Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Pelukan tiba- Tiba..


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 48...


Rojer dan Edent tengah sibuk di dapur bergulat dengan peralatan dapur. Kadang mereka saling meneriaki satu sama lain untuk menggunakan bahan untuk membuat stik. Sementara tong sampah dapur sudah penuh dengan daging sapi yang gosong karna ulah kedua pria dewasa yang tidak bisa menakar kematangan daging. Mereka terus memutar ulang vidio pembuatan stik yang benar namun tidak menghasilkan apapun setelah bergelut 2 jam di dapur.


Sementara Charlote menikmati pemandangan di depannya sebagai pembalasan dendam untuk Maura. Charlote tidak terlalu mengubris pertengkaran atau ocehan antara majikan super kaya dan asisten permen karet nya. Ia lebih fokus menonton tayangan ke sukaan nya di televisi.


"Hhhh ini benar- benar karma karna aku telah mengerjai Maura tadi... Tapi ini sungguh tidak adil aku mengerjai nya karna dia bisa memasak... Sedangkan aku,,, Hampir semua daging sapi yang ku panggang tidak bisa matang dengan sempurna..." Dumel Rojer sesekali menyeka keringat di dahinya.


"Tuan muda... Anda seharusnya belajar memasak juga. Jangan hanya sibuk dengan bisnis. Jika ada kondisi masak memasak seperti ini kita tidak akan terjebak seperti ini... Katanya sempurna tapi memasak saja tidak bisa..." Ujar Edent dengan nada sedikit jengkel sambil mengiris bawang bombay. Ia sudah mengiris bawang bombay sebanyak 60 kali namun tidak mendapat hasil yang memuaskan.


"Kerjakan saja tugas mu.. Kali ini kita tidak boleh gagal... Badan ku sudah sangat pegal... Kamu juga asisten yang tidak becus memasak stik saja kamu tidak bisa... Aku seperti nya memperkejakan asisten bodoh di sisi ku... Dan Kamu malah berani menyalahkan ku sekarang... Sekarang nyali mu seperti nya sudah semakin besar. Sepertinya aku harus menghukum mu... Dan hukuman mu kali ini adalah kamu harus ikut kursus memasak... Mengerti...!!" Ujar Rojer sambil membalik daging stik di pemanggangan. Sejak mulai memasak Rojer dan Edent tidak bisa berhenti mengadu mulut. Mereka saling menyalah kan atas kemampuan yang tidak mereka miliki.


"Kursus memasak???" Tanya Edent dengan mulut menganga.


"Tidak itu tidak mungkin tuan muda... Aku tidak mau keperkasaan ku di pertanyakan oleh wanita... " Tolak Edent menggeleng kan kepalanya.


"Apa kamu berani menolak perintah ku...!!" Ujar Rojer dengan sorot mata mengkilat dan tajam serta tangannya yang mengarah kan capit panas pemanggang ke arah leher Edent.


"Ti... Tidak Tuan.." Jawab Edent dengan terbata- bata dan meneguk ludah nya sendiri. Ia merinding dengan tatapan dan tekanan Rojer. Siapapun yang berada di posisinya pasti akan langsung menyanggupi setiap perkataan dari Rojer.


...----------------...


"Hmmm..." Lengkuh Maura dengan menggeliatkan tubuh nya, merenggangkan otot- ototnya. Tubuh nya terasa lebih segar setelah tidur.


Maura beranjak meninggalkan tempat tidur menuju kamar mandi. Ia menyalakan shower dan menikmati air yang jatuh di kepalanya. Wajahnya tersenyum karna merasakan tubuh nya saat ini sangat rileks.


Setelah selesai mandi Maura keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya sampai selutut.


Ia memandangi dirinya di cermin dan mengoleskan krim dingin untuk merilekskan kulit wajah nya.

__ADS_1


...----------------...


Rojer duduk di sebuah kursi sambil melepas tiga kancing kemeja teratasnya. Tubuhnya sudah di penuhi keringat, ia benar- benar letih sekarang.


Sementara Edent masih berusaha menyelesaikan masakan nya yang tak kunjung siap.


Rojer mendekati Charlote yang tengah fokus menonton serial kesukaannya.


"Charlote sayang... Apa bisa papa ke toilet??" Ujar Rojer pada Charlote. Rojer yang terkenal melakukan apapun tanpa izin dari siapapun, kini bertekuk lutut seperti kucing yang meminta izin pada majikannya.


"Ya tentu saja... Papa bisa memakai kamar mandi di kamar ku..." Ujar Charlote tersenyum


"Huh... Syukurlah... setidaknya aku bisa beristirahat sejenak dan menghirup udara yang lebih segar..." Batin Rojer memanfaatkan alasannya untuk istirahat dari pekerjaan yang tidak kunjung selesai.


Rojer melangkah menaiki tangga menuju lantai atas di mana kamar Charlote berada.


"Huh... Aku benci memasak... aku sangat membenci pekerjaan ini... " Ujar Rojer sambil melipat lengan kemejanya.


Ia mendekat ke arah kamar satunya yang tepat di depan kamar Charlote yang tak lain adalah kamar Maura.


Pintu kamar Maura tidak tertutup sepenuh nya hingga membuat celah. Rojer mendekat dan melihat apa yang terjadi di dalam kamar dari celah pintu yang tidak tertutup.


Dengan perlahan tanpa menimbulkan bunyi, Rojer masuk ke dalam kamar Maura dengan perlahan.


Maura masih fokus memilih pakaian di lemari dengan sesekali mencocok kan pada tubuhnya.


Ia tidak menyadari kehadiran Rojer yang sudah berdiri tepat di belakang nya.


Dua buah tangan melingkar di pinggang putih Maura yang membuat Maura sontak kaget akan sentuhan yang tiba- tiba.

__ADS_1


"Sialan... Kurang ajar... Berani sekali kamu menyentuh ku..." Ujar Maura kaget dengan menyikut perut orang di belakang nya yanga telah berani menyentuh dan memeluk tubuh polos nya.


"Ahh... Awww..." Ujar Rojer dengan memegangi perutnya yang sakit karna sikutan Maura. Ia sedikit mundur karna refleks dengan reaksi Maura sehingga melepas pelukan tangannya di pinggang Maura.


"Kamu... Kenapa kamu bisa di sini??" Tanya Maura heran dengan kehadiran Rojer di rumah nya.


"Apa bisa kamu tidak memukul ku sekali saja... Kamu senang sekali membuat ku sebagai samsak aww..." Ujar Rojer dengan meringgis.


"Keluar... keluar dari kamar ku sekarang... Kamu benar- benar tidak punya kesopanan sama sekali dan menyentuh wanita lain sesuka mu.."


"Ssstttt... Jangan katakan itu lagi..." Ujar Rojer meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir Maura.


"Jangan kata kan kalau kamu adalah wanita lain. Maura kamu adalah wanita ku dan kamu adalah milik ku... Tidak seorang pun berhak memilik mu kecuali aku... Tidak seorang pun berhak menyentuh mu kecuali diri ku... Di dalam tubuh mu ada tulang rusuk ku.. Kamu adalah pasangan ku sekarang, di masa lalu atau pun masa depan dan 7 kehidupan selanjutnya. Aku akan menghalalkan segala cara untuk memiliki mu meski harus mengorban kan nyawa atau menum-pah kan darah karna kamu terlahir dan tercipta untuk ku... Aku sangat egois ketika menyangkut apapun tentang diri mu... Bahkan bibir mu ini tidak punya hak untuk mengatakan jika kamu adalah wanita lain bagi ku.. Bagi ku kamu adalah segala nya melebihi apapun. Dan aku pastikan AKU ROJER WANG AKAN SEGERA MENJADIKAN MU MILIK KU YANG SAH DAN SEUTUH NYA DI HADAPAN KELUARGA ATAU PUN DUNIA.." Ujar Rojer dengan penekanan pada akhir kalimat nya.


Deg..


Jantung Maura berdetak dan berpacu dengan lebih cepat mendengar perkataan Rojer yang memabukkan bagi dirinya.


"Benarkah?? Benarkah seperti itu Rojer?? Apa kamu mencintai ku sebesar itu hingga tidak ada yang lebih penting dari diri ku di dunia ini??... Apa cinta mu tulus dan tidak terbatas pada ku??... Apa kamu berjanji tidak akan mengecewakan dan mematah kan hati ku yang rapuh ini jika aku memberi mu sebuah kesempatan... Apa kamu akan selalu mengejar ku meski dunia akan menghalangi mu untuk menggapai ku?? Lalu bagaimana dengan istri mu Catlin yang tak lain adalah saudari tiri ku?? Kamu membuat ku merasa menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mu... Aku tidak bisa menghancurkan atau mematah kan hati perempuan lain meski Catlin pernah menghancurkan hidup ku... Kamu tahu aku telah patah saat mengetahui kamu adalah suami dari saudari ku... Tapi aku tidak memungkiri jika aku telah jatuh dalam cinta mu karna semua yang kamu lakukan selalu membuktikan cinta mu pada ku..." Batin Maura.


Dari kedua sudut mata Maura mengalir butiran bening yang terjun secara bersamaan pada ke dua pipi putih nya.


Rasa bahagia yang menyelimuti hatinya dengan pertanyaan Rojer dan rasa kecewa yang mematahkan hati nya karna mengetahui fakta bahwa pria di hadapan nya adalah suami wanita lain yaitu Catlin yang tak bukan adalah saudari tirinya.


...----------------...


...****************...


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2