
Drama kehamilan Frey masih berlanjut, bukan hanya sensitif soal bau makanan, Frey juga akan mual dan muntah saat berdekatan dengan suaminya, padahal sebelum hamil, ketiak Josh adalah tempat favoritnya, namun kini mencium bau parfum Josh saja Frey langsung pusing dan muntah.
Josh yang masih awam tentang kehamilan malah mengira jika Frey sedang membohonginya. Saat istrinya sedang menonton televisi bersama Katherine, tiba-tiba Josh memeluk Frey dari belakang dan menciumi pipi istrinya dengan gemas. Frey yang awalnya baik-baik saja mulai merasa aneh, kepalanya berputar-putar dan perutnya seperti di aduk.
"Josh, lepas," pinta Frey dengan nafas yang mulai tak beraturan.
"Tidak mau, aku ingin memelukmu," tolak Josh.
"Josh, lepaskan istrimu. Kasian, nanti muntah," ujar Katherine memperingati putranya.
"Josh, ak..."
Frey belum menyelesaikan ucapannya namun wanita hamil itu lebih dulu tak sadarkan diri. Katherine yang menyadari itu segera memukul punggung putranya agar melepaskan pelukannya.
"Istrimu pingsan Josh!" teriak Katherine dengan wajah panik.
Josh lalu melepaskan pekukannya, pria itu berlari memutari sofa yang Frey duduki. "Love, bangun," ucapnya seraya menepuk pipi istrinya dengan pelan.
"Cepat bawa ke rumah sakit Josh!"
Dengan cepat Josh mengangkat tubuh istrinya, dia sangat panik melihat wajah Frey yang mulai memucat dan tubuhnya terasa dingin. Katherine membukakan pintu mobil, dia lalu masuk kedalam mobil baru setelah itu Josh memasukan Frey. Setelah posisi Frey aman di pelukan sang momy, Josh segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
"Bangun Frey," Katherine mencoba membangunkan menantunya, namun Frey tak kunjung sadar sampai mereka tiba di rumah sakit.
Dengan bantuan beberapa perawat, Frey di bawa ke dalam UGD, Josh dan Katherine menunggu di depan ruang pemeriksaan dengan cemas. Josh menyesal karena mengira Frey sedang mengerjainya, karena ulah nya Frey sampai masuk rumah sakit.
__ADS_1
"Mom, bagaimana ini, kenapa lama sekali?" ucap Josh dengan wajah yang semakin panik.
"Tenang Josh, dokter sedang memeriksanya. Lain kali jangan jahili istrimu lagi, kasian dia!"
"Aku sangat bodoh mom, aku pikir Frey hanya iseng."
"Mulai sekarang kau harus belajar ilmu parenting!"
Setengah jam kemudian dokter yang memeriksa keluar, Josh dan Katherine segera menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanyaa Josh dengan wajah menegang.
"Istri anda baik-baik saja, wanita yang sedang hamil muda memang sering pingsan. Tapi anda tetap harus menjaga istri anda."
"Syukurlah. Terima kasih banya dok!"
Josh seketika menghentikan langkahnya, dia terpaksa menjaga jarak dari Frey demi kebaikan istri dan calon anaknya.
"Love, kau tidak papa kan?" tanya Josh khawatir.
"Hem, tapi maaf Josh, untuk sementara waktu tolong jaga jarak dariku," jawab Frey dengan pelan, dia merasa bersalah saat mengatakan kepada suaminya agar menjaga jarak, namum dia sungguh tidak tahan mencium aroma suaminya.
"Ya Love, aku mengerti. Aku akan menjaga jarak," Josh segera menyetujuinya meski sangat berat, sebelumnya dia sudah membayangkan setiap bagun tidur dia akan mengusap perut istrinya, begitupun sebelum dia tidur. Namun kini harapannya hanya tinggal harapan, jangankan mengelus perut, berdekatan dalam jarak setengah meter saja Frey sudah menutup hidungnya.
"Jangan khawatir Josh, momy yang akan merawat Frey," ucap Katherine mencoba mencairkan suasana yang sedikit canggung. Sepasang suami istri yang awalnya sangat lengket kini harus di pisahkan karena bawaan si jabang bayi.
__ADS_1
"Terima kasih mom!
"Sama-sama!".
Setelah kondisinya membaik, Frey di izinkan pulang hari itu juga. Karena tak kuat mencium aroma tubuh Josh, terpaksa Frey dan Katherine naik taxi untuk pulang ke rumah, sementara Josh pulang seorang diri dengan perasaan nelangsa.
"Setelah dua tahun berpisah, dan sekarang dia tidak mau berdekatan denganku. Apa salahku Tuhan!" keluh Josh.
Setibanya di rumah, Josh juga terpaksa tidur di kamar lain karena Frey melarangnya tidur di kamar mereka. Sungguh malah nasib pria itu, namun demi sang penerus dia mencoba bertahan meski harus menjaga jarak dari istrinya.
Lain hal dengan Josh yang sedang sedih karena Frey tak bisa di dekati, Anne kini sedang frustrasi karena tak menemukan Jonathan di manapun. Anne bahkan mendatangi mansion keluarga Janzsen namun tak ada satu orang pun di rumah besar itu yang melihat Jonathan. Anne tak menyerah, dia juga pergi ke J&J Company, namun yang dia dapat justru hal tak terduga. Menurut informasi, Jonathan sudah mengundurkan diri sejak kemarin.
"Kemana kau Jo," batin Anne sedih, dia sudah sangat menyakiti Jonathan sehingga pria itu menghilang dari sisinya.
Di tengah pencariannya, Andrew tiba-tiba menelfon dan mengabari jika Maggie telah sadar. Anne memutuskan untuk ke rumah sakit terlebih dahulu, baru setelah itu dia akan kembali mencari Jonathan.
Setibanya di rumah sakit, Andrew langsung menyuruh Anne masuk ke dalam ruang rawat Maggie karena sejak tadi Maggie mencarinya.
Anne duduk di samping ranjang Maggie, wanita tua itu terlihat menyedihkan, Anne merasa sedih melihat kondisi ibu nya seperti itu.
"Syukurlah ibu sudah sadar," ucap Anne dengan tulus, meski Maggie sering bersikap kejam namun wanita itu tetaplah ibunya, orang yang sudah melahirkannya ke dunia.
"Ann," ucap Maggie dengan bersusah payah.
"Ya bu, Anne di sini!"
__ADS_1
"Aku ingin melihatmu menikah sebelum aku mati!"
BERSAMBUNG...