
...ILUSI TAKDIR 26...
Charlote asik bermain dengan sepeda bututnya di depan rumah. Ia begitu bahagia meski hanya dengan sesuatu yang sederhana. Charlote begitu menikmati bermain dengan sepedanya di halaman rumahnya.
Seorang pria berjaket abu- abu, berlari dengan cukup cepat seperti di kejar- kejar oleh seseorang. Pria itu menoleh ke arah kiri dan kanannya, seperti mencari tempat persembunyian.
Charlote memperhatikan glagat pria itu dengan curiga. Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah pria berjaket abu- abu. Dapat terlihat dengan jelas raut wajah yang ketakutan dan khawatir. Charlote semakin penasaran dengan apa yang akan di lakukan pria asing itu.
Pria berjaket abu- abu itu terus menoleh ke arah belakang, melihat dua orang pria yang sedang mengejarnya dan siap menangkapnya. Di tangannya terlihat dia menggenggam sebuah USB dengan erat. Entah apa yang di pikirkan pria berjaket abu- abu itu. Ia melempar USB itu masuk ke pekarangan rumah maura. Dan berlari sekencang- kencangnya, sebelum dua pria yang mengejarnya menangkapnya.
Sementara itu charlote tidak ingin peduli dengan urusan pria asing itu. Ia malah asik mengayuh sepedanya, hingga ia mendengar suara sesuatu jatuh masuk ke pekarangan rumah.
Tak..( suara USB jatuh)
Charlote mengalihkan pandangannya pada arah suara. Terlihat sebuah USB yang tergeletak begitu saja di dekat gerbang. Charlote mengayuh sepedanya mendekati gerbang untuk melihat USB itu. Charlote memungut USB itu, dan memperhatikan dengan seksama.
"USB??? kenapa ada USB di sini?? Punya siapa ya???" Tanya charlote bingung. Charlote melihat ke luar gerbang, mencari pria berjaket abu- abu, yang lewat dengan tergesa- gesa.
"Di mana pria yang tadi??? Apa USB ini miliknya.." Lirih charlote dengan bingung.
"Tapi USB apa ini??? Aku jadi penasaran..." Ujar charlote dengan penasaran.
"Charlote sedang apa di sini sayang??" Tanya maura yang baru saja pulang bekerja.
"Mama.. Mama sudah pulang.." Ujar charlote memeluk maura.
"USB siapa itu yang kamu pegang??" Tanya maura dengan mengerjitkan dahinya.
"Ini... i..ni USB ku ma.." Jawab charlote berbohong.
"Seingat mama.. kamu tidak punya USB warna hitam seperti itu.." Selidik maura.
"Itu kan perasaan mama saja... Aku membelinya bersama papa waktu itu jadi mama tidak tahu..." Jawab charlote mencoba menyakinkan maura.
Maura menatap manik mata charlote, mencari kejujuran di kedua bola mata bening putranya. Melihat tatapan maura, charlote langsung mengalihkan pembicaraannya dengan mengajak maura masuk ke dalam rumah.
"Ma.. Kita masuk yuk.. Pasti mama capekkan kerja seharian." Ujar charlote, sambil menarik tangan maura. Charlote tidak ingin maura tahu dia berbohong tentang USB ini.
...----------------...
Di lain sisi, catlin tengah asik memoles wajahnya dengan make up di depan meja riasnya. Hari ini seperti biasa ia akan pergi ke pusat perbelanjaan untuk sekedar menghabiskan uang.
__ADS_1
Usai mempercantik penampilannya, catlin keluar dari kamarnya dengan styles yang glamour.
"Catlin.. Kamu mau kemana sayang???" Tanya ny. anindita yang sedang duduk santai di ruang tamu, saat catlin melewati ruang tamu.
"Hei.. ma... Aku akan pergi berbelanja hari ini.." Timpal catlin mendekati ny. anindita, dan melakukan cupika- cupiki.
"Bukannya kemarin kamu baru pergi berbelanja.."
"Lalu,,, kenapa ma,, lagian aku tidak punya kegiatan lain sekarang.."
"Saran mama,, kamu jangan terlalu boros catlin.. Itu sesuatu yang tidak baik.. Hmmm kenapa kamu tidak ikut kursus memasak,, agar kamu ada kegiatan sayang.."
"Hhh.. ma.. mama kan tahu aku tidak suka menyentuh hal- hal yang berkaitan dengan dapur. Lagi pula kekayaan keluarga kita tidak akan habis.. Gara- gara belanjaanku yang tidak seberapa.." Ujar catlin memutar bola matanya malas, mendengar perkataan ny. anindita yang menurutnya tidak penting sama sekali.
"Kalau begitu aku pergi dulu ma.." Ujar catlin, lalu melangkah pergi meninggalkan ny. anindita.
Mendengar perkataan catlin, ny. anindita menggelengkan kepalanya melihat tingkah menantunya yang setiap hari hanya belanja dan jalan- jalan.
...----------------...
"Berhenti di depan kafe itu..!!!" Perintah catlin, pada sopir untuk berhenti di salah satu kafe terdekat. Ia merasa perutnya sedikit keroncongan dan butuh di isi.
Sesuai perintah sopir menghentikan mobil di depan sebuah kafe. Catlin pun turun dari mobilnya.
"Hei... gery kamu ada di sini???" Ujar catlin melihat orang yang memanggilnya adalah gery.
"Ya.. aku perlu bersantai ringan.." Ujar gery pada catlin.
"Dan kamu..???" Tanya gery lagi.
"Aku sedikit lapar.." Jawab catlin.
"Kita masuk bersama!!" ajak gery dengan tersenyum, yang di respon anggukan setuju oleh catlin.
Kini gery dan catlin tengah duduk di salah satu meja kafe. Tak ingin menunggu lama mereka langsung memesan pesanan mereka masing- masing.
"Kenapa kamu sendiri?? kenapa rojer tidak bersamamu??" Tanya gery memulai percakapan, sambil menyeruput kopi yang di pesannya.
Mendengar pertanyaan gery, membuat catlin tersedak.
"Uhuk..uhukk.."
__ADS_1
"Minumlah...!!" Ujar gery sambil membantu catlin untuk minum.
"Sepertinya pertanyaanku salah.." Ujar gery dengan nada menyesal karna telah menanyakan hal tersebut.
"Ahhh tidak apa- apa.. Dia sangat sibuk jadi dia tidak bisa menemaniku.." Ujar catlin, sambil tersenyum
"Aku tahu hubunganmu dan rojer tidak pernah ada.." Ujar gery, yang membuat catlin langsung memandangnya penuh tanya dari mana gery mengetahui hal itu.
"Apa maksudmu??" ujar catlin meminta penjelasan.
"Aku tahu hubunganmu dan rojer tidak pernah ada.. Rojer tidak pernah menganggapmu ada di kehidupannya. Kamu hanya istri kontrak untuk pertanggung jawabannya atas perbuatannya di masa lalu. Sangat di sayangkan wanita secantik sepertimu di sia- siakan olehnya." Ujar gery, membuat catlin merasa sudah tertangkap basah dengan gery yang sudah mengetahui segalanya tentang hubungannya dengan rojer.
"Dengar.. rojer itu bukan laki- laki biasa.. Dia hanya tertarik dengan sesuatu yang berbeda.. Kenapa kamu harus bertahan dengan pria seperti itu. Apa kamu tidak ingin merasakan sentuhan dan perhatian dari seorang pria.." Lanjut gery lagi, sambil memandang manik mata catlin.
" Apa yang ingin kamu coba katakan???" Tanya catlin, membuat gery tersenyum.
" Jadilah milikku..." Ujar gery singkat.
...----------------...
Sementara itu, usai membuat teh hangat untuk maura, charlote langsung bergegas menuju kamarnya. Ia menyalakan komputernya, ia begitu penasaran dengan USB yang di pungutnya dari pekarangan rumah.
Charlote mengingat kejadian saat pria berjaket abu- abu itu berlari dengan wajah yang ketakutan.
"Kira- kira apa isi USB ini,, kenapa pria itu melemparnya masuk pekarangan rumah???" Tanya charlote, mencari jawabannya sendiri. Sambil memainkan dan memandangi USB di tangannnya itu dengan seksama.
Saking penasarannya, charlote memutuskan untuk membuka dan melihat isi dari USB itu. Charlote menyolokkan USB itu pada lubang komputernya. Ia mulai membuka satu persatu file yang ada dalam USB itu. Wajah charlote semakin serius dan fokus memandangi layar komputernya. Terlihat beberapa data yang di temukan dari USB itu.
"Luar biasa... Datanya sangat detail.." Lirih charlote di sela- sela kefokusannya.
"Ini adalah sesuatu yang besar.." Ujar charlote lagi dengan wajah kagum dengan apa yang di lihatnya.
...----------------...
...****************...
Kira- kira itu USB apa ya???
Penasaran??? tetap ikuti eps selanjutnya ya😁??????
to be continud❤
__ADS_1
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit