Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Kedatangan Charlote ke kantor..


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 41...


Rojer tengah asik dengan tablet di tangannya hingga tidak menyadari kehadiran Charlote dan Edent.


"Tuan muda..." Panggil Edent dengan hormat, namun tidak mengalihkan pandangan Rojer dari tabletnya.


"Selamat siang Tuan Rojer yang terhormat..." Ujar Charlote dengan gaya dewasa, namun suaranya yang lucu dan manis tidak dapat di tutupi.


"Sayang...." Ujar Rojer terkejut dengan kehadiran Charlote, dan sapaannya yang formal. Rojer meletakkan tablet di atas meja dan menghampiri Charlote dan menarik Charlote dalam gendongan hangatnya.


Charlote memberikan ciuman di kedua pipi papanya, menyalurkan rindunya.


"Bagaimana kamu ini Edent... Tidak mengatakan kalau tuan kecil datang kemari..." Rojer melirik Edent dengan pias.


"Maaf Tuan muda ini perintah Tuan kecil..." Jawab Edent menunduk bersalah.


"Aku tidak mengerti jalan pikiran mu... Bisa- bisanya kamu tidak memberitahuku hal seperti ini... Sepertinya kamu harus di hukum karna melunjak dan tidak setia denganku..." Ucap Rojer kesal dengan lirikan jengkel.


"Sekali lagi maafkan saya Tuan muda..." Nada suara bersalah. Dengan melirik Charlote meminta pembelaan karna perintah Charlote lah membuatnya dalam kondisi seperti ini. Charlote mengerjitkan alisnya pada Edent. Bahwa dia tidak tahu apa- apa soal ini.


"Gaji mu selama 6 bulan ke depan di potong setengahnya... Itu menjadi hukuman atas penghianatan mu pada ku..." Rojer mendudukkan Charlote di sofa dengan penuh kasih sayang.


"Baik Tuan Muda saya permisi..." Edent pasrah dengan keputusan Rojer. Ia lebih baik menerima keputusan hukumannya meski hatinya memberontak.


"Hhhhh aku tidak tahu lagi... Jika aku mendengarkan perintah Tuan muda dan tidak mendengarkan Tuan kecil aku mendapat hukuman... Kalau Aku mendengarkan perintah tuan muda dan tidak menuruti perintah Tuan kecil aku juga mendapat hukuman... Lalu siapa yang harus aku dengar... Tuhan kenapa kamu menempatkan aku di tengah- tengah orang- orang dengan pemikiran dangkal..." Rutuk Edent, lalu keluar dari ruangan Rojer.


...----------------...


"Kenapa kamu tidak memberi tahu papa kalau kamu kemari...??" Tanya Rojer dengan lembut.


"Yah... Aku ingin memberi papa kejutan dengan kehadiran ku di sini... Dan papa terlihat terkejutkan saat melihat kedatanganku..." Ujar Charlote melepas topi pet dari kepalanya.


"Tentu saja... papa sangat terkejut tapi tidak bisa mengalahkan kerinduan papa padamu..."


Charlote menatap meja kerja dengan name tage Maura. Charlote tersenyum dan mendekati meja tersebut.

__ADS_1


"Kemajuan papa untuk mendekati mama sepertinya sangat cepat... hehe" Tawa nakal Charlote.


"Tentu saja... lebih cepat lebih baik bukan... hehe"


"Oh ya kedatanganku ke sini tidak cuma untuk bermain- main saja pa... Aku ingin memberikan ini..." Charlote mengeluarkan sebuah kertas undangan.


"Apa ini... Mari kita lihat...!!" Rojer antusias. Rojer membuka dan membaca undangan yang di berikan Charlote padanya.


"*Wow.. Ternyata anak ku memang jenius... Undangan pertemuan heacker seluruh dunia... " Rojer tersenyum menatap Charlote.


"Tidak salah dia menuruni bakat dan keahlianku.. Aku tidak menduga jika anak ku ini adalah seorang heacker di usianya yang sangat muda... Sangat membanggakan..." Batin Rojer*.


"Bagaimana apa papa tertarik untuk datang???." Tanya Charlote.


"Papa sangat bangga dengan prestasimu... Kamu selalu bisa mengejutkan papa ha...ha... Tidak salah lagi.. Kamu memang penerus keluar Wang..." Diam sejenak.


"Satu pekan lagi acaranya akan di gelar di kota Y... Papa akan menyiapkan semua kebutuhan mu di sana... Kita akan berangkat dengan jet pribadi... Bagaimana kamu setuju sayang... hmmm" Rojer mulai antusia membicarakan keberangkatan mereka.


"Tidak!!!" Charlote menjawab dengan cepat.


"Tidak.. papa tidak usah menyiapkan hal itu.. Bisa- bisa mama tidak jadi ikut lagi... Mama melarang ku untuk mengajak papa untuk menghadiri pertemuan itu... Tapi sangat di sayangkan jika di kota Y yang indah papa tidak hadir... Tahun kemarin aku hanya di temani oleh mama dan tahun ini aku sudah mempunyai papa... Jadi aku ingin hadir dengam kedua orang tuaku... Jadi mama tidak perlu tahu kalau papa ikut... Saat keberangkatan nanti kita akan berangkat dengan terpisah dan bertemu di kota Y. Itu lebih baik pa..." Charlote menjelaskan panjang lebar.


"Huhhh... Papa ini sangat tidak peka ya... Jika seperti itu mood mama pasti buruk.. dan perjalanan kita tidak akan menyenangkan..."


"Kenapa seperti itu... Papa akan membuat perjalanan kalian menyenangkan dengan fasilitas terbaik dan termewah... Lagi pula pesawat- pesawat di kota ini sangat jelek dan fasilitasnya sangat buruk... Baiklah begini saja kita akan menggunakan pesawat bintang 5 yang hanya ada satu di dunia dan itu di miliki oleh papamu ini..." Rojer membanggakan diri.


Charlote menepuk jidatnya, mendengar Rojer yang membanggakan kekayaan yang di miliki.


"Aduhh... Papa ini bagaimana sih... Tidak mengenal mama dengan baik padahal sekarang sudah satu ruangan... Papa.. Semua hal itu tidak hanya di ukur dengan uang... Dan mama sama sekali tidak memandang itu... Ini soal moment yang ku habiskan dengan mama saat penerbangan... Jika ada papa maka mood mama akan hancur. Dan aku tidak akan bisa menikmati penerbanganku karna harus melihat pertengkaran kalian berdua seperti tikus dan kucing saat bertemu..."


"Anak ku pemikirannya sangat dewasa,,, Tuhan menciptakan anakku dengan kesempurnaan yang lengkap... Bagaimana bisa aku meremehkan hal sekecil ini... Aku selalu menunjukkan kekayaan dan kekuasaan ku di depan Maura selama ini.. Pantas saja dia selalu marah dengan semua tindakan ku... " Rojer tenggelam dengan pemikirannnya sendiri.


"Papa...!!!" Teriak Charlote menggoyangkan bahu Rojer.


"Baiklah... Jika seperti itu.. Kita akan bertemu di kota Y.. Jaga diri mu baik- baik dan Jaga juga mama mu... hmmm..." Rojer tersenyum dengan keputusan menuruti permintaan Charlote.

__ADS_1


"Oh ya pa... Jangan kasi tahu mama ya soal ini..." Charlote memastikan.


"Tentu sayang... Papa janji tidak akan memberi tahu mama soal ini..."


"Baiklah kalau begitu pa.. Aku harus pulang jika pulang terlambat mama pasti khawatir.." Charlote mengambil topi petnya dan memakainya kembali.


"Ayo biar papa yang antar..."


"Tidak perlu pa... Paman Edent akan mengantarku..."


"Benar tidak apa- apa???" Rojer bicara dengan nada sedikit cemas.


"Iya... pa... Tidak apa- apa Paman Edent akan mengantarku." Charlote mencium pipi Rojer sekilas. Dan sebaliknya Rojer melakukan hal yang sama.


"Dengar Charlote, Maafkan papa jika papa belakangan ini tidak pernah mengunjungimu." Rojer menatap Charlote dengan tatapan bersalah.


"Aku mengerti papa sibuk... Jangan khawatirkan aku.. Tapi segeralah nikahi mama ku.. Aku ingin keluarga yang utuh pa..." Charlote menatap Rojer dengan mata berkaca- kaca.


"Papa akan segera mewujudkannya sayang..." Rojer mengecup kening Charlote lembut.


"Edent...!!" Panggil Rojer.


Mendengar panggilan Rojer, Edent langsung masuk kembali ke ruangan Rojer.


"Antar Tuan kecil pulang..." Titah Rojer yang langsung di anggukin oleh Edent.


"Aku pulang dulu ya pa... Sering- seringlah mengunjungiku... Aku juga butuh teman bermain..." Ujar Charlote tersenyum manis.


"Tentu saja sayang... Berhati hatilah..." Rojer melambaikan tangan ke arah Charlote yang berlalu meninggalkan ruangan Rojer.


...----------------...


...****************...


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2