
Frey benar-benar serius dengan ucapannya, dua hari setelah menelfon Axel, gadis itu sudah mengemas bajunya ke dalam koper dan bersiap untuk terbang ke Australia. Gila memang, namun demi calon bayinya, mau tidak mau Josh mengizinkan Frey pergi ke Australia dengan syarat Josh harus ikut dengannya.
Frey pun setuju, lagi pula dia pasti akan kebingungan jika tidak pergi bersama Josh. Dengan semangat yang menggebu-gebu, Frey keluar dari rumah dan bersiap pergi ke bandara.
"Josh cepat!!" teriak Frey tak sabaran.
"Tunggu sebentar Love," Josh menyahut dari dalam rumah, pria itu lalu keluar dan saat dia akan masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba sebuah taxi berhenti di depan rumah mereka.
Josh dan Frey menunggu siapa yang turun dari taxi tersebut karena mereka memang jarang kedatangan tamu. Mata Frey berbinar seketika saat orang yang turun dari taxi adalah orang yang akan dia temui, Axel.
Frey berlari menghampiri Axel dan segera memeluknya tanpa memperdulikan perasaan Joshua yang menatap istrinya dengan wajah masam. Axel melirik Josh sebentar, namun pemuda itu justru memanfaatkan momen tersebut untuk membuat sepupunya cemburu.
"Katanya nggak bisa pulang?" tanya Frey setelah melepaskan pelukannya, di saat yang bersamaan Josh menghampiri mereka berdua meski harus menjaga jarak aman. Ingat, harus lebih dari setengah meter!
"Demi loe apapun gue lakuin. Tapi gue nggak bisa lama-lama di sini, besok sore gue harus balik ke sana lagi," jawaban Axel tentu saja membuat Josh semakin kepanasan, pria itu seperti kebakaran jenggot.
"Ah baiknya. Ayo masuk Ax, bayi gue pengin banget di elus sama loe!"
Frey menarik tangan Axel masuk ke dalam rumah mereka, Josh mengekori mereka berdua dengan kesal, dia ingin sekali melepaskan tangan Frey, tapi dia tidak mau merusak suasana hati istri tercintanya.
__ADS_1
"Sabar Josh, sabar!" batinnya seraya mengelus dada.
Tak ingin melihat kebersamaan Frey dengan pria lain, Josh memilih untuk pergi ke kamarnya, dia yakin jika Frey akan tau batasannya sebagai wanita yang sudah berisi.
Sementara di ruang tamu, Axel ragu-ragu untuk menyentuh perut Frey, namun karena gadis itu terus memaksa, Axel tak ada pilihan lain selain mengikuti keinginan sang ibu hamil.
"Sudah puas kan nak, kau sangat merepotkan. Lihatlah, uncle Axel sampai pulang demi memenuhi keinginanmu," ucap Frey pada jabang bayi yang ada di dalam perutnya.
Axel tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Frey, mungkin kini sudah saat nya dia mengubur perasaan cintanya.
"Anak loe emang pintar, dia tau kalau uncle nya super ganteng makannya dia mau di elus sama gue," jawab Axel sambil bercanda, kini dia harus menerima fakta jika hubungan mereka memang hanya sebatas sahabat dan saudara.
"Awas Frey, entar kalau dia mirip gue gimana?"
"Ganteng sama pinternya boleh, nyebelinnya jangan!"
"Jadi loe ngakuin nih kalau gue ganteng?"
Frey memutar bola matanya malas, dia lupa jika yang sedang dia ajak bicara adalah Axel, pemuda super narsis dan percaya diri.
__ADS_1
"Ya, ganteng dikit. Tapi tetep gantengan suami gue!"
"Terserah loe aja deh, yang penting loe seneng!"
Setelah puas berbincang dengan Frey, Axel memutuskan untuk pulang ke rumah karena selama dia pindah ke Australia baru kali ini dia pulang dan itupun secara mendadak dan tanpa memberi tahu orang tuanya.
Namun saat sampai di rumah, asisten rumah tangganya mengatakan jika kedua orang tuanya pergi ke mansion utama karena Lynda memanggil mereka.
Axel pun memutuskan menyusul kedua orang tuanya sekalian menjenguk nenek dan pamannya. Setibanya di mansion utama, Axel bertanya kepada pelayan di mana Lynda dan kedua orang tuanya, lalu pelayan itu pun mengatakan jika Lynda berada di ruang kerja Jimmy bersama kedua orang tua Axel.
Kebetulan mereka sedang bersama, Axel berniat memberi kejutan kepada orang tua, nenek serta pamannya. Pemuda itu sudah berdiri di depan pintu ruang kerja Jimmy yang tak tertutup dengan sempurna.
"Mari akhiri kesalah pahaman ini Jerry, kau hanya perlu meminta maaf dan mengakui kelalaianmu pada Maggie Zantaman, dengan begitu kau bisa melanjutkan hidupmu dengan tenang. Pikirkan semua perbuatan baik Frey pada keluarga kita, dia dan keluarganya berhak tau apa yang sebenarnya terjadi di balik kecelakaan pesawat itu!"
BERSAMBUNG...
Vote vote vote jangan lupa hihi
Hadiah juga yak..
__ADS_1
Tiga bab ni, happy reading love😍😋😋