Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Saling mengungkapkan


__ADS_3

Setelah berpelukan cukup lama untuk melepas semua sesak dan rindu yang menjadi satu, perlahan Josh mendorong pelan tubuh istrinya agar dia bisa menjangkau wajah cantik yang sangat di rindunya itu. Dengan gerakan lembut, Josh mengusap air mata Frey, namun tangis gadis kecil itu tetap tak mau berheti. Kristal bening itu senantiasa keluar tanpa dia minta, tetapi sungguh tangisnya kini adalah tangis bahagia. Apalagi saat Josh meninggalkan ciuman singkat di keningnya, sumpah demi apapun jantung Frey berdebar tak berirama.


"Ayo kita ke kamar," ajak Josh sambil menggenggam tangan sang istri, keduanya lalu naik ke lantai atas tanpa memperdulikan anggota keluarga lain yang masih berada di ruangan itu.


Setibanya di kamar, keduanya duduk di sofa dan saling berhadapan. Namun Frey hanya bisa menunduk, melihat itu Josh tersenyum tipis karena akhirnya dia bisa melihat wajah ini lagi. Josh menggerakan tangan untuk mengangkat dagu Frey, hingga akhirnya mereka saling menatap dengan jarak yang cukup dekat.


Frey mendadak gugup karena dia mendapat tatapan tak biasa dari suaminya, apalagi pria itu terus menggenggam tangannya yang sudah berkeringat dingin.


"Frey," panggilnya pada sang istri dan membuat gadis itu mendungakan kepalanya. "Maaf karena aku tak ada di sampingmu saat kau kesulitan," ucapnya penuh sesal.


"Tidak Josh, aku yang minta maaf karena aku selalu membuat masalah untukmu," ujar Frey dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak, jangan bicara seperti itu. Kau tak pernah melakukan kesalahan apapun."


"Frey," panggilnya lagi dengan lembut. "Kau tau, selama beberapa hari aku menghilang tanpa kabar dan bersembunyi seperti seorang pengecut. Aku sengaja menghindarimu untuk meyakinkan perasaanku sendiri. Di sana akhirnya aku sadar, aku tidak bisa pergi jauh darimu, senyuman mu selalu mengganggu pikiranku. Saat aku tidur aku mengingatmu, saat aku makan aku berharap kau menemaniku dan saat aku melihatmu bersama pria lain aku merasa kesal. Aku marah dan tidak suka kau dekat dan tertawa bersama pria lain," ungkap Josh panjang lebar, sungguh dia ingin Frey tau jika kini Frey meratui hati dan pikirannya.


"Saat pesawatku hilang kendali, aku berdoa kepada Tuhan agar aku bisa selamat. Aku ingin hidup karena ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepadamu. Aku tidak ingin mati dalam keadaan menyesal," Josh kembali menyeka air mata di wajah Frey. Pria itu lalu menangkup kedua sisi wajah Frey dengan tangannya. "Freesia Lovina, aku mencintaimu dengan sebenar-benarnya cinta. Aku ingin memulainya dari awal, aku ingin pernikahan ini tak hanya sampai di tahun kelima, aku ingin bersamamu sampai aku menua. Bersediakan kau menemani pria bebal ini selamanya?" tanya Josh yang masih setia menatap wajah istrinya.


Mendengar pengakuan Josh tentu saja membuat Frey merasa sangat bahagia, seperti ada ribuan kupu-kupu terbang di perutnya. "Kau tidak sedang bercanda kan Josh?"


"Kau tau aku tidak pernah bermain-main dengan perasaan Frey!"


Senyum Frey semakin mengembang, lalu gadis itu mengusap punggung tangan Josh yang masih berada di wajahnya. "Terima kasih Josh. Aku tidak bisa berjanji untuk menemanimu selamanya, namun selama aku masih bernyawa aku akan ada di sisimu, menemanimu dengan segenap cinta yang aku miliki. Kedengarannya memang konyol Josh, tapi percayalah kau adalah pria pertama yang membuatku jatuh cinta."


Lengkungan di bibir Josh langsung terbit, entah sudah berapa lama dia tak tersenyum secerah itu. "Aku tau kau sangat mencintaiku dan aku sangat bersyukur akan itu."

__ADS_1


Frey menunduk dengan wajah merona, gadis itu tersipu, dan entah siapa yang memulainya karena detik selanjutnya kedua benda kenyal itu saling bersatu padu, menghasilkan decak nyaring yang menggema di ruangan itu.


Josh semakin memperdalam ciumannya, bahkan sesekali dia menghisap lidah Frey dengan cukup kuat. Frey di buat kewalahan, apalagi saat Josh sudah mendorong tubuhnya perlahan hingga dia berbaring di atas sofa. Frey tak berkutik saat tubuhnya di himpit oleh tubuh perkasa suaminya, sementara Josh terus mengabsen setiap deret gigi Frey dengan cumbuan yang hebat.


"Ah," lenguh Frey di tengah permainan mereka yang semakin panas. Frey mengalungkan tangannya di leher Josh, sementara pria itu masih belum puas mencium bibir Frey.


Lenguhan Frey semakin terdengar keras, saat tangan besar nan hangat itu menyusuri setiap inci tubuhnya, menciptakan desiran aneh yang membuat inti tubuhnya berkedut-kedut. Apalagi saat tangan itu menyusup masuk ke dalam braaa, memaikan pucuk miliknya yang berwarna merah muda. Frey hanya mampu memejamkan mata saat dia merasakan sensasi aneh yang baru kali ini dia rasakan.


Tanpa aba-aba, Josh mengangkat tubuh mungil Frey dan membawanya ke tempat tidur, dengan perlahan Josh membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Tanpa menunggu lama Josh kembali mencium bibir Frey, kali ini ciumannya semakin dalam dan menuntut.


Josh melepaskan ciumannya, pria itu menatap wajah Frey yang bersemu merah dan nafas yang mulai memburu. "Frey, aku menginginkanmu," ucap Josh dengan suara serak, sementara Frey hanya mengangguk, dia akan menepati janjinya, memberikan hati dan tubuhnya saat Josh sudah mencintainya.


Tak ada alasan untuk Josh menundanya, pria itu lalu melepaskan kemeja yang menempel di tubuhnya dan kembali menyerang istri kecilnya. Frey hanya bisa pasrah saat Josh berusaha melepas seluruh pakaiannya, hingga tubuh mereka sama-sama polos tanpa sehelai benangpun yang menempel.


Frey meneguk ludahnya saat dia melihat ular besar yang pernah dia lihat beberapa waktu lalu dan kini siap memangsanya.


Lidah Josh berlarian, membasahi tiap inci tubuh Frey hingga bermuara di lembah basah yang baru pertama kali dia lihat, Josh menatap lembah yang tampak indah dan menggiurkan. Tiba-tiba Frey melipat kedua kakinya karena merasa malu di tatap secara intens oleh suaminya.


"Kenapa di tutup?" tanya Josh.


"Aku malu," jawab Frey jujur.


"Aku ingin melihat dan merasakannya!"


"Apa tidak bisa langsung saja, kalau di lihat seperti ini aku malu!"

__ADS_1


"Kita perlu pemanasan Love."


Ah sial, di panggil seperti itu saja Frey langsung meleleh. Gadis itu pasrah saat Josh kembali membuka kakinya.


Frey tidak tau apa yang Josh lakukan, dia hanya melihat Josh terus mendekatkan wajah ke inti tubuhnya, hingga detik berikutnya mulut Frey menganga lebar. Frey mencengkeram bahu Josh dengan kuat, sementara pria itu mulai memainkan lidahnya di dalam sana. "Josh," panggil Frey saat merasakan tubuhnya tidak karuan. Dia merasa nikmat saat benda tak bertulang itu semakin menusuk masuk dan berputar-putar.


"Josh, hentikan, ah!"


Josh ******* benda yang mirip kacang itu dengan penuh hasrat, lalu melepaskannya karena mendengar Frey berteriak, dia tau Frey telah siap untuk melakukan penyatuan.


Josh kembali mengungkung tubuh mungil Frey, sementara gadis itu menatap dengan sorot berkabut gairah dan hal tersebut membuat Josh merasa senang. ini adalah penyatuan perdana mereka, Josh harus memberikan kesan terbaik dan membuat Frey merasakan kenikmatan yang sempurna.


"Rileks Love."


Josh memegang kedua kaki Frey, lalu dengan perlahan dia membuat penyatuan. Frey membusungkan dadanya selagi benda panjang itu sedang berusaha menembus tubuhnya. Frey tersentak saat Josh berhasil menembus intinya dalam sekali hentakan. Buliran bening meluncur di ujung mata Frey, gadis itu meraskan sakit di area intinya.


Josh mengusap air mata Frey perlahan, pria itu lalu mengecup kening Frey dengan lembut. "Aku akan melakukannya perlahan," ucap Josh dan Frey hanya mengangguk.


Perlahan Josh mulai menggerakan tubuhnya, di saat itu juga Frey mulai merasa nyaman, rasa sakit itu kini berubah menjadi sebuah kenikmatan yang baru kali ini dia rasakan. Josh semakin bergerak liar, pinggulnya mengentak tubuh Frey dengan cukup kuat.


"Aku mencintaimu Freesia Lovina," ucapnya sesaat sebelum penyatuan mereka berakhir. Malam itu, di temani rintik hujan, keduanya menikmati malam pertama mereka, malam pertama yang tertunda dengan begitu lama..


BERSAMBUNG...


Gimana gimana? Seneng kan kalian hihihi..

__ADS_1


Sawurin bunga dong biar othor semangat hehhe...


__ADS_2