
...ILUSI TAKDIR 64...
Catlin menutup panggilan ponselnya dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Riwayat mu sudah tamat... Berakhir untuk selama- lamanya... Hhhh... Kiera... Kiera... Kasian sekali kamu, belum juga menikmati hasil perasan mu, dan sekarang sudah menjadi mayat... " Lirih Catlin sambil mengibas rambutnya dengan tangan kirinya.
Catlin melangkah masuk ke dalam rumah megah keluarga Wang. Tempat selama ini dia tinggal sebagai istri Rojer. Ia melangkah menaiki tangga menuju kamar nya yang terletak di lantai dua. Raut wajah nya menyiratkan kebahagian dan kemenangan. Namun sosok wanita paruh baya yang berperan sebagai mertuanya tidak terlihat di setiap ujung sisi rumah yang tak lain adalah Ny. Anindita.
Ny. Anindita sudah 2 pekan pergi ke luar negri untuk menenangkan diri. setelah kepergian Rojer ia merasa kesepian tinggal di rumah yang besar ini. Kini Catlin hanya tinggal sendiri dengan beberapa pelayan yang menemaninya.
Catlin masuk ke dalam kamarnya. Kamarnya dengan Rojer, namun hanya diri nya yang menempatinya. Rojer memilih tinggal di kamar lain atau ruang kerjanya dari pada satu kamar dengan Catlin.
Catlin membuka bajunya dan melemparkannya ke sofa. Tubuhnya terasa gerah karna cuaca yang sedikit panas. Kini ia hanya menggunakan bra dan celana panjangnya.
Sesosok mata sedang memperhatikan Catlin, dari balik baju yang di lemparkan Catlin dan mendarat di wajahnya.
Catlin merebahkan dirinya ke tempat tidur tanpa memperhatikan sekelilingnya. Ia tidak tahu jika ada seseorang di dalam kamar bersamanya.
Catlin menelentangkan dirinya dan memejamkan mata.
Sebuah tangan asing tiba- tiba menyentuh perut rata dan mulusnya. Catlin terkejut dengan sentuhan itu dan siap untuk berteriak.
"Aammm"
Sebuah tangan kekar membekap mulutnya. Mencegah bibirnya mengeluarkan suara keras yang akan membuat para penjaga berkempul.
Catlin menarik tangan itu dengan kuat mencoba meloloskan diri.
"Tenanglah sayang... Ini aku Gery..." Bisik pria itu di telinga Catlin yang tak lain adalah Gery.
Catlin berhenti berontak ketika mendengar suara bariton yang sangat dia kenal.
Gery melepaskan bekapannya. Catlin langsung berbalik menghadap Gery yang tengah tersenyum kepadanya.
"Kamu... Kenapa kamu ada di sini... Pergilah sekarang Gery...!!" Ujar Catlin dengan khawatir. Jika nanti para penjaga tahu maka dia akan berakhir di tangan Rojer.
"Tenang lah mereka tidak akan tahu. Aku masuk ke sini secara diam- diam. Aku ke sini karna sangat merindukan mu sayang..." Gery mengerucutkan bibirnya ke depan.
Catlin segera meraih bajunya di ujung tempat tidur. Namun Gery menarik dan membuangnya ke lantai.
"Aku suka melihat mu tanpa baju... Sangat seksi..."
__ADS_1
"Hentikan kegilaan mu Gery. Sekarang pergilah atau aku akan memanggil penjaga untuk menyeret mu.."
"Pergi... pergi... pergi... Tidak.. Aku ingin tetap di sini. Kamu tidak pernah menemui ku lagi dan minum bersama ku. Kita adalah kekasih jadi sempatkan waktu mu juga bersama ku."
"Berhentilah... Aku tidak mau Rojer mengetahui semua ini. Hentikan kegilaan mu sekarang dan pergilah dari sini."
"Rojer... Apa kamu tidak lelah mengucap nama pria yang tidak mencintai mu itu. Kenapa di saat kita selalu bersama seperti ini kamu selalu menyebut namanya. Kuping ku sakit mendengar nama itu. Bisakah kamu menyebut nama ku saja... hhh??. Aku bingung kenapa kamu masih peduli dengannya. Dia sedang bermain api dengan wanita lain di sana. Jadi tinggal kan dia dan pergilah bersama ku..."
"Kamu gila Gery... Aku tidak akan meninggalkan Rojer sampai kapan pun camkan itu. Hubungan kita juga salah Ger. Aku menerima mu hanya sebatas kekasih gelap itu saja. Kita sudah sepakat kan untuk itu. Aku tidak mau tahu pergilah sekarang juga..." Ujar Catlin dengan ketus.
"Iya aku memang gila.. Aku gila karna mengerjar diri mu... Kapan kamu akan sadar Catlin kapan??. Kapan kamu akan melihat diri ku. Aku tidak ingin terus menjadi kekasih gelap mu... Aku juga tidak kalah dengan Rojer. Aku bisa mencukupi kebutuhan glamor mu itu sayang... Ku mohon akhiri semua ini dan tinggalkan Rojer. " Pinta Gery dengan wajah memelas. Ia sangat menyukai Catlin. Rasa sukanya pada Catlin bukan main- main. Ia jatuh cinta pada Catlin saat bertemu pada acara Reuni. Dan kini ia menyandang gelar sebagai selingkuhan Catlin.
Catlin bangkit dan turun dari tempat tidur. Ia duduk di sofa.
"Sampai kapan pun aku tidak bisa meninggalkan Rojer. " Jawab Catlin memandang Gery.
Gery mendekat ke arah Catlin dan bersimpuh di depannya.
"Rojer berselingkuh dengan Maura di saat kamu masih menjadi istri sahnya... Apa hati mu tidak sakit mengetahui suami mu berselingkuh..."
"Aku tidak bisa... Aku tidak bisa meninggalkan..."
Cup
Gery memagut bibir Catlin. Dan tangannya mengenggam erat tangan Catlin yang hendak mendorong dirinya. Lama- kelamaan ciuman mereka semakin memabukkan satu sama lain. Catlin sudah tidak memberontak lagi dan menikmati ciuman Gery.
Gery melepas tangan Catlin. Tangan Catlin langsung melingkar di leher Gery menikmati sensasi yang membuatnya candu akan sentuhan seorang pria.
Tangan Gery sudah tidak pada tempatnya. Tangan kirinya sudah berhasil membuka bra Catlin dan menangkup gundukan kenyal itu. Ia memelintir dan memeras lembut gundukan Catlin yang membuat Catlin merasa nikmat. Suara- suara laknat terdengar dari bibir mereka bersahutan.
...----------------...
"Mr. Kong... Antar nona muda ke kamarnya..." Titah Rojer pada Mr. Kong setelah selesai makan malam.
"Ahhh.. Tidak aku akan membereskan meja makan dulu..." Timpal Maura sambil merapikan meja makan.
"Maura... Biarkan mereka yang melakukannya. Aku menggaji mereka untuk ini... Sekarang sudah malam pergilah istirahat. Aku akan mengantar Charlote ke kamarnya..." Ujar Rojer dengan tatapan memohon kepada Maura agar Maura mau mendengarkan dirinya.
Maura mendengus pasrah mendengar ucapan Rojer. Ia membiarkan para pelayan membersihkan meja makan.
"Woww... Pa... benarkah.. aku punya kamar sendiri di sini...?" Tanya Charlote antusias.
__ADS_1
"Yah... Tentu saja. Kamu kan anak papa jadi di mansion ini papa sudah menyiapkan kamar untuk mu dan untuk mama... Jadi kalau kalian mau menginap di sini kan kalian bisa tidur di kamar masing- masing... Lagi pula sebentar lagi kalian akan menjadi penghuni rumah ini..." Timpal Rojer sambil mengacak- ngacak rambut Charlote.
"Bahkan dia sudah menyiapkan kamar pribadi untuk ku dan Charlote." Batin Maura.
"Mari nona..." Ujar Mr. Kong mempersilahkan Maura untuk mengikutinya.
Maura mengikuti langkah Mr. Kong mengantarnya.
"Maura...!!" Panggil Rojer, membuat langkah Maura dan Mr. Kong terhenti saat menaiki tangga. Maura berbalik ke arah Rojer.
Rojer mendekati Maura dengan setengah berlari.
Cup...
Satu kecupan di kening Maura mendarat dengan sempurna. Maura terkejut dengan sifat hangat Rojer.
"Sayang... Istirahatlah dengan baik... Pergilah.." Rojer mengelus rambut Maura lembut. Persis seperti seorang suami.
Rojer lalu kembali pada Charlote dan berjalan bersama menuju kamar Charlote di lantai 2 lewat tangga sebelah.
"Ada apa dengan dirinya.. ? Ciumannya terasa sangat tulus." Batin Maura sambil memegang kening di mana Rojer menciumnya.
Maura mungkin pernah melakukan hal yang lebih dari ini bersama Rojer. Tapi ciuman Rojer yang satu ini sangat berbeda. Maura merasa persis menjadi seorang istri sekarang. Tapi pada kenyataannya dia hanya kekasih Rojer saat ini. Mungkin orang akan menyebutnya sebagai selingkuhan Rojer.
"Nona muda..." Panggil Mr. Kong dengan cukup keras, karna melihat Maura yang tengah mematung. Sejak tadi ia memanggil Maura namun Maura belum sadar dari keterkejutannya.
"Ahh iya.. Mr. Kong.." Timpal Maura terbata- bata.
"Mari saya antar..." Ucap Mr. kong mempersilahkan. Maura mengangguk dan kembali berjalan mengikuti langkah Mr. Kong membawanya.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit