
...ILUSI TAKDIR 21...
Usai makan malam, maura langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat. Sementara itu rojer tidur di kamar charlote.
Rojer terpana dengan apa yang ada di kamar charlote, ketika memasuki kamar putranya itu. Tampak satu set komputer keluaran terbaru di sudut kamar charlote, Poster- poster code- code rumit tertempel di tembok kamar, bahkan furnitur- furnitur kamar charlote yang bergambar code- code tentang IT, serta satu lemari besar penuh berisi piala berbagai macam ukuran atas prestasi yang di raih charlote, dan setumpuk piagam yang tersusun bagai tumpukan buku.
Rojer ternganga atas apa yang di lihatnya. Dia begitu bangga dengan kemampuan dan kegeniusan charlote di umurnya yang masih sangat belia. Ternyata charlote mewarisi hobi dalam bidang IT darinya. Rojer tersenyum bangga melihat semuanya.
"Charlote.. Kamu sepertinya sangat menyukai IT ya??" Tanya rojer bertanya untuk mengetahui apa kesukaan charlote.
"Iya pa.. aku sangat menyukainya. Aku suka bermain komputer dan memainkan kode- kode itu, rasanya aku menemukan apa yang aku cari di sana. Papa lihat komputer itu, itu adalah pemberian mama di saat ulang tahunku kemarin. hehe.." Ujar charlote sambil menunjukkan komputernya pada rojer.
"Papa kan juga suka IT kan pa.. papa sangat keren, kita punya kemampuan dan hobi yang sama..hehe.." lanjut charlote lagi.
"Kamu benar sayang, ternyata kita memang sangat mirip. wow.. anak papa sangat genius ya. Pialanya saja sangat banyak. hhhhmm papa sangat bangga padamu." Ujar rojer sambil melihat- lihat piala charlote di lemari.
"Itu belum seberapa pa... Mama bahkan menyimpan sebagiannya lagi di gudang, karna tidak pas untuk di letakkan di lemari." Ujar charlote duduk di ranjangnya.
"Wah... benarkah.. tidak di ragukan lagi kamu memang putra papa.." Ujar rojer mengacak rambut charlote. Yang di respon dengan tawa charlote.
...----------------...
Maura tidak bisa tidur, mata nya tidak bisa terpejam dengan lelap seperti biasa. Pikirannya menerawang entah kemana. Hatinya begitu gelisah.
"Hhhh kenapa rojer harus menginap di sini... Kehadirannya benar- benar menggangguku. Kenapa dia harus hadir lagi di hidupku setelah sekian lama,, hhmmm ada apa denganku kenapa aku memikirkan dia... iiii.." Ujar maura pada dirinya sendiri, sambil menggeleng- gelengkan kepalanya, membuang pikirannya yang memikirkan rojer.
Maura kembali menutupi tubuhnya dengan selimut, dan mencoba memejamkan matanya.
...----------------...
Di sisi lain rojer dan charlote menghabiskan waktu mereka dengan sebaik- baiknya. Charlote yang tidur di atas lengan tangan rojer sambil memandang ke langit- langit plafon kamarnya. Begitu juga dengan rojer.
"Charlote,, maafkan papa ya selama ini papa tidak bisa di sampingmu dan mama.." Ujar rojer dengan nada penuh penyesalan.
"Hhhh sudahlah pa.. semuanya juga sudah berlalu, yang terpenting sekarang aku bisa bersama papa. Dari dulu aku selalu bermimpi bisa mempunyai keluaga yang utuh. Ada mama, papa, dan aku. Aku ingin kita hidup seperti keluarga yang lain dengan bahagia." Ujar charlote mengeluarkan semua keinginannya, yang telah terpedam lama di hatinya.
"Papa akan mewujudkan keinginanmu sayang.. Kita akan menjadi keluarga yang utuh dan bahagia." Ujar rojer mengecup pucuk kepala charlote.
__ADS_1
"Tapi bagaimana caranya,, agar mama bisa menerima papa.. Mama sepertinya marah sama papa..hhh" Ucap rojer sedikit putus asa.
"Tenang saja pa,,, Aku akan membantu papa membuat mama tidak marah lagi.. Dan membuat mama menerima papa.." Charlote menghibur rojer dengan menawarkan bantuan untuk membantu rojer bersatu dengan maura.
"Wow benarkah.. kamu akan membantu papa???" Tanya rojer memastikan.
"Tentu saja.. Aku ingin mama dan papa bersatu, dan kita bisa menjadi keluarga yang utuh." Tegas charlote dengan tekadnya yang sudah bulat.
"Tapi bagaimana caranya. Kejutan buket bunga buat mama tadi siang gagal, karna kejadian tadi." Ujar rojer mengingat kejutan buket bunga yang akan di berikan pada maura gagal karna serangan dari musuh bisnisnya.
"Hmmmm apa ya... hmmmm..." Dehem charlote berpikir, memikirkan rencana untuk membuat rojer dan maura menjadi lebih dekat.
"Aha.... aku punya ide.." Ujar charlote sedikit berteriak, membuat rojer penasaran dengan ide dari anaknya itu.
Charlote membisikkan rencana yang ia pikirkan pada rojer untuk di laksanakan. Yang di respon dengan ekspresi senyum jahil dari rojer, dan menyetujui rencana charlote.
...----------------...
Sementara itu maura masih berguling ke kanan dan kiri di tempat tidurnya. Ia begitu gelisah dan matanya tidak bisa terpejam sama sekali.
"Mama....!!!" Teriak charlote dari luar pintu kamar maura, sambil menggedor pintu kamar maura.
Mendengar teriakan charlote yang memanggilnya, dan menggedor pintu kamanya dari luar, maura bangkit dari tidurnya dan mmendekati pintu untuk membuka pintu.
"Huhhh... anak itu kenapa dia berteriak memanggilku seperti itu, bukankah dia sedang sibuk dengan papanya untuk menghabiskan waktu." Ujar maura sambil mengikat rambutnya, dan membuka pintu. Terlihat jelas charlote dan rojer yang berdiri di depan pintu sambil membawa bantal tidur.
"Charlote kenapa?? ada apa?? kenapa pake acara bawa bantal ??" Tanya maura bingung pada charlote.
"Ma... lampu kamarku mati ma.. jadi.. kamarku gelap ma.. Mama kan tahu aku takut gelap ma.. Jadi aku sama papa boleh tidur di kamar mama ya.." Ujar charlote dengan berpura- pura ketakutan.
" Tapi kan ada papa bersamamu,, kenapa harus takut??" Ujar maura mencari alasan agar rojer dan charlote tidak tidur di kamarnya. Bagaimanapun maura tidak mau tidur bersama dengan rojer.
"Aku.. sudah mengatakannya pada charlote, Tapi dia tidak mau. Dia terus merenggek untuk tidur di kamarmu. Kamu kan tahu aku tidak bisa melihat charlote ketakutan di tempat gelap seperti itu." Ujar rojer menyakinkan maura, sekaligus memebela dirinya dari tatapan maura yang mencurigainya.
"Tapi bagaimana bisa lampu kamarmu mati seperti itu.. Seinget mama lampu di kamarmu baik- baik aja, tidak pernah ada masalah.." Ujar maura dengan curiga.
"Lampu kamarnya konslet makaknya lampunga mati." Ujar rojer menjawab kecurigaan maura dengan berbohong.
__ADS_1
"Ma...ma... Ayolah.. besok aku sekolah.. biarkan aku dan papa tidur di sini ya.. aku mohon... ma... aku takut.." Renggek charlote lagi.
"Baiklah... Mama izinkan..." Ujar maura pasrah dengan permintaan charlote.
Charlote dan rojer saling memandang dan mengedipkan sebelah mata mereka, karna rencana mereka berhasil. Sebenarnya lampu di kamar charlote tidak konslet, tapi rojer yang sengaja memotong kabel listrik lampu kamar, sehingga lampu kamar menjadi padam, semuanya sesuai dengan rencana yang di rencanakan charlote.
"Kalian tidur saja di ranjang.. Mama akan tidur di sofa.." Ujar maura menutup pintu kamar dan mengambil bantal tidunya, lalu di letakkan di atas sofa.
Rojer dan charlote yang sedang duduk di ranjang tidur saling memandang memicingkan alis mereka, menanyakan apa yang sekarang akan merekan lakukan.
"Mama.. jangan tidur di sofa.. aku ingin tidur bersama papa dan mama.. aku tidak pernah merasakan tidur bersama mama dan papa.." Ujar charlote dengan nada sedih di akhir kalimatnya.
Mendengar suara charlote yang sedih, maura benar- benar tidak tahu harus bagaimana. Dia paling tidak bisa melihat ada kesedihan di wajah tampan putra kesayangannya itu.
"Maura tidurlah bersama kami,, kamu tega melihat charlote sedih.." Ujar rojer menatap maura dengan harapan maura menyetujui hal tersebut.
"Baiklah.. aku akan tidur bersama kalian.. Tapi kamu jangan macam- macam." Ujar maura menyetujui keinginan charlote, dan menunjuk rojer untuk memperingatkan rojer untuk tidak macam- macam, yang di respon dengan anggulam oleh rojer.
Maura beranjak ke sisi kiri ranjang dan bersiap untuk tidur. Sementara rojer berada pada arah yang berlawanan, di sisi kanan ranjang. Dan charlote yang berada di tengah- tengah mereka menjadi penengah antara rojer dan charlote.
"Rencana kita sukses pa.." Bisik charlote pada rojer, dengan memberikan 2 jempol kecilnya.
"Kamu memang anak papa..hehe.." Timpal rojer dengan berbisik, dan memberikan 2 jempol atas kesuksesan rencana mereka.
"Charlote.. tidurlah..." Titah maura, mendengar rojer dan charlote yang masih berbisik- bisik satu sama lain.
"Iya.. mah.. tapi mama ceritakan dongeng dong ma.." Ujar charlote, meminta maura untuk menceritakan dongeng pengantar tidur.
" Papamu kan ada di sini,, minta saja dia mnceritakan dongeng untukmu.." Ujar maura, sambil membalikkan tubuhnya ke sisi kanan, sehingga membelakangi rojer dan charlote.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit
dukung author biar bisa up terus.