
...ILUSI TAKDIR 23...
Di lain sisi di rumah keluara karavan, catlin sedang menikmati secangkir teh dan cemilan ringan. Ny. aurora keluar dari kamarnya, menggunakan baju handuk dan handuk pengering di kepalanya.
"Bagaimana?? Kamu sudah berhasilkan meminta rojer untuk menanam saham di perusahaan kita??" Tanya ny. aurora sambil menyeruput teh yang di sediakan untuknya.
"Hmmm... Dia akan menurutinya, bagaimana bisa dia tidak akan menuruti permintaanku." Ujar catlin mengambil majalah di atas meja dan membacanya.
"Yah.. bagus kalau begitu,, masalah kita selesai... huhh.." Ujar ny. aurora lega mendengar jawaban catlin. Ia tidak akan pusing lagi memikirkan masalah perusahaan yang akan bangkrut.
...----------------...
Maura mulai mengerjapnya matanya perlahan, sinar mentari terasa masuk ke dalam pupil- pupil matanya. Ada rasa hangat di sekujur tubuhnya, benar- benar terasa nyaman dan hangat. Maura menggeliatkan tubuhnya, merenggangkan otot- ototnya. Maura merasakan ada yang berat yang membekap tubuhnya. Dan ada deru nafas yang begitu jelas terdengar. Ia mengangkat kepala perlahan dan mendapati dirinya ternyata ada dalam pelukan rojer. Sontak saja hal itu membuat maura kaget dan menendang tubuh rojer karna refslek, membuat tubuh rojer yang masih menikmati tidurnya terpental jatuh dari ranjang.
"Aww...hhhh...aww..." Ringgis rojer kesakitan, memegangi area bokongnya dan sikunya yang terasa sangat sakit.
"Kenapa kamu menendangku,,, ini sakit sekali.." Ujar rojer mengusap siku tangannya yang memerah karna terjatuh dari atas ranjang.
"Berani sekali kamu memelukku.. Aku sudah bilang jangan macam- macam. Lalu siapa yang memberimu hak untuk tidur sambil memelukku." Ujar maura dengan kesal dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Apa salahku.. Aku bisa memelukmu jika aku mau.. Kamu ibu dari anakku." Ujar rojer tidak mau kalah.
"Aku memang ibu dari anakmu, tapi kamu tidak punya hak untuk menyentuhku atau memelukku.. Kamu tidak punya hak atas diriku.. kamu tidak punya..." Maura benar- benar kesal dengan rojer yang salah, tapi masih saja membela dirinya. Ia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi, dengan menutup pintu dengan keras.
"Huhh... dia begitu kuat,, bokongku sakit sekali... Lihat dia wanita kasar...hhh mana ada wanita kasar seperti dia... Dasar wanita jadi- jadian.." Ujar rojer bangkit, sambil mengelus bokongnya.
...----------------...
Di lain sisi tiga orang pria di sebuah ruangan yang redup dan remang oleh cahaya. Tengah membincangkan sesuatu, dengan salah seorang pria yang duduk di kursi bergaya khas eropa.
"Bagaimana bisa gagal...!!!" Teriak pria yang duduk di kursi, bangkit dari duduknya dengan marah. Ia melempar gelas wine yang di pegangnya ke tembok hingga pecah berkeping- keping.
Prang...( sura gelas pecah)
Hal itu membuat tiga orang pria berpakaian hitam yang tak lain adalah anak buahnya terkejut dan bergedik ngeri mendengar kemarahan pria itu.
__ADS_1
"Kalian ini sama sekali tidak becus... Tidak berguna... Kalian... kalian tidak bisa menangkap pria seperti rojer wang.. Dasar bodoh..." Umpat pria misterius itu, menghina beberapa pria berbaju hitam yang menunduk ketakutan.
"Maaf bos,, Kami sudah berhasil mengepung mereka. Tapi tiba- tiba pengawal rahasianya muncul..." Ujar salah satu pria berbaju hitam membela diri dengan suara yang bergetar.
"Diamm!!!!" ujar pria misterius itu.
Dor..(suara tembakan)
Pria misterius itu menembak pria berbaju hitam yang membela dirinya. Bercak darah dari pria itu mengenai baju pria misterius itu. Dari tatapannya yang memerah dan raut wajahnya yang menyiratkan kemarahan yang sangat besar.
"Kamu... kamu kemarilah.." Ujar pria misterius itu, meminta dua rekan pria yang tadi di tembaknya mendekat. Kedua pria itu hanya diam di tempat, ia benar- benar takut dengan apa yang terjadi pada kawannya yang di tembak, dan kini terbujur kaku di depan mereka, dengan bersimbah darah.
"Aku bilang kemari!!! Apa kalian berdua tidak mendengar perintahku..." Teriak pria misterius itu lagi.
Kedua pria berbaju hitam itu melangkah mendekat ke arah pria misterius.
"Bos... ampuni kami bos.. Kami akan menangkap rojer wang.. bos ampuni nyawa kami.." Ujar kedua pria itu bersimpuh di kaki pria misterius itu memohon pengampunan pada pria misterius itu.
Dor..( suara tembakan)
Dor..( suara tembakan)
"Pecundang seperti kalian tidak pantas untuk hidup.." Ujar pria misterius itu, melemparkan pistolnya ke lantai.
"CAKIA...!!! bersihkan semuanya." Teriak pria misterius itu, memanggil seseorang untuk membersihkan mayat- mayat pria berbaju hitam.
Seorang wanita dengan baju hitam ketat, masuk ke ruangan itu. Dan membereskan mayat- mayat ketiga pria berbaju hitam itu, sesuai dengan perintah tuannya.
"Ini belum berakhir rojer... Aku akan membuat hidupmu tidak tenang dan berada dalam jurang penderitaan.." Ujar pria misterius itu, menggenggam lengan kursi dengan sangat kuat, mengekspresikan kemarahannya yang tersulut.
...----------------...
Rojer, maura dan charlote sedang ada di meja makan. Mereka menikmati sarapan pagi yang di buat maura. Pemandangan sebuah keluarga yang harmonis.
" Yey... hari ini kita sarapan bersama aku sangat senang.." Ujar charlote memecah keheningan dan ketegangan di meja makan, dengan nada suara cerianya.
__ADS_1
"Pa... papa tinggal di sini saja... bersama charlote dan mama.. Pasti akan sangat seru.." Lanjut charlote lagi. Yang mengingkan rojer untuk tinggal di rumahnya.
"Tidak...!!! Tidak bisa...!!! Papamu tidak bisa tinggal di sini.. Mama sudah mengizinkannya menginap semalam dan menuruti permintaanmu. Dan sekarang kamu melewati batas charlote,, mama tidak akan pernah setuju.." Ujar maura dengan suara sedikit tinggi, sambil menghentakkan sendok di atas piring, membuat suara yang nyaring terdengar. Ia benar- benar tidak habis pikir dengan pikiran putranya sendiri. Sejak kehadiran rojer, charlote banyak menghabiskan waktu bersamanya, dan membuat maura merasa terabaikan.
"Charlote sudahlah.. Kamu ingin tinggal sama papa kan?? kalau begitu bagaimana kalau charlote tinggal di rumah papa.." Ujar rojer pada charlote.
"Aitchh.. Tidak... tidak bisa kamu tidak bisa membawa charlote bersamamu dan memisahkan aku darinya..." Ujar maura dengan kesal mendengar pernyataan rojer.
"Siapa bilang aku akan memisahkanmu dari charlote.. Aku juga akan membawamu bersamaku dan juga tinggal bersamaku." Ujar rojer dengan tatapan tidak mau kalah.
"Tidak.. tidak bisa.. aku tidak mau tinggal bersamamu.. aku tidak mau.. Aku dan charlote tetap akan tinggal di sini. Di rumahku..." Ujar maura menolak rojer dengan keras.
"Maura... coba pikirkan kamu tidak akan aman disini bersama charlote. Aku tidak bisa selalu bersama kalian setiap waktu. dan musuh bisa saja menyerang kapanpun.. Aku tidak mau terjadi apapun kepada kalian berdua.. Jika kalian tinggal di rumahku... Setidaknnya kalian akan aman.." Ujar rojer melembut, menjelaskan alasannya membawa charlote dan maura untuk tinggal bersamanya.
"Kamu pikir aku tidak bisa menjaga charlote dan diri ku sendiri.. Aku tidak perlu keprihatinan darimu.. Aku bisa menjaga diriku dan charlote dengan baik.. Lagian ini salahmu.. Gara- gara kamu musuh bisnismu juga mengincar kami.. hhh dasar pembawa masalah.. Sudah cukup kamu berada di rumahku tuan CEO. Sekarang wantunya kamu pergi dari rumahku.." Ujar maura, lalu mendekat ke arah rojer, dan menyeret rojer keluar dari rumahnya.
Charlote yang melihat maura menyeret rojer keluar dari rumah, tersenyum kecil. Kelakuan mama dan papanya itu seperti tikus dan kucing yang selalu bertengkar saat bertemu.
"Pergilah.. dari sini..." Ujar maura mengusir rojer di depan pintu.
"Tidak.. aku akan mengantar charlote ke sekolah.." Ujar rojer keras kepala tidak mau pergi.
"Tidak perlu,, aku masih punya mobil untuk mengantar charlote.. pergilah dari sini tuan CEO.." Ujar maura ketus, dan menutup pintu dengan cukup keras di depan wajah rojer.
"Heh.. dasar wanita kasar.." Ujar rojer dengan kesal, sambil melakukan gerakan ingin memukul pintu rumah maura dengan keras.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit
__ADS_1
dukung author biar bisa up terus.