Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Gaji 2 kali lipat..


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 41...


Edent dan Charlote menyusuri lorong kantor. Terlihat jelas dari raut wajah Edent yang sedih karna menerima hukuman dari Rojer.


"Hei... kenapa memajang wajah jelek seperti itu.." Gumam Charlote dengan kesal, terganggu dengan pemandangan wajah Edent yang ber ekspresi sedih.


" Uhh... Tidak Tuan kecil,, maaf sudah menunjukkan ekspresi ini.." Timpal Edent meski hatinya bertolak belakang. Ia memasang senyum keterpaksaan.


Charlote berhenti dan menatap Edent. Membuat Edent menatap tatapan Charlote.


"Begini saja.. Karna aku baik dan paman kena hukuman gara- gara aku... Aku akan menggaji paman dua kali lipat dari gaji paman yang di berikan oleh papa... Jadi sekarang jangan pasang wajah jelek itu lagi.. Mata ku mau muntah melihatnya..." Ujar Charlote tersenyum bangga.


"What... dia mau membayarku dua kali lipat... jangan kan menikmati uang itu.. Bahkan aku sudah di penggal kepala ku oleh Tuan Rojer kalau sampai dia tahu Tuan kecil menggaji ku dua kali lipat." Batin Edent.


"Terimakasih Tuan kecil Anda sangat...."


"Iya iya... Aku memang baik... Aku tahu itu... Paman tidak perlu memuji ku.. Aku mengerti paman.." Potong Charlote cepat dengan apa yang akan di katakan Edent.


"Astaga bocah ini sangat percaya diri... sebenarnya aku ingin menolak... Aku tidak ingin tubuh ku ini tidak memiliki kepala karna di penggal Tuan Rojer... Kasihanilah Aku Tuan kecil aku belum merasakan indahnya menjadi pengantin..." Wajah Edent semakin mengkerut sedih.


Charlote berjalan dengan bahagia, sudah menyelesaikan masalah Edent dan tidak lagi melihat ekspresi wajah Edent yang membuat matanya terasa perih saat melihatnya.


"Tuan Kecil bukan itu yang saya maksud..." Ujar Edent menghentikan langkah kecil Charlote.


"Lalu apa... Hhhh... Aku harus berhenti untuk mendengarkan manusia bodoh ini..." Lirih Charlote geram.


"Terimakasih untuk kebaikan hati anda Tuan kecil,,, Tapi saya tidak bisa menerima gaji tersebut dari tuan kecil... Bisa- bisa Tuan muda menghukum saya lebih berat lagi dari ini... Bahkan pekerjaan saya bisa terancam jika Tuan muda sampai tahu hal ini."

__ADS_1


"Ini orang punya otak tidak sih... Kenapa dia bodoh sekali... Sudah di kasi uang dua kali lipat dari gaji awal masih sok- sok an ngak mau nerima... Dasar otak kadal..." Charlote mendengus.


"Paman tidak usah khawatirkan itu... Selagi paman tidak membuka mulut papa tidak akan tahu kan... Lagi pula ini tidak memakai uang papa ini uang ku sendiri... Paman pikir aku tidak punya hhh... Jangan salah selain tampan aku juga kaya... "


"Hah??? Apa benar dia bisa membayarku bahkan dengan uang nya sendiri...???" Edent masih tidak percaya dengan perkataan Charlote.


"Aaaa... sudah lah jangan tunjukkan wajah menjinjikkan itu lagi... Aku tidak mau melihatnya..." Ujar Charlote geram melihat ekpresi wajah Edent yang tidak percaya dengan perkataan Charlote.


Siapa yang tidak tahu Charlote miliarder kaya di usia yang masih belia. Ia bahkan bisa membeli satu pulau dari kekayaannya. Kekayaannya terus mengalir karna kecerdasan otaknya dan kelihaian nya menjadi seorang heacker dengan nama samaran ternama. Heacker yang tidak mudah untuk di kalah kan dan di nobatkan sebagai master dari seluruh heacked di dunia. Jadi jika hanya untuk membayar Edent dua kali lipat dari gajinya. Tidak akan menghabiskan uang Charlote bahkan tidak berkurang.


"Baik Tuan kecil..."


"Hahai... tidak jadi potong gaji... Tuan kecil sungguh baik... tidak seperti Tuan Rojer yang asal potong gaji karna masalah sepele... Kebaikan Nona Maura sepertinya nyantol di sela - sela sifat Tuan Rojer yang menurun pada Tuan kecil." Edent Tersenyum sumringah karna gajinya tidak jadi di potong bahkan akan bertambah dua kali lipat. Jika dia bisa memilih dia pasti akan memilih untuk bekerja dengan Charlote tapi dia tidak bisa melakukan hal itu. Karna kesetiaannya sudah di berikan untuk Rojer sepenuhnya.


...----------------...


Ponsel Maura terus berdering menandakan pesan masuk yang tak lain dari Rojer yang mengatakan dirinya sangat lapar.


"Huhhh menyebalkan sekali... belum juga istirahat sudah main suruh ini suruh itu... Katanya istirahat lah kamu tidak perlu bekerja... Dasar manusia bunglon bossy... hhhh. " Maura mendumel dengan menyinyirkan bibirnya membaca pesan masuk dari Rojer.


Maura melangkah cepat keluar dari rumah dan langsung menancap gas mobil menuju kantor.


Di tengah perjalanan Maura berhenti di sebuah restoran ternama di kota X. Dia berfikir akan memesan beberapa makanan rumah di sini dan memberikannya pada Rojer. Rojer sudah menegaskan pada Maura bahwa dia menginginkan masakan rumah. Tapi karna hari ini dia merasa sangat malas jadi Maura memutuskan untuk membeli makanan dari restoran ini. Meski mahal tapi dia tidak ingin Rojer mengkritik karna makanan yang dia bawa tidak cocok dengan lidahnya.


"Lebih baik aku belikan dia makanan saja... Aku malas sekali jika harus memasak.. Hari ini aku juga sangat capek... Dia tidak akan tahu kan jika aku membelikannya... Hmmm selagi aku diam dia tidak akan tahu... " Batin Maura dengan tersenyum menatap brosur menu.


Di sudut restoram tampak beberapa ibu- ibu sosialita sedang duduk santai dengan bercanda ria. Salah satu dari mereka menatap Maura yang tengah berdiri di loket pemesanan dengan seksama. Wajahnya menunjukkan ekspresi ragu namun juga tersirat ekspresi tidak menyangka. Wanita itu tak lain adalah Ny. Aurora ia tidak percaya dengan tangkapan penglihatannya.

__ADS_1


"Kenapa aku seperi sangat mengenal wanita itu..." Batin Ny. Aurora dengan ekspresi penasaran.


"Lihat Jeng ini di belikan oleh suamiku di belanda bagaimana sangat cantik bukan..." Ujar wanita yang duduk di sampingnya dengan menunjukan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya ke arah Ny. Auraora.


"Iya... sepertinya ini sangat mahal..." Timpal Ny. Aurora tanpa mengalihkan pandangannnya dari Maura. Dia berharap bahwa Maura bukanlah wanita yang sama yang telah dia singkirkan dari kehidupannya.


"Aku ke sana dulu... Aku akan segera kembali..." Ujar Ny. Aurora bangkit dari duduknya dan sedikit mendekat ke arah meja loket pemesanan. Memastikan bahwa penglihatannya salah.


Di sisi lain, Maura dengan sabar menunggu pesanannya. Kepalanya sedikit terasa gatal sehingga Maura membuka topi petnya dan menggeraikan rambut bergelombangnya. Ny. Aurora semakin melotot melihat hal itu. Ia kembali melangkah lebih dekat mendekati Maura.


"Nona... Ini pesanannya... Terimakasih sudah memesan..." Ujar pelayan Wanita itu menyerahkan makanan pada Maura.


"Iya... Terimakasih... Aku harus segera mengantarkannya.. Jika tidak bayi besar itu akan menangis ..." Lirih Maura dengan berdehem dan berbalik meninggalkan restauran.


Deg


"Kenapa bisa dia..." Batin Ny. Aurora dengan menutup mulutnya.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!

__ADS_1


__ADS_2