
...ILUSI TAKDIR 35...
Catlin mendorong Gery menjauh darinya dan melangkah masuk ke dalam rumah, meninggalkan Gery yang tersenyum melihat kemarahan Catlin mendengar apa yang di katakan tentang kebenaran yang di lihatnya saat di hotel.
Catlin masuk ke rumah dengan amarah yang memuncak. Catlin naik menuju kamar Rojer. Berharap Rojer ada di kamarnya dan semua yang di katakan Gery tidak benar.
Tapi sepertinya harapan Catlin tidak terjadi. Saat dia membuka kamar Rojer, tampak kamar dengan kondisi kosong dan semuanya masih sama seperti saat Rojer meninggalkan kamar itu.
"Ini tidak boleh terjadi,,, Rojer tidak boleh menjadi milik orang lain.. Aku tidak ingin menjadi gembel dan hidup miskin... Tidak itu tidak boleh terjadi..." Ujar Catlin sambil meremas rambutnya kesal. Rasanya kepalanya akan pecah hanya dengan membayangkan dirinya tidak lagi mendapat uang dari Rojer.
...----------------...
Matahari mulai tersenyum memancarkan cahayanya. Langit begitu cerah seakan- akan sedang bahagia.
"Hoammmm....hmmm..." Lengkuh Maura sambil bergeliat merenggangkan ototnya yang terasa sangat remuk dan pegal.
Maura mengerjapkan matanya menelisik kehadiran sinar mentari yang begitu hangat menyapa pupil matanya.
Maura bangun dari tidurnya, ia merasakan tubuhnya sangat lelah.
Ketika kesadarannya kembali seutuhnya. Maura memandangi tempat dirinya sekarang. Ia mendapati dirinya tidak memakai selembar kainpun. Maura membulatkan matanya ketika melihat pakainnya yang berserakan di lantai dengan pakain pria.
"Ahh.. apa yang terjadi semalam denganku..." Ujar Maura sambil memijat kepalanya yang sedikit pusing.
Maura membuka mulutnya lebar dan menutupnya dengan kedua tangannya. Ketika Maura mengingat kejadian semalam bersama Rojer setelah bertemu dengan tander terakhir.
"Astaga apa yang sudah aku lakukan kemarin malam.. Astaga Maura apa yang sudah kamu lakukan... Dasar bodoh.. Apa yang akan di katakan Rojer sekarang... Seharusnya kamu tidak minum wine itu... Habis sudah harga diriku..." Oceh Maura pada dirinya sendiri, sambil sesekali memukul kepalanya ringan karna kebodohannya kemarin malam yang berakhir dengan tidur bersama Rojer.
__ADS_1
Maura melihat ke sampingnya, hanya ada kasur kosong tanpa ada sosok Rojer yang di carinya.
"Hhhh... Kemana Rojer,,, dia bangun terlebih dahulu dari ku lagi... Semoga dia tidak mengingat apa yang sudah ku lakukan padanya... Hhhh...." Ujar Maura dengan mengeratkan pelukan selimut pada tubuhnya uang polos.
Maura melangkah mendekati kamar mandi yang tertutup rapat. Sesekali Maura menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi mencari tahu apakah ada aktivitas di dalamnya. Dapat terdengar jelas suara shower yang menyala dari dalam kamar mandi. Maura menghembuskan nafasnya lega, karna mengetahui bahwa Rojer sedang ada di dalam kamar mandi.
"Dia sedang mandi... huhhh... Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum dia keluar dari kamar mandi dan melihatku ada di sini... Entah apa yang akan di katakan oleh Rojer nanti padaku... Aku tidak bisa jika harus menatapnya lagi..." Lirih Maura sambil menggeleng- gelengkan kepalanya, kala ingatannya kembali mengingat apa yang sudah ia lakukan pada Rojer kemarin malam.
Maura tidak memiliki keberanian untuk menghadapi Rojer karna perbuatannya kemarin yang sudah menggoda bahkan membawa Rojer naik ranjang bersamanya. Meski Rojer sudah menolaknya beberapa kali, tapi Maura terus memaksa.
Maura memungut pakainnya dan memasangnya kembali. Dengan berjinjit Maura mendekati pintu. Satu- satu tujuannya adalah keluar dari kamar ini tanpa di ketahui oleh Rojer, meski tubuhnya terasa remuk karna gempuran Rojer tadi malam yang menghabiskan 6 Ronde.
Dengan perlahan Maura memutar gagang pintu kamar dengan sangat hati- hati, sambil melihat ke belakang ke arah kamar mandi yang masih tertutup rapat, memastikan Rojer tidak keluar dengan tiba- tiba.
"Mau kabur lagi...???"
Maura terkejut ketika mendengar suara pria yang sudah tidak asing lagi baginya. Maura langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang sedang di bukanya untuk melarikan diri. Kedua Mata Maura membulat sempurna melihat Rojer yang sudah berdiri di depan pintu dengan troller berisi makanan.
"Kenapa bengong...hhmmm" Ujar Rojer lagi, sambil medorong troller makanan masuk ke dalam kamar. Rojer memcium pipi kanan Maura singkat saat melewatinya, yang semakin membuat Maura terdiam tidak bergerak seperti patung.
"Jika si tuan CEO ada di sini,,, trus yang mandi pakai shower di kamar mandi siapa??? Apa dia mengerjaiku supaya aku tidak bisa kabur sama seperti 6 tahun silam??? Aishh.. tamat sudah riwayatmu Maura. Sekarang Rojer tidak akan melepaskanmu..." Bual Maura dalam hatinya, tanpa mengalihkan pandangannya dari Rojer.
Rojer duduk di ranjang tidur. Ia menyiapkan dua porsi makanan untuk sarapan yang sudah dia pesan sebelum Maura terbangun. Rojer mengalihkan pandangannya pada Maura yang masih mematung di tempatnya sambil menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.
"Hei... Kenapa masih di sana.. Ayo kita sarapan sekarang..." Ujar Rojer memanggil Maura untuk mendekat padanya.
Sementara itu, Maura masih sibuk berbicara dengan pikirannya sendiri. Ia bahkan tidak mendengar panggilan dari Rojer.
__ADS_1
"Ck... Ishhh... Maura ayo kita sarapan,,, kenapa jadi patung sih..." Ujar Rojer mendekati maura dan menarik pergelangan tangan Maura, yang membuat Maura sadar dari lamunan pikirannya.
"Lepaskan tanganku,,, apaan sih pegang- pegang... Aku mau pergi sekarang..." Ujar Maura dengan ketus pura- pura tidak pernah terjadi sesuatu antara dirinya dan Rojer. Ia menghempas tangan Rojer kasar dan melangkah keluar.
Dengan cepat Rojer menggagalkan aksi Maura dengan memegang pergelangan tangan Maura erat dan mengangkat tubuh Maura masuk ke dalam gendongannya dengan gaya Bridestyle. Maura makin terkejut dengan sikap Rojer. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang.
Rojer mengendong Maura dan meletakkannya di atas ranjang.
"Jangan memberontak lagi,,, sekarang diamlah dan sarapan dengan tenang..." Ujar Rojer tersenyum manis ke arah Maura, sambil menyodorkan sepiring sarapan ke arah Maura.
Maura mengelap keringat yang ada di bawah hidungnya. Bibirnya benar- benar kelu untuk berbicara dan menimpali perkataan Rojer.
"A...ku.. aku tidak lapar... aku tidak mau sarapan.. Aku harus pulang kasian Charlote sendirian di rumah..." Ujar Maura bangkit dari duduknya. Tapi lagi- lagi di cegah oleh Rojer dengan memegang pergelangan tangan Maura dan menariknya untuk duduk kembali.
"Jangan khawatir Edent ada bersamanya... Sekarang habiskan sarapanmu dengan tenang..." Ujar Rojer sambil menyuapkan sandwich pada mulutnya.
Maura sudah tidak tahu lagi harus membuat alasan apa untuk kabur dari sini. Di dalam hatinya Maura sangat berharap Rojer tidak mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Rojer. Seingatnya Rojer juga minum wine setelah rapat tander itu, sehingga Maura berharap Rojer juga mabuk sama seperti dirinya.
Maura memakan roti sandwich sarapannya dengan perlahan. Sesekali matanya melirik ke arah Rojer yang tersenyum ke arahnya. Suasana di antara mereka benar- benar canggung hanya ada suara garpu.
"Dengar... Di antara kita tidak terjadi apa- apa kan???" Tanya Maura dengan sangat hati- hati pada Rojer. Maura ingin memastikan kalau Rojer tidak mengingat apapun tentang kejadian tadi malam.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
__ADS_1
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!!!