Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
71


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 71...


"Tuan Rojer sangat baik hati. Tuan Rojer bisa kita mulai wawancaranya..?" Tanya Mc lagi.


Rojer mengangguk pelan. Mc tersebut melambaikan tangannya pada panitia peralatan, meminta untuk membawa dua buah kursi ke atas panggung


Rasa sesak dan sakit menyayat hati Maura melihat pemandangan di depannya. Di mana Rojer begitu bahagia duduk di samping Catlin. Tanpa sedetik pun melirik ke arah tempat diri nya berdiri. Maura menguatkan gigitan pada bibir bawahnya. Hingga bibir bawahnya terluka dan mengeluarkan darah. Namun rasa sakit yang ia rasakan tidak sebanding dengan luka luar. Ia sudah begitu percaya dan menyerahkan kepercayaannya pada Rojer. Namun, sekali lagi dia mematahkan dan menghancurkan hati Maura hingga hancur berkeping- keping. Cemburu, marah, dan rasa sakit hati bercampur menjadi satu dan tersirat dengan jelas pada sorot mata Maura. Ia semakin mengepalkan tangannya kuat mengenggam kedua jahitan gaun samping. Sungguh ironis harus berada di posisi melihat orang yang paling di cintai dan di percaya, saat ini sedang duduk dan tersenyum manis bersama perempuan lain. Meski wanita yang sedang duduk di sampingnya adalah istrinya. Tapi, tetap saja rasa sakit itu menghujam dada Maura.


Rojer dan Catlin duduk dengan anggun, senyum manis tidak pernah pudar dari wajah mereka. Catlin terus saja mengandeng lengan Rojer dengan manja. Membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri padanya karna berada di posisi itu. Wajah Catlin terus mengulas senyum. Sesekali pandangannya mengarah pada Maura yang tengah berdiri membeku menyaksikan pertunjukan yang sedang *******- ***** hatinya.


"Apa alasan Tuan Rojer membangun taman bunga tulip ini?" Tanya Mc dengan sumringah.


Rojer menghela nafas ringan. Sebenarnya ia sangat tidak nyaman dengan semua ini. Apalagi Catlin yang terus bergelayut manja di lengannya. Sungguh hal yang berlebihan.


"Huhhh.. Nenek lampir ini terus saja mengandeng lengan ku. Ingin rasanya aku hempaskan dia hingga ke neraka. Sabar... Sabar rojer ini semua akan berakhir. Cepat selesaikan wawancara tidak bermutu ini dan segera pergi dari tempat menyesakkan ini." Batin Rojer, dengan pandangan mengarah pada Ny. Anindita yang terus tersenyum mengarah kepada Rojer.


"Iyah... Seperti kabar yang sudah beredar, aku membuatnya untuk mengenang ayah ku... Karna ayah ku sangat menyukai bunga tulip, khususnya bunga tulip kuning. Dan selain itu, aku ingin semua kalangan dari kalangan bawah sampai bangsawan bisa menggunakan tempat ini sebagai tempat bersantai bersama keluarga atau tempat bermain bagi anak- anak." Jelas Rojer dengan begitu berwibawa.


"Jawaban yang sangat luar biasa... Tepuk tangan sekali lagi untuk Tuan Rojer..." Ucap Mc sambil bertepuk tangan. Begitu juga para hadirin yang bertepuk tangan dengan keras. Seperti berlomba- lomba membuat tepukan yang sangat keras.

__ADS_1


"Pasti istri anda Ny. Catlin sangat bangga dan beruntung mempunyai suami seperti anda Tuan Rojer. Bukan kah begitu Nyonya.?" Tanya Mc dengan sorot mata mengarah pada Catlin. Mendengar pertanyaan Mc tertuju pada dirinya. Catlin langsung menjawab dengan sangat antusias. Dengan tatapan mata mengarah pada Maura dengan sorot mengintimidasi.


"Tentu saja. Siapa yang tidak bangga dengan memiliki suami sesempurna Tuan Rojer. Tidak perlu di tanyakan lagi aku sangat beruntung memili laki- laki yang menjadi idaman para wanita. Sebelumnya aku ingin berterimakasih kepada suami ku karna telah memilih ku sebagi pendamping hidupnya. Suami ku begitu sempurna mulai dari paras dan kekayayaan dialah rajanya. Jadi bukan hal yang mencengangkan jika dia di kelilingi wanita genit atau pelakor. Heh.. Tapi dia begitu setia dan begitu mencintai ku... Sehingga dia tidak pernah tertarik dengan wanita lain selain diri ku.. Iya kan Sayang.?" Jawab Catlin panjang lebar. Dengan penakanan pada kata pelakor untuk menyinggung Maura. Dan benar saja kata- kata Catlin seperti kutukan bagi Maura.


"Pelakor..?? Apa yang di katakan Catlin benar begitu adanya.? Rojer selalu memuji ku dan mengatakan aku satu- satunya.? Tapi siapa aku? Aku bukan siapa- siapa?. Aku tidak memiliki status apa pun selain wanita simpanan dan di cap sebagai pelakor. Apa yang di katakan Catlin benar tapi... Ini tidak mudah untuk ku hiks... hiks... Rojer yakinkan aku katakan tidak... Katakan apa yang pernah kamu katakan pada ku jika kamu tidak mencintai Catlin." Batin Maura dengan bahu yang sudah bergetar hebat.


Rojer tersenyum sekilas, saat Catlin mengarahkan pertanyaan pada dirinya. Ia tidak ingin menjawab, karna ia tidak ingin menyiksa hatinya dengan menjawab iya. Karna hatinya hanya untuk Maura. Ini adalah sandiwara di depan publik. Setelah ini Rojer berencana untuk segera menghapus potongan acara peresmian ini pada bagian ini.


"Luar biasa. Tuan Rojer memang suami idaman para wanita. Bahkan Ny. Catlin tidak bisa berhenti untuk terus memujinya. Sepertinya tidak ada kekurangan sedikit pun dari idola pengusaha muda kita. " Ujar Mc dengan senang. Begitu pula dengan para tamu yang merasa bahagia melihat dua sepasang suami istri itu sangat serasi dan harmonis.


"Mereka benar- benar pasangan yang harmonis."


"Semoga pernikahan mereka terhindar dari pandangan jahat pelakor."


"Mereka sangat berhak mendapat penghargaan sebagai pasangan yang sangat serasi." Ujar para tamu dengan takjub dan kagum dengan pasangan yang tengah duduk manis di atas panggung.


Mendengar apa yang di katakan para tamu, seperti anak panah yang menusuk jantung Maura. Bibir Maura sudah berdarah karna ia menggigitnya. Tapi tidak tersirat rasa sakit pada wajahnya. Kini hatinya jauh lebih sakit dari pada luka yang ada di bibirnya.


"Ny. Catlin sudah memuji anda dengan sangat tulus. Pasti anda sangat mencintai dan menyayangi Ny. Catlin kan Tuan Rojer?" Tanya Mc dengan memicingkan alisnya.

__ADS_1


Catlin tersenyum senang, mendengar pertanyaan menjebak dari MC. Ia ingin tahu apa yang akan di katakan Rojer sekarang. Sekali lagi Catlin menatap ke arah Maura yang sudah bersimbah dengan air mata.


"Ini lah, saat nya kamu hancur sehancur hancurnya Maura. Aku yakin setelah ini hubungan mu dengan suami ku tersayang akan berakhir. Kasihan sekali... Kamu sudah terbang ke angkasa dan aku menghempaskan mu dengan keras ke bumi. Ck ck.. Kamu tidak pernah belajar dari masa lalu Maura..." Batin Catlin dengan smirk jahat.


Rojer terdiam mendengar pertanyaan Mc. Pertanyaan yang sangat ia benci.


"Cih... Pertanyaan apa ini... Pertanyaan menjebak... Kenapa aku harus menuruti permintaan mama dan hadir di acara ini... Menyebalkan sekali. Aku tidak mungkin menjawab tidak. Ini sama saja menghancurkan reputasi ku... Hhh... Aku harap Maura tidak menonton siaran ini." Batin Rojer dengan memalingkan wajahnya. Pertanyaan ini benar- benar menyita pikirannya. Ia tidak ingin menyiksa hatinya dengan berbohong. Tapi jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan ini.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2