Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Josh bau


__ADS_3

Anne menghabiskan waktu nya untuk mencari cincin yang Jonathan buang. Dia berpikir harus menemukan cincin itu sebelum menemui Jo dan memohon agar pria itu mau memaafkannya dan menerimanya lagi. Benar kata orang, setelah kehilangan kita baru menyadari betapa pentingnya orang tersebut di dalam hidup kita. Selama ini Jonathan sangat tulus membantunya, saat toko bunga nya sepi, Jo selalu membantu Anne mempromosikan toko bunganya sampai kini Anne florist memiliki banyak pelanggan.


Saat Anne sedih, Jonathan selalu menghiburnya dengan segala tingkah konyolnya. Jo selalu ada dan menemani hari-hari berat yang Anne lalui. Namun apa yang kini Anne lakukan? Dia malah membuat Jonathan menjauh atau bahkan akan meninggalkannya.


Setelah hampir satu jam mencari, akhirnya Anne menemukan cincin itu. Cincin bertahtakan berlian itu Anne sematkan di jari manisnya. Pas, ukurannya sangat pas, itu membuktikan jika Jonathan sangat mengerti dirinya, bahkan tanpa mengukur jarinya pria itu tau ukuran cincin nya.


Anne menatap cincin yang melingkar di jari manisnya sambil menangis, harusnya dia tak perlu meragukan Jo lagi, harusnya dia langsung menjawab iya saat Jonathan mengajaknya menikah. Sebenarnya menunggu Maggie sehat hanya alasan Anne saja, dia hanya belum terlalu percaya diri untung mendampingi Jo, dia takut tidak bisa membahagiakan Jonathan.


Namun justru sikapnya yang plin plan itulah yang paling menyakiti Jonathan, Anne seolah memberi harapan palsu, pantas saja jika Jonathan marah kepadanya.


Setelah menemukan cincin tersebut, Anne segera pergi mencari keberadaan Jonathan. Tempat pertama yang Anne datangi adalah rumah Josh. Namun di sana dia tak menemukan Jonathan, Josh juga membantunya menghubungi Jovanka, namun kata Jovanka Jonathan tidak ada di mansion utama.


"Ada apa sebenarnya Ann?" tanya Josh penasaran karena sejak tadi Anne terlihat sangat gelisah.


Anne menunduk sambil mengusap cincinnya. "Jo melamarku, tapi aku malah menolaknya!" jawab Anne sesal.


"Oh astaga bibi, kenapa bibi sangat jahat!" entah dari mana datangnya, Freesia tiba-tiba saja menyahuti ucapan Anne, gadis itu lalu duduk di samping Anne sambil menatap wajah bibi nya yang murung.


"Bukan begitu Frey, bibi hanya takut," ujar Anne membela diri.


"Why? Apa yang kau takutkan Ann?" tanya Josh tak mengerti.


"Aku takut keluargamu tidak setuju, aku takut keluargamu menolak ku karena aku lebih tua dari Jonathan, aku..."


"Bi, kau terlalu overthingking. Come on bi, ini zaman modern, tidak akan ada yang mengkritik hanya karna bibi lebih tua dari Jonathan. Ayolah, usia bukan masalah bi. Lihat aku dan Josh, usia kami terpaut sepuluh tahun, tapi karena kami saling mencintai, beda usia bukan halangan!"


"Aku tak seberani dirimu Frey, aku tidak memiliki rasa percaya diri sepertimu, aku...

__ADS_1


"Jangan cari alasan lagi bi. Aku tau bibi hanya takut terluka? Tapi apa bibi tidak sadar kalau bibi sudah menyakiti Jonathan? Kemana lagi bibi akan mencari pria seperti dia, yang mau menerima dan mencintai bibi apa adanya!" lagi-lagi Frey memotong ucapan bibinya, dia sangat kesal pada Anne yang terlalu plin plan dan tidak memiliki pendirian yang kuat.


"Dan soal keluargaku, kau tidak perlu khawatir, keluargaku pasti akan menerimamu. Bukan begitu mom?"


Anne dan Frey menoleh ke belakang, Anne tampak begitu terkejut melihat Katherine berdiri di tak jauh dari mereka. Anne semakin gugup saat Katherine berjalan mendekatinya, apalagi kini Katherine duduk di hadapannya dan menatapnya dengan tajam.


"Kenapa kau menolak putraku? Dia tampan, muda, berbakat dan yang paling penting dia kaya raya? Apa yang kurang dengan Jonathan ku?" tanya Katherine.


"Bibi Anne takut momy menolaknya," sahut Frey sambil melirik bibinya, di saat yang bersamaan Anne menoleh kepadanya dan melotot kepadanya.


"Dasar keponakan sialan," maki Anne di dalam hati.


"Benar begitu? Kau takut aku menolakmu?" tanya Katherine lagi dan Anne hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Frey, apa bibi mu ini bisu? Kenapa dia tak menjawab pertanyaanku?" sindir Katherine karena sebenarnya dia ingin mendengar Anne mengatakannya secara langsung.


"Maaf nyonya, saya hanya takut mengingat saya adalah anak dari Maggie Zantman," ucap Anne setelah sekian lama diam.


"Anne, namamu Anne kan?"


"Iya nyonya!"


"Dengar Ann, apa yang terjadi pada keluarga kita di masa lalu adalah urusan para orang tua. Kalian anak muda hanya perlu bahagia. Jangan khawatirkan apapun lagi, kalau suka ya kejar, dapatkan. Jika kau tidak suka, lepaskan sepenuhnya. Jangan memberinya harapan palsu!"


Anne meremas buku-buku tangannya, kini kekhawatirannya seperti hilang setelah mendengar ucapan Katherine..


"Aku akan mencari Jo, aku permisi!" Anne beranjak dari kursinya, wanita itu berlari keluar dari rumah Josh.

__ADS_1


"Semangat bi!"


Setelah Anne pergi, Josh duduk di samping Frey, namun istrinya malah menghindar seraya menutup hidungnya.


"Why?" protes Josh, sejak kemarin Frey terus saja mengeluh jika Josh bau.


"Kau bau Josh, aku ingin muntah setiap dekat denganmu!" jawab Freesia.


"Aku baru saja mandi," Josh pindah ke dekat Katherine karena ingin menanyakan pada sang momy. "Mom, apa aku bau?"


"Tidak Frey, suamimu tidak bau kok," jawab Katherine setelah mengendus tubuh putranya.


"Hidung momy pasti salah, jelas-jelas Josh sangat bau, aku sampai mau muntah!"


Josh mengacak rambutnya sendiri, dia merasa kesal karena Frey tidak mau berdekatan dengannya. Sementara itu Katherine hanya terkekeh, sepertinya dia tau apa yang membuat Frey tidak ingin dekat-dekat dengan suaminya.


"Sabar Josh, sepertinya itu bawaan bayi kalian," ucap Katherine mencoba menjelaskan situasi yang terjadi.


"Bawaan bayi?" ulang Josh dan Katherine mengangguk.


"Sampai kapan Frey akan menghindariku mom?" Josh bertanya dengan sangat serius, dia mana tahan di jauhi oleh istrinya.


"Tergantung. Biasanya sampai kehamilannya berusia empat bulan, atau bahkan sampai dia melahirkan!"


"What? Itu sangat lama mom. Tidak, itu tidak boleh terjadi!"


Josh menatap istrinya yang masih saja menutup hidung. "Jangan lama-lama Love, aku bisa gila kalau kau selalu menghindariku!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2