Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
147


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 147...


Charlote memasang wajah masam, sambil tangan kecil nya terulur menarik kursi.


Steve menaikkan alis nya, sambil memandang Maura yang tersenyum ke arah nya. Karna rencana Steve benar- benar berhasil untuk membuat Charlote keluar dari kamar dan sarapan bersama.


Charlote menyuap sarapan nya dengan lahap dan cepat. Lalu meneguk segelas susu sebagai penutup.


"Aku sudah selesai..." Ujar nya singkat, lalu berlalu dari meja makan.


"Charlote...!!" Panggil Maura dengan tangan terangkat ke udara.


Tapi seperti angin lalu, Charlote tidak menggubris panggilan Maura. Ia masih marah dengan Maura atas kejadian beberapa hari yang lalu.


Maura menghela nafas nya, meletak kan sendok dan garpu di atas piring.


Selera makan nya kini hilang begitu saja. Sungguh ia tidak bisa terus di diamkan seperti ini oleh Charlote . Bahkan sampai berhari- hari seperti ini.


"Kenapa berhenti???... Ayo makan lagi..." Ujar Steve dari ujung meja seberang, sambil mengunyah makanan di dalam mulut nya.


"Aku sudah kenyang..." Balas Maura singkat, dengan kepala tertunduk.


"Bagaimana bisa kenyang... Kamu hanya makan beberapa suap... Lihat,, bahkan makanan mu masih tersisa banyak..."


"Aku tidak bisa seperti ini terus... Charlote masih mendiamkan ku selama berhari- hari... Sebelum nya dia tidak pernah seperti ini.. Seperti nya dia benar- benar marah dengan ku..."


"Biarkan dia sendiri dulu... Dia butuh waktu untuk mencerna semua nya Mau..."


"Tidak ini tidak seperti yang kamu pikir kan Steve... Hmmm... Aku sudah memutuskan hal ini,, jika sore ini aku akan pindah dari rumah mu..."


Maura mengangkat wajah nya, melihat ekspresi Steve yang terkejut dengan keputusan nya.


"Ta... Tapi... Mau..." Ujar Steve dengan terbata- bata. Ia tidak tahu harus mengatakan apa dengan keputusan Maura yang tiba- tiba.


"Charlote tidak nyaman tinggal di sini... Dan aku tidak ingin melihat nya tertekan Steve... Ku mohon kamu bisa mengerti keputusan ku..." Maura menyakin kan.


Steve menghela nafas nya, Meletakkan garpu dan sendok di atas piring. Lalu melangkah mendekat ke arah Maura dengan tatapan sendu penuh kelembutan.


"Baiklah... Sesuai dengan apa yang kamu inginkan Mau.. Aku akan mencari rumah yang tepat dan nyaman untuk mu..." Putus Steve mengiyakan keputusan Maura.


Di hadapan Maura, Steve ingin terlihat menjadi pria yang lembut dan penuh kasih sayang. Salah satu nya dengan mengabulkan semua permintaan Maura. Meski ia bisa saja mencari alasan untuk bisa membuat Maura tinggal lebih lama di rumah nya.


Tapi bukan itu yang ia ingin kan, Ia hanya ingin melihat Rojer menderita. Dan itu bisa terjadi jika diri nya merebut Maura dari hidup pria itu.


"Mau...!!" Panggil Steve dengan lirih. Tangan nya terulur menggenggam tangan Maura dan menumpuk nya dengan tangan nya. Mengelus lembut punggung tangan dengan kulit putih itu.


"Hmmmm" Dehem Maura, kini tatapan mereka saling beradu.


"Kamu tahu sudah sejak lama aku menyukai mu... Aku selalu berada di sisi mu... Berusaha menjaga mu dari semua hal yang akan menyakiti mu..." Steve menjeda kalimat nya. Menelan salivanya pelan sebelum melanjutkan apa yang ingin dia katakan.


"Aku sudah berusaha,,, menyingkirkan perasaan ini.. Tapi rasa ini malah semakin besar setiap hari nya.... Mau kamu wanita yang baik, tidak sepantas nya pria seperti Rojer menyakiti diri mu..

__ADS_1


Maura aku mencintai mu dengan tulus... Maukah kamu menikah dengan ku...??"


Maura melebarkan pandangan nya pada Steve, tubuh nya terasa tersentak oleh lamaran tiba- tiba dari Steve.


Apa yang harus ia katakan, menolak pria yang sudah banyak membantu nya, ketika ia mengalami hari- hari sulit nya.


Tapi, perasaan nya. Ia tidak bisa bohong jika hati nya hanya untuk Rojer. Tapi, pria itu dengan tega memanfaatkan diri nya. Menjebak diri nya dalam sebuah pernikahan di luar kesadaran nya.


"Ta--- Tapi..."


"Dengar Mau... Apa kamu akan terus terjebak dengan pernikahan palsu dengan Rojer??? Ini hidup mu, dia tidak bisa mengatur hidup mu sesuai dengan keinginannya.


Pria seperti Rojer tidak akan berubah... Tapi aku,, aku bisa membahagiakan mu... Aku tahu kamu belum mencintai ku...


Tapi, rasa cinta itu akan tumbuh di saat kita bersama nanti.


Apa kamu tidak ingin menata hidup dengan orang yang tepat?"


Jelas Steve menyakinkan Maura untuk menerima lamaran nya.


Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia harus memiliki Maura sebelum Rojer menemukan nya.


Tangan Steve terulur membelai pipi putih Maura yang masih membisu.


"Singkirkan tangan mu dari wanita ku...!!!"


Teriak Seseorang dari arah pintu, yang begitu menyiratkan kemarahan dan kebengisan.


Menatap ke arah nya, dengan mata memerah menahan emosi yang sudah memunjak.


"Rojer...!!"


Lirih Maura, yang langsung bangkit dari duduk nya. Menatap dengan terkejut ke arah pria yang sudah terbakar api kemarahan.


Steve terkesiap dengan kehadiran Rojer. Ia tidak menyangka dalam waktu cepat, pria ini bisa menemukan rumah nya.


Rojer mengepal tangan nya kuat, sementara tangan yang lain nya masih di pangku dengan bantuan gift.


"Berani sekali dia menyentuh Maura...." Batin Rojer dengan menatap nyalang Steve.


Bugh...


Entah bagaimana, Rojer sudah melayangkan bogem mentah nya ke pipi Steve.


Yang membuat Steve terjungkal ke belakang dengan sudut bibir yang langsung robek. Membuktikan betapa keras nya tinjuan yang ia terima.


"Berani sekali kamu menyentuh nya... Tidak ada yang boleh menyentuh Maura selain aku...!!!" Bentak Rojer dengan meraih kerah baju Steve.


"Hentikan...!!!" Teriak Maura.


Membuat Rojer tersadar, dan mengalihkan pandangannya pada Maura.

__ADS_1


Maura mendekat ke arah dua pria di depan nya. Ia melepas cengkraman tangan Rojer dari kerah baju Steve.


"Aku menemukan mu Mau...!!" Lirih Rojer dengan begitu bahagia. Rasanya ia menemukan nyawa nya kembali. Setelah sekian lama, hidup menjadi mayat hidup.


"Stop... Jangan mendekat... Diam di tempat mu..." Sarkas Maura dengan mengangkat tangan nya di depan dada Rojer.


Rojer terhenyak dengan sikap Maura. Dan juga tatapan mata Maura yang menatap nya dengan tatapan kebencian.


"Maura... Dengar kan Aku... semua nya tidak seperti tang kamu pikir kan..." Ujar Rojer dengan nada lembut.


"Cukup Rojer... Sudah cukup... Aku tidak ingin mendengar apa pun dari mu... Aku sudah tahu semuanya. Ingatan ku sudah kembali... Kamu tidak akan bisa lagi menipuku...


Aku tidak menyangka kamu akan melakukan ini pada ku.... menjebak ku dalam pernikahan palsu yang sudah kamu rencakan...


Memanfaatkan ingatan ku yang hilang... Sungguh kamu pria yang sangat picik Rojer...."


Ujar Maura dengan menggebu- ngebu, dengan air mata yang mulai mengalir deras di pipi nya.


"Aku hanya ingin menjaga mu... Membuat mu bahagia Mau..." jelas Rojer.


"Apa dengan cara seperti itu?"


Rojer menggelengkan cepat. Otak nya terasa buntu sat ini. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Maura. Apa yang harus ia katakan untuk membuat wanita di depan nya ini mengerti jika yang di pikirkan oleh Maura adalah salah.


"Heheh..." Maura terkekeh.


"Lihat... Kamu tidak bisa menjawab nya kan... Karna kamu tidak memiliki jawaban nya Rojer.. Kamu sangat tahu jika aku sangat benci di bohongi.. Dan kamu membuat kebohongan sebesar ini...


Ck... Ck.. kamu memang hebat Rojer...


Jika kamu datang ke sini untuk meminta kesempatan... Maka kamu salah.. Kesempatan mu sudah habis bersamaan dengan berakhirnya kebohongan mu...


Aku bukan istri mu Rojer... Karna kita menikah di luar kesadaran ku...


Tapi ada bagus nya kamu datang ke sini hari ini.. Karna hari ini dengan senang hati... Aku ingin mengundang mu ke acara pernikahan ku besok pagi dengan Steve.. Apa kamu dengar itu.. Aku akan menikah dengan Steve..."


JEDUAR.....


...----------------...


...****************...


kasi tips biar makin semangat


Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊


to be continud❤


please tinggalin koment dong


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit

__ADS_1


__ADS_2