Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Mencium musuh


__ADS_3

Maggie dan Frey serta Anne meninggalkan ruang rapat setelah pertemuan mereka selesai. Rencananya Maggie akan mengajak anak dan cucunya makan siang bersama salah satu rekan bisnisnya. Maggie ingin mengenalkan Freesia pada anak rekan bisnisnya itu.


Frey berjalan tepat di belakang Maggie, gadis itu sibuk membaca buku bisnis yang di berikan Andrew, saking seriusnya membaca Frey sampai tidak menyadari jika Maggie tiba-tiba berhenti dan Frey menabrak punggung omanya.


"Auww oma, kenapa berhenti mendadak," protes Frey seraya mengusap keningnya meski sebenarnya tidak terlalu sakit.


Maggirme tidak menjawab, wanita tua itu justru menggeser tubuhnya sehingga Frey bisa melihat dengan jelas pria yang berdiri di hadapannya. Frey menelan ludahnya dengan kasar, saat pria itu berjalan menghampirinya lebih dekat.


"Beri aku lima menit, hanya lima menit Love," ucap pria yang tak lain adalah Joshua Janzsen.


"Freesia, namaku Freesia," tegas Frey penuh penekanan.


Josh meraup wajahnya dengan kasar, dia sungguh tak mengenali gadis yang ada di hadapannyaa itu. "Oke fine, tapi biarkan aku bicara selama lima menit," tandas Josh.


"Maaf tuan Josh, saya sangat sibuk. Saya tidak punya waktu untuk bicara dengan orang asing!" ah tidak, Frey sangat ingin memekuk Josh saat ini juga, tangan dan kakinya bahkan mulai bergerak ingin mendekat pada Josh, namun Frey harus menahannya demi Josh.


"Orang asing katamu? Aku masih suamimu nona Freesia!" ujar Josh tak terima saat Frey menganggapnya orang asing.


"Anda tidak lupa dengan isi perjanjian kita kan, semuanya berakhir setelah kontrak berakhir! Kau bukan suamiku lagi!" Freesia mengucapkannya tanpa keraguan dan sorot mata penuh keberanian meski sebenarnua hatinya sangat sakit harus berbicara dengan begitu kasar pada Josh.


"Ayo oma kita pergi," Frey melangkahkan kaki dengan angkuh, dia ingin Josh melihat jika Frey yang kini bukan Frey yang dulu lagi, dia adalah Freesia Lovina Zantman, pewaris Zantman Group.


"Kau akan menyesal Freesia!" teriak Josh putus asa, pria itu hanya bisa menatap kepergian istri kecilnya.


Maggie tersenyum senang, kecurigaannya terhapus sudah saat melihat sikap Frey pada Josh. Kini dia tidak akan meragukan Frey lagi namun dia juga harus tetap mengawasi Freesia.


Kini mereka berada di sebuah restoran mewah, di salah satu ruangan VVIP Maggie bertemu dengan rekan bisnisnya. Sebelum masuk ke dalam ruangan tersebut, Frey berpapasan dengan pria yang tampak tak asing baginya, Frey yakin jika dia pernah bertemu dengan pria yang saat ini bekerja sebagai pengawal rekan bisnis neneknya.

__ADS_1


"Ah ya, pria di kafe itu. Jovanka pasti akan histeris jika aku mengirimkan fotonya. Dia pasti tidak akan marah padaku lagi!"


Frey meminta izin pada Maggie untuk ke toilet sebentar, meski sebenarnya Frey sedang mencari tempat aman untuk mencuri gambar pria yang di taksir Jovanka.


"Yes," Frey bersorak setelah berhasil mendapatkan foto pria itu, dia lalu mengirimkannya ke nomor Jovanka, meski Frey sudah mengubah nomor ponselnya namun dia tetap menyimpan nomor telefon keluarga Janzsen. Setelah urusannya selesai Frey segera menyusul Maggie sebelum wanita tua itu menyuruh pengawal untuk mencarinya.


"Tuan Adijaya, perkenalkan ini anak saya Annastasya Zantman dan ini cucu saya Freesia Lovina Zantaman," ucap Maggie memperkenalkan kedua gadis yang duduk mengapitnya.


"Sebuah kebanggaan bisa bertemu kedua bunga Zantman Group," sahut pria paruh baya bernama Adijaya itu. Anne dan Frey lalu menyalami Adijaya dengan ramah. Namun Frey merasa risih saat pemuda yang duduk di sebelah Adijaya menatapnya seolah ingin memangsanya.


Adijaya adalah pengusaha asal Indonesia, pria itu merupakan pemilik Adijaya Group,perusahaan besar yang bergerak dalam bidang kontruksi, real estate dan beberapa bidang lainnya. Maggie memang sengaja mengenalkan Freesia pada Adijaya karena Maggie berharap bisa menjodohkan Freesia dengan putra tunggal Adijaya. Jika Frey menikah dengan putra Adijya sudah dapat di pastikan bisnisnya yang ada di Indonesia akan semakin berkembang dengan bantuan Adijaya Group.


"Perkenalkan, dia putraku Danish Adijaya," ucap Aditya. Pria bernama Danish itu lalu berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Freesia, gadis itu menyambutnya dengan senyum terpaksa.Dan lihatlah, Danish enggan melepaskan jabat tangan Freesia.


"Anne," ucap Anne mencoba mengalihkan perhatian Danish karena Anne merasa jijik saat Danish menatap Freesia dengan tatapan mesyumm.


"Ah ya," Danish terpaksa melepaskan tangan Freesia dan beralih menjabat tangan Anne. "Danish," ucapnya memperkenalkan diri.


Setelah makan siang selesai, Danish dengan percaya diri meminta nomor ponsel Freesia, gadis itu sempat menolak namun Maggie memaksanya. Dengan terpaksa Frey memberikan nomor ponselnya.


Frey menggerutu kesal hingga tiba di villa, sejak di perjalanan Danish terus saja mengiriminya pesan dan mengajaknya untuk bertemu nanti malam. Frey mengabaikan pesan Danish, namun pria itu tidak menyerah dan terus mengiriminya pesan membuat Frey semakin kesal.


"Aku sibuk!"


Frey akhirnya membalas pesan Danish.


"Kabari aku saat kau punya waktu cantik!"

__ADS_1


Frey bergidik ngeri saat membaca pesan Danish, dia yakin jika Danish adalah tipikal pria ganjen yang gemar menggoda wanita muda. Frey harus menjaga jarak dengan pria jenis itu, predator wanita.


Sementara di tempat mansion keluarga Janzsen, Jovanka berteriak histeris saat membuka pesan dari frey, meski nomor asing yang mengiriminya pesan namun Jovanka yakin jika itu Frey, mengingat hanya Frey yang tau mengenai pria itu.


Jovanka memeluk ponselnya, dia juga mencium gambar pria asing itu. Dia sangat berterima kasih pada Frey meski dia masih kesal dengan kakak iparnya itu.


"Bagus Frey, setidaknya kau bisa mengurangi kekesalanku padamu," gumam Jovanka. Gadis itu lalu kembali menggila, dia tak ada hentinya mencium layar ponselnya seolah dia sedang mencium pria itu secara langsung.


"Apa yang sedang kau lakukan Jov?" tanya Jonathan yang tanpa permisi masuk ke dalam kamar adiknya dan melihat Jovanka sedang menciumi ponselnya.


Jovanka menatap Jo kesal. "Dimana sopan santunmu Jo, ketuk pintu sebelum masuk. Bagaimana kalau aku sedang ganti baju," protes Jovanka dengan mata melotot.


"Lagi pula saat kau kecil aku juga sering melihatmu telanjangggg," sahut Jo tanpa rasa bersalah.


"Aissh, badjingan. Itu berbeda Jo. Ada apa kau ke kamarku?"


"Aku bertemu Frey di kantor!" jawab Jo dengan wajah lesu.


"Terus kenapa kau sangat lesu?" tanya Jovanka penasaran.


"Aku juga bertemu dia, dan aku menciumnya!"


"Dia siapa? Kau mencium siapa Jo?"


"Bibi Freesia, Annastasya Zantman!"


"What? Kau gila. Kenapa kau mencium musuh. Dasar tidak waras!" maki Jovanka, sebenarnya dia tak serius dengan ucapannya. Baru kali ini Jo membahas seorang wanita dengannya, Jovanka yakin jika Jo benar-benar menyukai wanita itu tapi Jovankan juga harus menyadarkan Jonathan siapa wanita itu, mereka jelas tidak bisa bersama mengingat hubungan masa lalu antara keluarga Janzsne dan keluarga Zantman.

__ADS_1


"Pria malang, sekalinya jatuh cinta malah dengan musuh. Nasibmu sangat buruk Jo!"


BERSAMBUNG...


__ADS_2