Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Meja kerja Yang Hilang...!!


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 24...


"Sayang... Kamu baru pulang??" Ujar catlin di meja makan kediaman keluarga wang, ketika melihat rojer masuk dengan memanggul jas di bahunya, dan luka yang ada di lengan tangan kirinya.


Mendengar sapaan catlin, rojer hanya diam dan tidak menggubris atau merespon. Ia tetap berjalan berlalu ke arah kamarnya tanpa memperhatikan catlin.


"Rojer kau sudah pulang??" Ujar ny. anindita keluar dari arah dapur, sambil membawa sepiring sandwich.


"Tunggu dulu lenganmu terluka rojer.." Ujar ny. anindita lagi, dengan khawatir sambil memperhatikan luka yang ada di lengan rojer yang cukup besar.


"Kenapa kamu bisa terluka,,, apa kamu di serang lagi sayang??" ny. anindita menghujani rojer dengan pertanyaan- pertanyaannya.


"Ini hanya luka kecil ma,, mama tidak usah khawatir... Ini akan sembuh beberapa hari kedepan..." Ujar rojer dengan nada dingin. Dan berlalu menaiki tangga. Baru beberapa anak tangga yang di naikinya, rojer kembali berbalik ke arah ny. anindita.


"Ma,,, mulai besok aku akan pindah dari sini ke mansion kita. Aku ingin tinggal di sana." Ujar rojer, memberitahukan keinginannya untuk pindah dari rumah mewah kediaman keluarga wang.


"Ada apa ini rojer,,, kenapa kamu ingin pindah ke mansion kita. Rumah ini sangat besar jika mama harus tinggal di sini sendiri." Ujar ny. anindita dengan suara cukup sedih, mendengar pernyataan dari rojer yang ingin pindah. Hal itu juga membuat ny. anindita bingung, karna keputusan rojer yang tiba- tiba.


"Di sini kan banyak pelayan ma.. Dan keputusanku sudah bulat..." Ujar rojer mengatakan keputusannya dan kembali melangkah menuju kamarnya.


"Huhh.. keputusan rojer memang sangat tepat, dengan pindah ke mansion. Jadi aku bisa menghabiskan waktu lebih banyak hanya berdua dengannya. Dan aku bisa merasakan menjadi nyonya besar yang sesunguhnya di mansion itu... Hhhh menyenangkan.." Batin catlin dalam hati, dengan senyum tipis terukir di bibirnya. Ia sangat senang dengan keputusan rojer yang akan pindah dari rumah ke mansion utama.


...----------------...


Hari ini benar- benar menyebalkan bagi maura, bagaimana tidak kemarin malam rojer menginap di rumahnya dan bahkan berani memeluknya saat itu. Dan pagi harinya dia harus bertengkar dengan rojer untuk mengusir pria menyebalkan itu dari rumahnya.


Maura menaiki lift kantornya menuju lantai 8 tempat kerjanya seperti biasa.


"Selamat pagi maura..." Ujar beberapa rekan sesama divisi menyapa maura.

__ADS_1


"Pagi semua" Ujar maura membalas sapaan mereka dengan senyum keterpaksaan. Hari ini maura merasakan modnya tidak baik karna pertengkaran tadi pagi dengan rojer.


Maura berjalan dengan lunglai menuju meja kerjanya. Maura melepas totbagnya dan hendak meletakkannya di kursi kerjanya. Tapi tiba- tiba ia merasa ada sesuatu yang salah, matanya membulat sempurna tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Ia berjalan mondar- mandir mencari sesuatu. Maura memandangi sekelilingnya, rekan- rekannya tengah sibuk dengan pekerjaannya masing- masing. Maura melihat ke arah pelang petunjuk ruangan, tertulis jelas ruangan tempat ia berdiri adalah ruangan divisi marketing. Lalu di mana meja kerjanya sekarang. Ia tidak mengerti ia berada di tempat kerjanya seperti biasa, namun meja kerja dan barang- barangnya tidak ada di tempat. Kini ia hanya berdiri di sepetak lahan kosong.


"Hah...dimana meja kerja dan barang- barangku,, kenapa tiba- tiba menghilang.??" Tanya maura bingung. Ia benar- benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Bagaimana bisa meja sebesar itu, dan barang- barangnya yang banyak hilang dari tempatnya.


"Apa aku salah masuk ruangan??" Tanyanya lagi, sambil melihat pelang nama ruangan. Namun tetap menujukkan tempatnya berdiri adalah ruangan divisi marketing.


"Benar ini divisi marketing. lalu di mana meja kerjaku.. hhh... kenapa bisa hilang.." Ujar maura sambil memegang kepalanya yang tidak pusing.


Maura mengingat kembali ingatan beberapa hari yang lalu, di mana ia bekerja dan di mana meja kerjanya. Tempat ia berdiri dengan tatapan bingung memang benar adalah tempat kerjanya. Tapi sekarang meja kerjanya dan barang- barangnya tidak ada di tempatnya. Semua hilang bagai di telan bumi.


Maura berjongkok di lantai. Ia bingung dan tidak mengerti kemana meja kerjanya hilang. Sekarang ia benar- benar pusing memikirkan semua itu, di luar akalnya. Ia berjongkok dengan tanggannya menekan kepalanya menunduk.


"Hhhh... sial sekali hidupku.." Rutuk maura pada dirinya sendiri.


Kiera adalah rekan kerja maura yang duduk di samping meja kerja maura. Ia bingung melihat tingkah maura yang seperti itu.


Maura mengangkat kepalanya, memandang kiera yang sedang berdiri di depannya dengan ekspresi bingung. Maura melirik ke arah tempat kerjanya yang kosong.


Kiera mendengus mengerti arti dari lirikan mata maura.


"Meja kerjamu sudah di pindahkan oleh bos..." Ujar kiera sambil meletakkan tasnya di atas meja, dan duduk di kursi kerjanya.


"Di pindahkan??" Tanya maura terkejut, mendengar pernyataan kiera.


"Iya di pindahkan... Kemarin.." Ujar kiera mengerjitkan dahinya, lalu membuka komputernya.


"Di pindahkan kemana??? kenapa bisa di pindahkan??" Tanya maura menghujani kiera dengan pertanyaan- pertanyaannya.

__ADS_1


"Hmmmm... Iya meja kerjamu di pindahkan ke ruangan CEO, oleh mrs. gresia kemarin. Katanya itu perintah dari CEO. Dan sekarang kamu bukan karyawan dari divisi marketing lagi. Kamu sudah naik jabatan menjadi sekertaris CEO. Jadi ruanganmu sekarang adalah di ruangan CEO." Ujar kiera dengan pandangan sedikit iri. Bagaimana tidak, siapa yang tidak jatuh hati pada CEO tampan seperti ROJER WANG.


"Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan CEO??,,, Ingat dia sudah punya istri." Ujar kiera dengan nada ketus.


"Tidak.. aku tidak punya hubungan apa- apa dengannya..." Timpal maura dengan kekesalan yang memuncak. Ia memengepal tangannya keras menyiratkan kemarahan atas apa yang di lakukan rojer dengan semena- mena.


Brak...( suara gebrakan meja)


Maura menggebrak meja kiera keras. Kiera terkejut dengan suara gebrakan yang keras dan tiba- tiba. Ia memandang wajah maura yang terlihat kesal. Maura melangkah pergi, meninggalkan kiera menuju ruangan rojer. Bagaimanapun rojer tidak bisa melakukan ini padanya.


"Hhh... bilangnya tidak ada apa- apa dengan CEO,, tapi lihat reaksinya.." Ujar kiera memutar bola matanya bosan. Ada rasa iri di hati kiera, melihat posisi dekat dengan CEO yang di dapatkan dalam waktu singkat. Tapi dirinya yang telah lama mengagumi sosok CEO, dan bekerja selama bertahun- tahun di perusahaan ini, tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti maura.


...----------------...


"Aku harus bagaimana... bagaimana cara membuat maura terkesan dan jatuh cinta kepadaku??? hhhh dia tipe wanita kasar dan mengandalkan otot.. Tapi,,, lihatlah aku akan membuatmu bertekuk lutut dalam cintaku.." Lirih rojer berbicara pada dirinya sendiri, sambil memandangi meja kerja maura yang telah ia pindahkan ke ruangannya.


Rojer mengambil ponselnya di saku samping kanan celananya. Ia memencet kontak edent, dan terdengar suara nada sambung dari ujung telpon.


"Aku ingin kamu segera ke ruanganku..!" Ujar rojer dengan nada dinginnya seperti biasa. Meminta edent untuk segera datang ke ruangannya.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2