Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Tanggung Jawab !!!


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 32...


Flasback On...


Catlin dengan pakaian acak- acakan, dengan rambut yang berantakan dan mata yang hitam dan bengkak masuk ke rumah megah keluarga Wang dengan Ny. Aurora yang menemaninya.


Beberapa pengawal mencoba menghentikan Catlin dan Ny. Aurora untuk masuk ke rumah keluarga Wang. Tapi mereka terus saja memaksa untuk masuk menemui Rojer.


"Maaf kalian tidak bisa masuk... Pergilah dari sini..." Ujar 2 orang pengawal di depan rumah, menghentikan Catlin dan Ny. Aurora masuk.


"Lepaskan... Lepaskan putriku!!! Rojer Wang keluarlah.. jangan jadi pengecut yang bersembunyi di dalam rumah..." Teriak Ny. Aurora sambil mendorong pengawal- pengawal itu.


"Aku ingin kamu bertanggung jawab Rojer... Atas apa yang kamu lakukan padaku..." Ujar Catlin dengan nada keras sambil mendorong pengawal- pengawal yang menginginkannya untuk pergi.


"Tolong.. Jangan buat keributan... Jika tidak kami akan memakai cara keras untuk mengusir kalian.." Ujar salah satu pengawal sambil menghentikan Ny. Aurora dan Catlin untuk menerobos masuk ke dalam rumah.


Sebuah mobil BMW hitam masuk ke area rumah. Seorang wanita paruh baya keluar dari mobil dengan elegan dan anggun dia tak lain adalah Ny. Anindita.


Ny. Anindita heran dengan keributan yang terjadi di depan rumahnya. Ia juga penasaran dengan dua orang wanita yang ingin menerobos masuk dengan memanggil- manggil nama Rojer putranya.


"Hentikan... Lepaskan mereka..." Titah Ny. Anindita pada kedua pengawal yang menghalangi Catlin dan Ny. Aurora.


Mendengar apa yang di perintahkan majikannya kedua pengawal itu kembali ke posisi mereka semula.


"Siapa kalian... Ada perlu apa mencari putraku???" Tanya Ny. Anindita mendekat ke arah mereka.


"Hiks....eee...hiksss.....hiks..." Tangis Catlin dengan sesegukan dan pilu. Yang membuat Ny. Anindita heran melihatnya.


"Ohh... Jadi kamu ibunya,,, katakan di mana putramu itu... Dia sudah berani mengambil kehormatan putriku dan pergi begitu saja... Lihat bagaimana kondisinya dia begitu menderita karna ulah putramu nyonya... Lihat dia.. Kami munkin tidak sekaya keluargamu tapi,,, kami juga punya harga diri dan kehormatan Nyonya yang tidak bisa di injak- injak begitu saja..." Ujar Ny. Aurora dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Aku benar- benar tidak mengerti apa yang kalian maksud??? Katakan apa yang di lakukan putraku pada putrimu???" Tanya Ny. Anindita yang sudah bingung dengan ocehan Ny. Aurora yang terus menerus menyalahkan Rojer.


"Putramu... Sudah mengambil kesucian putriku..." Ujar Ny. Aurora dengan nada penyesalan.


Bagai di sambar petir di siang bolong. Ny. Anindita tidak pernah membayangkan putranya Rojer bisa melakukan hal seperti ini. Rasa sesak menjalar di dada Ny. Anindita, nafasnya tersekat mendengar kebenaran yang di utarakan oleh dua orang wanita asing di depannya. Kakinya lemas tidak bisa menopang tubuhnya. Tubuh Ny. Anindita jatuh ke lantai, namun beruntung Edent segera menangkap tubuhnya.


"Nyonya besar kamu tidak apa- apa??" Tanya Edent dengan khawatir.


...----------------...


Kini Catlin dan Ny. Aurora sedang duduk di sofa ruang tamu keluarga Wang. Mereka begitu kagum dengan kemewahan dari rumah keluarga Wang. Jika di bandingkan dengan rumah keluarga karavan munkin hanya berbanding satu berbanding delapan.


Sementara itu Ny. Anindita juga sedang duduk di sofa dengan tatapan kecewa dan air mata yang terus mengalir. Ia masih tidak percaya putranya Rojer bisa melakukan hal yang tidak pantas pada seorang wanita.


Edent datang dengan membawa nampan berisi air putih. Ia menyodorkan segelas air putih pada Ny. Anindita yang kondisinya terlihat sangat syok. Meskipun Edent belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa wanita asing yang mencari Rojer.


Ny. Anindita mengangkat tangannya menolak tawaran air putih dari Edent.


"Baik Nyonya besar..." Jawab Edent singkat, lalu berlalu pergi.


...----------------...


Rojer turun dari tangga dengan pakaian formal dengan Edent yang berjalan di belakangnya.


Ia bisa melihat dua orang wanita asing yang sedang menangis dan Ny. Anindita yang menatapnya dengan kecewa.


"Katakan ada apa ini???" Ujar Rojer santai seperti tidak pernah terjadi sesuatu.


"Rojer... Hiks... Hiks... Dia ma orangnya..." Ujar Catlin pada Ny. Aurora. Kini semua mata tertuju pada kehadiran Rojer.

__ADS_1


Ny. Aurora bangkit dari duduknya dan mendekati rojer. Ny. Anurora melayangkan sebuah tamparan keras tepat di pipi kiri Rojer.


Plak...(Suara tamparan)


"Kamu... Dasar pria bajingan... Pria tidak tahu malu... Berani sekali kamu merusak kehidupan putriku.. Pria macam apa kamu.. Kenapa kamu tega merampas kesucian putriku... Kamu sudah menghancurkan kehidupan putriku.. Lihat dia.. dia tidak pernah berhenti menangis dia begitu menderita.. Sekarang pertanggung jawabkan perbuatanmu pada putriku.. Aku tidak ingin hidupnya hancur..." Ujar Ny. Aurora dengan kemarahan yang memuncak sambil mengarahkan jari telunjuknya di depan Rojer.


Rojer masih memegangi pipinya yang terasa panas karna tamparan dari Ny. Aurora. Tersirat jelas amarah di mata Rojer.


"Siapa kamu berani menamparku..." Ujar Rojer dengan tatapan mematikan ke arah Ny. Aurora, yang membuat nyali Ny. Aurora sedikit menciut.


Rojer memperhatikan Catlin dari ujung kaki sampi ke ujung rambut. Ia melihat Catlin memakai jas yang di pakainya saat pergi ke klub bersama teman- temannya. Tapi di hatinya Rojer yakin bahwa wanita itu bukan Catlin tapi orang lain.


"Dengar... Aku tidak pernah merampas atau pun mengambil paksa kesucian putrimu itu. Tanyakan padanya bagaimana gadis murahan seperti dia menggoda pria untuk menidurinya... Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada ibumu yang suci ini.. Aku tidak menyangka kamu serendah itu... Pertama kamu menggodaku saat aku dalam pengaruh obat... Dan kedua kamu pergi begitu saja dan ketiga sekarang kamu datang ke rumahku dan mengatakan omong kosong ini..." Ujar Rojer dengan nada dingin penuh amarah.


"Ti...dak...Tidak.. Malam itu aku benar- benar tidak sadar,,, dan kamu mengambil kesempatan itu... hiks.." Ujar Catlin dengan takut tanpa melihat tatapan Rojer padanya.


"Wow... Jadi saat itu kamu dalam pengaruh minuman... wah hebat... alasan yang sangat bagus... Aku mengingat dengan jelas kamu tidak dalam kondisi itu. Aku sudah menyuruhmu untuk pergi dan kamu tetap menggodaku.. Apa kamu tidak mengingatnya atau kamu bukan gadis yang bersamaku malam itu.. Jadi sekarang pikirkan siapa yang membiarkan kesuciannya di ambil percuma oleh pria asing.. hhh... aku tidak punya waktu untuk membahas omong kosong ini.. Aku punya pekerjaan yang jauh lebih penting.. Edent Ayo pergi.." Ujar Rojer sambil melihat jam tangannya dan melangkah pergi.


"ROJER... BERHENTI!!!! akrhh... ahrhhhh..." Teriak Ny. Anindita dan jatuh ke lantai dengan memegangi dada kirinya.


"Mama...." Ujar Rojer lalu mendekat dan menopang tubuh Ny. Anindita.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!!!


__ADS_2