Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Kecurigaan Catlin 2...


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 37...


Catlin tampak keluar dari rumah megah keluarga Wang dengan terburu- buru.


"Kantor tuan muda..." Ujar Catlin pada supir saat masuk ke dalam mobil, sambil menggunakan kaca mata hitam.


"Baik nyonya..." Timpal supir itu lalu menginjak gas mobil menuju tujuan yang sudah di perintahkan.


Rasa sakit dan perasaan yang tidak karuan menjalar di hati Catlin. Sejak tadi malam Catlin tidak bisa tidur karna memikirkan apa yang di katakan Gery padanya. Jika benar Rojer selingkuh di belakangnya Catlin memastikan akan menghilangkan wanita itu dari muka bumi.


"Aku harap apa yang di katakan Gery tidak benar. Rojer tidak boleh melakukan ini padaku..." Lirih Catlin dengan emosi yang tidak bisa di ekspresikan.


...----------------...


Charlote dan Edent sudah sampai di sekolah dasar Charlote.


Edent turun dari mobil dan membukakan pintu untuk tuan kecilnya dan menampakkan sikap prefesionalnya.


Charlote turun dengan gaya percaya dirinya. Karna di sekolahnya ini dia adalah murid yang paling populer.


"Paman Edent... Jemput aku saat pulang sekolah... Tapi jangan beritahu mama... jemput aku lebih awal... Mengerti!!!... Aku tidak ingin kali ini ada kesalahan..." Ujar Charlote dengan nada bossy persis seperti Rojer.


"Baik tuan muda kecil..." Ujar Edent membungkuk mengerti.


Charlote melangkah meninggalkan Edent dan menghilang di balik tembok yang berdiri kokoh.


...----------------...


Di sisi lain, Catlin telah berdiri di depan seorang resepsionis wanita. Ekpresi wajahnya sudah tidak sabar lagi menunggu informasi dari resepsionis wanita itu.


"Cepatlah... sedikit..." Ujar Catlin yang mulai kesal.


"Iya... Nyonya... Tuan Rojer kemarin pergi untuk menghadiri beberapa tander penting dengan sekertarisnya. Nona Maura..." Ujar resepsionis itu dengan senyum lebarnya.


Deg....


Tubuh Catlin linglung seketika, mendengar nama yang di ucapkan oleh resepsionis itu.


"Maura... dia..." Batin Catlin tidak percaya. Setelah sekian lama dan selama bertahun- tahun dia kembali mendengar nama itu. Nama yang beberapa tahun silam telah ia singkirkan dari kehidupannya. Lalu kenapa bisa sekarang Rojer mempunyai sekertaris bernama sama dengan orang dari masa lalunya.


"Nyonya... Anda baik- baik saja?" Tanya resepsionis wanita, yang melihat tingkah Catlin yang hendak ambruk. Yang tidak di respon sama sekali oleh Catlin yang sibuk bergelut dengan pikirannya.

__ADS_1


"Tidak... ini tidak mungkin... itu pasti bukan dia... Di kota besar ini banyak orang dengan nama yang sama..." Batin Catlin menenangkan dirinya. Ia terseyum tipis, menyingkirkan semua dugaan yang ada dalam pikirannya.


"Katakan padaku... tempat terakhir mereka menghadiri rapat di mana???" Tanya Catlin lagi.


"Hotel ASTREA Nyonya.." Jawab resepsionis itu singkat.


"Hotel ASTREA... Bukankah itu hotel yang di katana Gery padaku tadi malam... Ck aku harus memastikannya sendiri. Aku tidak bisa mempercayi pria seperti Gery." Lirih Catlin, lalu bergegas meninggalkan resepsionis wanita itu.


"Nyonya Catlin..." Lirih Kiera yang sedang membawa file salinan ke divisi humas saat melihat Catlin ada di kantor sepagi ini.


"Nyonya Catlin....!" Teriak Kiera memanggil Catlin, dan memghampirinya.


Mendengar ada yang memanggilnya Catlin menoleh ke arah Kiera yang sedang menuju ke arahnya.


"Nyonya... Anda datang pagi sekali..." Ujar Kiera dengan senyum manisnya.


Catlin memperhatikan Kiera dari ujung kaki sampai ujung kepala. Catlin sama sekali tidak mengenal siapa wanita yang memanggilnya saat ia ada urusan penting.


"Dengar... Aku tidak mengenal dirimu..." Ujar Catlin acuh dan bergegas.


"Tunggu Nyonya aku ingin memberi tahu mu sesuatu yang sangat penting..." Ujar Kiera dengan terburu- buru, membuat Catlin menghentikan langkahnya.


"Dengar kan aku... Aku tidak punya waktu untuk bermain- main atau pun mengobrol dengan karyawan sepertimu... Katakan apa yang ingin kamu katakan... dan pastikan itu adalah hal yang memang penting... Jika tidak aku akan...--"


Kiera merogoh ponsel genggamnya di saku kiri kemejanya. Ia mulai memainkan ponsel pipih itu dan menunjukkan sebuah foto pada Catlin.


"Rojer dengan seorang wanita..." Ujar Catlin dengan nada terkejut. Sambil terus melihat dengan seksama foto yang di tunjukkan oleh Kiera. Terlihat jelas di foto itu, Rojer bersama dengan seorang wanita yang wajahnya tidak jelas, karna di potret dari sisi belakang. Posisi tangan wanita itu melingkar mesra di leher Rojer dengan ekspresi Rojer yang terseyum sinis.


Catlin merebut ponsel Kiera. Ia benar- benar ingin memastikan bahwa foto itu tidak palsu.


"Dari mana kamu mendapatkannya..?" Tanya Catlin menyelidik.


"Aku tidak bisa memberi tahumu sekarang Nyonya... Aku sedang sangat sibuk sekarang..." Ujar Kiera dengan tersenyum dan merebut kembali ponselnya dari tangan Catlin.


"Ck... Sebenarnya aku tidak ingin memberi tahu soal ini pada Nyonya... Tapi aku sangat prihatin dengan Nyonya... " Ujar Kiera lagi dengan menunjukkan ekspresi iba pada Catlin.


"Jangan... coba- coba untuk mengasihani ku... Katakan dimana kamu mendapatkan foto itu...???" Ujar Catlin dengan nada suara yang lebih tinggi, membuat Kiera memundurkan wajahnya.


" Aku akan mengatakannya lain kali... Nyonya bisa menentukan waktu dan tempat untuk membahas ini... Tapi sekarang aku benar- benar sangat sibuk... Sekali lagi maafkan aku Nyonya..." Ujar Kiera dengan tersenyum puas. Lalu melangkah meninggalkan Catlin yang kesal.


"Ck...." Decak Catlin dengan pukulan tangan ke udara. Ia benar- benar kesal dengan karyawan wanita itu. Tapi sekarang dia membutuhkan informasi dari wanita itu.

__ADS_1


Catlin kembali melangkah dengan raut wajah yang sudah memerah menahan gejolak amarah dan kekesalan yang bercampur aduk dalam dirinya.


"Hmmmm... Permainan di mulai...." Ujar Kiera melihat tinkah kesal Catlin dari balik pintu.


...----------------...


Rojer dan Maura berhenti di sebuah mall terbesar di kota X. Maura heran sekaligus bingung kenapa Rojer mengajaknya ke mall. Karna sekarang Maura benar- benar langsung ingin pulang.


"Kenapa kita berhenti di sini...???" Tanya Maura saat Rojer hendak turun dari mobil.


"Memangnya kenapa??? Aku perlu pakaian untuk pergi ke kantor... Aku tidak munkin kan pergi ke kantor dengan kemeja sobek seperti ini..." Ujar Rojer sambil memperlihatkan kemejanya yang sobek karna ulah Maura.


"Ohhh..." Ujar Maura dengan wajah yang memerah mengingat kelakuannya tadi malam.


Rojer dan Maura berjalan dengan beriringan dan berhenti di sebuah butik.


"Selamat datang Tuan muda Rojer... Sudah lama tuan muda tidak berkunjung ke butik..." Ujar seorang wanita paruh baya, menghampiri Rojer dan Maura sambil tersenyum ramah.


"Berikan aku 2 set pakain formal lady..." Ujar Rojer dengan tersenyum.


"Tentu... Tentu... Aku akan memberikannya... Tapi tunggu dulu... Siapa wanita cantik yang bersamamu.???" Tanya Pemilik butik itu.


"Dia...."


"Aku... sekertarisnya..." Ujar Maura cepat mendahului Rojer. Sambil menatap Rojer untuk tidak mengatakan hal- hal lain.


"Ohhhh.... Hmmmm begitu... Jadi kamu juga harus memilih pakaian juga kan...." Ujar Pemilik butik itu.


"Ya... Tentu saja... Berikan dia baju atau gaun terbaik di butik ini..." Ujar Rojer sambil mengerjitkan alisnya ke arah Maura.


"Eee.... Itu tidak perlu.. Aku pakai pakainku saja... " Ujar Maura menolak.


"Tidak bisa... Kamu juga harus mengganti pakainmu... Lady jangan dengarkan dia... Buatlah dia terlihat menarik..." Ujar Rojer tegas dengan keputusannya.


"Ck.. Rojer...."


"Serahkan dia padaku tuan muda..." Ujar lady sambil meraih pergelangan tangan Maura, dan mengajaknya ke ruang ganti. Sebelum Maura bisa menolak keinginan Rojer lagi.


...----------------...


to be continud❤

__ADS_1


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!!!


__ADS_2