Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
132


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 132...


Ny. Aurora melangkah dengan gontai ke arah pintu. Tangan nya terulur memutar knok pintu dengan perlahan.


Ke dua bola mata ny. Aurora sedikit melebar, saat melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu. Menggunakan kerudung yang menutup bagian wajah nya.


Catlin langsung menerobos masuk ke dalam kamar ibunya. Dan langsung menghempaskan bokong nya di ranjang empuk Ny. Aurora.


Ny. Aurora tidak mengenali Catlin, karna wajah yang tertutup dengan kerudung. Membuat ia sedikit panik dengan sosok yang asing bagi nya.


"Hei... Siapa kamu.. Berani sekali kamu masuk ke dalam rumah ku...!!" Sentak Ny. Aurora dengan garang.


"Ck... Ini Aku Catlin... " Decak Catlin dengan kesal. Bagaimana bisa seorang ibu bisa tidak mengenali darah daging nya sendiri.


"Catlin... Huhhh... Lalu kenapa kamu memakai kerudung seperti itu...?" Tanya Ny. Aurora penasaran dengan penampilan baru anak nya. Yang menurut nya bukan style seorang Catlin.


"Ini semua karna Charlote bocah iblis itu..." Umpat Catlin yang kini menyimpan dendam ke sumat, pada keponakan nya itu.


"Charlote??"


"Anak Maura dan Rojer..."


"Hahhhhh apa benar yang kamu katakan..?" Ny. Aurora tidak percaya dengan penuturan putri nya.


"Iya sekarang mereka sudah berkumpul menjadi keluarga ... Pemandangan yang membuat ku jijik melihat drama keluarga yang membosan kan itu... Hhhaahaha... Tapi aku sangat bersyukur karna sekarang Maura begitu menderita karna dia menjadi wanita lumpuh... Mungkin itu karma karna dia sudah merusak rumah tangga ku..." Tawa senang Catlin mengingat keadaan saudara tiri nya.


"Ohhh itu alasan nya, saat mama melihat nya duduk di kursi roda di Cafe.."


"Mama bertemu dengan Maura..??" Tanya Catlin yang kini terkejut.


"Iya, dia sedang bersama Rojer... Karna itu lah sekarang mama berada di sini... Sekarang mama bangkrut tidak punya apa- apa lagi... Seharus nya mama tidak bertindak ceroboh dengan melabrak Maura cacat itu... Dan sekarang dengan mudah nya Rojer mengambil semua saham milik mama di perusahaan. Dan mendepak mama seperti lalat keluar dari perusahaan ku sendiri..." Ny. Aurora menceritakan insident tersebut pada Catlin. Yang membuat nya kini benar- benar frustasi.


"Lalu kalau seperti itu. Bagaimana dengan wajah ku... Aku datang ke sini untuk meminta uang dari mama.. Untuk biaya operasi wajah ku..." Kesal Catlin mendengar kenyataan yang semakin mengikis harapan nya. Untuk segera melakukan operasi.


"Memang nya kenapa dengan wajah mu??"

__ADS_1


Catlin meraih kerudung yang ia kenakan dengan pelan. Dan melepas nya dari kepalanya.


Bersamaan dengan itu, Netra Ny. Aurora langsung membulat dengan sempurna, dengan mata yang melotot hampir keluar dari cangkang nya. Saat melihat wajah putri nya yang sangat mengerikan. Dengan empat luka dalam yang memenuhi wajah Catlin.


Catlin langsung mengalihkan wajah nya ke sembarang arah. Melihat ekspresi Ny. Aurora yang menohok relung hati nya.


"Wa... Wajah mu..." Lirih Ny. Aurora dengan terbata- bata. Melihat keadaan wajah Catlin yang rusak dan buruk rupa.


"Ini semua ulah Charlote, bocah iblis itu.. Dia yang melukai wajah ku hingga menjadi buruk rupa seperti ini..." Ujar Catlin dengan meremas sprei dengan keras. Mengingat wajah anak itu sungguh membuat Catlin tersulut kemarahan. Rasa benci dan dendam terkumpul menjadi satu dalam dadanya.


"Bagaimana bisa anak kecil seperti dia bisa melalukan hal mengerikan ini pada wanita dewasa seperti mu..?"


"Dia bukan anak kecil.. Dia lebih mirip dengan iblis.. Tanpa ampun dan senyum menyebalkan nya itu, dia membuat luka ini dengan tangan nya... Dia memiliki kekuasaan yang kuat. Charlote jauh lebih kejam dari Rojer... Dan itu semua terjadi karna Maura... Bahkan bocah iblis itu menguras semua uang ku... Membuat ku terlihat seperti wanita monster dengan wajah buruk rupa..." Jelas Catlin panjang lebar, membuat Ny. Aurora terperanggah dengan cerita Catlin.


Catlin menatap lekat lemari mewah Ny. Aurora. Yang dengan pasti diri nya tahu jika di dalam ada perhiasan sang ibu yang bisa di jual untuk biaya operasi wajah nya. Catlin tahu jika sekarang ibu nya tidak bisa membantu diri nya karna telah bangkrut dan jatuh miskin.


Catlin segera meraih gagang lemari, membuat Ny. Aurora terbelalak kaget.


"Catlin apa yang kamu lakukan...??" Bentak Ny. Aurora dengan mendorong tubuh putri nya menjauh dari lemari. Ia tahu persis pemikiran Catlin.


Catlin segera menarik gagang lemari, dan dengan cepat mencari sesuatu yang bisa menghasilkan uang.


Tak butuh waktu lama. Di depan mata Catlin sudah terlihat tiga gepok uang dengan empat kotak perhiasan.


Matanya langsung berbinar melihat benda- benda berkilau itu, yang bisa menyembuhkan wajah buruk rupa nya.


Ny. Aurora yang melihat Catlin sudah memegang tiga geplok uang tabungan nya, yang selama ini sengaja ia simpan untuk masalah darurat. Seperti sekarang ketika ia bangkrut dan tidak memiliki apa -apa lagi. Di usia nya yang sudah berumur ini, tidak memungkinkan jika ia harus bekerja. Ia pastikan diri nya tidak akan di terima oleh perusahaan mana pun.


"Catlin jangan coba- coba ambil uang itu.. Itu uang mama untuk menghidupi hidup mama... Jangan ambil uang itu..." Teriak Ny. Aurora dengan berusaha meraih uang nya dari tangan Catlin.


Catlin segera mengangkat uang tersebut ke udara. Sehingga Ny. Aurora tidak bisa meraih nya.


"Mama... Wajah anak mu ini harus segera di operasi.. Aku tidak ingin punya wajah mengerikan seperti ini..." Kilah Catlin dengan mundur beberapa langkah, hingga punggung nya membentur meja nakas.


Prang...

__ADS_1


Vas bunga yang berdiri di atas meja nakas, langsubg jatuh dan pecah.


Ny. Aurora masih berusaha mengambil uang nya dari Catlin, sementara Catlin terus menghindar.


"Kamu tidal bisa menggunakan uang itu.. Itu adalah tunjangan hidup mama... Jika kamu pakai uang itu untuk operasi aku akan makan apa di usia ku yang sudah berumur ini... Aku tidak mau hidup sebagai gelandangan. Jangan coba- coba Catlin...." Tangan Ny. Aurora kembali mencoba meraih uang yang ada di tangan Catlin. Namun kembali meleset.


Catlin memungut pecahan vas bunga di lantai, dan mengarahkan kan pecahan tajam itu ke arah Ny. Aurora.


Hal itu membuat Ny. Aurora terkesiap, dan berhati- hati. Ia menginginkan uang nya kembali, namun juga tidak ingin mati.


"Aku bilang uang ini akan ku gunakan untuk operasi wajah ku... Hidup mama tidak akan panjang... Tapi aku masih memiliki hidup yang panjang karna aku masih muda.. Jadi uang ini jauh lebih berguna untuk ku ketimbang untuk wanita tua seperti mu yang sudah bau tanah... Mundur... Mundur... Jika tidak aku akan melupakan diri mu adalah ibu ku dan aku tidak segan untuk melenyapkan wanita tidak berguna seperti mu..."


Glek...


Ny. Aurora menelan saliva nya paksa. Putri yang selama ini di bela- bela mati- mati an sampai ia jatuh bangkrut. Kini malah ingin melenyap kan diri nya.


Dubrak...


Pintu kamar Ny. Aurora yang tertutup kini terbuka lebar. Bersamaan dengan masuk nya polisi dan beberapa laki- laki dengan pakaian serba putih.


"Lihat pak... Wanita gila itu bahkan ingin melenyapkan seseorang ... Cepat tangkap dia pak... Dia sudah gila dia membutuh kan perawatan mental..." Teriak Anak kecil yang tidak asing bagi Catlin.


"Tangkap dia...!!" Titah sang polisi, membuat Charlote tersenyum lebar.


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit


__ADS_2