Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Luka.


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 54...


"Aku memang pria yang ada di foto baliho itu.. Dan aku akan merobek mulut mu itu karna sudah berani membicarakan wanita ku.." Timpal Rojer dan menendang dada pria itu hingga berguling- guling, karna keras nya tendangan Rojer.


Rojer tersenyum mengerikan, melihat pria itu meringgis kesakitan karna tendangan nya, yang mengakibat kan salah satu tulang dada nya patah.


"Ku mohon Tuan jangan sakiti pacar ku..." Ujar wanita tadi memohon di belakang Rojer, agar Rojer tidak memukul pacar nya yang sudah babak belur.


Mata Rojer beralih ke arah wanita di belakang nya. Ia kembali mengingat semua ucapan wanita itu tentang Maura. Sorot mata nya semakin membara ketika mengingat wanita ini mengecap Maura sebagai wanita murahan.


Rojer berbalik ke arah wanita itu, ia menatap wanita itu sekilas, yang berlutut dan sudah bersimbah air mata.


Rojer menarik leher wanita itu, dan mendorong nya hingga tubuh wanita itu menempel di mobil Rojer. Rojer menguat kan cengkraman nya pada leher wanita itu. Ia mencekik leher wanita itu dengan cukup keras, dengan mata menatap garang pada wanita itu.


"Siapa yang memberi mu hak untuk mengatakan hal kotor itu tentang wanita yang ku cintai,,, Aku pastikan mulut cantik mu ini akan aku buat tidak akan bisa berbicara lagi.." Rojer mengeras kan cengkraman nya, membuat wanita itu tidak bisa bernafas.


"Hentikan Tuan muda, lepas kan dia...!!" Ujar Edent menghentikan perbuatan Rojer yang akan membunuh wanita itu.


"Jangan ikut campur Edent.."


"Tuan muda, anda bisa membunuh nya lepas kan cekikan anda dari leher nya." Edent melepaskan tanga Rojer dari leher wanita itu dengan susah payah.


Wanita itu langsung batuk- batuk, dan ambruk di tanah. Ia menghirup udara dalam- dalam, menyalurkan udara dalam paru- paru nya yang sempat terhenti karna cekikan Rojer.


Rojer semakin gelagapan saat Edent menghentikan nya.


Buk...


Sebuah bogem keras dari Rojer menyentuh pipi Edent. Tubuh Edent terjungkal ke belakang karna pukulan Rojer.


Rojer kembali menatap wanita di depan nya yang sudah lemas, karna nafas yang tidak beraturan. Tatapan Rojer yang tajam seakan berbicara akan membunuh wanita itu sekarang juga.

__ADS_1


Edent segera memegang tubuh Rojer Erat, agar majikan nya itu tidak terkena masalah karna kemarahan nya.


"Tuan muda, kita harus segera ke kantor. Ada kekacauan di sana karna masalah ini.." Bisik Edent pada telinga Rojer.


"Maura..." Lirih Rojer, wajah nya berubah 180 derajat menjadi cemas dan khawatir. Ia tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada Maura karna masalah ini.


Rojer langsung berlari menuju mobil dengan terburu- buru. Rojer menginjak gas mobil nya menuju perusahaan dengan mengebut, meninggal kan Edent.


"Tuan muda.. tunggu..." Teriak Edent mengejar mobil dan memanggil- manggil Rojer.


"Ck.." Decak Edent dengan menyapu rambut nya ke belakang.


Rojer melesat membelah jalanan yang ramai, mengendarai mobil dengan kecepatan kecukupan tinggi. Ia tidak peduli dengan lampu lalu lintas yang menunjuk kan warna merah. Ia tetap menerobos tanpa memperdulikan apapun. Kini di pikiran Rojer hanya ada Maura, dan dia ingin segera sampai di kantor dengan cepat.


"Semoga tidak terjadi apa- apa pada nya.." Doa Rojer dengan nada cemas.


...----------------...


Para karyawan terus melancar kan aksi nya. Menghina bahkan melempar Maura tanpa ampun. Bahkan di antara mereka ada yang menampar dan menjambak rambut nya. Maura tidak bisa apa- apa menghadapi amukan para karyawan kantor.


Maura meringgkuk dengan tanggan nya melindungi kepalanya. Sementara para karyawan belum berhenti melempari nya. Tubuh nya sudah penuh dengan cairan telur busuk yang terus menerus di lempar. Entah dari mana asal telur busuk itu, hingga ada di kantor mewah itu.


"Ku mohon tuhan selamat kan aku... Aku tidak melakukan kesalahan apa pun. Aku masih ingin hidup.. hiks.. hikss.. Aku masih ingin menikmati kebersamaan ku dengan putra ku... Rojer aku mohon selamat kan aku... hiks.. hiks... Aku benar- benar tidak berdaya... Aku tidak tahu apa pun masalah ini... hiks. hiks..." Batin Maura, berharap ada sosok yang akan menyelamat kan nya.


Sebuah tangan kekar memeluk tubuh Maura Erat.


"Kamu akan baik- baik saja..." Ujar suara berat itu, yang langsung di kenali Maura yang tak lain adalah Rojer.


"Hhh.. ahhhh... Hiks...hiks..." Tangis Maura langsung pecah, saat dua tanga kekar itu memeluk tubuh nya, dan tubuh kuat itu melindungi diri nya dengan mengorban kan diri nya terkena lemparan telur busuk dan benda padat.


"Sialan berani sekali mereka melukai Maura..." Batin Edent dengan kemarahan memuncak.

__ADS_1


Punggung Rojer terasa nyeri dan perih karna lemparan para karyawan. Urat dan otot leher Rojer terlihat jelas dengan rahang yang mengeras. Rojer menahan rasa sakit nya sementara Maura memeluk kerah jas Rojer kuat dengab tangis yang terdengar sangat pilu yang membuat kemarahan Rojer semakin besar sampai ubun- ubun.


Edent berlari dengan beberapa pengawal pribadi Rojer, memasuki kantor dengan wajah terkejut dan khawatir. Pengawal- pengawal itu segera bertindak menghentikan kerusuhan yang terjadi, dengan menghalau semua karyawan menjauh dari Rojer.


Rojer menatap ke ke belekang melihat kondisi yang aman, untuk segera membawa Maura ke tempat yang aman.


Rojer mengangkat tubuh Maura ke dalam gendongan nya dengan gaya ala bridestyle. Ia membawa Maura yang tubuh nya terluka menuju ruangan nya.


Rahang nya terus mengeras dengan sorot mata yang benar- benar tajam dan kebengisan yang tersirat di mata nya.


Maura mengintip dari sela- sela pelukan Rojer, dengan tangis sesegukan yang belum bisa terhenti.


"Dia terlihat sangat marah.... Dia melindungi ku dan menyelamat kan ku... Dia mengorban kan diri nya untuk ku.." Batin Maura dengan menatap Rojer dengan tatapan sendu. Tangannya naik ke arah wajah Rojer, dan menyentuh wajah tampan Rojer lembut.


Merasakan sentuhan lembut tangan Maura, langkah Rojer terhenti di depan pintu ruangan nya. Ia menatap Maura lembut dan kesedihan yang tersirat dalam manik- manik matanya, dan sakit di seluruh hati nya yang menyebabkan dada nya sesak, melihat kondisi tubuh Maura yang lebam bahkan kening nya terluka.


"Aku tidak tahan melihat nya terluka seperti ini, dada ku benar- benar sesak. Aku tidak bisa melihat nya menderita... Aku berjanji Maura akan membalas semua yang kamu rasakan hari ini... Akan ku buat orang- orang itu menderita dan meratapi hidup mereka..." Batin Rojer dalam hati, ia tidak sanggup menatap Maura dalam kondisi ini. Hati nya menjadi sangat lemah, mungkin inilah kelemahan seorang Rojer Wang.


"Ck..." Decak Kesal Rojer, mengalihkan pandangan nya dari Maura. Dia tidak sanggup memandangi kondisi Maura. Tanpa di sadari sebuah butiran bening jatuh dari sudut mata Rojer, menimpa wajah Maura.


"Dia menangis... Dia menangis untuk ku..." Bibir Maura melengkung ke atas menciptakan sebuah senyuman. Ia mengeratkan pelukan nya dalam gendongan Rojer.


Rojer membuka pintu ruangan nya dan segera menduduk kan Maura di sofa, dengan sangat berhati- hati.


...----------------...


...****************...


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2