Maura.


"Baiklah... Apa kita bisa bertemu..? Aku sungguh merindukan mu.."


"Bukannya aku menolak... Tapi hari ini sepertinya tidak bisa... Aku harus menghadiri peresmian pembukaan taman bunga tulip. Jadi aku harus hadir di sana. Kamu tahu kan aku sangat menyukai bunga tulip..."


"Hhhh kamu memang selalu sibuk... kamu tidak punya waktu bahkan untuk teman mu..."Ketus Karina lalu menutup telpon dengan sepihak. Maura menggelengkan kepalanya. Ia tahu saat ini teman- teman satu- satu nya itu sedang sangat kesal pada dirinya.


Maura menjelajah pada layar benda pipih itu. Sebuah email di terima dari panitia pengurus acara peresmian pembukaan taman kota A.


"Hah... Rojer sudah menerima undangan itu... Kenapa dia tidak memberi tahu ku?" Wajah Maura berubah menjadi sedikit ragu. Saat membaca email yang masuk ke ponselnya.


Maura menekan nomer ponsel Rojer. Ia ingin bertanya tentang hal ini pada Rojer. Suara nada sambung berbunyi dari seberang telpon. Namun tidak ada tanda- tanda jawaban. Maura mendengus kesal. Ia menaiki taksi yang sudah menunggu di depan gerbang utama kantor.


"Kenapa sih sejak tadi dia tidak mengangkat telpon nya... Kenapa dia tidak memberi tahuku jika dia sudah menerima undangan itu. Apa dia tidak ingin mengajak ku... " Lirih Maura dengan nada kesal.


"Baiklah... Tenanglah.. Maura... Mari kejutkan dia dengan kehadiran mu di taman bunga itu..." Ujar Maura lagi lalu menyungingkan senyumnya. Maura membuang pandangannya ke luar jendela. Menikmati pemandangan yang di lewatinya.


...----------------...


"Kita semua sudah siap... Mari berangkat..." Ucap Ny. Anindita bangkit dari duduknya. Saat melihat Rojer menuruni tangga dengan setelan formal seperti biasanya.


"Rojer benar- benar tampan... Bagaimana aku bisa tidak jatuh cinta dengannya." Batin Catlin dengan tatapan terpesona dan menyunggingkan senyum pada Rojer.


Rojer memalingkan wajahnya. Ia tidak peduli dengan senyum manis Catlin yang di tujukan ke arahnya. Baginya senyum itu seperti senyum nenek lampir yang menyeramkan.

__ADS_1


Rojer melangkah melewati Catlin menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Edent.


"Rojer...!" Panggil Ny. Anindita menjegat langkah kaki Rojer.


"Bisakah kamu bersikap layaknya seperti suami yang baik untuk Catlin. Gandenglah tangan Catlin. Jangan buat mama hari ini melihat kalian seperti bukan sepasang suami istri." Ujar Ny. Anindita lagi.


"Ma.. Sudahlah... Biarkan Rojer berjalan sendiri." Catlin memasang wajah lugunya.


Rojer menghela nafas panjang.


"Rojer...!" Ujar Ny. Anindita kembali memanggil Rojer dengan penekanan.


Rojer menggelengkan kepalanya pelan. Catlin mengamit pergelangan tangan Rojer dan berjalan beriringan.


Ny. Anindita merasa bahagia melihat hal tersebut.


...----------------...


Maura sudah siap dengan penampilannya hari ini. Hanya butuh waktu 3 jam untuk sampai di acara peresmian taman bunga. Maura masih memantengi ponselnya yang kunjung tidak berdering. Ia sedang menunggu sosok yang di harapkan untuk menelponnya. Tapi seperti nya tidak ada sama sekali.


Setelah berpamitan dengan Charlote, Maura bergegas menuju tempat acara. Ia tidak ingin melewati satu acara apa pun yang sedang di adakan di sana. Ia sudah lama memimpikan hal ini. Dan sekarang adalah kesempatannya untuk melihat keindahan taman bunga tulip.


...----------------...


Mobil mewah berwarna hitam sudah memasuki parkiran taman bunga. Suasana acara peresmiaan pembukaan taman bunga sangat ramai. Banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi untuk hadir dalam acara ini. Begitu pula dengan para milyarder serta para pengusaha terkenal yang mencintai bunga tulip hadir di acara ini.


Tak tertingal pula para awak media yang sudah menumpuk, untuk meliput acara ini.


Suasana yang tadinya riuh berubah menjadi hening. Saat mobil mewah milik sang penyelenggara acara memasuki area parkir taman.


Semua kamera langsung menyorot seorang wanita paruh baya yang masih terlihat masih sangat cantik dengan balutan gaun merah marun. Yang tak lain adalah Ny. Anindita.


Tampak dari kursi penumpang turun seorang pria dengan wajah tampan tanpa tanding dengan seorang wanita cantik yang selalu mengamit lengannya. Mereka adalah Rojer dan Catlin.


Mereka bertiga berjalan dengan beriringan serta Edent yang mengekor di belakang. Mereka memasuki tempat acara peresmian taman.

__ADS_1


Rojer hanya menyunggingkan wajah datar dan terkesan malas saat ia datang.


" Bukankah taman ini sangat indah Rojer... Aku sangat bahagia bisa menghadiri acara ini. Aku tidak terkejut dengan taman seindah ini karna ini adalah hasil karyamu." Ujar Catlin dengan senang. Ia sesekali memandang ke arah lain mencari sosok yang ingin ia lihat.


"Jangan sok memuji ku... Aku tidak akan luluh hanya dengan pujian receh mu itu. Jika itu bukan karna keinginan mama.. Aku tidak akan pernah mau untuk hadir di acara apapun bersama mu. Kamu jangan berharap lebih. Kamu cukup ingat tentang hal ini saja. Kalau kita akan bercerai secepatnya.." Timpal Rojer dengan penekanan.


"Teruslah berkata cerai Rojer. Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku tidak akan melepaskan mu secepat itu..." Batin Catlin dengan tatapan kecewa pada wajahnya saat mendengar jawaban Rojer.


"Selamat datang Tuan Rojer... Senang bertemu dengan mu.. Selamat datang Ny. Anindita anda terlihat cantik hari ini." Ujar kolega pria dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Rojer menyambut uluran tangan kolega perusahaannya itu dengan memasang senyum hambar.


Para tamu kaya yang hadir mengerubungi Rojer, Ny. Anindita dan Catlin hanya untuk menyapa tokoh penting dalam acara itu. Mereka berharap bisa menjalin kontak kerja sama khususnya pada Rojer.


"Mari Tuan muda, Nyonya... Tempat duduk sudah siap..." Ujar Edent mengarahkan tempat duduk vvip yang berada paling depan. Persis di depan panggung acara.


Acara peresmian sudah di buka dengan beberapa acara tarian bunga dan hiburan berupa musik klasik. Acara peresmian pembukaan taman bunga berjalan dengan khidmat.


"Mari kita sambut penyelenggara acara ini, sekaligus pendiri taman bunga tulip yang sangat indah... Rojer Wang...!!" Ujar MC memanggil dan mempersilahkan Rojer untuk naik ke panggung meresmikan pembukaan taman bunga tulip.


Sorak sorai tepuk tangan bergema.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2