Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Bermain di pantai


__ADS_3

Setibanya di hotel, Frey berdecak kagum menatap keluar jendela dimana dia bisa melihat laut secara langsung. Deru ombak yang terdengar di telinganya memancing gadis itu itu keluar dan barmain air laut. Frey membongkar kopernya dan mengeluarkan bikini yang di belinya beberapa hari yang lalu bersama Cia dan Kayli karena Frey memang sudah merencanakan liburan ini jauh sebelum Josh mengajaknya. Frey berlari ke kamar mandi untuk berganti baju, beberapa saat kemudian, gadis itu lalu keluar dengan menggunakan bikini berwarna peach.


Josh menutup mulutnya sebelum air liurnya berjatuhan, pria itu tak menduga jika istri kecilnya berani menggodanya di saat matahari masih gagah di singgahsananya.


"Love, apa kau sedang menggodaku?" tanyanya dengan tatapan penuh gairah.


"Tidak. Aku mau maik ke pantai. Kau mau ikut," jawab Frey dengan lugaa.


"Apa? Pantai? Dengan braaa dan underwear itu?" ujar Josh seraya menunjuk benda yang tadi dia sebutkan.


"Pria tua, ini bikini. Outfit paling cocok untuk berjemur di pantai."


"Kau menyebutku apa tadi? Pria tua? Josh merasa kesal, pria itu mendekati istrinya. Pria itu lalu memegangi punggung istrinya, dan dalam sekali tarikan, kain yang menutupi dadaa Frey terlepas dari tempatnya. "Kau tidak cocok memaki ini, lebih baik kau buka semua benda aneh ini dan bercinta denganku," bisik Josh dengan suara menggoda.


"Aku mau ke pantai Josh. Nanti malam baru kita melakukannya!" tolak Frey karena saat ini dia benar-benar ingin bermain di pantai. Memaki bikini dan berjemur di bawah sinar matahari.


"Aku maunya sekarang," tanpa menunggu persetujuan istri kecilnya, Josh menggendong Frey di bahu seolah gadis itu adalah karung beras. Josh melemparkan tubuh Frey di atas tempat tidur, dan dengan cekatannya pria itu berhasil melepas kain segitiga yang menutupi inti istrinya.


"I'm cooming baby girl," desis Josh seraya menatap lembah Frey penuh nafsu, pria itu semakin mendekatkan wajahnya, dan dalam hitungan detik pria itu berhasil bermain-main di lembah yang mulai basah.


Frey menggelinjang, merasakan sensasi geli dan nikmat yang berbaur menjadi satu, permainan lidah Josh di bawah sana membuat gadis itu tak bisa menahan diri untuk tidak mendesaaah.


"Josh, aku menginginkanmu," rancau Frey dengan tubuh bergetar hebat saat cairan hangat keluar dari lembahnya.


Josh tersenyum penuh arti, pria itu lalu mengungkung tubuh Frey lalu menciumnya dengan penuh gairah. Saat hasrat mereka semakin berkobar, Josh mulai mengarahkan ular besarnya ke lembah yang istri, hanya dalam sekali hentakan keduanya berhasil menyatu.


"Ah Josh, aku sangat mencintaimu!"


Josh semakin memepercepat gerakan pinggulnya, rancauan dan desaaahan yang keluar dari bibir Frey semakin membuatnya terbakar. Dan setelah beberapa menit akhirnya pria itu menyelesaikan permainan panasnya.

__ADS_1


Josh terlentang di samping Frey sementara gadis itu memilih memeluk sang suami dan menyembunyikan wajahnya di ketiak Josh.


"Frey apa ketiakku sangat enak baunya?" tanya Josh yang berniat menggoda istrinya. Sejak pertama mereka tidur bersama, Frey langsung jatuh cinta dengan ketiak sang suami yang menurut Frey membuat dirinya merasa tenang.


"Em, aku pasti akan sangat merindukan bau ketekmu saat aku pergi," jawab Frey asal, namun tanpa sadar seolah dia sedang memberi tahu Josh jika dia akan pergi.


Josh menarik tangannya yang di jadikan bantal oleh Frey, pria itu lalu tidur menyamping dan menahan kepalanya dengan satu tangan. "Apa kau akan pergi meninggalkanku?" tanya Josh seraya menatap wajah Frey, ucapan istri kecilnya benar-benar membutnya takut. Takut jika suatu saat Frey akan meninggalkannya.


"Kau bilang akan mengirimku ke Harvard kan? Berarti kita akan berpisah untuk sementara," tegas Frey dengan sedikit gugup.


"Aku akan menyusulmu, aku akan mencari pekerjaan di sana."


"Hm, sebenarnya aku ingin hidup mandiri Josh. Bagaimana kalau kau tidak usah ikut. Biarkan aku menjadi gadis lajang yang sedang menempuh pendidikan di negeri orang," ucap Frey meledek suaminya, gadis itu terlihat sangat serius meski sebenarnya setengah mati menahan tawa.


"Oke. Maka aku akan menjadi pria lajang yang mempesona. Joshua Janzsen, kapten tampan dengan tubuh sexiii, wanita mana yang akan menolak pesonaku," sahut Josh tak terima.


Frey menatap Josh dengan tajam, gadis itu merengut dengan bibir mengerucut. "Lakukan sesukamu!" Frey merajuk, gadis itu kesal padahal dia dulu yang memulainya. Frey menyibak selimut dan turun dan ranjang meski dalam kondisi tubuh tanpa busana. Frey berdiri di hadapan Josh dengan menantang, gadis itu berpose layaknya model majalah dewasa. "Maka aku akan pergi ke pantai dengan bikini. Dadaku yang bulat dan bokongku yang padat pasti membuat para pria melotot dan mengantri."


.


.


Frey duduk di atas pasir sambil menatap lautan lepas yang ada di hadapannya. Gadis itu bersandar pada dada sang suami yang duduk di belakangnya seraya memeluknya. Frey menikmati hembusan angin pantai yang menerpa wajah dan tubuhnya, dia tak perlu takut kedinginan karena Josh akan memeluknya.


Setelah menyelesaikan ronde kedua di kamar mandi, pasangan itu memutuskan pergi ke pantai dengan syarat Frey harus memakai baju yang tertutup. Dan karena tak ingin berdebat, Frey akhirnya patuh, gadis itu memakai celana selutut dan kaos polos kebesaran. Benar-benar bukan outfit yang cocok untuk berjemur di tepi pantai.


"Josh," panggil Frey dengan lembut.


"Ya Love," sahut Josh seraya menggigit cuping telinga sang istri.

__ADS_1


"Seandainya suatu saat aku melakukan kesalahan apa kau akan memaafkanku?" Frey merubah posisi duduknya, gadis itu berbalik sehingga mereka saling berhadapan. Saat bicara, Frey paling suka menatap mata Josh, dia dapat melihat apakah ucapan Josh tulus atau tidak.


"Apa kau berniat membuat kesalahan?" bukannya menjawab Josh malah kembali bertanya pada istrinya.


"Aku sangat mencintaimu Josh. Jika suatu hari nanti aku membuat kesalahan tolong maafkan aku dan jangan pernah lepaskan aku!"


"Kenapa bicaramu seperti kau hendak meninggalkanku? Apa kau menyembunyikan sesutu?" Josh mencoba memancing Frey agar gadis itu mau berterus terang dengannya.


"Aku hanya khawatir berpisah darimu. Harvard sangat jauh kan. Aku takut khilaf dan terpikat bule di sana Josh," Frey tak ingin terlalu serius,.dia mencoba mengalihkan pembicaraan lagi.


"Apa aku tidak cukup. Aku juga bule Frey. Lihat mataku. Lihat tubuh sexiii ku, lihat ular besarku, apa semua itu tidak cukup untukmu?"


"Ular besarnya sudah cukup, hanya saja bagaimana kalau aku ingin bermain dengan ular besar dan kau sedang bertugas?"


Josh tertawa mendengar ucapan frontal dari mulut istrinya. "Tunggu aku pulang dan aku akan memanjakanmu dengan ular besarku. Atau kau mau sekarang?"


"No. Aku sangat lelah," tolak Frey dengan cepat. Gadis itu lalu berdiri dan berlarian mengejar ombak. Dari kejauhan Josh mengamati istri kecilnya yang sedang asyik bermain air laut.


"Love, apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu!" batinnya sendu.


"Josh tangkap aku. Jika berhasil aku akan memanjakan ularmu semalaman," teriak Frey di iringi tawa bahagianya. Josh segera mengganti wajah sendunya dengan senyum bahagia.


'Siapan dirimu malam ini baby girl!"


Josh berlari mengejar Freesia. Pasangan suami istri itu terlihat sangat bahagia. Mereka main kejar-kejaran di pinggir pantai di temani obak dan angin pantai yang mendamaikan hati.


Di tengah canda tawa keduanya. Terselip kekhawatiran yang mendalam. Keduanya sama-sama berdoa, semoga Tuhan menjaga hubungan mereka dan semakin mempererat hati keduanya.


Semoga...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2