
...ILUSI TAKDIR 52...
"Menurut mama papa itu seperi apa??"
Maura mengalihkan pandangan nya pada Charlote yang tersenyum di depan nya.
"Tampan?" Tanya Charlote menebak.
"Tidak.." Maura menjawab singkat.
"Jadi papa jelek gitu??"
"Ya ngak juga..."
"Hmm..." Dengus Charlote.
"Papa orang baik ya ma.." Pendapat Charlote lagi.
"Hmmm Tidak juga.." Timpal Maura memakan sarapan nya.
"Jadi menurut mama,, papa itu gimana sih..?? Dari tadi jawaban nya ngak semua..." Ucap Charlote malas sambil menekuk bibir nya ke dalam, karna kesal mendengar jawaban dari Maura.
"Dia itu pria menyebalkan... Satu kata menyebalkan..." Ujar Maura mantap.
"Sudah lah kenapa kamu repot- repot membahas papa mu... Cepat habis kan sarapan mu,,, " Titah Maura pada Charlote.
...----------------...
Kini Maura sudah berdiri di depan kantor, tempat ia bekerja biasanya. Sebelum nya ia sudah mengantar Charlote ke sekolah. Maura sedikit merasa gugup persis seperti ia pertama kali masuk ke kantor ini. Tapi, sekarang alasan nya berbeda, jika dulu dia gugup karna menjadi pegawai kantor, tapi sekarang dia gugup karna sekarang dia resmi menjadi calon istri Rojer. CEO SUNRISE IT, sekaligus pria terkaya di kota x.
Maura melihat jemari nya yang sudah tersemat cincin mahal yang di berikan Rojer tadi malam. Ia tersenyum saat kembali mengingat moment tadi malam, saat Rojer melamar nya. Maura melangkah masuk dengan tersenyum lebar menghiasi wajah cantik nya.
"Lihat itu wanita itu sudah datang."
"Aku tidak menyangka dia bisa berbuat seperti itu."
"Dia benar- benar tidak tahu malu..."
"Seharus nya wanita perusak ini tidak ada di perusahaan ini.." Bisik- bisik karyawan saat Maura memasuki kantor. Tatapan - tatapan tajam tersorot pada nya. Cibiran- cibiran menghujam ke arah nya.
Sementara Maura terus berjalan menuju ruangan nya. Ia tidak mendengar dengan jelas apa yang di katakan karyawan- karyawan yang lain tentang diri nya.
Maura berjalan menuju lift, dan melewati dua orang karyawan wanita yang menatap ke arah nya dengan tatapan jijik, membuat Maura agak risih dengan tatapan mereka.
__ADS_1
"Pelakor sudah datang..."
"Iya aku tidak menyangka dia bisa berbuat seperti itu... wanita murah han.." Bisik Maura saat Maura melewati dua orang karyawan wanita tersebut.
"Kenapa mereka melihat ke arah ku dan menyebut ku pelakor... Kenapa dengan mereka?? "Batin Maura berfikir, saat diri nya mendengar perbincangan ke dua karyawan tadi yang menyebut nya pelakor.
Maura memencet tombol lift menuju ruangan Rojer.
Buk...
"Aww..." Ringgis Maura terkejut dan kesakitan, saat sebuah sepatu mengenai punggung Maura.
Maura memegangi punggung nya, karna rasa nyeri mulai terasa karna bekas lemparan sepatu.
"Ada apa dengan kalian.? Kenapa kalian melempar ku dengan sepatu??... " Ujar Maura sedikit berteriak, dan melempar sepatu yang tadi mengenai punggung nya ke sembarang arah.
Mendengar teriakan Maura yang terdengar sedikit marah, Seluruh karyawan mendekat ke arah nya dengan tatapan jijik, marah, dan kesal.
"Tunggu dulu... Kenapa mereka menatap ku seperti itu??" Tanya Maura dalam hati. Ia heran dengan tatapan seluruh karyawan pada diri nya.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Tanya Maura dengan bingung.
"Hhhh dia memang wanita murahan, Dia masih saja berpura- pura polos dan berpura- pura tidak tahu apa- apa.." Ujar salah satu karyawan wanita.
Mendengar perkataan mereka Maura semakin bingung dan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Tunggu... Apa yang kalian bicara kan??" Tanya Maura.
Plak...
Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi kanan Maura. Maura tersungkur ke lantai karna keras nya tamparan itu.
"Itu untuk karna kamu sudah berani menggoda tuan Rojer." Ujar wanita yang tadi menampar Maura.
Maura memegangi pipi nya yang terasa keram dan nyeri karna tamparan wanita di depan nya.
"Dan ini untuk kamu wanita yang tidak bisa menjaga kehormatan nya..." Ujar seorang wanita dari kerumunan dengan melempar telur busuk pada Maura, yang tak lain adalah kiera.
Bau menyengat telur busuk menguak dalam ruangan itu, tapi semua karyawan tidak berhenti untuk membulli dan menghina Maura. Bahkan mereka memukul dan menganiaya Maura hingga membuat sebagian tubuh Maura lebam.
"Henti kan...!!! Aku tidak pernah menggoda Tuan Rojer..." Ujar Maura membela diri.
"Jangan dengar kan dia.... Jika wanita seperti dia tidak di hukum maka suami dan pria kita dalam bahaya..." Ujar Kiera mengompori, membuat kemarahan karyawan semakin tersulut, khusus nya karyawan wanita.
__ADS_1
Seorang wanita maju dan menjambak rambut Maura dengan keras dan kasar.
"Jangan pura- pura tidak tahu apa- apa, dan menutupi aib busuk mu itu... Lihat ini.." Ujar wanita itu memperlihat kan ponselnya yang telihat jelas foto Maura dan Rojer yang sedang berpelukan.
"Apa kamu masih mengelak dasar wanita penggoda...!!" Bentak wanita itu dan mengeraskan jambakan nya pada Maura.
"Awww.... Bagaimana bisa begini??... Tidak ini kalian salah paham... Aku tidak menggoda Tuan Rojer..." Bela Maura dengan meringgis memegangi rambut nya yang sangat terasa sakit. Dan kini air mata nya sudah membanjiri wajah yang di rias nya dengan cantik.
"Jangan dengar kan dia.. dia wanita pembohong, penggoda, jangan ampuni dia.." Teriak Kiera dari kerumunan mengompori aksi karyawan wanita yang sedang menghakimi Maura.
"Kemari... Kamu wanita kotor... kemari.." Teriak Wanita itu menarik dan menyeret Maura.
"Aww... Ku mohon lepas kan aku.." Ujar Maura memegang rambut nya yang di seret dengan sangat keras oleh wanita itu.
Wanita itu menghempaskan Maura hingga tubuh Maura mengenai meja besi.
"Aw... hiks... hiks..." Tangis Maura pilu.
"Lihat itu poster mesum mu pun sudah tersebar ke seluruh kota. Semua masyarakat sudah mengetahui sifat busuk mu itu... Wanita seperti mu tidak memiliki tempat di kantor ini, atau pun di kota ini... Wanita seperti mu pantas untuk lenyap dari dunia ini." Ujar wanita itu dengan kemarahan yang betapi- rapi.
"Iya benar...!!! memang benar...!!! Pelakor tidak pantas hidup..!!" Timpal karyawan yang lain bersamaan, menyetujui perkataan wanita tadi.
Maura melihat ke arah poster besar yang tertempel di tembok kantor. poster diri nya dan Rojer yang sedang berpelukan.
"Kenapa bisa semua ini terjadi??" Batin Maura tanpa tangis berhenti mengucur dari mata nya.
"Dasar wanita murahan...!!! Pelakor..!!" Teriak Kiera, dengan melempar telur busuk lagi ke arah tubuh Maura.
Profokasi Kiera berhasil membuat para karyawan marah dan ikut melempar Maura dengan telur busuk, kertas bekas, bahkan ada pula yang melempar dengan barang padat.
Sementara Maura meringkuk pasrah. Ia tidak bisa melakukan apa- apa. Tubuh nya terasa sakit, karna semua karyawan terus melempari diri nya tanapa henti.
Darah mulai mengalir dari pori- pori kulit Maura. nyeri dan sakit begitu terasa. Ia tidak bisa melawan karna jumlah karyawan yang begitu banyak sedang kan diri nya hanya seorang diri.
"Rojer... Aku membutuh kan mu..." Lirih Maura berharap Rojer hadir dan menyelamat kan diri nya dari amukan karyawan.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!