
...ILUSI TAKDIR 65...
"Silahkan nona muda ini kamar untuk anda... Selamat beristirahat..." Ucap Mr. Kong dengan tersenyum sambil membuka pintu sebuah kamar.
"A... Iya terimakasih Mr. Kong... Tapi panggil saja saya Maura... Toh saya bukan nona muda di sini." Timpal Maura dengan sedikit canggung. Ia tidak enak jika di panggil dengan sebutan nona muda. Dia bukan siapa- siapa di rumah ini jadi diri nya tidak pantas di panggil dengan sebutan itu.
"Maaf Nona muda perintah anda di tolak. Ini sudah menjadi peraturan yang sudah di buat oleh Tuan muda, jika anda adalah nona di sini. "Jawab Mr. Kong dengan menunduk.
Maura sudah tahu jika perkataannya akan di tolak mentah- mentah oleh Mr. Kong. Percuma juga Maura mengatakan apa yang dia inginkan, di mansion ini setiap sudutnya sesuai dengan keinginan Rojer.
"Baiklah... Saya mengerti.. " Maura masuk ke dalam kamar. Mr. Kong menutup pintu kamar dari luar dan melangkah pergi.
Maura menyusuri setiap inci kamar. Kamar tempat ia berdiri sekarang adalah ruangan yang sangat besar, empat kali lipat dari kamarnya di rumah. Tempat tidur ukuran oversize yang bisa di tiduri sepuluh orang. Dua buah nakas di samping ke dua sisi tempat tidur, dengan dua lampu tidur gaya eropa berdiri tegak di atasnya. Meja rias yang besar dengan beberapa alat make up merek terkenal tersusun rapi. Satu buah sofa santai dan dua buah sofa duduk yang di letakkan dengan strategis. Dan satu lemari besar dengan gagang pintu berwarna emas.
"Kamar yang super mewah... Luas dan juga indah... Tapi bagi ku ini sangat berlebihan.. Hehe... Ck..ck.. Maura... Maura kamu lugu sekali... Sekarang kamu ada di rumah seorang sultan ya wajar jika kamar saja di buat semewah ini..." Maura duduk di pinggir tempat tidur.
"Empuk sekali... huhh" Dengus Maura sambil meraba- raba tempat tidur.
...----------------...
"Wow... Wow... Apa ini kamar ku pa...??" Tanya Charlote tidak percaya saat dirinya dan Rojer masuk ke sebuah kamar dengan aksen bernuansa anak lelaki dengan seni softwer.
"Tentu saja... Kamu suka...?" Tanya Rojer tersenyun melihat Charlote yang sangat bahagia. Rasanya melihat kebahagian Charlote dia sudah berhasil menjadi seorang ayah.
"Papa memang yang terbaik... Papa selalu tahu selera ku..."
"Kenapa papa sampai bisa tidak tahu... Kamu sangat tergila- gila dengan hal yang berbau IT... Kemari dan lihat lah sesuatu..." Rojer berjalan ke sudut kamar. Di sana tampak sebuah benda tertutup dengan kain putih.
"Kejutan lagi... Papa selalu tahu cara membuat ku sangat bahagia."
"Kamu memuji papa sebelum melihat benda ini... Papa rasa kamu akan sangat takjub dengan benda ini... Jadi simpan sebentar pujian mu itu... Mau melihatnya??"
"Tentu saja..."
Rojer memegang ujung kain penutup dan memandang Charlote untuk meminta izin membuka penutup kain. Charlote tersenyum tidak sabaran melihat kejutan dari Rojer di balik kain putih.
__ADS_1
"Dan ini dia TARA....!!" Teriak Rojer sambil menarik penutup kain putih tersebut.
"Wow... Astaga... Aku tidak percaya ini... Satu set komputer super canggih dengan penggunaan tanpa batas... Ini keren... Aku suka... Tidak... Aku sangat menyukai nya...!!!" Teriak Charlote dengan berjingkrak- jingkrak tidak karuan. Dia tidak percaya dengan kejutan yang di berikan Rojer. Satu set komputer impian para heacker di seluruh dunia.
Charlote lasung menyeruak masuk ke dalam pelukan Rojer.
"I Love You pa.. Papa yang terbaik..." Ucap Charlote dengan mengedipkan matanya ke arah Rojer dan mencium pipi Rojer dengan penuh cinta.
Rojer terkekeh senang melihat aksi nakal Charlote yang mengerlingkan matanya nakal pada nya. Rojer menginggat moment saat dia kecil saat hal sama ia lakukan pada ayahnya.
"Aku akan sangat nyaman di kamar ini... Ini seperti dunia ku... Aku tidak menyangka pa... Jika papa ku adalah papa yang sangat pengertian dan baik... Aku bangga menjadi putra mu..." Ujar Charlote tulus.
"Papa juga bangga menjadi papa dari putra se jenius diri mu sayang... Papa mencintai mu..." Timpal Rojer tak kalah tulusnya. Bahkan matanya sampai berkaca- kaca mengatakan hal tersebut. Ada rasa bahagia yang menelusup masuk ke dalam relung hatinya ketika melihat senyum bahagia dari Charlote. Rojer mencium setiap bagian dari wajah Charlote dengan penuh kasih sayang.
"Sekarang istirahat lah... Jangan bermain komputer terlalu lama... Mama pun pasti akan marah dan menyalahkan papa telah memberi mu komputer ini. " Rojer melangkah pergi.
"Pa..." Panggil Charlote, menghentikan Rojer membuka pintu kamar.
"Apa papa yang merakit komputer ini??" Tanya Charlote saat memeriksa setiap bagian dari komputer barunya yang sedikit berbeda.
Rojer keluar dari kamar Charlote. Sedangkan Charlote mulai memainkan komputer yang di berikan Rojer.
...----------------...
Maura menatap dirinya dalan cermin rias.
Klek...
Suara pintu kamar di buka. Dari balik pintu masuk Rojer dengan memasukkan tangan kirinya ke kantong celana.
"Kamu belum tidur sayang.?" Tanya Rojer dan mendekati Maura.
Maura berdiri.
"Aku belum mengantuk... Dan Kamu kenapa ada di sini..?"
__ADS_1
"Aku merindukan mu..." Smirk Rojer dan tidur di atas ranjang.
Maura memutar bola matanya malas mendengar jawaban Rojer.
"Bayi besar ini tidak bisa membiarkan ku menikmati waktu sendiri... hhhh" Sesal Maura dalam hati.
"Kamu kotor sekali, kenapa belum mandi?? hmm... Kamu ini jorok sekali ya. Selain kasar ternyata kamu juga jorok. ish.. ish..." Ujar Rojer dengan nada meledek.
Maura Melempar botol parfum ke arah Rojer, dan mendarat tepat di dada Rojer. Rojer meringgis kesakitan.
"Jaga mulut bangkai mu itu. Aku tidak tahu jika CEO seperti mu punya mulut julid seperti itu. " Timpal Maura dengan ketus.
"Lagi pula aku juga tidak bawa pakaian ganti..." Lanjut Maura membelakangi Rojer.
"Aish... Kamu memang sangat bodoh.. Untuk apa bawa baju ganti jika menginap di kamar mu sendiri. Kamu pikir aku tidak akan menyiapkan kebutuhan istri ku. Kebutuhan hewan peliharaan ku saja ku penuhi apalagi keperluan mu sayang..." Ujar Rojer mendekat ke arah lemari yang super besar dan membuka lemari tersebut. Tampak di dalam lemari tergantung berbagai macam rupa pakaian dengan harga selangit.
"Lihat bahkan aku menyiapkan pakaian mu di dalam lemari.. " Lanjut Rojer lagi, ia mengambil sebuah gaun tidur transparan.
Maura berbalik ke arah Rojer. Benar saja apa yang di katakan, di lemari sudah tersedia pakaian dengan berbagai bentuk model bahkan Rojer juga menyiap kan pakaian dalam Maura.
"He.. he aku tidak tahu hal itu..." Kekeh Maura sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagaimana ia bisa lupa dengan sifat protektif Rojer pada diri nya. Seharusnya Maura sudah bisa menebak hal ini.
"Sekarang pergilah mandi... Dan pakai baju ini.." Ujar Rojer sambil menggoyangkan gaun tersebut di tangannya.
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit