
...ILUSI TAKDIR 116...
"Aku sudah mengatakannya ber ulang kali... Kamu tidak akan bisa di bandingkan dengan Rojer... Dia segala- galanya. Sedangkan kamu tidak lebih besar dari sepatu yang dia pakai... Kamu tidak pernah puas dengan apa yang kamu miliki... Sampai kamu tega mengkhianati ku... Kamu tega menghancurkan hidup ku... Gery.... Kamu adalah seorang pengkhinat... Aku tidak akan pernah bisa memaafkan mu..."
"Jangan lakukan ini pada ku Catlin.... Aku tidak akan bisa hidup tanpa mu..."
"Seharusnya kamu berpikir sebelum mengkhianati ku... Aku mengeluarkan mu dari dalam hidup ku... Mulai sekarang kita tidak punya hubungan apa pun... Dan semua yang pernah terjadi antara kita, lupakan saja.. Karna aku tidak akan pernah bisa memaafkan pengkhianatan mu ini..."
Catlin berbalik dengan semburat benci yang tertanam pada dirinya. Kisah asmara yang pernah dirinya bangun bersama Gery, kini berubah menjadi kebencian yang siap di tumpah kan pada puannya.
Catlin melangkah meninggal kan Gery yang sudah kalut dengan apa yang baru saja dirinya kata kan.
"Aku mohon maafkan aku Catlin..." Pinta Gery, dengan memegang pergelangan tangan Catlin cepat. Sebelum wanita yang sangat di cintainya keluar dari ruangan ini.
Dirinya tidak pernah menyangka semuanya akan seperti ini. Seharusnya ia mempertimbangkan hal ini baik- baik sebelum melakukannya. Tapi hati kecilnya menginginkan Catlin seutuhnya. Sudah cukup ia mengalah untuk menerima semua hal menyakitkan sebagai kekasih gelap. Ia ingin bahagia bersama wanita yang di cintainya hanya itu, yang mampu mendorong dirinya untuk bertindak nekat seperti ini.
Catlin berbalik menghadap Gery yang sudah berlutut di hadapannya dengan wajah memelas. Memohon supaya dirinya mau memaafkan Gery.
Siapa yang tidak akan terluka, ketika di khianati oleh orang yang selama ini di percaya. Tempat dirinya berbagi keluh kesah. Tempat dirinya melebur bersama mencapai puncak kenikmatan dunia.
Catlin menatap Gery dengan lekat. Wajahnya mengekpresikan sesuatu, seolah- olah ia sedang memikirkan sesuatu untuk pria di depannya.
"Kamu tahu kan aku paling tidak suka pada pengkhianat..." Ujar Catlin dengan nada bicara yang mulai stabil, tidak semarah saat dirinya masuk ke dalam ruangan kerja Gery.
"Aku tahu,,, aku sudah melakukan kesalahan... Kesalahan yang sangat besar... Aku mohon maafkan aku... Aku akan melakukan apa pun untuk mendapat kan maaf mu... Tapi jangan pernah tinggalkan aku..." Pinta Gery dengan memohon. Sifat dirinya yang tidak akan berlutut dan mengaku kalah pada siapapun, tidak mempan saat dirinya berhadapan dengan wanita yang di cintainya.
Gery adalah sosok pria yang setia dan rela berkorban. Dia akan rela melakukan apa pun untuk wanita yang sangat di cintai nya. Meski begitu, Catlin berbeda. Dia tidak pernah melihat apa pun yang telah di lakukan oleh Gery untuknya. Baginya hanya Rojer pria yang paling sempurna yang pantas untuk berada di sampingnya.
"Apa yang aku dengar ini tidak salah..? Kamu akan melakukan apa pun untuk mendapat maaf ku..?" Tanya Catlin memastikan ucapan Gery yang masih berlutut dengan memegang tangannya.
"I... Iya... Aku tidak pernah tidak menuruti semua perkataan mu kan... Selama kamu tidak meninggalkan ku aku akan melakukan apa pun untuk mu..."
"Kamu mencintai ku dengan begitu tulus Gery... Tapi sayangnya kamu berani mengkhianati seorang Catlin... Padahal diri mu sangat tahu jika aku sangat membenci seorang pengkhianat seperti mu... Yang menusuk dari belakang... Lihat apa yang akan aku lakukan pada mu... Selama ini aku memperlakukan mu dengan cukup spesial... tapi seperti nya itu bukan hal yang cukup bagi mu.. Kini aku bukan Catlin yang sama.. Aku sangat membenci diri mu... Tidak ada ruang untuk mu lagi Gery..." Batin Catlin dengan rahangnya yang mengeras dengan sempurna.
"Aku tidak akan meninggal kan mu... Tapi kamu yang akan meninggalkan ku..." Ujar Catlin dengan menatap Gery tanpa ekspresi.
"Apa maksud mu...?" Tanya Gery bingung dengan tingkah aneh Catlin.
"Aku memaafkan mu dengan satu syarat..."
"Katakan...!!"
"Puaskan aku di atas ranjang... Dan aku akan membuat mu terlelap dengan sangat nyenyak... Hingga kamu tidak akan bisa memikirkan hal lain selain diri ku..."
Gery bangkit dan berdiri dengan tatapan senang sekaligus tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Catlin barusan.
__ADS_1
Lengkungan indah dari kedua sudut bibir Gery yang tertarik ke atas, membuat senyuman bahagia. Ia menatap Catlin dengan perasaan campur aduk. Lalu memeluk tubuh di depannya itu dengan erat. Seakan ia tidak ingin lagi melepaskan tubuh itu.
"Aku tidak percaya kamu akan memaafkan ku sayang... Aku janji akan memuaskan mu hari ini.. Aku akan memberikan semua nya untuk mu Catlin... Terimakasih untuk kesempatan ini..." Gery mencium pucuk kepala Catlin beberapa kali. Mengekpresikan apa yang sedang ia rasakan sekarang. Satu kata untuk hal ini bahagia. Ya kata itulah yang sangat cocok untuk mendeskribsikan perasaan Gery sekarang. Yang terasa begitu berbunga- bunga.
Catlin meneteskan buliran bening dari sudut matanya, di balik dekapan hangat Gery.
"Anggap saja ini adalah hadiah sebelum berpisah.. Semoga kamu bahagia saat berada di sana... Terimakasih telah memberikan segalanya... Tapi aku tetap sangat membenci mu Gery..." Batin Catlin, dan membalas pelukan pria yang tengah memeluk tubuhnya erat.
...----------------...
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu kamar di ketuk oleh seseorang. Charlote menghentikan aktivitas di depan komputer dan beralih menuju pintu.
Ia memutar knok pintu dengan pelan. Dari balik pintu sudah berdiri pengawal yang sangat ia kenali wajahnya. Pengawal serba guna ayahnya, Edent.
Edent membungkuk memberi hormat pada Charlote.
"Masuk...!" Titah Charlote, dan masuk ke dalam kamar. Dengan Edent yang mengekor di belakangnya.
Eden cukup penasaran dengan panggilan dari tuan kecilnya ini. Sudah beberapa hari belakangan ia tidak pernah bertemu dengannya. Dan sangat mengherankan jika Charlote memanggilnya jika bukan karna hal yang penting.
"Seperti biasa aku tidak akan memanggil mu jika aku tidak membutuhkan mu.. Bukan begitu paman Edent...?" Charlote kembali duduk di kursi depan komputernya. Sementara Edent berdiri agak jauh di belakangnya.
"Tentu Tuan kecil..." Timpal Edent singkat. Ia semakin penasaran dengan tugas apa yang akan di berikan Charlote pada nya. Bukankah tugas tentang USB pemerintah itu sudah selesai.
"Aku tidak membutuhkan mu paman Edent... Jadi jangan pasang wajah tegang mu itu... Aku memanggil mu hanya untuk meminta the twins dari mu..."
"Saya akan segera memanggil the twins untuk tuan kecil... Tapi saya membutuh kan alasan yang kuat untuk membiarkan mereka berada dalam perintah Tuan kecil.. Saya tidak ingin kejadian atau hal yang buruk seperti kemarin menimpa tuan kecil lagi..."
"Aku tidak meminta mu untuk memberi ku saran paman... Aku ingin The twins bekerja di bawah perintah ku... Dan aku tidak perlu memberikan alasan pada mu... Paman tinggal melaksanakan tugas yang aku berikan... Aku janji akan menjaga diri ku... Tapi sekarang aku membutuhkan the twins berada di sisi ku paman... "
"Baik lah Tuan kecil... Paman akan melakukan apa yang tuan kecil inginkan... Selama itu membuat tuan kecil bahagia."
"Bagus... Tapi suruh the twins untuk datang ke rumah ini lewat jendela kamar ku... Dan pastikan mereka jangan sampai ketahuan oleh siapa pun yang ada di rumah ini... Karna ini adalah urusan ku..."
"Baik Tuan kecil..."
Charlote memangguk sekilas, sebagai pertanda jika pembicaraan mereka telah selesai.
Edent membungkuk hormat sebelum keluar dari kamar Charlote.
__ADS_1
"Entah apa yang di pikirkan Tuan kecil... Dirinya seperti bukan Tuan Charlote.. Tuan kecil sedikit berbeda... Hmmm Aku akan terus mengawasi gerak gerik nya..." Batin Edent lalu menutup pintu kamar Charlote.
Charlote menggigit bibir bawahnya singkat.
"Kamu bisa menghitung mundur kehancuran mu tante Catlin tersayang... Kamu sudah salah meremeh kan kemampuan anak kecil ini.. Sepertinya kamu lupa anak siapa aku ini..." Gumam Charlote, lalu memainkan mouse di samping komputer.
...----------------...
Malam yang gelap tanpa cahaya, di gantikan dengan pagi yang sedikit mendung. Tapi tetap dengan udara sejuk dan kicauan burung- burung pagi. Siapa yang bisa menebak cuaca, mungkin sekarang mendung tapi mungkin beberapa jam ke depan Matahari akan muncul dari balik persembunyiannya.
Dua insan yang sedang bergelut di bawah selimut, setelah puas bercengkrama dan menukar kenikmatan satu sama lain.
Catlin mengerjapkan bulu mata lentiknya yang juga hitam beberapa kali. Menetralisir cahaya yang masuk dari celah gorden yang sedikit terbuka dan menimpa tepat di matanya.
Tubuhnya terasa rileks dan terasa lebih segar. Ia manatap wajah pria di sampingnya yang masih tertidur dengan pulas dan tenang.
Permainan dirinya dan Gery tadi malam, sangat luar biasa. Mereka sampai ambruk bersama karna kelelahan. Gery benar- benar menepati janjinya dengan membawa Catlin terbang sampai puncak kenikmatan.
Catlin mengelus alis mata Gery yang hitam dan juga tebal, membuat Gery menggeliat dan meregangkan otot- ototnya sebelum membuka matanya lebar dan menatap Catlin penuh cinta.
"Kamu sudah bangun honey..?" Tanya Gery masih dengan kantuk yang menyerang.
Catlin langsung menaiki tubuh polos Gery. Kini posisinya Catlin berada di atas perut Gery. Membuat Gery tersenyum melihat tingkah Catlin.
"Apa kamu belum puas dengan permainan tadi malam Catlin.. Apa kamu ingin melakukannya lagi... Biarkan aku tidur sebentar.. Kita akan melakukannya lagi..." Ujar Gery dengan tersenyum lebar, tanganya hendak menyentuh pipi putih Catlin tapi di tepis halus oleh Catlin.
"Permainan tadi malam sudah sangat memuaskan Gery... Kamu menepati janji mu dengan membuat ku sangat puas di atas ranjang... Sesuai dengan kata- kata ku aku tidak akan meninggalkan mu,, tapi kamu yang harus meninggalkan ku...!!!!" Teriak Catlin dengan penuh amarah di akhir kalimatnya.
"Aaaaarrrggghhhhh" Jeritan Gery menggelegar dalam ruangan.
Catlin menghujam kan sebuah obeng pada mata kiri Gery. Membuat darah langsung muncrat dari mata kiri Gery.
Gery langsung memegang mata kirinya dengan kesakitan..
"Aaarrghhhhkkkk .... Aaarhhh..... Apa yang kamu lakukan Catlin....!!! Arrrkkkhhhhh"
...----------------...
...****************...
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
__ADS_1
please tinggalin koment dong
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit