Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Kisah Katherine


__ADS_3

Awan gelap berangsur pergi, tergantikan sinar matahari yang sejak pagi memilih bersembunyi. Alam pun seolah tau, sepasang suami istri tengah berbahagia setelah sama-sama mengungkapkan perasaannya. Terik matahari seolah tak mengusik dua sejoli yang masih terlena, terlelap dalam hangatnya sebuah pelukan.


Meski enggan beranjak, namun suara cacing di dalam perut Frey membuat gadis itu terpaksa membuka matanya. Dia melirik jam di dinding, waktu menunjukan pukul empat sore, pantas saja cacingnya berdemo karena dia melewatkan makan siangnya gara-gara sang suami enggan melepaskannya.


Frey menatap wajah suaminya yang terlihat damai, pria itu masih terlelap dan tangannya enggan lepas dari pinggang sang istri, dalam tidurpun Josh takut Frey lepas dari pelukannya.


"Wajahmu sangat tampan," gumam Frey seraya membelai lembut wajah sang suami. Jemari lentiknya mengabsen setiap jengkal wajah tampan itu, rasanya sangat menyenangkan ketika terbangun dan hal pertama yang di lihat adalah wajah orang yang sangat di cintai.


"Hem, kau baru menyadarinya?" Frey terkejut karena Josh rupanya sudah bangun. Perlahan pria itu membuka matanya, dia tersenyum dan menggenggam tangan sang istri yang masih berada di wajahnya. Wajah Frey bersemu merah, saat Josh mencium punggung tangannya dengan begitu mesra.


"Kau sudah bangun?" tanya Frey dengan suara serak.


"Hem, aku bangun karena kau terus saja menatapku love."


"Aku-aku tidak melakukannya," elak Frey dan Josh hanya terkekeh. "Aku lapar Josh," imbuh Frey.dengan wajah memelas.


"Kita mandi dulu, setelah itu baru kita makan."


"Oke," Frey menyingkap selimutnya, seolah rasa malunya telah hilang, dengan santainya gadis itu berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polos.


"Kau menggodaku love?"


Frey menghentikan langkah kakinya, gadis itu menoleh ke belakang sambil tersenyum. "Tidak," jawabnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Josh tersenyum, entah sudah berapa banyak dia tersenyum setelah mengakui perasaannya kepada Freesia. Pria itu benar-benar bahagia, Freesia adalah penyembuh untuknya setelah luka terdalam yang Jennifer torehkan.


Setengah jam kemudian Frey keluar dari kamar mandi, rambut basahnya di gulung handuk kecil serta tubuhnya terbalut bathrobe. Entah sengaja atau tidak, Frey memakai baju di hadapan Josh. Gadis kecil itu tersenyum melihat wajah Josh bersemu merah dari balik cermin.


"Love kau sengaja kan?" tanya Josh dengan suara parau.


"Cepat mandi Josh, aku kelaparan!" Frey sengaja mengalihkan pembicaraan, dia ingin melihat seberapa besar Josh bisa bertahan melihat bagian tubuhnya dari belakang.


Josh menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, dia harus bisa menahannya karena mereka baru saja melakukan dua ronde panas, dia tidak ingin Frey kelaparan lalu pingsan jika dia menerkam gadis kecilnya lagi. Setelah merasa lebih tenang, Josh berlalu ke kamar mandi tanpa melirik istrinya sedikitpun, takut kalau ular besarnya akan bangun lagi.


Frey tersenyum melihat tingkah suaminya, setelah selesai berpakaian, dia turun ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.


"Mbok masak nggak?" tanya Frey setibanya di dapur dan melihat mbok Endang sedang beberes.


"Masak non, non mau makan?" tanyanya ramah.

__ADS_1


"Iya mbok."


"Sebentar mbok panasin dulu non."


"Terima kasih mbok."


Beberapa saat kemudian makanan sudah tersedia di atas meja. Selagi menunggu suaminya, Frey mengambil buah anggur dari kulkas dan mencucinya. Frey terperanjat saat dua tangan kekar melingkar di perutnya. Saat Frey menoleh, subuah kecupan mendarat di bibirnya dan berhasil membuat wajahnya merona.


"Josh, malu ada mbok Endang," ucap Frey salah tingkah.


"Mbok Endang tidak melihatnya. Benar kan mbok?"


"Benar tuan, benar nona. Anggap saja mbok tidak ada di sini," sahut mbok Endang yang sedang menyiapkan perlengkapan makan. "Makanannya sudah siap tuan, saya permisi ke belakang," pamit mbok Endang.


"Jangan mbok, kita makan bersama-sama. Kau tidak keberatan kan sayang?"


Sayang? Oh astaga, Josh hampir terkena serangan jantung saat Frey memanggilnya sayang. Pintar sekali gadis itu merayunya.


"Tentu saja boleh," Josh memberi izin, meski dulu dia tak pernah menemani Frey makan, namun Josh tau jika mbok Endanglah yang selalu menemani istrinya makan. lagi pula tidak ada salahnya berbagi meja dengan mbok Endang.


"Maaf tuan, tapi saya sudah makan," ujar mbok Endang.


"Beneran mbok?" tanya Freesia tak percaya, dia takut mbok Endang hanya beralasan saja.


"Iya mbok."


Frey kembali melanjutkan mencuci buah, begitupun dengan Josh yang masih setia memeluk istrinya dari belakang dengan kepala yang dia sandarkan di bahu Frey, sungguh sangat romantis bukan.


"Lepas Josh, kepalamu sangat berat," rengek Frey karena pundak dan lehernya tidak nyaman.


"Aku hanya ingin memelukmu," Josh sama sekali tak menuruti perintah istrinya.


"Kita makan dulu, setelah itu kau boleh memelukku lagi sepanjang hari."


"Kau serius?"


"Ya."


"Kau tidak bohong kan?"

__ADS_1


"Tidak sayang," ucap Frey mesra. Gadis itu menoleh dan mengecup bibir suaminya sekilas. Sesuai dugaannya, Josh begitu senang saat Frey merayunya dengan kata-kata manis, pria itu segera melepas pelukannya dan duduk di kursi meja makan.


Untuk yang pertama kalinya Frey melayani sang suami, gadis itu menyendok nasi dan lauk ke atas piring Josh.


"Terima kasih love," ucap Josh dengan tulus. Frey mengangguk, tak bisa di pungkiri gadis itu juga merasa sangat bahagia karena bisa melayani suaminya. Keduanya lalu menikmati makanan mereka.


Setelah makan malam, Josh dan Frey duduk di sofa yang berada di ruang keluarga. Frey duduk bersila dan kepalanya bersandar di bahu Josh, sementara pria itu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Love," panggilnya lembut.


"Hem," sahut Frey, gadis itu terlihat fokus menonton acara televisi.


"Aku dengar kau membantu momy keluar dari rumah?" tanya Josh kemudian.


"Bisa di bilang begitu, tapi juga karena momy berusaha sangat keras," jawab Frey, gadis itu merubah posisi duduknya dengan menghadap Josh. "Apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Frey dan Josh mengangguk.


"Kenapa momy bisa trauma seperti itu?"


Josh diam sejenak, mengingat bagaimana sang momy mulai mengurung diri di rumah. "Sepuluh tahun yang lalu, J&J Airlines membeli pesawat baru. Sayangnya, pesawat tersebut mengalami kecelakaan pada penerbangan perdananya dan jatuh di lepas pantai. Setelah di lakukan penyelidikan, ternyata kecelakaan itu terjadi karena pilot melakukan aksi bunuh diri. Dan momy berada di dalam pesawat naas itu love, momy dan beberapa penumpang selamat. Berhari-hari momy terombang-ambing di laut. Momy di temukan dalam kondisi kritis, momy juga sempat koma. Dan saat bangun, momy ketakutan setiap kali keluar dari rumah," jelas Josh panjang lebar, sementara Frey hanya bisa membekap mulutnya, gadis itu seolah turut merasakan apa yang Katherine rasakan.


"Astaga, momy pasti sangat ketakutan!"


"Ya. Dady bahkan sudab mencarikan Psikiater terbaik dan momy belum juga melawan traumanya. Aku sangat terkejut saat Jo menceritakan kepadaku saat momy keluar bersamamu love. Aku tidak tau apa yang kau lakukan, tapi aku sangat berterima kasih karena kau telah membantu momy melawan rasa takutnya. Kami berhutang banyak padamu love," Josh meraih tangan Frey dan mengecupnya lembut, tatapannya begitu tulus membuat Frey berdebar-debar.


"Jangan bicara begitu. Aku tulus membantu momy Josh."


"Terima kasih love. Aku sangat mencintaimu."


"Aku juga sangat mencintaimu capt."


Senyum di wajah Josh kembali berkembang, pria itu lalu merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Josh memeluk gadis mungil itu penuh cinta, kecupan mesra beberapa kali mendarat di kening Freesia.


*Berita terkini...


Pengusaha terkenal Jimmy Janzsen di terpa kabar kurang sedap setelah model Jennifer Scott mengumumkan jika pria yang ada di dalam vidio syur bersama dirinya adalah Jimmy Janzsen. Publik di buat geger dengan berita tersebut, mengingat Jennifer pernah hampir menikah dengan Joshua Janzsen yang merupakan anak tertua Jimmy Janzsen. Dari pemberitaan tersebut, imbasnya harga saham J&J Company turun drastis dan perusahaan diperkirakan mengalami kerugian besar*.


Josh melepas pelukannya, pria itu lalu fokus pada acara gosip di televisi. Kedua tangan kekarnya terkepal, dia yakin semua ini adalah ulah Jennifer.


"Love, kita ke mansion sekarang!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Maaf telat up ya gays, othor bangun kesiangan hihiji


__ADS_2