Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Panggilan Love


__ADS_3

"Kau," pekik Josh tertahan saat melihat Jennifer berdiri di depan kamarnya.


"Hay dear," ucap Jennifer dengan begitu mesra, wanita itu juga tersenyum berharap Josh akan kembali tergoda dan kembali kepadanya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Josh bertanya dengan suara yang terdengan begitu dingin, tatapan yang dulu selalu di selimuti rasa cinta kini berubah menjadi tatapan amarah dan penuh kebencian.


Belum sempat Jennifer menjawab pertanyaan mantan kekasihnya, Freesia keluar dari kamarnya dan belum menyadari kehadiran rival cintanya. "Ayo Josh aku sudah si..." Freesia tak melanjutkan kalimatnya saat menyadari ada Jennifer di hadapannya. "Nenek sihir ngapain di sini?" batinnya bertanya-tanya.


Sama halnya dengan Freesia, Jennifer pun tak kalah terkejut saat melihat Freesia, dia tak menyangka jika Josh benar-benar mengajak gadis itu berlibur ke Eropa, Jennifer pikir Josh hanya pergi sendiri saat ke luar negeri.


"Apa yang kau lakukan di sini bit*ch?" tanya Jennifer dengan tatapan permusuhan.


"Bit*ch?" ulang Freesia penuh penekanan. "Aku rasa kau sedang memanggil dirimu sendiri," ucapnya dengan senyum mengejek, sedikit banyak Frey mengetahui kisah antara Josh dan Jennifer dan mengapa pernikahan mereka batal.


"Jaga mulutmu," Jennifer menggeram tak terima, tangannya lalu melayang dan hendak menampar wajah Freesia,namun belum sempat menyentuh pipi Freesia, tangan Jennifer lebih dulu di cekal oleh Josh, pria itu bahkan menatapnya tajam.


"Jangan berani menghina istriku apalagi sampai kau menyentuhnya," ujar Josh dengan rahang mengeras, pria itu lalu menghempaskan tangan Jennifer dengan kasar.


"Auw, sakit Josh. Kenapa kau menyakitiku demi membela ******** kecil itu," Jennifer semakin murka, wanita itu menunjuk wajah Freesia saat memanggil gadis itu sebagai ***** *** kecil.


"Tentu saja aku membelanya karena aku suaminya!"


Deg...


Freesia merasa seolah di atas awan, saat Josh memanggilnya dengan sebutan istri membuat Freesia sangat bahagia, dan kini Josh mengaku sebagai suaminya, tentu saja hal tersebut mebuatnya melayang di udara. Namun kebahagiaanya sedikit terganggu karena tubuhnya kembali merasa gatal, Freesia lalu menurunkan kerah mantelnya dan menggaruk lehernya dengan keras sehingga meninggalkan bekas merah keunguan. Aktivitas Freesia berhasil memancing perhatian Jennifer, wanita itu melirik leher Freesia dan semakin terkejut saat melihat bekas merah di leher Freesia.

__ADS_1


"Kau bahkan sudah menyentuhnya Josh," ucap Jennifer kecewa, dia tak menyangka jika Josh dan Freesia akan berbuat sejauh itu.


"Apa maksudmu?" tanya Josh tak mengerti, pria itu lalu menatap ke mana jari telunjuk Jennifer tertuju. Josh menahan senyumnya, sepertinya dia punya cara lain agar Jennifer tak mengganggunya lagi. Dengan cepat Josh mengusuap leher Freesia. "Lov⁸, kenapa kau memamerkan hasil kerja kerasku semalam sih," ucap Josh yang berhasil membuat Freesia kebingungan.


"Hasil kerja kerasmu?" ulang Freesia dengan lirih sehingga hanya Josh yang mendengarnya.


"Tanda merah ini lov, kau tidak perlu memamerkannya kan, semua orang sudah tau jika aku milikmu," Josh merubah posisinya, pria itu menghadap Freesia dan membelakangi Jennifer. Josh lalu mengedipkan sebelah matanya, memberi kode pada Freesia agar mengikuti permainannya. Josh juga mencubit leher Freesia agar gadis kecil itu paham kemana arah pembicaraan mereka.


"Oh astaga, maafkan aku hubby, aku tidak bermaksud memamerkannya, aku hanya teringat semalam kau memelukku begitu erat," Freesia tersenyum malu-malu, namun yang di ucapkan gadis itu adalah kebenaran karena semalam Josh memang memeluknya.


"Hubby," Jennifer semakin menggeram melihat kedekatan Josh dan Freesia.


Josh kembali menghadap Jennifer, pria itu lalu merangkul pundak Freesia dan mengecup pucuk kepalanya. "Kenapa Jenn, aku kan memang suaminya. Bukankah wajar dia memanggilku hubby!"


"Untuk apa aku terlalu lama mengenang orang yang sudah mengkhianatiku. Kau bahkan bisa tidur dengan pria lain saat masih bersamaku!"


Jennifer tak bisa berkata-kata lagi, ucapan Josh seakan menamparnya dan mengingatkannya bagaimana dia selalu mengkhianati Josh dan tidur dengan pria yang lebih kaya.


"Ayo Lov, kita pergi!" Josh menggandeng tangan Freesia dan membawa gadis kecil itu pergi tanpa memperdulikan mantan kekasihnya.


"Josh, kau akan menyesalinya. Aku yakin kau akan berlutut dan memohon agar aku kembali kepadamu lagi!" Jennifer berteriak dengan kekesalan yang meluap-luap di kepalanya, melihat Josh yang tak memperdulikannya benar-benar membuat wanita itu murka. "Awas saja kau ******** kecil, aku akan membuatmu menangis darah!"


.


.

__ADS_1


.


Sudah hampir tiga puluh menit Josh dan Freesia berada di dalam bus wisata, namun Freesia masih belum tau kemana tujuannya kali ini karena sejak tadi Josh memilih diam dan menatap ke luar jendela.


"Sebentar, sebentar, tadi dia memanggilku Love kan?" batin Freesia seraya menatap punggung Josh. Gadis kecil itu bersurak gembira, saking gembiranya Frey sampai tak menyadari jika dia sedang senyum-senyum sendiri.


"Kau kenapa?" tanya Josh setelah melihat pantulan wajah Freesia di kaca bus. Pria itu menoleh dan bingung melihat Freesia yang sedang tersenyum seperti gadis bodoh.


"Aku senang saat kau memanggilku Love," jawab Freesia dengan wajah bersemu merah.


"Kalau begitu aku akan memanggilmu lov mulai sekarang!"


"Benarkah?"


"Ya tentu saja. Dari pada Frey sepertinya memanggil Lov lebih bagus. Namamu Freesia Lovina kan?"


Seketika wajah Freesia berubah murung, rupanya Lov yang di maksud Josh adalah namanya bukan Love seperti yang ada di pikirannya sejak tadi. Baru saja Freesia melayang-layang di udara dan beberapa menit setelahnya Josh menghempaskannya ke dasar jurang kenyataan.


"Panggil aku Frey saja, just Frey!" ucap Freesia kesal, dia begitu malu akan khayalannya sendiri.


"Bukannya tadi kau bilang kau menyukainya?"


"Aku sudah tidak suka lagi!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2