Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Eps EXRA : MABUK


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 28...


Kini Rojer sudah sampai di mansion utama milik keluarga wang. Mansion yang begitu megah persis seperti istana moderen. Pekarangan depan yang begitu luas, dan rumah mewah yang berdiri kokoh siap menyambut kedatangan Rojer.


Beberapa pelayan dan penjaga mansion berjejer dengan rapi membungkuk memberi hormat atas kedatangan Rojer.


"Masukkan barang- barang tuan muda. Mulai hari ini dia akan tinggal di sini..." Ujar Edent, sekaligus memberi perintah pada penjaga rumah untuk membawa masuk barang- barang Rojer. Sesuai dengan perintah Edent, beberapa penjaga rumah langsung menurunkan koper- koper dari mobil dan membawanya masuk.


"Dan kalian... Bersihkan kamar utama tuan muda. Jangan sampai ada satu debupun yang tertinggal." Ujar Edent, memerintah pelayan wanita, Yang langsung di taati. Para pelayan wanita itu membungkuk memberi hormat pada Edent sebelum pergi.


"Mr. Kong...!!!" Panggil Edent pada pria paruh baya yang menjadi kepala pelayan di mansion.


"Iya tuan.." Jawab Mr. Kong dengan menunduk.


"Dengar... renovasi mansion ini sekarang juga,,, sesuai dengan keinginan tuan muda.." Ujar Edent lagi, sambil menyerahkan tablet pada Mr. Kong, yang berisi gaya dan tema renovasi mansion seperti apa yang di inginkan Rojer.


"Baik tuan.." Jawab Mr. Kong dengan penuh hormat.


Sementara itu Rojer masih sibuk dengan ponselnya di dalam mobil.


...----------------...


Maura membuka pintu ruangan Rojer, ternyata masih sepi. Rojer belum datang ke kantor, membuat Maura menghembuskan nafas lega. Ini adalah hari pertama Maura bekerja di ruangan Rojer dan menjadi sekertaris Rojer. Biarpun bukan pertama kalinya dia masuk ke ruangan Rojer. Tapi, Maura merasa sedikit gugup.


"Huh... Dia belum datang.. Untung saja..." Lirih Maura, dengan meletakkan totbage yang biasa dia bawa bekerja di atas meja kerjanya.


"Tapi,, tumben sekali dia belum datang.. Ini kan sudah jam 9.. Hhh apa peduliku, dia seorang CEO kan. Jadi,, dia mau datang kapanpun tidak ada yang mempermasalahkannya. Dia bisa membeli manusia untuk memaksanya bekerja bersamanya. Jadi tidak mengherankan dia bisa membeli waktu juga.." Ujar Maura, sambil memandang meja Rojer yang kosong. Sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya, ada rasa kecewa saat ia masuk ke ruangan Rojer tanpa melihat laki- laki tampan itu.


Nyittt....( Suara pintu kaca di buka)


Seorang wanita berkaca mata, dengan rok selutut masuk ke ruangan Rojer sambil membawa tablet di tangannya. Mendengar ada yang masuk Maura menoleh ke arah pintu, melihat siapa yang datang.


"Maaf nona... Saya cuma ingin memberikan schaduel tuan Rojer... Semuanya sudah ada di tablet ini.." Ujar wanita itu, sambil memberikan tablet yang di bawanya pada Maura.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona..." Ujar wanita itu lagi, lalu keluar dari ruangan.


Maura masih terdiam sejenak. Ia menatap layar tablet yang di berikan wanita itu. Terlihat jelas schaduel Rojer hari ini.


"Rapat penting di hotel astrea,,, makan siang.. " Ujar Maura membaca schaduel Rojer yang tertera di tablet.


Kring...( Suara telpon kantor masuk)


Deringan telpon kantor masuk, mengalihkan perhatian Maura. Ia menekan tombol terima.


" Selamat pagi dengan Maura SUNRISE IT di sini.." Ujar Maura.


"Hei... Selamat pagi Ny. Maura Rojer Wang... hehe.." Ujar Rojer dari seberang telpon.


Mendengar telpon itu dari Rojer, lantas membuat Maura memutar bola matanya jengkel. Apalagi dengan Rojer yang menyebut marganya di belakang nama Maura.


"Jangan panggil aku seperti itu,,,, ingat kamu sudah punya istri..?" Jawab Maura ketus.


"Hei... Aku munkin sudah menikah,, tapi aku suami masih rasa bujangan kok.." Ujar Rojer yang mulai menggoda Maura.


"Terserah.. Aku tidak peduli.." Timpal Maura, dengan senyum yang di tahan, dan pipi yang merona mendengar perkataan Rojer.


"Baiklah... nona Maura hari ini adalah hari pertamamu bekerja menjadi sekertarisku. Jadi,, aku ucapkan selamat datang. Tapi jangan berfikir untuk bersantai karna ini hari pertamamu. Nona Pita pasti sudah memberimu schaduel ku hari ini. Jadi bekerjalah dengan baik. Sekarang tunggu aku di tempat parkir aku akan menjemputmu kita akan menghadiri rapat penting.. Aku harap jangan mengecewakanku.." Ujar Rojer dan menutup telpon.


"Hhh CEO bossy... hhhh aku harus prefesional.. Aku tidak boleh mencampurkan masalah pribadiku.. Semangat Maura." Ujar Maura mencoba meredakan kekesalannya. Ia keluar dari ruangan Rojer menuju tempat parkir sesuai dengan perintah Rojer.


...----------------...

__ADS_1


Sebuah mobil berhenti di depan Maura. Melihat mobil Rojer sudah sampai Maura langsung masuk ke dalam mobil.


"Hallo nona Maura... Bisa beri aku satu ciuman pagi.." Ujar Rojer dengan smirk menggoda pada Maura, saat maura masuk mobil.


"Bersikaplah profesional tuan CEO,,, jangan bertinkah kurang ajar dengan sekertarismu.." Ujar Maura ketus dengan tatapan lurus ke depan.


"Wow... sekertarisku galak sekali.. Menarik.. Tapi baiklah mari kita berperan sebagai CEO dan sekertarisnya." Ujar Rojer tersenyum melihat wajah Maura yang sedikit memerah.


...----------------...


Seharian penuh Maura bekerja bersama Rojer untuk menghadiri rapat penting dengan klien. Rasanya tubuhnya sudah remuk meski hanya melakukan pekerjaan yang di anggap ringan, tapi sebenarnya cukup berat. Rojer selalu saja mengalihkan semua pekerjaannya pada Maura, yang kadang membuat Maura harus memutar otak untuk menangani klien. Jika bisa memilih dia lebih baik bekerja di divisi marketing, dari pada harus menjadi seorang sekertaris.


Tinggal satu rapat lagi di hotel ASTREA, maka perkejaan Maura selesai hari ini. Ia memejamkan matanya sejenak, melepaskan rasa penat yang menumpuk di kepalanya dan di tubuhnya.


Cup..( kecupan)


Sebuah kecupan hangat mendarat di pipi lembut Maura. Sontak membuat Maura terkejut dan membuka mata. Tepat di depan wajahnya, wajah Rojer yang sedang menatapnya dengan penuh cinta. Pandangan Rojer dan Maura bertemu satu sama lain. Wajah mereka yang begitu dekat hingga mereka bisa menghirup nafas satu sama lain. Aroma mint dan gentel dari Rojer membuat maura mabuk akan tatapan intens dari Rojer. Bibir merah ranum Maura dan juga aroma manis yang tercium dari tubuh Maura, membuat Rojer ingin mencicipi bibir ranum Maura dan mendekap tubuh hangat Maura.


Wajah Rojer semakin dekat dengan wajah Maura hanya tinggal 1 cm saja makan bibir mereka akan bertemu.


Mobil berhenti tepat di depan tepat di depan hotel ASTREA, membuat Maura tersadar dari pesona ketampanan Rojer. Ia mendorong wajah Rojer menjauh dari wajahnya. Yang membuat Rojer mendengus kesal, dan kembali sadar dari kecantikan Maura yang memikat.


"Kita sudah sampai..." Ujar Maura, lalu turun dari mobil.


"Gagal lagi.. hhhh..." Lirih Rijer kesal karna mereka harus sampai di hotel di waktu yang tidak tepat.


...----------------...


Kini Rojer dan Maura serta klien tengah serius membahas kerja sama. Maura begitu telaten menjelaskan prosedur kerja sama pada klien, membuat klien tersebut kagum dan tertarik dengan kerja sama yang di tawarkan SUNRISE IT.


Rojer terus menatap Maura tanpa mengalihkan pandanganya sedikitpun dari Maura. Ia sangat kagum dengan kemampuan presentasi Maura. Sejak pagi pekerjaannya hanya menonton dan menyaksikan Maura yang presentasi penawaran kerja sama di setiap rapat. Kepintaran dan kecekatan Maura merebut hati klien membuat Rojer semakin tertarik dengan Maura.


" Terimakasih tuan... Sekarang bagaimana apa bia bisa kita tanda tangan kontrak???" Tanya Maura dengan memasang senyum termanisnga.


"Ya... Tentu saja.. Perusahaan ku akan sangat beruntung dengan bekerja sama dengan perusahaanmu.." Ujar klien, lalu menandatangi surat kontrak perusahaan.


Kini giliran Rojer yang sebagai CEO perusahaan yang akan menandatangani surat kontrak. Tapi sepertinya kesadaran Rojer belum kembali dari pandangannya yang tertahan karna pesona Maura.


"Kecantikannya begitu terpancar saat dia berbicara.. Aku bahkan tidak bisa menahan diri untuk mengagumi dirinya.. Begitu banyak bakat dalam diri Maura yang membuat ku terkejut dan semakin kagum... Entah sejak kapan aku mulai tertarik,,, dan entah sejak kapan jantungku berdetak cepat saat melihat senyumnya yang indah. Andai pertemuan kita bukan kesalahan, munkin saat ini aku akan sangat bahagia bersamanya dengan status suami istri... Kamu begitu berbakat dalam bidang ini Mauura,, THE MOON pasti akan sangat sukses jika di tanganmu.. Tapi jangan khawatir aku akan mengembalikan semua hak yang seharusnya milikmu.." batin rojer, sambil memndangi wajah Maura tanpa berkedip.


"Tuan.. Tuan CEO.." Panggil Maura pada rojer yang masih melamun. Melihat Rojer tidak merespon, Maura melempar senyum ke arah klien mengisyaratkan akan menangani Rojer.


"Rojer... Tuan Rojer...!!" Panggil Maura lagi, dengan suara yang lebih tinggi, dan menggoyangkan pundak Rojer yang membuat Rojer tersadar dari lamunannya.


"Iya.. " Ujar Rojer melempar senyum menyembunyikan salah tingkahnya.


" Cepat tanda tangan.." Ujar Maura dengan berbisik pada Rojer dan menyodorkan surat kontrak kerja sama. Mendengar apa yang di katakan Maura, Rojer langsung menandatangi kontrak kerja dengan cepat.


"Sepertinya fokus tuan Rojer agak terganngu, bagaimana kalau kita minum sebentar untuk merayakan kerja sama kita." Ujar klien menawarkan untuk minum wine bersama.


"Ohhh.. tentu saja tuan." Ujar Rojer singkat.


Klien itu menuangkan 3 gelas wine dan menawarkannya pada Rojer. Rojer yang mendapat tawaran wine dari kliennya, langsung meminum ludes segelas wine miliknya.


Sementara Maura tidak yakin untuk menerima tawaran klien untuk meminum wine, karna selama ini ia tidak pernah meminum minuman ber- alkohol seperti itu. Jika ia minum satu gelas saja pasti dia akan langsung mabuk.


"Nona Maura, mari minum segelas wine untuk presentasimu yang membuatku kagum.." Ujar klien itu sambil menyodorkan segelas wine ke pada Maura. Maura hanya terdiam tidak tahu apakah dia harus menerima tawaran itu, tapi bagaimana jika dia mabuk. Menyadari sikap Maura, Rojer bisa menebak bahwa Maura tidak terbiasa minum minuman ber- alkohol seperti itu.


"Tidak tuan,, nona Maura tidak terbiasa minum minuman ber- alkohol tuan.. Bagaimana kalau aku yang menggantikannya minum dengan minum 3 gelas wine." Ujar Rojer menawarkan diri untuk menggantikan Maura.


Rojer pun mengambil segelas wine dari tangan klien, tapi dengan cepat Maura merampas segelas wine itu dari tangan klien.

__ADS_1


"Tidak.. Aku biasa meminum minuman ber- alkohol, jadi tuan CEO tidak perlu menggantikanku untuk minum.." Ujar Maura, lalu meminum habis segelas wine dalam sekali tegukan. Maura tidak ingin egonya lagi- lagi di lukai dengan Rojer yang akan menggantikannya untuk minum.


Beberapa menit setelah minum segelas wine. Maura merasakan ada yang tidak benar dengan kepalanya. Ia merasakan kepalanya pusing sekali, dan pandangannya mulai buram. Sementara Rojer dan kliennya sedang asik berbincang dan minum bersama.


Pandangan Maura semakin kabur, dan kepalanya semakin berat, serta kesadarannya yang semakin hilang.


Bruk..( suara kepala Maura jatuh di atas meja.)


Mendengar suara itu, Rojer dan klien mengalihkan pandangannya pada Maura dengan kepala menunduk di atas meja.


"Maura..." Panggil Rojer sambil menggoyangkan pundak Maura.


"Hei.. sayang... kamu begitu tampan.. muuuu" Ujar Maura mendongak ke arah Rojer, sambil mencubit kedua pipi Rojer gemas. Melihat tingkah Maura yang tidak normal membuat Rojer menyadari kesadaran Maura sudah hilang.


"Maura sepertinya mabuk..." Batin Rojer.


"Hei.. lihat kumisnya melengkung seperti bajak laut yang sangat jelek.. ha..ha.. dia sangat jelek.. " Ujar Maura berbicara ngelantur, sambil menunjuk kumis klien dengan tertawa mengejek. Klien benar- benar bingung dengan tingkah Maura yang berubah drastis.


"hhee.. Maafkan dia.. Maura.. Maura.." Ujar rojer meminta maaf pada klien atas perkataan Maura. Ia memanggil Maura sambil menepuk- nepuk pipi Maura agar Maura kembali sadar.


" Hei.. apa yang kamu lakukan.. kenapa kamu menepuk- nepuk pipiku yang cantik ini.. Uuu sayang kamu sangat tampan...Aku sangat menyukai mu haha..." Ujar Maura ngelantur, sambil menarik- narik kerah kemeja Rojer mendekat kepadanya.


CUP...(Ciuman)


Sebuah ciuman mendarat di bibir seksi Rojer. Membuat Rojer ternganga mendapat ciuman tiba- tiba dari Maura.


Klien yang melihat adegan ciuman antara Rojer dan Maura ikut ternganga dan wajah yang memerah sempurna.


"Sepertinya nona Maura sudah sangat bernafsu tuan Rojer.." Ujar klien dengan wajah yang sudah memerah menahan malu, menyaksikan adegan ciuman di depannya.


"Tentu saja... Aku sudah ingin sayang.. Aku ingin memelukmu dan menciummu.. gendong aku.. " Ujar Maura lagi, lalu duduk di pangkuan Rojer.


"Diam.. diamlah Maura..." Ujar Rojer memegangi tubuh Maura yang ingin tumbang jatuh ke lantai.


"Sepertinya kami harus pergi duluan tuan.. Maaf atas ketidak nyamanan nya." Ujar Rojer minta maaf sekaaligus pamit. Ia sudah tidak bisa lagi menangani Maura yang semakin menggila di depan klien.


"Ayo.. sekarang kita pulang.." Ujar Rojer pada Maura, memapah Maura yang menolak ajakan Rojer untuk pulang.


"Hmmm.. tidak.. aku tidak mau pulang Rojer.. mari lakukan di sini biar pria tua itu menyaksikan keromantisan kita.. Ha..ha..." Ujar Maura tidak ingin pulang.


"Tuan Rojer,, puaskan nona Maura." Ujar klien, mendengar ucapan Maura.


Mendengar apa yang di katakan klien membuat wajah Rojer memerah merona. Rojer hanya menanggapi ucapan klien itu dengan anggukan singkat. Lalu memapah tubuh Maura meninggalkan meja rapat.


"Edent.. Pesankan satu kamar.." Ujar Rojer pada Edent. yang langsung di respon cepat oleh Edent.


Yok... Kira- kira yang bakal terjadi pada Maura yang mabuk sama si Rojer??--


Penasarn yok lanjut baca lagi... Eps berikutnya.


...----------------...


...****************...


Kacian si catlin😆😆😆😆


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2