Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
117


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 117...


Gery langsung memegang mata kirinya dengan kesakitan..


"Aaarrghhhhkkkk .... Aaarhhh..... Apa yang kamu lakukan Catlin....!!! Arrrkkkhhhhh"


Catlin kembali menghujamkan obeng yang sama pada mata kanan Gery. Darah terciprat menodai waja putihnya. Namun itu tidak menghentikan tindakannya.


"Aaarrrggghhhhh... "Sekali lagi Gery berteriak dengan histeris. Benda tajam sudah mengoyak ke dua matanya. Ia tidak bisa berpikir apa pun lain kecuali rasa sakit yang sudah bersarang di ke dua matanya.


"Apa rasanya sesakit saat diri mu di khianati..." Ujar Catlin dengan tatapan sinis. Matanya memerah dengan genangan air di pelupuk matanya.


"Aaarrggghhhhh...." Ringgis Gery ke sakitan dengan tangan yang kini memegang ke dua matanya.


Sprei putih bersih kini berubah warna menjadi merah. Darah Gery terus mengalir dari ke dua matanya yang tertusuk oleh obeng.


"Tenang lah sayang,,, aku akan membuat mu tidak akan berteriak ke sakitan lagi..."


Srek....


Catlin menusukkan obeng di tangannya kembali pada leher Gery. Tangannya dengan kasar menarik obeng itu ke samping, hingga memotong urat nadi pada leher Gery.


Darah kembali keluar dan mengalir dengan begitu deras dari lehernya yang sudah sobek. Memperlihatkan kerongkongan yang penuh dengan darah.


Tubuh Gery menegang, sebelum akhirnya melemas. Dan tak bergerak lagi.


Catlin tersenyum dengan smirk sadisnya. Matanya memicing menatap Gery yang sudah tidak lagi bergerak sama sekali.


"Ouchhh... Tidak... Apa yang sudah ku lakukan aku telah membunuh kekasih ku yang tampan dengan tangan ku sendiri...." Ujar Catlin dengan wajah yang tertekuk takut dengan pemandangan di depannya.


Ia melepas obeng yang di pegangnya, dan terjatuh di samping jasad Gery. Ke dua tangannya terangkat menutup mulutnya dengan raut wajah sedih dan frustasi.


Air mata keluar dari ke dua mata Catlin. Hingga ia menangis dengan terisak. Kekasih gelapnya kini telah tiada. Tidak bernafas dan tidak bernyawa.


Di depannya terus mengalir darah dari luka- luka yang telah ia berikan pada leher dan wajah Gery.


Namun raungan histeris itu hanya bertahan sesaat.


Catlin menggelengkan kepalanya ke samping. Menatap lekat wajah Gery yang tidak lagi tampan. Melainkan kini begitu mengerikan dengan darah memenuhi wajahnya.


"Gery sayang... Aku telah menepati janji ku,,, untuk membuat mu tertidur dengan sangat nyenyak..." Bisik Catlin dengan mengelus wajah Gery yang sudah tidak bernyawa dengan jari telunjuknya.


"Seharusnya kamu berpikir sebelum berani mengkhianati ku... Seorang Catlin tidak boleh untuk di khianati... Ck.. Ck... Seharusnya kamu jangan pernah berpikir melakukan itu pada ku... Jadi dengan terpaksa aku harus membuat mu tertidur dengan sangat nyenyak.... He.. he.. he..." Gumam Catlin dengan tawa rendah di akhir kalimatnya.


Di dalam diri Catlin, ia tidak merasa berdosa besar karna telah merenggut nyawa seseorang. Ini adalah caranya untuk membalas sakit hati dan amarah dalam dirinya. Membuat orang yang mengkhianati dan merusak hidup nya menjerit pilu kesakitan. Seperti apa yang di lakukan nya pada Gery sekarang.


Kring.....

__ADS_1


Kring...


Kring...


Catlin beralih menatap ponselnya yang berdering di atas meja nakas. Ia mengulurkan tangannya dan memencet tombol hijau.


"Catlin... Apa yang sudah kamu lakukan... Kenapa kamu melepas Rojer semudah itu kepada Maura... Dasar anak bodoh... Kamu sudah menyerahkan tambang uang kita... Dan sekarang di mana kamu?... Maura dan Rojer sedang mengadakan pesta pernikahan...!!!" Suara omelan dari Ny. Aurora dari seberang telpon.


Jantung Catlin berdetak lebih cepat, saat telinganya mencerna kata pernikahan yang di sampaikan oleh ibunya dari seberang telpon.


"Sepertinya Rojer tidak menunggu waktu untuk membuat Maura menjadi milik nya.. " Batin Catlin dengan menggenggam ponselnya erat, yang masih menempel dengan sempurna di telinganya.


"Aku sudah di kelabui oleh orang yang sangat ku percaya ma... Dia yang mengakibat kan hubungan ku putus dengan Rojer..." Catlin menatap sekilas pada jasad Gery yang berada di sampingnya.


"Tapi aku tidak akan membiarkan pesta pernikahan mereka berjalan dengan mulus..." Ujar Catlin lagi dan menutup telpon dengan sepihak. Sebelum Ny. Aurora menimpali perkataannya.


Catlin kembali mengusap benda pipih di tangannya. Mencari nama kontak yang bisa di hubungi untuk menutupi kejahatannya.


Tut..


Tut...


Tut...


Nada sambung berbunyi dari balik telpon, sebelum sebuah suara bariton dari ujung telpon terdengar.


...----------------...


Tok..


Tok..


Tok..


Suara ketukan dari jendela kamarnya, Membuat Charlote menoleh. Tubuh kecilnya sudah di balut dengan tuxedo warna biru navy. Dengan dasi pita bertengker di lehernya.


Charlote menyibak gorden jendela. Di depannya sudah berdiri dua pria dewasa yang sudah sangat di kenalinya. Dua pria dengan wajah yang hampir mirip. Hanya warna bola mata mereka yang membedakan ke duanya. Yang tak lain adalah The Twins. Detektif kepercayaan ayahnya.


Freya segera keluar, saat mata Charlote menatapnya dengan tatapan menyuruhnya keluar. Sejak tadi pagi dirinya di tugaskan untuk mempersiapkan majikan kecil nya itu.


Charlote menyibak lebar gorden jendela. Dan membuka jendela dengan lebar.


The twins yang notabene nya adalah orang kepercayaan Charlote masuk dengan wajah yang pucat. Dapat terlihat jelas kini mereka merasa sedikit takut dan tertekan di depan Charlote.


The twins membungkuk memberi hormat bersamaan.


"Tuan kecil ada tugas apa, hingga anda memanggil kami kemari..?" Tanya pria dengan bola mata hijau. Yang di juluki oleh Greenly oleh Charlote. Tuan kecil nya itu sedikit sulit untuk mengingat nama mereka. Tuan kecilnya sering memanggil mereka dengan nama yang tertukar. Sampai akhirnya majikan kecilnya ini memutus kan untuk memanggil mereka dengan warna mata mereka masing- masing. Yaitu Greenly dan Greyly.

__ADS_1


Mendengar pertanyaaan Greenly membuat Charlote tersenyum tipis. Inilah yang di sukainya dari the twins yang langsung melakukan apa pun langsung pada intinya. Mereka tidak suka berbasa- basi seperti Edent.


"Memang kalian sudah siap dengan tugas yang akan ku berikan..? Bisa jadi ini adalah tugas yang berbahaya..." Jawab Charlote dengan membalikkan badannya, membelakangi the twins.


Greenly dan Greyly saling melempar tatapan satu sama lain. Raut wajah mereka semakin sedikit pucat, dengan tangan yang mulai bergemetar.


"Apa pun yang tuan kecil perintahkan akan kami laksanakan dengan sebaik mungkin... Meski harus merelakan nyawa kami sendiri..." Tegas Greyly dengan memberanikan dirinya.


Mereka ber dua sangat tahu sifat Majikan kecil nya ini. Jauh berbeda dengan Tuan besar mereka Rojer. Majikan kecil nya ini lebih menyeramkan di balik wajah lucu nan menggemaskan. Ia memiliki sifat yang lebih kejam dari Rojer. Ia tidak segan mengambil nyawa seseorang dengan tangannya sendiri tanpa rasa takut di matanya. Hal itu yang membuat mereka sedikit bergidik ngeri jika berada di dekat majikan kecilnya.


"Kalian memang pantas untuk di andalkan... Tidak perlu membuang waktu karna ini adalah hari pernikahan papa dan mama ku... Kalian hanya akan melakukan hal kecil saja.. Awasi wanita yang bernama Catlin, Seret dia ke hadapan ku tanpa di ke tahui oleh siapa pun.. Kalian pasti sudah sangat tahu di mana tempat untuk mengeksekusi wanita itu..." Jelas Charlote, yang membuat ketegangan the twins menguap ke udara.


"Kami akan melakukannya Tuan kecil... Mohon maaf sebelum nya jika kami lancang... Bukannya Nona Catlin sudah di depak dari rumah ini.? Kenapa Tuan kecil begitu yakin jika nona Catlin akan datang ke acara pernikahan Tuan muda..." Tanya Greenly yang sedikit penasaran.


"Pertanyaan bodoh apa yang kamu tanyakan Greenly... Greyly jelaskan pada kembaran mu yang otak nya sedikit lebih bodoh dari mu... Aku akan keluar sekarang... Cepatlah pergi dari kamar ku sebelum orang melihat keberadaan kalian di sini...!!" Titah Charlote, lalu keluar dari kamarnya.


Kini hanya kembaran dengan wajah yang hampir mirip yang masih berada di kamar luas Charlote.


Greyly menepuk jidatnya sendiri, ia tidak bisa memungkiri jika saudara kembarnya ini tidak memiliki otak secerdas dirinya. Tapi dirinya juga tidak bohong jika Greenly selalu unggul jika bersangkutan dengan senjata atau pun bela diri. Itulah sebabnya mereka adalah kembaran yang sempurna. Satu memiliki otak yang cerdas dan satunya lagi mahir dalam berkelahi. Mungkin itu adalah salah satu faktor Charlote memilih mereka untuk bekerja di bawah perintah anak kecil yang lebih mirip dengan monster.


"Apa pertanyaan ku salah? Pertanyaan ku wajar kan.. Dari mana Tuan Charlote tahu jika Nona Catlin akan datang ke acara pernikahan Tuan muda... Jika dia sudah di usir dari rumah ini..." Tukas Greenly lagi, kini dengan membuka sedikit tangannya.


"Kamu ini, berpikir lah sedikit... Tentu saja Tuan Charlote memerintah kan kita untuk mengawasi rumah ini saat acara berlangsung.. Karna dia sangat mengerti dengan sifat wanita licik itu... Wanita sepertinya tidak akan melepaskan sesuatu dengan mudah... Dia pasti akan kembali dengan rencana baru untuk bisa menyingkirkan Nyonya Maura dari hidup Tuan muda... Itu lah sebabnya Tuan Charlote meminta kita untuk menculik nona Catlin dan membawanya ke markas rahasia ..." Jelas Greyly panjang lebar, yang di respon dengan anggukan mengerti dari saudara kembarnya.


"Ssshhhh... Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan Tuan Charlote pada Catlin jika ia sudah menyuruh kita membawanya ke markas..." Greenly sedikit mengendikkan bahunya ngeri, hanya dengan mebayangkan sesuatu yang akan terjadi.


"Kamu sendiri sudah tahu jawabannya.. Ayo pergi...!!!" Greyly langsung melangkah keluar dari jendela, di ikuti oleh Greenly.


...----------------...


Dua orang penata rias wanita tengah berada dalam kamar Maura. dua wanita tersebut begitu telaten mengoleskan kuas di wajah Maura.


Ya, hari ini adalah hari yang sudah di umumkan Ny. Anindita. Hari di mana kehidupan baru putranya akan di mulai. Hari ini di mana sebuah hubungan akan di ikat dalam sebuah hubungan yang sakral dan suci yaitu pernikahan.


Pernikahan Rojer dan Maura yang sudah di siapkan dengan matang oleh Ny. Anindita. Mulai dari rencana hingga acara. Semuanya sudah di siapkan oleh Ny. Anindita.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2