Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Sedikit Kecewa


__ADS_3

"Kau baik-baik saja? Kenapa kau sangat ceroboh. Bagaimana kalau kau jatuh dan sesuatu terjadi padamu?" cecar Josh dengan wajah memerah karena panik amarah bercampur menjadi satu, entah apa yang terjadi, hanya saja Josh kesal saat Freesia bertindak ceroboh dan membahayakan dirinya sendiri.


"Aku baik-baik saja, terima kasih," jawab Freesia seraya menatap Josh, getaran aneh kembali Frey rasakan saat dia melihat kekhawatiran di wajah Josh.


Dengan hati-hati Josh menurunkan tubuh Freesia, pria itu salah tingkah namun tetap bersikap jika semuanya baik-baik saja. "Istirahatlah," ucapnya tanpa menatap Freesia, dia lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Freesia memegangi dadanya yang masih berdebar-debar dengan wajah bersemu merah. "Kau lucu sekali Josh," batinnya seraya tersenyum.


.


.


.


Pagi-pagi sekali Freesia terbangun karena mendengar keributan dari lantai bawah. Freesia memeriksa jam di ponselnya, gadis itu mendegus kesal mendapati waktu masih menunjukkan pukul tiga dini hari. "Siapa sih pagi buta gini teriak-teriak kaya orang gila," desisnya sambil menyibak selimut, dengan langkah gontai gadis kecil itu keluar dari kamarnya dan turun untuk memeriksa siapa yang membuat keributan di pagi hari.


Di depan pintu utama, Freesia melihat Josh tengah berbicara dengan seseorang, Freesia semakin mendekat untuk memastikan siapa orang yang bersama Josh.


"Oh my gosh, benar-benar orang gila yang datang pagi-pagi buta," gumam Freesia seraya memutar bola matanya malas. Gadia kecil itu lalu menghampiri Josh dan orang gila yang sedang berteriak layaknya seorang tarzan wanita.


"Kenapa dia?" tanya Freesia seraya menunjuk Jennifer yang terlihat teler.


"Mabuk," jawab Josh singkat.


"Hey, you..." teriak Jennifer sambil menunjuk wajah Freesia. "Dasar ******** murahan," maki Jennifer dengan suara tak jelas, tubuhnya saja sampai senggoyongan karena efek minuman keras


"Bau sekali, iuwww," tangan kiri Freesia menutup hidungnya, sementara tangan kanannya bergerak seolah sedang mengusir bau alkohol yang keluar dari mulut Jennifer.


"Josh aku sangat mencintaimu Josh."


Ucapan Jennifer hampir saja meluluhkan hati seorang Joshua, pria itu menganggap jika omongan orang mabuk adalah sebuah fakta. Tak bisa di pungkiri Josh juga sangat mencintai Jennifer dan belum bisa melupakannya.


"Sayangnya kau tak pernah mau menyentuhku Josh, dan kau tak memberi tahu siapa kau sebenarnya. Seandainya aku tau kau anak orang kaya raya, maka aku tidak akan berselingkuh dan menjajakan diriku pada orang kaya itu."


Josh tersenyum kecut, kenyataan kembali menghantam hatinya. Apa yang dia harapkan? Berharap Jennifer tulus mencintainya? Cih, setelah kejadian ini akhirnya Josh benar-benar sadar jika Jennifer memang tidak pantas bersanding dengannya.


"Kita apakan dia Josh?" ucap Freesia.

__ADS_1


"Aku akan menyuruh orang untuk mengantarnya pulang."


"Orang? Siapa?"


"Pengawal Jonathan!'


Freesia merasa lega karena bukan Josh yang mengantarkan Jennifer pulang, gadis kecil itu lalu kembali masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan mimpinya.


Pukul enam lewat tiga puluh Freesia kembali terbangun, setelah mandi dan merapikan tempat tidurnya dia turun karena merasa lapar. Dia dapur, Freesia mendapati orang asing yang sedang memasak.


"Permisi, maaf anda siapa ya?" tanya Freesia dengan sopan.


Seorang wanita paruh baya menoleh, wanuta itu lalu tersenyum seraya menundukkan kepalanya. "Selamat pagi non, saya mbok Endang, asisten rumah tangga baru," ucapnya mengenalkan diri.


"Oh gitu, saya Freesia mbok," jawab Freesia ramah.


"Iya non Freesia, tuan Josh sudah memberi tahu saya sebelumnya. Beliau juga berpesan kalau beliau ada penerbangam siang ini jadi non Freesia tidak perlu mencarinya."


Freesia tersenyum kecut, dia merasa kecewa karena Josh tak pamit kepadabya secara langsung. "Mbok masak apa?" tanya Freesia untuk mengalihkan perasaan kecewanya.


"Temani saya sarapan mbok," ajak Freesia, namun mbok Endang segera menggelengkan kepalanya, menolak ajakakan nona muda tersebut.


"Maaf non, tidak pantas pembantu makan bersama majikannya," tolak mbok Endang dengan capat.


"Di mata Tuhan semua manusia itu sama mbok. Lagi pula sayang makanannya kalau nanti nggak abis," Freesia menarik tangan mbok Endang perlahan dan menyuruh wanita itu untuk duduk.


"Apa benar tidak papa non?" tanya mbok Endang dengan raut tegang.


"Bener mbok, lagi pula saya tidak suka makan sendirian," Freesia mengulas senyum, gadis kecil itu lalu menyendok nasi ke dalam piring dan memberikannya kepada mbok Endang.


"Mbok bisa sendiri non," mbok Endah segera meraih piring tersebut, kini gantian wanita paruh baya itu yang melayani nona mudanya.


"Makasih mbok," ucap Freesia tulus, kedua orang yang baru bertemu itu lalu menikmati sarapan mereka bersama.


Seusai sarapan, Freesia kembali ke kamarnya, tak lama mbok Endang mengetuk pintu kamarnya. Wanita itu hendak membersihkan kamar dan mengambil cucian kotor.


"Mbok tolong periksa kamar Josh, sepertinya ada baju kotor di sana," ucap Freesia dan hanya di angguki mbok Endang, wanita paruh baya itu lalu keluar dari kamar Freesia dan masuk ke dalam kamar Josh. Awalnya mbok Endang biasa sajaz namun ada satu hal yang membuat mbok Endang terheran-heran, mengapa majikannya tidur di kamar terpisah, bukankah mereka adalah suami istri?

__ADS_1


"Ah mungkin mereka sedang bertengkar, jangan kepo Endang, fokus kerja," batin mbok Endang seraya membereskan kamar Josh.


.


.


.


Freesia merasa bosan tinggal seharian di rumah, gadis kecil itu memtuskan keluar untuk sekedar jalan-jalan, sebenarnya dia hanya ingin melihat Anne dari kejauhan. Freesia sudah berada di dekat Anne Florist, namun dia harus menelan kekecewaan karena Anne Florist tutup, tidak biasanya Anne menutup toko bunganya, padahal sebentar lagi Christmas, saat di mana toko bunganya akan ramai pembeli.


"Apa aku ke rumah saja ya?" ucap Freesia bermonolog. "Ah tidak-tidak, lebih baik aku menemui Cia dan Kayli," Freesia kembali bicara pada dirinya sendiri, gadis kecil itu nampak seperti orang gila karena sejak tadi komat-kamit sendirian. "Tapi mereka kan belum pulang liburan. Sudahlah aku pulang saja."


Freesia memutuskan untuk berjalan kaki, toh tidak ada alasan baginya untuk cepat-cepat sampai di rumah karena tak ada Josh di sana. Freesia menyusuri trotoar seraya mendengarkan musik, sesekali gadis kecil itu ikut bernyanyi mengikuti irama musik boy band favoritnya.


Freesia menghentikan langkahnya saat ponselnya berbunyi, sebuah nomor asing menghubunginya dan Freesia dengan cepat mengangkatnya.


"Ya hallo," sapa Freesia saat panggilan terhubung.


"Ini Granny, bisakah kau datang ke rumah. Granny sudah mengirimkan supir untuk menjemputmu," ucap Lynda dari seberang sana.


"Sekarang Grann?"


"Iya, sebentar lagi supirnya pasti sampai!"


"Baik Grann."


Freesia lalu mematikan panggilan, gadis kecil itu mengantongi ponselnya lalu berlari mencari sesuatu yang bisa membawanya pulang. "Aisshh, kamvret kenapa nggak ada ojek sih!"


BERSAMBUNG...


***Hallo semua, semoga kalian sehat selalu ya..


Maafin othor yang telat up di karenakan othor sedang flu berat,,


Semoga kalian nggak bosen dan tetap setia menunggu kelanjutannya ya...


Love you all***...

__ADS_1


__ADS_2