
...ILUSI TAKDIR 20...
Rojer duduk dengan memegangi lengan kirinya yang terluka bekas tembakan. Sementara Charlote tengah membersihkan dirinya, dan berganti pakaian. Rojer melepas jasnya perlahan dan meletakkannya di sampingnya.
"Uhh.. ss ini lumayan sakit juga.." Lirih Rojer.
Maura datang dengan membawa kotak obat, ia memasang muka kesal karna kehadiran Rojer di rumahnya. Maura duduk di samping Rojer, dan melihat luka Rojer yang harus segera di obati.
"Buka kemejamu,,, aku akan obati lukamu." Titah Maura dengan ketus pada Rojer. Rojer tersenyum tipis karna Maura sebenarnya peduli dengannya.
Rojer mencoba membuka kancing kemejanya. Tapi saat menekuk tangannya, ada rasa nyeri dan perih yang terasa.
"Ouchh.. ahh..sss.." Ringgis Rojer sedikit kesakitan. Melihat Rojer kesakitan saat mencoba membuka kancing kemejanya. Maura menawarkan bantuan untuk membukakan kancing kemeja Rojer.
"Sini.. biar aku saja,,, dasar lemah.." Ucap Maura dengan nada ketus, sambil memutar bola matanya malas.
"Terimakasih.. kamu sudah mau mengobati lukaku.." Ujar Rojer berterimakasih pada Maura. Dengan tatapan penuh rasa rindu.
"Jangan salah paham... Ini karna rasa kemanusiaan saja.." Jawab Maura, sambil mengobati luka Rojer perlahan.
"Maafkan aku atas semua yang terjadi.. Berikan aku kesempatan Maura. Aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Dan membuatmu dan Charlote bahagia." Ujar Rojer, berharap Maura memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semua yang sudah terjadi.
"Aku tidak pernah merasa kamu bersalah atas apa yang terjadi. Tidak ada yang perlu di maafkan untuk itu. Aku hanya ingin kembali ke kehidupanku yang dulu, yang ada hanya aku dan Charlote. Kami sudah cukup bahagia dengan apa yang kami miliki." Ujar Maura menutup semua harapan Rojer.
"Aku tahu kamu tidak akan menerimaku secepat itu,, tapi aku akan berusaha supaya kamu bisa menerimaku sebagai papanya Charlote." rojer menyakinkan Maura.
"Kamu boleh berusaha semampumu... Tapi jangan salahkan aku jika sampai kapanpun aku tidak akan bisa menerimamu." Ujar Maura menutup kotak obat. Ia sudah selesai mengobati Rojer.
Kringgg....( suara telpon berdering)
Pandangan mereka tertuju pada ponsel Rojer yang berdering.
"Hallo" Ujar Rojer mengangkat telpon.
"Tuan semuanya udah beres. Kami sudah menangani masalah ini. Ternyata pelakunya adalah LION CEO perusahan compeny group." Ujar Edent melapor dari seberang telpon.
"Aishh.. ternyata mereka lagi.. Biarkan saja anjing- anjing kecil itu terus mengonggong." Ujar Rojer menutup telpon. Ia kembali memandangi Naura yang melihatnya menelpon dengan Edent.
Maura beranjak berdiri dari duduknya untuk meletakkan kotak obat di tempatnya kembali. Tapi baru satu langkah ujung baju Maura di tarik oleh sesuatu. Membuat Maura berdengus kesal, karna pasti ini adalah ulah Rojer.
"Lepaskan bajuku,, kenapa kamu menariknya. Aku tidak akan termakan bujukanmu, untuk memberimu kesempatan." Ujar Maura meminta Rojer melepas tarikan ujung bajunya.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan.. Aku sama sekali tidak menarik ujung bajumu.. Bajumu tersangkut di ujung meja." Ujar Rojer terseyum dengan sunggingan tawa kecilnya, mendengar tuduhan Maura.
Mendengar apa yang di katakan Rojer, Maura berbalik dan benar ternyata ujung bajunya tersangkut di ujung meja, bukan di tarik oleh Rojer. Pipi mulus Naura berubah merah karna menahan malu, karna telah menuduh Rojer.
"Hhh..." dengus Maura, menyembunyikan rasa malunya. Lalu melepas ujung bajunya yang tersangkut, dan berlalu dari hadapan Rojer.
...----------------...
Di sebuah gedung bertingkat tinggi, dengan sinar lampu yang menyinari ruangan- ruangan yang tersusun rapi menjulang ke langit. The MOON sebuah perusahaan minuman dingin di kota x.
Nampak Ny. Aurora yang sedang pusing memikirkan perusahaan yang dia rampas dari meracuni tuan karavan hampir bangkrut. Beberapa dari tender kerja sama membatalkan kerja samanya dengan perusahaan itu dan menarik kembali saham yang telah di tanam.
"Huhhhh apa yang terjadi, bagaimana bisa mereka memutuskan kerja sama dengan sepihak.." Ujar Ny. Aurora, dengan melemparkan ponselnya kesal.
"Ma... mama kenapa??" Tanya Catlin yang baru saja datang, dan duduk di depan Ny. Aurora. Ia bingung dengan apa yang terjadi dengan Ny. Aurora yang terlihat tengah pusing.
"Sepertinya perusahaan kita akan bangkrut..." Ujar Ny. Aurora sambil memijat kepalanya ringan.
"Apa???!!! mana munkin bisa seperti itu ma... Mama memang tidak becus mengurus perusahaan." Ujar Catlin tidak percaya, dan menyalahkan Ny. Aurora.
"Kamu menyalahkan mama,, hhh... coba lihat dirimu. kerjaanmu hanya shoping dan traveling. Kamu tidak pernah mau membantu mama untuk mengurus perusahaan." Timpal Ny. Aurora menyalahkan Catlin kembali.
Ny. Aurora meminta bantuan sang putri Catlin untuk mencegah kebangkrutannya. Ia meminta Catlin, untuk meminta penanaman saham dari Rojer untuk menyelamatkan perusahaannya.
"Tapi.. ma.." Ujar Catlin ingin menolak. Tapi Ny. Aurora masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat.
"Wanita tua menyebalkan.." Umpat Catlin kesal. Catlin meraih ponselnya dan menekan nomer Rojer.
...----------------...
Di lain sisi, Rojer, Charlote, dan Maura sedang makan malam bersama.
"Pa.. aku seneng banget malam ini papa.. nginep di sini.. Malam ini Charlote boleh ngak tidur bareng ama papa??" Ujar Charlote bertanya pada Rojer, yang sedang menyuapkan makan malamnya.
"Tentu saja... Kita akan tidur bersama." Jawab Rojer dengan senang.
Kring...( suara ponsel Rojer berdering)
"Papamu terlalu sibuk untuk makan malam dengan kita,, ponselnya terus berdering sejak tadi." Ujar Maura menyembunyikan rasa cemburunya. Rojer hanya tersenyum menanggapi ucapan Maura.
"Papa.. ankat telpon sebentar ya.." Ujar Rojer tersenyum, lalu keluar dari rumah untuk mengangkat telpon dari Catlin. Rojer tidak ingin Maura tahu kalo telpon ini dari Catlin, bisa- bisa dia akan salah paham dan menutup kesempatan Rojer untuk hadir di kehidupan Maura.
__ADS_1
"Ada apa kamu menelponku??" Ujar Rojer dingin.
"Sayang.. Aku tidak bermaksud mengganggumu, tapi aku ingin...."
"Katakan apa yang kamu inginkan??" Ujar Rojer memotong ucapan Catlin. Ia ingin langsung to the point, tanpa basa- basi.
"Kamu memang yang terbaik. Kamu selalu tahu apa yang aku inginkan.. Aku ingin kamu menanam saham di perusahaanku the moon."
"Hehe.. kamu pikir aku bodoh.. aku tidak akan pernah menanam saham pada perusahaan yang bangkrut dan hampir mati."
"Rojer aku ini istrimu, sudah seharusnya kamu membantu perusahaanku."
"Bukankah aku selalu membantumu. Aku selalu memenuhi kebutuhan hidupmu yang glamour. Jangan pernah berpikir aku tidak pernah mengabulkan semua permintaanmu."
"Kamu tidak bisa begitu Rojer, Kamu masih ingat kan perjanjian kotrak pra nikah kita. Kamu akan mengabulkan semua permintaanku yang bersifat materi. Apa aku harus menunjukkanmu berkas kontrak itu, dan mengingatkanmu kembali."
"Dasar wanita licik" Gumam Rojer sendiri.
"Baiklah aku akan menanam saham pada perusahaanmu. Jangan ganggu aku lagi." ujar Rojer ketus, lalu memutus telpon.
Rojer kembali masuk ke dalam rumah, dan duduk di meja makan melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda.
"Dari siapa pa??" Tanya Charlote pada Rojer.
"Dari klien bisnis sayang.." Ujar Rojer berbohong, sambil memandang Maura yang sibuk menghabiskan makan malamnya.
"Setelah makan malam, jangan lupa gosok gigi dan cuci kaki dan tanganmu Charlote. Dan tidurlah dengan cepat." Ujar Maura mengingatkan Charlote.
" Dan kamu jangan ajak dia mengobrol sampai larut." Ujar Maura lagi mengingatkan Rojer dengan nada ketusnya.
"Siap mama..." Jawab Charlote dan Rojer bersamaan. Lalu tertawa kecil, karna mereka menjawab bersamaan. Maura pun tersenyum tipis melihat kelakuan Rojer dan Charlote yang kompak. Tapi ia segera kembali memasang wajah juteknya, menyembunyikan senyumnya.
...----------------...
...****************...
to be continud❤
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit
__ADS_1
dukung author biar bisa up terus.