Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
123


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 123...


Rojer meletak kan tubuh Maura di atas kursi panjang tidak jauh dari halaman belakang.


Dari ekspresi wajah Rojer ia benar- benar sangat khawatir dengan kondisi Maura. Meski wanita di depannnya terus mengatakan jika dirinya baik- baik saja.


Berbeda dengan Antony, ia terlihat biasa saja. Karna diri nya sudah terbiasa dengan hal tersebut jika saat menjalan kan terapi pada pasien nya.


"Apa tidak ada yang sakit sayang...?" Rojer memerhatikan dan memastikan setiap inci tubuh Maura baik- baik saja.


Antony memutar bola mata nya malas. Melihat kepanikan Rojer yang berlebihan. Sahabat nya ini seperti nya sudah sangat bucin dengan Maura. Sampai- sampai hanya terjatuh sedikit langsung panik dan khawatir.


"Sudah lah aku tidak apa- apa... Kenapa kamu begitu khawatir.. " Kilah Maura dengan memegangi kaki nya.


"Bagaimana aku tidak khawatir dengan apa yang terjadi barusan. Tadi kamu akan jatuh,, jika aku tidak tidak menangkap mu bagaimana kamu akan terluka...!!" Ujar Rojer hampir berteriak pada Maura.


Maura memandang Rojer lekat, menatap pria di depannya yang sedang berkacak pinggang dengan nafas yang menderu.


Siapa yang jatuh, siapa yang merasa sakit.


"Kamu kenapa marah- marah terus... Lagi pula aku tidak jatuh kan... Untuk apa membesarkan masalah kecil seperti itu..." Jawab Maura dengan sedikit berteriak.


Maura sedikit tidak suka dengan sikap protektiv Rojer. Setiap melakukan apa pun dirinya harus di temani pria itu. Bahkan Rojer rela untuk tidak pergi ke kantor hanya untuk menemani nya seharian. Hal itu membuat Maura merasa benar- benar merasa tidak berguna.


"Aku tidak membesarkan masalah Maura... Tapi itu berbahaya... Jika kamu jatuh dan terluka bagaimana..?? Huhh Apa kamu tidak mengerti... Aku tidak mau kamu terluka... Mulai sekarang kamu tidak boleh terapi lagi... Terapi ini sangat berbahaya.. Biar kita mencoba hal lain saja..." Tegas Rojer menetap kan keputusannya. Membuat Maura menatap nya dengan tatapan tidak percaya dengan keputusan Rojer.


"Tidak....!!! Aku akan tetap melakukan terapi ini... Apa kamu mau melihat ku hanya duduk di atas kursi roda... Aku tidak mau .... Terus duduk di atas kursi roda ini dan bergantung dengan bantuan orang lain.. Aku tidak akan menurut pada mu Rojer... Aku ingin berjalan lagi...!!!" Bentak Maura dengan kesal pada sikap Rojer yang tidak masuk akal.


"Kenapa kamu keras kepala sekali Mau... Kamu harus menuruti perkataan suami mu... Jika aku tidak mengizinkan itu arti nya tidak..."


"Aku memang istri mu... Tapi bukan berarti kamu dengan semena- mena mengambil keputusan untuk hidup ku... Aku ingin melanjutkan terapi ini... Titik... "


"Kenapa kamu tidak mengerti juga..."


"Aku tidak akan mengerti apa pun Rojer... Yang aku ingin kan saat ini aku ingin berjalan kembali... Aku tidak bisa terus bergantung pada mu... Bagaimana jika suatu hari nanti kamu tidak ada bersama ku.. hhhh... Apa kamu masih bisa menjamin akan terus menjadi kaki ku yang akan mengantar ku kemana pun aku Mau..."

__ADS_1


"Stop... Stop... Eeehhh.. Kalian ini apa- apaan kenapa bertengkar..." Ujar Antony menengahi perdebatan antara suami dan istri.


"Dengar Rojer apa yang di katakan Maura memang benar..." Lanjut Antony lagi, yang langsung mendapat tatapan menusuk dari temannya yang sedang kesal.


"Begini maksud ku... Kamu dan Maura tidak ada yang salah... Tapi coba pikir kan jika Maura tidak meneruskan terapi ini sampai kapan dia akan duduk di kursi roda... Bukan kah kamu ingin melihat nya berjalan kembali... Jadi jangan larang Maura untuk terapi... Lagi pula kamu juga bisa menjaga nya kan... Jika dia terjatuh itu bukan lah sesuatu yang perlu untuk di takutkan Rojer. Halaman ini tertutup dengan rumput... Jadi jika dia jatuh pun tidak akan mengalami luka yang parah kan..." Jelas Antony dengan berhati- hati.


"Apa kata mu...!!???" Bentak Rojer dengan meraih kerah baju Antony. Yang membuat Antony terkejut.


"Rojer apa yang kamu lakukan lepaskan Dokter Antony!!!" Teriak Maura mencoba meraih Rojer.


"Kamu ingin wanita ku terluka?? Apa itu yang kamu maksud Antony... Dengar Maura tidak boleh terluka atau tergores sedikit pun.. Jika itu terjadi aku akan membuat mu menjadi makanan anjing peliharaan ku...!!" Ancam Rojer dengan mata melotot di depan Antony.


Glek...


Sekali lagi Antony menelan salivanya paksa. Mendengar ancaman Rojer yang tidak main- main. Jika berurusan dengan masalah menyangkut cinta nya. Antony yakin Rojer tidak main- main dengan ancaman nya.


Antony mengangkat ke dua tangannya ke udara. Yang berarti dirinya mengerti dengan perkataan pria di depannya.


"Rojer... Lepaskan Dokter Antony kamu sudah kelewatan...!!" Bentak Maura yang semakin kesal dengan sikap protektiv Rojer yang begitu berlebihan.


"Ma cepat ma hentikan Rojer... Dia sungguh kekanak kanakan...!!" Ujar Maura lagi saat melihat ibu mertuanya datang.


"Astaga....!!!" Ucap Ny. Anindita terkejut saat netranya melihat kelakuan putranya.


Ny. Anindita segera menengahi pertikaian antara Rojer dan Antony. Ia melepaskan pegangan tangan Rojer pada kerah baju Antony.


"Lepaskan baju Antony...!!!" Sentak Ny. Anindita dengan memdorong tubuh kekar putranya.


Antony segera merapikan bajunya saat terlepas dari cengkraman Rojer.


"Hhhhh... Rojer benar- benar sudah menjadi budak cinta sejati... Mengerikan sekali..." Batin Antony dengan menggeleng- gelengkan kepalanya.


"Sebenarnya ada apa ini.. Kenapa kalian berteriak- teriak seperti itu... Bukannya kalian ingin membantu terapi Maura... Terus kenapa sekarang jadi seperti ini...?" Omel Ny. Anindita dengan berkacak pinggang.


Dirinya sungguh tidak mengerti dengan tingkah anak muda. Sungguh sangat sulit untuk di tebak.

__ADS_1


Rojer membuang pandangannya ke segala arah. Mengontrol emosinya yang sempat meluap.


"Ma... Bisa antar aku ke dalam...!!" Pinta Maura yang sudak muak berada di tempat ini.


"Hmmm Baiklah sayang..." Ny. Anindita menghampiri Maura dan membantu mengangkat tubuh menantunya hingga duduk di kursi Roda.


Rojer yang melihat hal tersebut, langsung ingin membantu istrinya. Sebelum tangan Maura terangkat ke udara.


"Jangan sentuh aku... " Sinis Maura dengan tatapan kesal pada Rojer.


Ny. Anindita lalu mendorong kursi roda Maura menjauh masuk ke dalam rumah.


"Lihat Apa yang sudah kamu lakukan.. Sekarang dia marah pada ku..." Sosor Rojer menyalahkan Antony.


Antony langsung mencebikkan bibirnya dengan mata yang melotot tidak percaya. Rojer yang memulai semuanya dan sekarang pria arrogant ini malah menyalahkan dirinya. Sungguh menyebalkan kan.


"Aku...?? Ini semua karna aku...? Hello Rojer.. Ini semua karna diri mu... Terlalu membesarkan masalah sepele... Seperti nya otak mu yang cerdas itu sudah di kuasai oleh cinta... Sampai tidak bisa berpikir dengan benar... Dasar protektiv..." Timpal Antony dengan menyibir Rojer. Lalu segera berlari meninggalkan pria yang sudah tidak waras karna cinta.


"Apa kata mu... Barusan...??" Teriak Rojer kesal saat gendang telinganya mendengar ejekan dari Antony.


"Suami protektiv...!!" Jawab Antony memperjelas ucapannya. Yang membuat Rojer semakin kesal.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2