Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Tes DNA


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 16...


Maura mengusap air matanya perlahan, ia mengulas senyum keterpaksaan di wajahnya untuk menutupi rasa sakitnya. Ia menguatkan tubuhnya yang sudah terasa lemas untuk menemui Rojer. Maura berpura- pura seakan ia tidak mengetahui apa yang terjadi. Dan berpura- pura tidak melihat apa pun tadi. Ia melangkah mendekati ruangan Rojer dengan satu tarikan nafas lalu mengetuknya perlahan.


Tok...tok...( Suara pintu di ketuk)


"Masuk!!!" Ujar Rojer fokus dengan berkas yang di berikan Edent.


Maura melangkah dengan perlahan dan menunduk. Ia berusaha menahan air mata nya supaya tidak terjatuh dari kelopak matanya.


"Tuan muda,, saya hanya ingin mengantar berkas pengajuan dari divisi marketing." Ujar Maura kaku.


Mendengar suara yang sangat familier dan menenangkan hati Rojer. Rojer mengalihkan pandangannya pada Maura yang tengah menunduk. Rojer mendekati Maura dengan perlahan, Maura mundur perlahan menjauhi Rojer dengan tubuh yang semakin gemetar.


"Kamu... apa kamu wanita malam itu??" Tanya Rojer dengan suara kecil yang bisa terdengar oleh mereka berdua. Nafas Maura tercekat seketika mendengar pertanyaan dari Rojer. Siluet pria bersamanya 6 tahun silam tergambar jelas dalam bayangan Maura.


Sssttt..(suara endusan)


Rojer mengendus dan menghisap aroma tubuh Maura. Aroma yang sama persis dengan aroma wanita yang tidur bersamanya pada malam itu.


"Katakan apa kamu wanita itu???" Tanya Rojer lagi.


"Bu..kan.. bukan aku bukan wanita itu." Jawab Maura terbata- bata.


Rojer kembali mendekati Maura. Keringat bergulir jelas di kening Maura. Rojer bahkan bisa merasakan kegugupan Maura. Rojer memegang lengan Maura dengan kuat dan memghempaskannya ke tembok. Maura benar- benar terkejut dengan perlakuan rojer padanya. Maura mengangkat pandangannya dan bertemu dengan tatapan Rojer yang tajam. Mereka beradu tatapan satu sama lain mencari kebenaran dalam mata satu sama lain. Maura dan Rojer begitu dekat. Bahkan mereka bisa merasakan dan mendengar deru nafas di antara mereka.


"Benarkah...??" Selidik Rojer.


"Iya... ki..ta kita tidak pernah bertemu sebelumnya, begitu juga dengan 6 tahun silam." Ujar Maura dengan gemetar. Ia benar- benar tidak berani memandang tatapan rojer yang mencari kebenaran di matanya.


"Jika benar begitu, kenapa kamu berkeringat seperti ini??" Tanya Rojer, lalu mengusap kening Maura lembut. Maura mengusap keningnya cepat dan menelan ludahnya. Saat ini dadanya benar- benar terasa sesak, tanpa di undang air mata berhasil lolos dari matanya.


"Maura Karavan, putri dari Mr. Karavan, dia memiliki ibu dan saudari tirinya yang bernama Ny. aurora dan Catlin. Kehidupannya berubah ketika Mr. Karavan jatuh sakit di sebabkan oleh racun yang di berikan ibu dan saudari tirinya. Bahkan Ny. Aurora merusak black card untuk pembiayaan Mr. Karavan. Putrinya Maura Karavan memenuhi saran ibu tirinya untuk menjual dirinya pada saudara Ny. Aurora. Dan bermalam dengan pria asing. Dan pria itu adalah aku... ROJER WANG.. Tanpa di ketahui dia mengandung anak pria itu dan tiba- tiba pula dia menghilang. Charlote, Charlote Karavan putra Maura Karavan nama samarannya adalah Mr. x heakcer handal di usianya yang sangat muda. Dan yang lebih mengejutkan lagi wajahnya sangat mirip dengan ku... Dan wanita bermarga Karavan adalah kamu MAURA KARAVAN.. Sekarang katakan padaku.. Katakan apa dia putraku??.. Dan katakan semua yang ku katakan padamu ini memang benar.." Ujar Rojer dengan nada menekan Maura. Maura tidak mengira Rojer akan mengetahui semuanya sejauh ini. Maura yang semakin tertekan dengan tekanan dari Rojer dan keinginan Maura yang tidak ingin memberi tahu kebenarannya pada siapapun meski Rojer adalah ayah dari Charlote.


"Tidak... itu tidak pernah terjadi..." Ujar Maura mendorong tubuh Rojer sekuat tenaga. Lalu berlari keluar dari ruangan Rojer dengan tangis yang pecah.


Brak...( suara gebrakan meja)


"Aoch... agrhh..." Teriak Rojer kesal dengan menggebrak meja keras, karna tidak mendapatkan jawaban apapun.


"Aku tidak akan menyerah dengan kebungkamanmu Maura..." Lirih Rojer dengan tatapan tajam.


...----------------...


Maura melangkah dengan terburu- buru masuk ke dalam rumah. Tampak Charlote yang sedang bermain dengan laptopnya di ruang tamu seperti biasa. Melihat kondisi Maura yang habis menangis membuat Charlote sedikit khawatir.


"Ma.. mama sudah pulang.. kenapa wajah mama seperti habis menangis??" Tanya Charlote pada Maura. Maura langsung memeluk Charlote dengan erat seakan- akan ada yang hendak mengambilnya. Suara tangis maura pecah seketika membuat Charlote semakin khawatir dengan Maura.


"Jangan tinggalkan mama.. jangan tinggalkan mama.." Ujar Maura dengan lirih berulang kali. Charlote melepas pelukan Maura dan mengusap lembut air mata Maura.

__ADS_1


"Ma.. aku tidak akan pernah meninggalkanmu.. aku putramu untuk apa aku meninggalkanmu." Ujar Charlote menghibur Maura.


"Iya.. kamu benar Charlote tidak boleh meninggalkan mama... sekarang.. kita harus pergi dari sini.. mama tidak mau kehilanganmu." Ujar Maura dengan nada cemas, sambil dengan cepat melangkah ke kamar Charlote dan merapikannya pakaian Charlote dalam koper.


"Ma apa yang kamu lakukan??" Tanya Charlote.


"Dengar.. kita akan pergi dari sini.. oke"


"Ma... hentikan semua ini!!" Teriak Charlote. Mendengar teriakan Charlote Maura bersimpuh di lantai menutupi wajahnya dan menangis dengan tersedu- sedu.


"Aku tidak mengerti... ada apa kenapa mama bersikap seperti ini,, dan kenapa mama mengatakan hal- hal yang konyol seperti itu." Ujar Charlote.


"Maaf.. maafkan mama.. mama hanya tidak ingin kehilanganmu.." Ujar Maura dengan serak, lalu pergi menuju kamarnya.


...----------------...


Atas kejadian kemarin dengan Rojer Maura tidak ingin mengambil resiko kalau Rojer akan mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya dan mengambil Charlote dari pelukannya.


Maura membawa surat pengunduran dirinya dari kantor dan ingin segera pergi dari kota x.


Sementara itu Rojer memerintahkan Edent meluncurkan mobilnya ke sekolah dasar LIMITED SCHOOL. Keinginannya telah bulat untuk menemui Charlote dan memastikan sendiri bahwa dia adalah anaknya.


Tak butuh waktu lama kini Rojer telah berpijak di sekolah itu. Ia memasuki sekolah itu di sambut dengan guru- guru yang ada di sana.


"Ada yang perlu ku bantu tuan muda Rojer.???" Tanya kepala sekolah melihat kehadiran Rojer di ruangannya dengan tiba- tiba.


"Aku ingin bertemu dengan Charlote Karavan." Ujar Rojer to the point.


"Katakan.. siapa ayahmu??" Ujar Rojer, mendekati dan berjongkok menyatarakan dirinya dengan Charlote dan langsung bertanya padanya. Charlote memicingkan matanya, ia tidak percaya melihat dirinya versi dewasa.


"Apa kamu Rojer Wang??" Tanya Charlote pada Rojer. Yang membuat Edent terseyum kecil melihat pertanyaan Rojer yang di sahuti pertanyaan lagi oleh Charlote.


"Iya.. aku Rojer Wang!!"


"Wajahmu yang asli dari pada di foto lebih mirip dengan ku.." Ujar Charlote sambil meraba wajah Rojer dengan tidak percaya. Ada kehangatan yang di rasakan Rojer ketika tangan kecil charlote menyentuh wajahnya.


"Katakan siapa ayahmu??" Tanya Rojer lagi.


"Aku... aku tidak punya ayah.. mama mengatakan itu padaku.."


"Apakah ibumu Maura Karavan??"


"Iya ... dia adalah ibu terbaik di dunia."


"Kenapa mama mu mengatakan bahwa kamu tidak punya papa??"


"Karna papa,, sering membuat mama menangis. Bahkan dengan menyebut namanya saja akan mmebuat mama sedih..."


"Apa kamu ingin bertemu dengan papamu??"

__ADS_1


"Iya.." Jawab Charlote langsung mengiyakan pertanyaan Rojer dengan antusias.


"Edent.. bawa dia.." Titah Rojer pada endent yang langsung di laksanakan. Edent mengendong Charlote pergi dari sekolah menuju rumah sakit besar di kota x.


...----------------...


Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Kini Rojer telah sampai pada ruang Antony teman kuliahnya yang kini menjadi dokter.


"Welcom Rojer.. aku tidak percaya kamu bisa datang ke sini.." Ujar Antony dengan ramah.


"Aku ingin melakukan tes DNA!!" Ujar Rojer langsung tanpa basa- basi.


"Tes DNA?? Dengan siapa??" Tanya Antony bingung.


"Edent...!!" Panggil Rojer. Edent masuk dengan mengendong Charlote.


"Aku akan melakukannya dengan anak ini." Ujar Rojer dingin. Sementara Antony ternganga melihat Charlote yang begitu mirip dengan Rojer. Bak seperti pinang di belah dua.


"Rojer anak ini begitu mirip denganmu?? Katakan apa dia anakmu dengan wanita gelap.??" Tanya Antony yang masih tidak percaya.


"Hentikan ocehanmu itu,, dan lakukan sesuai dengan permintaanku." Ujar Rojer dengan dingin. Membuat Antony bergidik ngeri dengan nada dingin Rojer.


"Oke.. Baiklah mari kita lakukan." Ujar Antony, langsung mengambil semple darah Rojer dan Charlote.


"Kapan hasilnya akan keluar??" Tanya Rojer di sela- sela Antony yang mengambil darahnya.


"Hasilnya akan keluar dalam 1× 24 jam.." Jawab Antony yang fokus dengan pekerjaannya.


"Lakukan dengan benar.." Ujar Rojer dengan nada menekan Antony, yang di respon dengan ekspresi kesal oleh Antony.


...----------------...


...****************...


to be continud🌸


Plese dong kasi:


vote😭


like😭


coment😭


dan tambah ke rak favorit😭


biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋


.... dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...

__ADS_1


Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.


dadah...🖐🖐🖐


__ADS_2