Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Bertengkar


__ADS_3

"Setelah ibu mu sembuh aku akan melamarmu!"


Deg...


Langkah Anne terhenti, dia tak menyangka Jo akan mengatakan hal seperti itu. Melamarnya? Benarkah itu? Apa pria itu hanya main-main?


Jo ikut berhenti, pria itu berdiri menghadap Anne. Jo meraih tangan Anne dan menggenggamnya. "Aku serius Ann, aku sangat mencintaimu dan ingin hidup bersamamu. Aku tidak akan ragu lagi, aku akan memperjuangkanmu sampai kau mau menjadi istriku!"


"Maaf Jo, aku tidak bisa...


"Apa maksudmu? Kau sudah pernah bilang kita bisa bersama setelah Josh dan Frey kembali bersatu? Tega nya kau mempermainkanku Ann," cecar Jonathan dengan kalimatnya yang begitu panjang.


Anne membuang nafas kasar, wanita itu kesal karena Jonathan senang sekali memotong ucapannya sebelum kalimatnya selesai. "Maksudku aku tidak bisa memutuskannya sekarang, aku harus memastikan agar ibu ku tak kena serangan jantung lagi saat mendengarmu melamarku. Bersabarlah Jo," ucap Anne melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong.


"Sampai kapan Ann, apa dua tahun tidak cukup bagiku untuk menunggu? Atau sebenarnya kau tidak ingin bersamaku kan? Sudahlah, mungkin kau memang tidak mau menikahiku," Jonathan mengeluarkan semua keluh kesah yang dia simpan selama ini, dua tahun dia menunggu tanpa kepastian yang jelas, dua tahun mereka menjalani hubungan tanpa status yang jelas, sungguh melelahkan.


Dengan wajah kesal, Jonathan melangkahkan kaki nya dengan cepat, jika tidak pergi dia takut tidak bisa menahan mulutnya yang suka nyerocos tidak karuan jika sedang marah.


Anne menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Jonathan yang seperti anak kecil, padahal tahun ini pria itu genap berusia 30 tahun, namun sikapnya sama seperti Freesia, tukang ngambek, suka salah paham dan sering merajuk.


Anne mengejar Jo yang semakin jauh, dia tak mau pria nya salah paham dan memikirkan sesuatu yang tak masuk akal, misalnya mencari teman kencan untuk satu malam, ah jangan sampai hal itu terjadi.


"Tunggu Jo," teriak Anne namun Jonathan acuh tak acuh seolah tidak mendengar teriakan Anne.


"Sayang tunggu aku!"


Glek...


Jonathan menghentikan langkahnya, pria itu menelan ludahnya dengan kasar, benarkah Anne barusan memanggilnya sayang? Atau itu hanya imajinasinya saja?


Anne menghampiri Jonathan dengan nafas yang tersenggal-senggal, wanita itu hampir kehabisan nafas karena mengejar Jonathan.

__ADS_1


"Tadi kau memanggilku apa?" tanya Jonathan dengan wajah tegang, dia berharap apa yang di dengarnya adalah sebuah kenyataan, meski dia tak terlalu yakin mengingat Anne bukan tipikal wanita yang suka mengatakan hal-hal manis.


"Memang aku memanggilmu apa?" bukan nya menjawab, Anne justru balik bertanya dan membuat Jonathan semakin kesal.


"Aishh, aku memang terlalu berharap!" Jo mendesis kesal, pria itu hendak pergi lagi namun Anne menahan tangannya.


"Ck, kau sangat pemarah sayangku," ucap Anne seraya menarik tengkuk Jonathan, detik berikutnya Anne membungkam mulut Jonathan dengan bibirnya. Jo yang terkejut dengan serangan mendadak Anne hanya bisa membolakan matanya, namun perlahan matanya tertutup dan Jonathan mulai membalas ciuman Anne.


Lama lidah mereka saling bertaut, tangan kekar Jo menahan pingang dan punggung Anne agar wanita itu tak kabur setelah berciuman. Jo ingat beberapa tahun yang lalu mereka pernah berciuman dan Anne tiba-tiba kabur setelah menciumnya.


"Kau sedang menggodaku Ann?" tanya Jonathan seraya menatap bola mata berwarna hazel itu.


"Apa kau tergoda?" ujar Anne seolah sedang menantang Jonathan.


"Jangan menyesal Ann, aku akan membuatmu hamil seperti Frey!"


Sebelum Anne menjawab, Jonathan sudah membopong tubuh Anne di bahunya seolah wanita itu adalah sekarung beras.


Jo memukul bokong Anne sedikit keras karena Anne tak mau diam. "Kau menantang singa lapar Ann!"


Anne benar-benar tak percaya seorang Jonathan membawa nya ke hotel setelah mengancam akan menghamilinya. Sekujur tubuh Anne bergetar saat Jo membaringkan nya di atas tempat tidur, apalagi kini Jo mulai melepas satu persatu kancing kemejanya, pria itu membuang kemejanya dengan asal lalu merangkak di atas tempat tidur menghampiri Anne yang kini sudah terpojok.


"A-apa ya-yang kau lakukan Jo?" tanya Anne dengan gugup, bayangkan saja seorang pria yang bertelanjaaang dada kini sedang mengungkung tubuhnya.


"Make a baby," jawab Jonathan dengan serius, sorot matanya mengatakan jika pria itu benar-benar akan menghamili Anne.


"Jo, sadarlah, kita belum menikah!" ujar Anne dengan suara bergetar, kini sekujur tubuhnya basah oleh keringat.


"Menunggu menikah bisa-bisa aku jadi perjaka tua. Setidaknya aku harus melepaskan keperjakaan ku dulu lalu menunggu kau bersedia menikahiku!"


Jo mulai melancarkan aksinya, berbekal vidio yang dia tonton di layanan streaming XXX, pria itu mulai mencumbu Anne dengan penuh gairah. Mulai dari melumattt bibir Anne, menjilat setiap jengkal kulit wajah Anne dan berakhir dengan gigitan kecil di leher Anne yang menyisakan sebuah tanda merah keunguan.

__ADS_1


"Hentikan Jo, Ah," meski bibir Anne berkata tidak, namun sialnya tubuh nya merangsang dengan baik, setiap sentuhan Jo membuat Anne menginginkan lebih, dia mulai tak bisa menahan hormon dewasa yang meluap hingga ubun-ubun.


"Jo, ahh.. ah.. Cukup Jo, Ahh," teriakan Anne justru semakin membuat Jo terbakar, tubuhnya terasa panas dan sesuatu yang berada di balik celananya menggeliat ingin segera di puaskan.


"Aku akan membencimu selamanya jika kau melakukan lebih dari ini!"


Jo menghentikan aksi nakalnya, pria itu menatap Anne dengan tatapan yang tak bisa di artikan, antara hasrat yang tertahan dan amarah yang mulai datang.


"Apa sebenci itu kau denganku Ann? Apa tubuhku terlalu menjijikan sehingga kau tak mau aku sentuh?" tanya Jo seraya menjauhkan tubuh nya dari Anne.


Anne menelan ludahnya dengan kasar, bukan itu maksudnya menolak Jo, dia hanya ingin melakukannya saat mereka sudah menikah. Pertanyaan Jo sungguh membuat Anne merasa sangat bersalah.


"Bukan begitu Jo, aku hanya ingin melakukannya saat kita sudah menikah!" jelas Anne agar Jo tidak salah paham.


"Tidak perlu berbelit-belit semantara kau saja tidak mau menikah denganku!"


Jonathan lalu turun dari tempat tidur dan memakai kembali kemejanya. Setelah penampilannya rapi, pria itu menatap nanar ke arah Anne.


"Mungkin kita memang tidak berjodoh Ann," ucap Jo putus asa, pria itu lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan melemparkan nya ke segala arah.


Ting..ting..ting..


Benda yang Jo buang adalah sebuah cincin yang sengaja dia siapkan untuk melamar Anne. Namun sepertinya takdir memang tidak memihak kepada mereka, sangat sulit bagi mereka untuk bersama.


"Semoga kau bahagia Ann!" ucap nya lalu keluar dari kamar hotel dengan perasaan yang hancur, waktu dua tahun nya terbuang sia-sia, dia merasa hanya di permainkan oleh Anne.


"Jo, bukan begitu maksudku!" Anne menangis sejadi-jadinya, karena keegoisannya dia harus kehilangan pria yang sangat mencintainya. Dia menyesal, dia ingin Jo kembali padanya. Jika perlu dia akan memberikan segalanya sekarang. Persetan dengan keteguhan nya, dia akan menyerahkan dirinya pada seorang Jonathan.


BERSAMBUNG...


Vote vote vote jangan lupa hihihi

__ADS_1


__ADS_2