
Josh mematikan panggilannya, dadanya bergemuruh saat melihat kedekatan Frey dan Axel meski hanya lewat panggilan vidio, di tambah ucapan Jovanka yang semakin membuatnya merasa terbakar. Josh tidak suka Frey dekat dengan pria lain, meskipun itu dengan sepupunya. Josh tidak rela saat Frey tertawa karena orang lain, apalagi orang itu adalah pemuda yang terang-terangan ingin merebut Frey dari sisinya. Inikah yang di namakan cemburu?
Josh duduk di tepi tempat tidur, netra birunya menatap wallpaper ponsel yang entah sejak kapan di hiasi oleh wajah cantik gadis kecilnya. Melihat senyum Frey membuat jantung Josh berdegup dengan tak semestinya. Josh memegangi dada, untuk sesaat memorinya kembali pada saat mereka pertama kali bertemu. Sore itu, saat Josh pertama kali datang ke Anne Florist, hal pertama yang menarik perhatiannya adalah seorang gadis yang memiliki mata indah dan berbinar, gadis itu menatapnya tanpa berkedip. Lalu sesaat kemudian, gadis itu tersenyum dengan begitu lebar, dua cekungan dalam di kedua sisi wajahnya membuat Josh terkagum, bagaimana bisa Tuhan memahat mahakarya seindah itu?
Josh tersenyum, dari semua hal yang telah dia lewati bersama Frey, menikahi gadis itu adalah keputusan terbaik yang pernah Josh ambil. Gadis asing yang dengan sejuta pesona itu telah memikatnya hanya dengan sebuah senyuman. Josh seolah tersihir, hatinya yang di remuk redamkan oleh sang mantan kekasih berangsur pulih, gadis itu membuat hatinya kembali hangat. Tatapan tulus dan penuh cinta selalu Josh rasakan saat gadis itu tengah menatapnya.
"Frey, aku memang bodoh," Josh merutuki dirinya sendiri. Dia baru sadar, Frey telah menarik perhatiannya sejak pertama kali mereka bertemu.
Josh tak ingin menyesal di kemudian hari, pria itu lalu kembali menghubungi Jovanka untuk meminta bantuan adik perempuannya.
"Jov, carikan media yang dapat di percaya. Aku akan klarifikasi!"
.
.
.
Pukul tujuh malam, Jovanka mengumpulkan semua anggota keluarganya di ruang keluarga, gadis itu lalu menyalakan layar berukuran raksasa, setelah menemukan saluran televisi yang dia inginkan, Jovanka lalu duduk bergabung dengan anggota keluarganya.
"Apa yang ingin kau tunjukan Jov?" tanya Jonathan seraya menatap adiknya.
"Aku akan melemparkan bom dan sebentar lagi bom akan meledak," Jovanka tersenyum dengan begitu manis, namun senyum manis itu sedikit beracun.
Tak lama kemudian, acara yang di tunggu Jovanka akhirnya tayang. Sebuah acara gosip yang membahas berita panas yang sedang ramai di perbincangkan.
"Jov, kau menyuruh kami semua berkumpul hanya untuk menonton acara sampah ini?" potres Katherine para putrinya.
"Momy bisa pergi kalau tidak ingin melihatnya!"
Katherine mendegus kesal, dia hendak pergi, namun saat pembawa acara menyebutkan nama putranya, wanita itu kembali duduk dan menyimak acara gosip tersebut.
"Selamat malam pemirsa, malam hari ini kita telah tersambung dengan seseorang yang sedang menjadi hot news. Namanya sedang viral dimana-mana, siapa lagi kalau bukan pilot tampan idaman sejuta umat manusia, Joshua Janzsen," pembawa acara tersebut nampak heboh saat membuka acaranya, lalu foto Josh nampak menghiasi layar kaca. "Hallo selamat malam tuan Joshua Janzsen," sapanya dengan begitu ramah.
__ADS_1
"Malam," jawab Josh.
"Bagaimana kabar anda tuan Josh?" pembwa acara tersebut mulai berbasa basi.
"Baik," jawab Josh dengan singkat.
"Syukurlah. Tuan Josh, bagaimana tanggapan anda dengan pemberitaan media yang menyebut anda mengeksploitasi anak di bawah umur? Dan sebelum anda menjawab itu, benarkah anda menikahi gadis yang masih sekolah?"
"Ya benar," jawab Josh dengan begitu tegas.
"Jadi berita itu bukan sekedar gosip?"
"Berita itu adalah fakta. Beberapa bulan yang lalu saya memang menikah dengan seorang gadis kecil. Namun saya tidak setuju jika kalian menyebut saya mengeksploitasi anak di bawah umur. Perlu saya tekankan, terlepas dia sebagai seorang murid, istri saya berada di usia legal untuk menikah, dia telah memiliki kartu identitas yang di akui negara," jelasnya panjang lebar.
Ketegangan terjadi di ruang keluarga Janzsen family, mereka terkesiap mendengar pengakuan Josh di hadapan media. "Apa yang sedang Josh lakukan?" tanya Katherine dengan wajah menegang.
"Josh sedang memantik api sebelum bomnya di ledakan mom," sahut Jovanka.
"Jov, yang kau rakit itu bom atau petasan? Bom tidak perlu pemantik bodoh!" goda Jonathan dengan senyum mengejek.
"Sudah diam," lerai Lynda sebelum kedua cucunya berdebat.
Semuanya lalu kembali fokus, tak terkecuali Frey, wajahnya menegang dan tangannya mulai berkeringat.
"Jadi anda mengakui kalau anda benar-benar sudah menikah dan istri anda seorang gadis yang masih sekolah?" pembawa acara kembali bertanya.
"Ya saya mengakuinya. Malam ini, saya ingin meminta maaf kepada semua orang. Saya tidak membenarkan semua tindakan saya, saya juga mengakui jika saya bersalah karena menikahi gadis yang masih berstatus sebagai seorang pelajar. Namun, apakah menikah dan jatuh cinta adalah sebuah kesalahan?"
"Jadi anda mencintai istri anda? Tapi bukannya sebelum menikah dengan gadis itu anda menjalin hubungan dengan model Jennifer Scott?"
"Ya, saya dan Jennifer memang berkencan selama 3 tahun dan berencana untuk menikah!"
"Lalu kenapa kalian tidak menikah? Dan mengapa anda malah menikahi orang lain? Apakah pemberitaan jika anda meninggalkan Jennofer Scott adalah fakta?"
__ADS_1
Josh terdengar menghela nafas panjang. "Kami akan menikah, namun sesuatu yang tidak saya inginkan terjadi dua jam sebelum pernikahan kami. Dan benar saya memang meninggalkannya dan menikahi gadis lain pada hari dimana seharusnya saya dan Jennifer menikah!"
"Anda tentu memiliki alasan kuat mengapa anda meninggalkan Jennifer? Apakah benar karena gadis itu menggoda anda?"
"Tentu saja tidak benar. Gadis malang itu justru menyelamatkan saya malam itu. Kalian akan tau alasan mengapa saya membatalkan pernikahan saya dengan Jennifer Scott!"
Duaaaarrrrr....
Bom yang di rakit Jovanka akhirnya meledak. Tepat setelah Josh mengakui jika dia meninggalkan Jennifer di hari pernikahan mereka, sebuah vidio tak senonoh beredar di media sosial. Namun yang membuat vidio itu heboh adalah, wanita yang berada di dalam vidio tersebut sosok yang sangat terkenal, Jennifer Scott sedang melakukan hubungan badan dengan sosok lelaki yang tak di kenali. Bukan hanya satu vidio, ada vidio lain yang menunjukan Jennifer Scott baru saja bercinta di dalam mobil yang terparkir di basement sebuah pusat perbelanjaan.
"Kami baru saja mendapat informasi ada sebuah vidio tak senonoh yang melibatkan mantan anda. Apakah itu alasan anda meninggalkannya?" Pembawa acara tersebut kembali melayangkan pertanyaan setelah dia mendapat informasi adanya viido tersebut.
"Ya benar. Dan vidio itu terjadi dua jam sebelum pernikahan kami."
"Bagaimana anda bisa tau tentang vidio itu?"
"Karena saya berada di sana, menyaksikan secara langsung!"
"Oh astaga," pembawa acara tersebut nampak terkejut. "Apakah vidio itu anda sengaja merekamnya?"
"Tentu saja tidak, saya bahkan tidak menyadari jika ada kamera di kamar tersebut!"
"Lalu siapa yang memasang kamera itu?"
"Entah, mungkin mereka yang sengaja melakukannya!"
"Mereka? Maksud anda Jennifer dan pria yang bercinta dengannya?"
"Maybe!"'
"Berita yang sangat mengejutkan sekali. Jadi selama ini anda adalah korban, namun media justru menyalahkan anda. Sebagai salah satu orang yang bekerja di dunia infotainment, saya mewakili teman-teman media memohon maaf secara langsung kepada anda, tuan Joshua Janzsen," pembawa acara tersebut terlihat menundukan kepalanya, sebagai tanda permintaan maaf.
"Sebelum acara ini di tutup, apakah ada pesan yang ingin anda katakan?"
__ADS_1
"Sebelumnya saya mehohon maaf atas keributan yang melibatkan saya. Pada kesempatan malam hari ini saya ingin menyampaikan jika apa yang saya lakukan memang tidak patut untuk di contoh. Saya harap kalian semua tidak lagi menuduh istri saya dengan berita yang tidak benar, karena sayalah yang mengajaknya menikah, bukan dia yang menggoda saya. Namun, saya juga bersyukur karena saya memilih dia, saya beruntung memiliki seorang istri yang bersedia menemani saya di saat saya terpuruk. Hari ini, di depan semua orang, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk istri saya. Dan untuk yang terakhir kalinya, saya hanya ingin mengatakan, I love you my little wife! "
BERSAMBUNG...