
...ILUSI TAKDIR 10...
Rojer baru saja pulang dari kantor. Hari ini pikirannya benar-benar terkuras oleh setan kecil yang sudah membobol sistem perusahaan, untung ia dapat menanganinya dengan cepat. Rojer harus berusaha lagi untuk membangun sistem baru yang lebih kuat dan tidak mudah dibobol lawan.
Rojer melonggarkan dasinya, dan melepaskan jas. Ia menghempaskan diri ke sofa mewah yang menghiasi kamarnya. Ia merilekskan pikiran yang kusut karena ulah orang lain.
"Rojer ... Rojer!" teriak Catlin dari luar dan langsung masuk ke kamar Rojer dengan kemarahan yang sudah tidak bisa dia tahan lagi. Rojer terkejut dengan Catlin yang tiba-tiba masuk ke kamarnya dengan penampilan yang hancur, serta kemarahan dan kekesalan yang sangat tersirat jelas pada wajah wanita itu.
"Bajingan! Dasar kau bajingan, kenapa kamu melakukan ini? Aku Catlin Karavan adalah istrimu, bukan wanita bajingan itu. Akhh," teriak Catlin membentak Rojer. Catlin bahkan mencoba memukul dada sang suami. Rojer dengan kuat menggenggam ke dua tangan Catlin yang hendak memukul dadanya untuk melampiaskan amarah. Rojer yang benar-benar muak dengan kelakuan Catlin menghempaskan Catlin ke lantai hingga wanita itu tersungkur ke lantai.
"Rojer, apa yang kamu lakukan?" teriak Ny. Anindita dengan histeris yang tiba-tiba datang ke kamar Rojer karena mendengar teriakan Catlin. Ny. Anindita benar-benar tidak mengerti dengan sikap Rojer yang bahkan melukai Catlin yang notabenenya adalah istrinya.
"Dengar, ini bukan kesalahanku. Kamu yang tidak datang tepat waktu dan menghancurkan reputasiku. Itu bukan kesalahanku tapi kesalahanmu. Kesalahan dari sikap tidak tahu dirimu itu. Dengar, pernikahan kita adalah pernikahan kontrak. Aku sudah cukup bersabar dan menuruti setiap permintaanmu yang sok menjadi istri ideal. Kamu dengar, aku sama sekali tidak menyukaimu, dan tidak akan pernah. Dan satu lagi yang harus kamu ingat. Aku Rojer Wang berhak membawa siapapun wanita yang aku kehendaki, tidak ada yang bisa melarangku termasuk kamu, mengerti!" berang Rojer dengan penuh nada penekanan, lalu pergi meninggalkan kerusuhan yang di buat Catlin.
"Akhhh!" Teriakan tangis Catlin menggema di kamar Rojer. Ny. Anindita mendekati Catlin dan memeluknya.
"Maafkan Rojer, Catlin. Kamu jangan merasa sedih dan seperti ini, kamu tahu, kan dia seperti apa." hibur Ny. Anindita
"Sampai kapan? Sampai kapan aku harus memaklumi sifat putramu itu, Ma. Sudah bertahun-tahun dari kejadian itu dia tidak pernah sedikit pun bersifat layaknya suami yang baik untukku," ucap Catlin dengan gerakan tangannya yang memperagakan apa yang dia ucapkan.
...----------------...
"Charlote!" panggil Maura. Charlote yang masih sibuk memandangi layar laptopnya untuk mencari tahu tentang pria yang bernama Rojer Wang segera mengalihkan pandangan pada pintu kamarnya yang masih tertutup.
"Iya, Ma!" teriak Charlote menimpali panggilan Maura. Ia menutup layar laptopnya, dan bergegas untuk menemui Maura.
"Aku akan melakukannya lain kali. Dengar Pa, tunggulah sebentar aku akan segera menemukanmu," lirih Charlote dan menyimpan foto itu di bawah bantal tidurnya.
"Charlote, hari ini kita akan pergi ke mall untuk belanja bulanan." Maura melihat Charlote datang.
"Iya, Ma. Aku akan mengambil daftar kebutuhanku kalau begitu," jawab Charlote, lalu berlari kembali menuju kamarnya.
__ADS_1
"Charlote tunggu, Nak," panggil Maura lagi. Membuat langkah Charlote terhenti dan berbalik menghadap Maura lagi dengan tatapan bertanya.
"Jangan lupa ambil topi pet mu," lanjut Maura dengan tawa kecil pada bibirnya.
"Ha ... ha ... baiklah, hari ini aku akan memakainya. Dan menyembunyikan jiwa selebritisku ini," balas Charlote menggoda Maura.
...----------------...
Maura dan Charlote meluncurkan mobilnya menuju pusat pembelanjaan terbesar di kota X. Dalam perjalanan, tak hentinya Charlote dan Maura bersenandung ria, menikmati kebersamaan mereka. Di selingi dengan canda-candaan renyah dari Charlote maupun dari Maura.
Kini mereka sudah sampai tempat tujuan. Pertama mereka pergi ke market makanan untuk membeli kebutuhan makanan untuk sebulan. kedua mereka pergi ke tempat kebutuhan wanita karena Maura ingin membeli beberapa barang untuk dirinya. Kemudian, kini Maura tengah berada di tempat peralatan untuk anak laki-laki.
"Ma, aku sudah selesai dengan kebutuhanku." Charlote membawa beberapa belanjaan.
"Baiklah, kalau begitu kita bayar ke kasir," timpal Maura. Mereka lalu berlalu ke meja kasir untuk membayar belanjaannya. Namun, di tengah jalan Charlote menghentikan Maura karena ia melupakan sesuatu untuk di beli.
"Ma, aku lupa. aku ingin membeli flashdisk dengan ram yang besar," ujar Charlote.
"Iya, Ma, tapi penyimpanannya sudah habis. Aku ingin membeli satu lagi," rengek Charlote dengan menampakkan puppy eyesnya yang tidak akan dapat di tolak oleh siapapun termasuk Maura.
"Hmmm, baiklah." Maura menghembuskan nafas pasrah menyetujui permintaan Charlote.
...----------------...
Sementara itu, Ny. Anindita juga sedang ada di pusat perbelanjaan. Seperti kebiasaan ibu-ibu yang lain yang berbelanja kebutuhan bulanan mereka. Ny. Anindita juga melakukannya meski banyak pelayan yang bisa dia suruh untuk melakukan hal tersebut. Ketika Ny. Anindita dan beberapa pelayannya melewati salah satu kedai es cream. Langkahnya, terhenti karena ia melihat sesuatu yang mengganggu pandangannya.
Tunggu, tunggu sebentar. Apa aku tidak salah lihat? Kenapa aku melihat Rojer? Tapi sejak kapan Rojer suka pergi ke mall dan membeli es cream, bukankah dia alergi dengan es cream? Dan sejak kapan tubuh Rojer berubah menjadi pendek seperti itu. Batin Ny. Anindita sambil mengucek matanya tidak percaya melihat seseorang yang benar-benar mirip dengan putranya.
"Kesi, coba kamu lihat ke arah sana. Bukankah itu Tuan muda?" tanya Ny. Anindita pada salah satu pelayannya sambil menunjuk ke arah Charlote.
Charlote yang sedang asik memakan es cream tidak menyadari ada yang memerhatikannya dari kejauhan. Ia berbalik ke arah Maura sehingga kini posisi Charlote membelakangi Ny. Anindita.
__ADS_1
"Maaf, Nyonya, tapi yang mana? " tanya pelayan Kesi pada Ny. Anindita sambil memperhatikan arah yang telah ditunjukkan tadi.
"Di sana itu, bukankah itu Tuan Muda," jawab Ny. Anindita dengan yakin. Pelayan Kesi hanya melihat seorang ibu dan seorang anak laki-laki yang sedang membeli es cream. Pelayan Kesi merasa bahwa bosnya ini tengah berhalusinasi. Bagaimana Tuan Muda Rojer ada di sana karena setahunya Rojer alergi dengan es cream.
"Nyonya, munkin Nyonya salah lihat. Bagaimana munkin Tuan Muda ada di sini." Pelayan Kesi menyakinkan Ny. Anindita.
"Tidak, lihatlah anak kecil itu. Dia mirip sekali dengan Tuan Muda."
"Nyonya, maaf saya lancang, tapi sejak kapan Tuan muda berubah menjadi anak kecil seperti itu. Nyonya hanya berhalusinasi saja."
Tidak ingin berdebat dengan pelayan Kesi, Ny. Anindita pasrah karena percuma menjelaskan pelayannya itu yang tidak akan percaya dengan apa yang ia lihat. Akan tetapi, tidak menutup kemunkinan juga perkataan pelayan Kesi benar bahwa dirinya hanya berhalusinasi saja atau bahkan munkin salah liat.
...----------------...
...****************...
🌸to be continud🌸
Plese dong kasi:
vote😭
like😭
coment😭
dan tambah ke rak favorit😭
...biar author makin semangat.... kalo banyak yang koment thor janji akan up tiap hari deh😋dan sorry buat kemaren karna ngak up soalnya lagi sibuk...
Tapi gantinya hari ini thor bakal up 2 eps.
__ADS_1
dadah...🖐🖐🖐