
...ILUSI TAKDIR 124...
Catlin membuka kelopak matanya. Rasanya tubuh nya begitu lelah dan letih.
Ingatan nya kembali mengalir dengan kejadian semalam yang begitu mengerikan. Wajah anak kecil yang di tangannya ada pisau kecil dengan senang nya melukai wajahnya.
Catlin tersentak dengan hebat saat memori itu kembali muncul.
"Tidak ini semua adalah mimpi...!!!!" Teriak Catlin dengan keras. Membuat beberapa orang dengan seragam putih segera menghampiri nya.
"Nona... Apa anda baik- baik saja...?" Tanya seorang pria yang tak lain adalah dokter. Dengan seorang perawat wanita di sampingnya.
"Ehhh ... hughhh....hugh..." Dada Catlin naik turun. Karna nafasnya yang menderu.
Netra Catlin menangkap dua orang yang sedang berdiri di samping nya. Baju putih dengan testoskop yang tergantung di leher pria di samping nya. Menambah kecemasan dan kepanikan Catlin.
"Dokter?? Perawat..??? Apa aku sedang di rumah sakit... Lalu Apa yang terjadi kemarin malam bukan lah sebuah mimpi..?" Batin Catlin yang semakin takut, dengan banyak nya pertanyaan di kepalanya.
Catlin memgedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan yang sedang dirinya tempati. Ternyata memang benar diri nya tengah berada di rumah sakit.
Catlin mengangkat tangannya yang bergetar dengan ribuan rasa takut yang mengusai dirinya.
Dirinya meraba wajah yang kini tertutup dan terlilit oleh perban.
"Aaarrhhhhgggg... Hiks... Hiks... Ini bukan mimpi... Hiks...." Teriak Catlin dengan tangis yang pecah dan terdengar begitu memilu kan.
"Nona... Tenanglah anda akan baik- baik saja..." Ujar sang dokter berusaha menenangkan pasien nya. Yang begitu terpukul dengan kondisi nya.
Catlin menelan salivanya paksa. Dan menatap Dokter di samping nya.
"Kata kan ada apa dengan wajah ku? wajah ku tidak akan apa- apa kan... Ini hanya luka biasa kan...???" Cecar Catlin memberondong sang dokter dengan pertanyaan- pertanyaan nya.
"Tenang kan diri anda dulu nona... Wajah anda baik- baik saja... Luka nya akan segera sembuh... Tapi dengan berat hati saya mengatakan jika luka pada wajah anda tidak akan bisa hilang Nona... Luka nya terlalu dalam dan merobek kulit wajah anda dalam..." Jelas sang dokter dengan hati- hati. Ia tidak ingin pasien nya akan bertambah syok saat mengetahui kenyataan yang begitu pahit.
__ADS_1
"Hiks... Aaarggghh... Hiks... Itu artinya wajah ku tidak akan cantik lagi... Hiks... Bocah kecil itu sudah menghancurkan hidup ku... Dia bukan anak kecil... Dia adalah anak iblis... Hiks... Hiks...." Tangis Catlin dengan sumpah serapah nya.
"Katakan... Bagaimana cara memperbaiki wajah ku dokter...??? Aku mohon lakukan yang terbaik untuk menyembuh kan wajah ku... Aku tidak ingin menjadi buruk rupa dan jelek....!!" Renggek Catlin memohon.
"Tentu kami akan melakukan hal yang terbaik untuk mu nona... Ada satu cara... Anda bisa melakukan operasi plastik untuk menghilangkan bekas luka yang ada pada wajah anda..."
"Lakukan... Lakukan operasi nya sekarang dok..." Desak Catlin.
"Kami akan melakukan nya setelah anda melunasi tagihan perawatan rumah sakit nona... Jika anda melunasi nya sekarang... Maka operasi anda akan di jadwal kan besok..."
"Baik... Aku akan melunasi nya dok... Tapi ubahlah wajah ku menjadi cantik lagi..."
"Kami akan melakukan nya nona... Baiklah tenang kan diri mu... Saya permisi..." Pamit dokter lalu keluar dari kamar inap Catlin, di ekori oleh sang perawat.
Catlin mengatur nafasnya. Mengontrol emosi nya. Masalah nya sudah terselesai kan. Dirinya tinggal membayar tagihan rumah sakit dan biaya operasi plastik wajahnya. Maka wajahnya akan kembali cantik seperti semula.
Rasa takut dalam hatinya melebur seketika. Ia menyunggingkan seringai nya.
"Haha.. ha... Lihat Charlote masalah ku sudah selesai.. Kamu tidak akan bisa menghancurkan hidup ku... Kamu hanya bocah laki- laki ingusan... Lihat wajah ku yang sudah kamu rusak.. Akan kembali cantik lagi... Kamu hanya menyia- nyiakan waktu mu dengan melakukan hal ini.. Lihat saja setelah aku sembuh... Aku akan memburu mu... Dan ku pastikan anggota tubuh mu tidak akan utuh lagi... Bersenang- senanglah sebelum kematian datang... Ha..ha..." Gumam Catlin dengan tawa nya yang terdengar nyaring di dalam ruangan persegi itu.
...----------------...
Sepatu mewah dan mahal menapak trotoar yang dingin. Setelan jas armani yang mewah membalut tubuh tinggi pria yang turun dari mobil.
Tapi sepertinya wajah nya malam ini tidak mendukung. Kusut seperti benang yang sudah di lilit dan sulit untuk di luruskan kembali.
Rojer melangkah cepat mengitari mobilnya. Dan membuka pintu mobil di sebelah nya.
Tampak duduk dengan anggun wanita cantik dengan gaun selutut mengembang. Gaun berwarna pink cerah dengan beberapa manik cantik yang melekat di bagian dada nya. Di tambah lagi dengan rambut nya yang di gerai bergelombang di bahu nya. Menambah kecantikan yang di miliki.
Rojer mengangkat tubuh Maura memindahkan nya untuk duduk di kursi roda.
Maura memegang bahu kekar Rojer dengan kuat, untuk menyangga tubuh nya. Sementara wajah nya sengaja ia paling kan untuk tidak menatap wajah pria yang berjarak beberapa centi di depannya.
__ADS_1
Maura masih sangat kesal dengan Rojer. Dengan apa yang terjadi tadi siang. Tingkah berlebihan suami nya itu membuat dirinya tidak mau berbicara dengan Rojer sejak kejadian itu. Padahal Rojer sudah meminta maaf dan membujuk dirinya tapi sayang nya kekesalan Maura belum juga hilang.
Rojer mendorong kursi roda Maura dengan perlahan memasuki Cafe Aice yang menjadi tempat kencan nya bersama dengan Antony juga. Seperti yang pernah mereka sepakati doublethat.
Rojer sedikit masih kesal dengan Antony. Tapi dirinya juga tidak mau membuat Maura kecewa lagi dengan menolak makan malam pasangan ini. Diri nya sudah merayu dan meminta maaf sejak tadi siang kepada Maura. Tapi seperti nya Maura masih merajuk dan kesal.
Antony melambaikan tangannya saat melihat pasangan pengantin baru itu masuk ke dalam Cafe. Dirinya sudah memesan tempat bersama istri nya Karina di dekat jendela, supaya mereka juga bisa menikmati keindahan malam kota X yang berkilau seperti sebuah berlian.
Maura membalas lambain tangan Antony dengan bersemangat. Ia sungguh senang dengan sikap ceria Antony. Membuat diri nya tidak merasa canggung jika berbicara atau pun berada di dekat sang dokter.
Sementara Rojer hanya menghela nafas dengan bibir nya yang mencebik.
"Selamat malam Maura...!!!" Sapa Karina, yang langsung berdiri dan memeluk hangat Maura.
"Selamat malam Karina.. Ternyata kita bertemu lagi ya..." Timpal Maura dengan begitu senang nya. Bisa bertemu lagi dengan Karina. Maura merasa Karina adalah wanita yang baik dan sangat cocok menjadi sahabat nya. Seperti ada kecocokan yang langsung muncul saat pertama kali bertemu dengan nya.
"Iya aku sangat senang.. Malam ini kita harus mengobrol banyak... Tentang mu dan tentang diri ku.. Pasti sangat menyenangkan..." Tukas Karina lagi tak kalah antusias dari Maura.
"Selamat malam boy..." Sapa Antony pada Rojer yang hanya memasang wajah dingin nya. Antony memeluk Rojer sebagai pelukan pertemuan.
"Hmmm..." Yang di jawab hanya deheman oleh Rojer.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit