
...ILUSI TAKDIR 40...
Mobil Rojer sudah memasuki pelataran kantor. Edent dengan sigap sudah berdiri menyambut kedatangan Rojer dan langsung membuka pintu mobil.
Rojer melempar kunci mobil pada Edent. Edent melajukan mobil Rojer untuk di parkirkan.
Hari ini mood Rojer sedang sangat baik. Kebersamaannnya dengan Maura tadi malam menjadi penyebab kesenangannya hari ini.
Rojer menampakkan wajah yang lebih berseri tidak seperti biasanya, yang wajahnya di hiasi dengan wajah datar dan dingin.
Rojer masuk ke ruangannnya, ruangan yang selama ini menjadi tempat pelampiasannya selama bertahun- tahun. Rojer duduk di kursi kebanggaannya, ia menatap meja kerja Maura yang kosong di depannya. Sebuah senyum manis tertarik ke atas membentuk senyuman tulus.
"Perlahan tapi pasti.. Aku akan segera membuatmu jatuh cinta Maura... Aku adalah Rojer Wang... Apapun yang ku inginkan akan ku dapatkan... " Rojer mengelus dagunya pelan dengan tatapan menatap meja kerja Maura yang tidak berpenghuni.
"Hormat Tuan muda..." Ujar Edent, membuyarkan pikiran Rojer.
"Hmmm Katakan ada apa Edent..." Jawab Rojer dengan nada senang.
"Ada apa dengan sikap Tuan muda hari ini...???" Batin Edent mengerjitkan dahinya bingung.
"Ohhh... Bagaimana kalau kita mengobrol sambil minum kopi..." Ujar Rojer lagi, lalu memencet telpon kantor yang langsung terhubung dengan pantri kantor.
"Bawakan dua cangkir kopi ke ruanganku..." Titah Rojer.
"*Ada apa dengan manusia es ini.. Kenapa dia begitu berbeda... Ada apa sebenarnya mood tuan muda sangat baik hari ini... " Edent melongo tidak mengerti dengan sikap Rojer yang berbeda seperti biasanya. Bahkan sampai mengajaknya untuk minum kopi bersamanya. Sungguh hal di luar dugaan bagi Edent.
"Cinta memang membuat orang berubah 360 derajat..." Batin Edent*.
"Katakan... Sepertinya tadi kamu ingin mengatakan sesuatu..?" Tanya Rojer, membuat Edent kembali tersadar dari pikirannnya.
"Iya tuan muda... Nyonya Catlin mengatakana kalau dia menginginkan Cafe SOFTA untuknya..." Lapor Edent.
"Wanita matre... Hanya menginginkan uang..." lirih Rojer sambil tersenyum kecut.
"Berikan padanya..." Ujar Rojer singkat.
"Apa Tuan muda yakin..?? Bukankan itu hadiah dari nenek tuan muda..."
"Aku Tahu... kamu tidak perlu mengingatkanku.. Berikan apa yang Catlin inginkan... Dan satu lagi urus surat perpisahanku dengannya..."
"Baik... Tuan muda..."
"Memeras... hanya itu yang bisa kamu lakukan Catlin. Tapi aku tidak akan memberikanmu sepeserpun dari hartaku... Nikmatilah kejayaanmu sekarang...." Smirk Rojer.
Tring....( Suara alarm)
__ADS_1
"Maaf Tuan muda telah lancang... Saya harus menjemput Tuan kecil pulang dari sekolah..." Ujar Edent dengan hormat.
"Pergilah... Jangan buat anak kesayanganku menunggu..."
...----------------...
Rojer menikmati kopi yang di pesannya dengan santai. Satu cangkir masih terisi penuh yang di pesankan untuk Edent, tapi sayangnya sekertarisnya itu tidak bisa minum kopi bersama majikannya. Karna harus menjemput majikan kecilnya yang tak ubahnya sama persis dengan bos besarnya.
Rojer mengeluarkan ponselnya, Ia membuka galery foto dan melihat beberapa foto dirinya dengan Maura yang di ambil Charlote saat mereka tidur bersama. Sungguh foto yang sangat manis bagi Rojer.
Rojer memencet salah satu nomer dari ponselnya, terdengar suara Maura dari ujung telpon.
"Ada apa kamu menelpon ku Tuan CEO??? Apa kamu tidak cukup menggangguku... hhhh???... Apa kamu tidak punya kegiatan lain selain membuatku jengkel??" Ujar Maura dengan kesal.
"Apa begini caramu berbicara dengan atasanmu..." Rojer mengatur suaranya lebih serius.
Mendengar suara Rojer yang serius, Maura menunjukkan sikap profesionalnya sebagai bawahan.
"Sabar... kamu harus sabar Maura... Dia sedang ingin membahas pekerjaan denganmu... Kamu harus profesional.." Batin Maura. menenangkan diri.
"Maafkan Saya Tuan Ceo,,, Apa Anda membutuhkan sesuatu...???" Nada bicara Maura berubah Formal.
"Aku belum sarapan sama sekali..."
"Baik saya akan memesan makanan untuk Tuan CEO sekarang.. Harap menunggu.." Maura jenggel.
"Maaf... Tapi saya tidak bisa membiarkan Tuan kelaparan... Lagi pula kenapa Tuan tidak sarapan di rumah..."
"Nona Maura... Mood ku tidak baik sekarang.. Karna bertemu dengan wanita jadi- jadian yang menginjak kakiku... Sepertinya kakiku terkilir sekarang." Senyum licik.
"Buset.... Pria licik ini menyebutku wanita jadi- jadian... Dasar pria sinting..." Batin Maura mamanyunkan bibinya kesal.
"Saya akan menyuruh Edent untuk membawa sarapan sekaligus mengonpres kaki tuan yang terkilir..."
"Apa aku pernah memintamu untuk memanggil Edent...??..."
"Maaf tuan... Lalu apa yang anda inginkan...???" Tanya Maura yang sudah tidak mengerti dengan Rojer yang terus berbicara bertele- tele.
"Bawakan aku sarapan... Tapi aku ingin masakan rumah..." Titah Rojer tanpa penolakan dan langsung menutup telpon, sebelum Maura sempat menjawab.
"Hhhh... Aku harus segera menikah dengan Maura... Rasanya aku tidak bisa hidup jauh darinya.. Aku benar- benar merindukannnya..." Batin Rojer.
"Tunggu... Merindukan??? Apa aku salah... Ahhh sudah lah tidak penting... Tapi aku memang sedang jatuh cinta.." Lirih Rojer berbicara dengan hatinya.
...----------------...
__ADS_1
Edent sudah menunggu di luar sekolah. Menunggu majikan kecilnya itu keluar dari balik gedung yang kokoh.
Dari kejauhan Charlote keluar dari gerbang dan masuk ke dalam mobil.
"Bawa aku ke kantor papa..." Titah Charlote.
"Apa tuan kecil sudah memberi tahu mama tuan kecil,, Jika tuan kecil ingin mengunjungi papa...???" Tanya Edent.
"Tidak.. Mama tidak perlu tahu... dan paman jangan berani- berani memberi tahu mama.. Kalau aku pergi ke kantor papa... Tapi apa mamaku hari ini tidak masuk kerja???"
"Sepertinya tidak Tuan... Nyonya tidak kelihatan di kantor Tuan muda..."
"Bagus kalau begitu..."
Charlote dan Edent berhenti bicara satu sama lain membuat keheningan.
Tak berselang lama Charlote dan Edent sampai di kantor Rojer.
Para karyawan terkejut dengan kahadiran Charlote di perusahaan. Untuk pertama kali seorang anak kecil datang ke perusahaan terlebih lagi hal yang paling mengejutkan adalah wajah anak kecil ini yang begitu mirip dengan CEO mereka.
Beberapa karyawan perempuan langsung terpesona dengan ketampanan Charlote. Mereka seperti melihat aktris cilik dengan paras yang sangat memukau.
Kehadiran Charlote membuat kerumunan di kantor. Para karyawan Wanita mendekat dan mencubit bahkan mencium pipi Charlote yang chuby dengan gemas. Ada pula yang menghampiri Charlote untuk sekedar menyapa.
"Tuan muda kecil sudah menciptakan kerumunan di kantor... Kenapa Tuhan menciptakannya dengan paras sesempurna ini..." Batin Edent sambil terus menghalangi kerumunan yang semakin banyak. Ia merasa menjadi pengawal dari selebritis terkenal.
"Paman hentikan mereka..." Ujar Charlote yang sudah mulai lelah dengan keadaan ini.
"Hentikan... Semuanya kembali bekerja... Jika masih ingin bekerja di perusahaan ini...!!!" Teriak Edent lantang, membuat semua mata tertuju ke arahnya.
"Kembali bekerja... Jika tidak kalian akan berurusan langsung dengan CEO...!!!" Ujar Edent dengan nada yang lebih tegas dan tatapan tajam. Yang membuat para karyawan bergidik ngeri saat mendengar kata CEO yang di sebut Edent. Dan kembali ke aktivitas masing- masing, mengubur keinginannya untuk menikmati ketampanan Charlote.
" Tuan kecil anda baik- baik saja..!?" Tanya Edent sedikit khawatir.
Tanpa mengubris pertanyaan Edent, Charlote mengeluarkan topi pet yang selalu di bawanya dan memakainya menyembunyikan katampanannya agar tidak terlalu menonjol dan tidak menciptakan kerumunan lagi.
"Ternyata topi yang diberikan mama selalu bermanfaat di saat kondisi seperti ini... Hhhuhhh love you mom..." Batin Charlote mensyukuri telah mempunyai mama seperti Maura yang selalu tahu apa yang di butuhkan dirinya, walaupun terkadang dia sering menyangkal kata- kata Maura untuk memakai topi saat dalam keramaian.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!!