
...ILUSI TAKDIR 138...
CEKREK....
CEKREK...
Suara kamera menyapu gendang telinga dua insan yang sedang larut dalam kemesraan.
"Foto yang bagus..." Ujar Charlote yang sudah berdiri dengan tangan memegang sebuah kamera. Menjepret dan mengabadikan moment antara Rojer dan Maura.
Rojer melepas pelukan nya. Lagi- lagi mereka merasa canggung karna kehadiran si buah hati. Yang selalu mengejutkan.
"Kenapa berhenti... Ayo candit lagi... !!" Titah sang anak dengan memainkan kamera di tangan nya.
Maura dan Rojer saling melempar tatapan.
"Charlote.. Kenapa Charlote di sini sayang...??" Tanya Maura dengan menghampiri Charlote dan berjongkok menyatarakan tinggi tubuh nya.
"Acara terakhir, menyalakan api unggun akan segera di mulai ma... Jadi aku ke sini untuk memanggil kalian berdua... Maaf jika aku menganggu mama dan papa dalam proses pembuatan adik kecil... He.." Goda Charlote dengan menunjukkan deretan gigi- gigi nya.
Mata Maura langsung melebar. Anak nya ini lagi- lagi menggoda diri nya. Bagaimana bisa seseorang membuat anak di tengah hutan seperti ini. Pikir Maura dengan wajah yang kembali memerah.
"Kau ini nakal sekali... Berani menggoda mama hhhh..." Sela Rojer, dengan melayang kan tarikan ringan pada daun telinga Charlote, yang langsung meringgis kesakitan dan memegangi telinga nya.
"Auuuuuu... Ssshhhh... Papa...." Renggek Rojer, dengan mengusap telinga nya. Apa salah nya ia mengatakan hal itu. Ia ingin memiliki adik kecil, dan bisa bermain bersama. Tapi, orang tua nya ini seakan tidak senang dengan perkataan nya.
"Aku bukan menggoda mama... Tapi benar kan papa dan mama sedang membuat adik kecil untuk ku..." Lanjut Charlote dengan menggelengkan kepalanya.
"Charlote, siapa yang mengajari mu mengatakan itu sayang?" Tanya Maura.
"Grand Ma.... Kata Grand ma aku tidak boleh selalu mengganggu kalian jika saat sedang berdua. Karna kalian sedang membuat adik kecil yang lucu untukku..." Jawab Charlote polos. Dengan tangan nya yang bermain di udara, memperagakan apa yang ia bicarakan.
Maura langsung membuang muka.
"Mama... Astaga mama... Seperti nya dia sudah menyabotasi otak Charlote dengan masalah adik kecil... Sehingga Charlote terus merenggek menginginkan adik... Aku tahu ini pasti bukan hanya keinginan Charlote, tapi juga mama..." Batin Maura dengan menghembuskan nafas nya pelan.
"Sudah lah... Kenapa membahas hal itu. Lebih baik sekarang kita ke tempat acara api unggun. Ayo..." Ucap Maura dengan melirik Charlote dan Rojer bergantian.
Mereka bertiga berjalan bergandengan. Menampilkan sebuah keluarga yang begitu harmonis.
...----------------...
Semua siswa dan masing- masing orang tuanya duduk melingkar. Dengan tumpukan kayu terbakar api di tengah- tengah mereka.
Mereka begitu asik dengan aktivitas masing- masing. Menikmati memont bersama anak- anak mereka. Yang entah kapan lagi bisa terulang.
Mereka sangat bersyukur dengan di adakan nya kegiatan ini. Selain menumbuhkan rasa kekeluargaan yang semakin dalam. Membuat anak- anak mereka bisa mengutarakan keinginan nya pada orang tua mereka.
Begitu pula dengan keluarga kecil Rojer. Maura, Charlote dan Rojer sangat sibuk saling melemparkan lelucon- lelucon candaan.
__ADS_1
"Denis... !!" Panggil seorang bocah kecil laki- laki yang seperti nya mereka adalah teman Charlote.
"Apa Gan..." Jawab anak yang di panggil Denis oleh anak yang bernama Gani.
"Lihat lah aku membawa sesuatu... He..." Gani mengeluarkan sesuatu dari saku baju nya. Dan menunjukkan benda itu pada teman nya Denis. Yang langsung membuat Denis membuka mulut.
"Woahhhh... Petasan...." Ujar Denis dengan begitu antusias, melihat benda dengan ukuran ibu jari orang dewasa itu, di atas tangan Gani.
Gani langsung menganngguk senang, dengan tebakan tepat dari temannya.
"Ayah ku membelikan nya kemarin... Aku sengaja menyisakan satu.. Untuk Acara ini..." Cicit Gani menatap petasan yang ada di tangan nya.
"Bukan nya ini petasan yang ledakan nya sangat besar?" Tanya Denis yang masih memperhatikan benda di tangan teman nya tersebut.
"Kamu benar sekali... Dan aku akan menyalakan nya di situ.." Tunjuk Gani ke arah kobaran api unggun.
"Aku yakin, semua orang pasti akan merasa senang. dan yang lain nya pasti akan terkejut, lalu setelah itu tertawa.... Hal itu pasti akan seru... Bagaimana menurut mu...?"
"Boleh juga... Mari lakukan... "
Ke dua bocah itu, berlari menuju sudut yang cukup sepi. Untuk melancarkan aksi mereka. Mereka sungguh tidak sabar melemparkan petasan itu ke dalam kobaran api unggun. Pasti akan sangat menyenangkan. Itu lah yang mereka pikir kan.
...----------------...
Rojer menggenggam tangan Maura erat di balik punggung Charlote yang menghadap ke depan. Memperhatikan kobaran api unggun yang menyala- nyala. Dan menghangatkan tubuh mereka, di tengah- tengah dingin nya udara malam di puncak.
Maura tersenyum lebar ke arah Rojer sejenak, lalu kembali menatap ke arah api unggun.
"Hari ini, jika tuhan mengabulkan... Aku ingin seorang adik yang lucu... Aku ingin menjadi seorang kakak.. Tidak apa jika adik ku perempuan atau pun laki- laki. Aku akan sangat memanjakan diri nya... Tuhan Tolong kabulkan doa ku..." Batin Charlote, dengan tersenyum sendiri.
"Kamu adalah segala nya untuk ku... Dunia ku dan hidup ku... Meski apa yang sudah terjadi di antara kita... Aku berharap semua nya berjalan seperti ini... Hanya ada kita dan kenahagian. Aku ingin bersama mu dari masa lalu, hari ini, masa depan, dan kehidupan selanjut nya..." Batin Rojer dengan menatap lekat pada Maura.
Mereka bertiga begitu terlarut dengan harapan dan pikiran masing- masing. Berharap apa yang mereka ingin kan tercapai dan di kabulkan tuhan. Harapan yang begitu tulus dari lubuk hati terdalam. Meski dengan harapan yang sama. Selalu ingij bahagia menjadi keluarga yang utuh. Seperti saat ini.
Duar....
Dar...
Suara ledakan bergema, dari arah kobaran api unggun. Bersama dengan potongan- potongan kayu yang telempar karna ledakan tersebut.
Suasana yang begitu khidmat, berubah menjadi kacau. Keterkejutan semua orang mendengar ledakan dari api unggun di depan mereka.
Tidak terkecuali dengan keluarga Rojer.
Charlote segera berhambur memeluk Maura, persis seperti saat ledakan di hotel.
Maura menatap nanar ke arah api unggun yang meledak. Menatap ke arah orang- orang yang berhamburan menjauh dan berlari meninggalkan tempat, dengan wajah cemas dan ketakutan.
NGing....
__ADS_1
Dengingan suara dari telinga Maura, menutup indra pendengaran nya. Bersamaan dengan penglihatan nya yang berkunang- kunang.
"Kita harus keluar dari sini...!!"
"Ada Bomm..."
"Ruangan ini akan segera runtuh..."
"Pintu utama tidak bisa di buka..."
"Hiks... Hiks... Hiks..."
"Charlote jangan takut mama akan melindungi mu sayang...."
Suara- suara itu terus terngiang- ngiang di telinga Maura. Seakan suara- suara itu sedang melapalkan sebuah mantra, yang membuat kepalanya begitu berat dan pusing.
Potongan- potongan kejadian saat ledakan di hotel Aston, berputar dengan cepat di kepala Maura.
Memperlihat kan semua kejadian yang begitu sangat mengerikan.
Kepala Maura semakin pening, dengan potongan- potongan ingatan yang menjadi satu dan berputar dengan cepat dan jelas di dalam kepala nya.
Pandangan Maura semakin kabur dan buram. Tubuh nya terasa berat.
Bruk..
Tubuh Maura ambruk bersamaan dengan hilang nya kesadaran nya.
"Mama!!!!"
"Maura...!!!"
...----------------...
...****************...
Maaf ya jika Ilusi Takdir, Up nya agak lama belakangan ini... Karna Aurhor lagi kondisi nya kurang sehat...
Ini aja aothor maksain buat up.. Untuk pembaca setia otor😥😥😥
Maklum ya😭
kasi tips biar makin semangat
Please budayakan koment dan like sehabis membaca... untuk menyemangati author supaya up terus..😊
to be continud❤
please tinggalin koment dong
__ADS_1
jangan lupa juga like vote dan tambah ke rak favorit