Ilusi Takdir

Ilusi Takdir
Aku ingin masakan mu !! part 2


__ADS_3

...ILUSI TAKDIR 46...


Maura kembali ke ruangan Rojer dengan membawa nampan berisi satu piring sandwich dan satu gelas jus jeruk.


Wajahnya yang cantik tidak berubah dari ekpresi awal, jenggel dan kesal karna ulah Rojer yang tidak dapat ia mengerti. Kadang bersikap romantis, kadang bersikap manja, kadang bersikap polos, kadang marah- marah.


"Yey... makanan ku sudah datang... ha.. ha..." Ujar Rojer antusias ketika melihat sosok Maura masuk ke ruangannya. Ia sudah lama menunggu bahkan melewatkan sarapan nya hanya untuk menikmati masakan Maura.


Maura meletakkan nampan di atas meja persis tepat di depan Rojer.


"Sandwich dan jus??... Hanya ini??" Rojer sedikit kecewa dengan makanan yang di hidangkan oleh Maura. Ia sudah lama menunggu dan hanya di sajikan makanan yang sangat simple seperti ini.


"Iya... kenapa..?? Apa kamu akan menolaknya dan melemparnya ke sembarang arah lagi. Lagi pula di pantri kantor tidak ada bahan yang lengkap untuk memasak... Jadi terima dan makan saja..." Ujar Maura dengan ketus sambil memalingkan wajahnya.


"Aku sudah menunggu masakan mu dan kamu hanya membuat ini untuk ku??... Kamu tahu aku bahkan sampai melewatkan sarapan ku hanya untuk menunggu masakan mu... Dan kamu hanya memasak ini untuk ku..."


"Memang apa pernah aku menyuruh mu untuk melewatkan sarapan mu??... Tidak kan?? Siapa suruh kamu melewatkan nya." Timpal Maura dengan mengendikkan bahunya.


"Sial wanita ini tidak ada perhatian nya sama sekali padaku... Apa dia tidak punya hati... hhh... sudahlah aku lapar, terpaksa aku memakan makanan ini... huh.. lihat saja habis kamu nanti..." Batin Rojer.


Rojer mengambil sandwich dan memakannya dengan cukup lahap, kali ini perutnya yang keroncongan tidak bisa dia abaikan.


"Hmmm... Masakan mu tidak ada enak- enak nya sama sekali... Jika aku tahu seperti ini lebih baik aku pesan dari luar.." Ujar Rojer dengan terus melahap sandwich di tangannya.


"Cih... Bilangnya makanannya ngak enak tapi malah makan dengan lahap... Dia ini pemikirannya terbuat dari apa sih??... Menyebalkan sekali.." Batin Maura dengan mengembungkan kedua pipinya karna kesal.


Maura merebut potongan sandwich dari tangan Rojer.


"Hei apa yang kamu lakukan?? Kenapa merebut makanan ku.??" Tanya Rojer kaget karna sandwich di tangannya di rebut paksa dengan tiba- tiba oleh Maura.


"Makanan nya ngak enak kan... Ngapain di makan?? Mending di buang ke tong sampah.." Ujar Maura dengan marah lalu membuang potongan sandwich ke dalam bak sampah.


"Ck... Maura... kenapa di buang?? Aku belum selesai makan... Eee wanita jadi jadian tidak berperasaan banget. " Ujar Rojer dengan frustasi.


"Pokoknya aku tidak mau tahu... Buatkan aku 10 potong sandwich sekarang...!!" Titah Rojer dengan penekanan pada kata- katanya.

__ADS_1


"Ngak... Aku ngak mau... "


"Harus...!!"


"Lagi pula kamu tidak suka kan... Untuk apa buat lagi.. Pesen aja makanan dari luar... Kamu kan CEO dan orang kaya kamu pasti bisa membeli semua restaurant makanan di seluruh kota..."


"Aku mau sandwich itu bukan yang lain. Lagi pula siapa suruh kamu membuangnya... Aku tidak mau tau kamu harus buatin aku 10 sandwich lagi sekarang.!! Atau kamu mau aku dengerin percakapan di hotel??" Rojer mengambil ponsel di saku jasnya.


"Oke... oke... Aku buatin puas..!!" Teriak Maura sehingga menghentikan gerakan Rojer untuk mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.


"Aaaa... Aku akan membunuh mu... Bayi besar nyebelin... Bilangnya ngak suka tapi mau lagi... Aaa cuma nya bisa mengancam... Dasar ular.." Batin Maura.


Maura bergegas keluar dari ruangan Rojer menuju pantri kantor untuk membuat sandwich seperti yang sudah di titah kan Rojer.


...----------------...


Di lain sisi Charlote dan Edent sudah sampai di rumah kecil Maura. Edent berlari dan membuka pintu mobil untuk Charlote.


"Paman... Bagaimana?? Apa kamu sudah mendapat informasi USB yang pernah ku berikan??." Tanya Charlote pada Edent.


"Tidak... Kita akan membantu pemerintah untuk menangkap gangster brandal itu. Jika kita tidak bertindak negara ini dalam bahaya..."


"Tapi Tuan kecil..."


"Ini keputusan ku... Tetap rahasiakan ini dari papa dan mama... Dan siapa The twins itu??" Tanya Charlote.


"The twins adalah dua pemuda kembar bernama Arya dan Aria. Mereka adalah detektif kepercayaan Tuan muda Rojer yang sudah bekerja selama bertahun - tahun untuk tuan muda."


"Suruh mereka menemui 2 hari lagi di belakang sekolah... Tidak ada pertanyaan lagi." Ujar Charlote tegas lalu masuk meninggalkan Edent sendiri.


Edent masuk ke dalam mobil setelah memastikan Charlote masuk ke dalam rumah.


"Hhh... Aku harus bagaimana??. Masalah ini akan semakin serius jika menuruti perintah tuan kecil, tapi aku tidak di perbolehkan untuk memberi tahu semuanya pada Tuan muda. Aku harus bagaimana?? Aku benar- benar terhimpit berada di posisi ini.." Lirih Edent sambil menyalakan mobil dan berlalu dari halaman rumah.


...----------------...

__ADS_1


Setelah beberapa menit menunggu, Rojer mulai gelisah.


" Lama banget cuma bikin makanan simple kayak gitu... Ini pasti Maura mengerjaiku.." Lirih Rojer dengan mengelus dagunya.


Maura mendorong pintu ruangan dengan nampan berisi 10 potong sandwich sedangkan rambutnya yang rapi sudah kusut karna lelah membuat sandwich.


Maura meletakkan nya di atas meja tepat di depan Rojer. Rojer memandangi wajah Maura yang terlihat letih.


"Apa aku keterlaluan pada nya.?? Dia terlihat lelah sekali.." Batin Rojer bersalah.


Setelah meletakkan nampan di atas meja, Maura berdiri di samping sofa tempat Rojer duduk.


Rojer mengambil potongan sandwich dan mulai memakannya.


"Duduk lah... Kenapa berdiri di situ.." Ujar Rojer memandang wajah Maura. Tidak ingin berdebat lagi, Maura menuruti perintah Rojer dengan duduk di sofa depan Rojer tanpa melihat Rojer sedikit pun.


"Sandwich nya lumayan enak.. cocok dengan lidah ku yang berkelas atas.." Batin Rojer sambil menikmati makanannya.


Rojer sesekali mencuri- curi pandang ke arah Maura. Ia sebenarnya sedikit merasa bersalah dengan tindakannya tapi Maura yang terus memberontak membuat adrenalin jahil Rojer tertantang.


"Makan lah..." Rojer menyodorkan potongan sandwich ke arah Maura dengan tangan nya.


Maura menggeleng tidak mau membuka mulut.


"Makan lah... Aku tidak ingin kamu sakit... Apa kamu tidak bisa tidak membantah dengan perintah ku.." Ujar Rojer dengan nada penekanan.


Maura membuka mulutnya dan menggigit sandwich yang di sodorkan Rojer pada mulutnya. Ia sudah lelah untuk berdebat atau bertengkar dengan Rojer. Lebih baik ia menurut dengan perintah pria di depan nya ini meski saat ini ia ingin menghajar pria ini sampai babak belur.


...----------------...


...****************...


to be continud❤


please tinggalin koment dong

__ADS_1


jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit!!


__ADS_2