
Dua hari kemudian, Jo membawa semua keluarganya ke vila Maggie Zantman untuk melamar Anne secara resmi. Dan ini kali pertama Jimmy dan Katherine bertemu lagi setelah sidang perceraian mereka satu tahun silam. Kedua orang itu nampak canggung, namun mereka harus bisa menahannya demi anak mereka.
Kedatangan keluarga Janzsen di sambut baik oleh Maggie. kini mereka sudah berada di ruang keluarga. Sebelum menyampaikan maksud dan tujuan mereka, keluarga Janzsen menikmati jamuan pembuka berupa teh dan cookies.
"Nyonya Zantman, terlepas dengan kesalah pahaman di masa lalu. Hari ini saya datang mewakili putra saya untuk meminang putri anda, Annastasya Zantman," ucap Jimmy dengan lugas.
"Aku menerima niat baik kalian. Tapi sebelumnya aku harus mengatakan persyaratan yang harus putra anda sanggupi jika ingin menikahi Anne!"
"Apa itu nyonya?" tanya Jimmy.
"Seperti yang kalian tau, saya hanya memiliki Anne dan Freesia. Keduanya tidak bisa saya andalkan untuk meneruskan perusahaan. Jika Jonathan sungguh ingin menikahi Anne, maka dia harus bersedia membantu Anne menjalankan perusahaan saya," Maggie kembali mengatakan hal yang sempat dia katakan sebelumnya.
"Apa itu tidak berlebihan nyonya? Meski Jo dapat di andalkan, namun untuk memimpin perusahaan besar milik anda sepertinya Jo kurang berpengalaman!"
"Semua itu tergantung pada Jo, keputusan ada di tanganmu Jonathan!"
"Saya akan menikahi Anne dan membantunya memimpin perusahaan!" jawab Jo dengan lantang, yang di pikirkannya saat ini hanyalah menikahi Anne.
"Baiklah kalau begitu. Saya menerima lamaran Jonathan!"
Anne dan Jonathan saling melempar senyum, mereka lalu bertukar cincin setelah sepakat tidak akan mengadakan pesta pertunagan. Setelah bertukar cincin, kedua belah pihak keluarga mulai merundingkan tanggal pernikahan Jo dan Anne.
Setelah perundingan panjang, akhirnya mereka sepakat akan melakulan pernikahan dua bulan lagi. Raut bahagia terpancar jelas di wajah Jo dan Anne.
"Josh, bagaimana ini. Adik iparku akan menjadi pamanku," celetuk Frey hingga mengundang gelak tawa dari semua orang.
"Kalau begitu kau harus memanggilku paman Frey," sahut Jo penuh kebanggaan karena akhirnya dia berhasil mendapatkan Anne.
"Jangan kurang aja Jo, dia adalah kakak iparmu," cetus Josh tak mau kalah.
"Kalian memang rumit," ucap Jovanka menimpali.
"Jomblo abadi di larang komen," sindir Jo sambil tertawa.
Jovanka melotot ke arah Jonathan, dia tak terima di panggi jomblo abadi sementara kekasihnya ada selusin. "Jo, aku tidak perlu mengabsen nama-nama kekasihku kan agar kau ingat kalau aku bukan seorang jomblowati!"
"Nama-nama?" sahut Maggie penasaran, melihat keributan di antara ketiga saudara itu entah mengapa membuat hati Maggie menghangat.
__ADS_1
"Jovi, Nathan, Steve, Kriss, Morgan, Adam, Smitt, Hardin, Arian dan masih banyak lagi oma. Jovanka adalah seorang player," Frey mewakili Jovanka menjawab pertanyaan Maggie.
"Oh waow, ingatanmu sangat bagus kakak ipar," Jovanka tertawa sambil bertepuk tangan.
"Memalukan kau Jov, ingat kau sedang berada di mana!" Lynda menegur cucunya karena merasa mereka sudah kelewatan.
"Tidak masalah nyonya Lynda, sewaktu saya muda saya juga seperti Jovanka, dia mengingatkan saya pada masa lalu," ucap Maggie menimpali perkataan Lynda.
"Maafkan saya nyonya Maggie," sesal Jovanka setelah di tegur oleh neneknya.
"Tidak masalah!"
Selesai acara lamaran, Josh dan Frey tak iku pulang karena Maggie menyuruh mereka untuk menginap. Awalnya Frey menolak, namun Josh memaksa Frey dengan alasan dia ingin dekat dengan Maggie. Sebenarnya Josh hanya ingin membuat hubungan cucu dan nenek itu sedikit menghangat karena mereka saling cuek dan siapa yang mengira jika mereka adalah nenek dan cucu.
Josh sudah berada di kamar yang beberapa bulan lalu di tempati Freesia, pria itu sedang memijit kaki istrinya yang terlihat sedikit bengkak. Josh tersenyum saat mendengar dengkuran halus istrinya, pria itu lalu menyelimuti tubuh Frey dan mengecup keningnya.
"Sweet dream honey," ucapnya mesra.
Josh lalu keluar dari kamar, dia menemui Maggie yang sedang berada di ruangannya bersama Andrew.
"Apa Freesia sudah tidur?" tanya Maggie karena tak melihat Frey bersama suaminya.
"Ada apa kau mencariku?"
Josh melangkah lebih dekat, kini dia berada di hadapan Maggie dan hanya terhalang sebuah meja marmer.
"Saya ingin meminta maaf atas semua yang terjadi. Tapi sungguh saya tidak memanfaatkan Frey untuk mengambil saham itu lagi. Sejak awal saya sudah merelakannya, bagi saya Frey adalah segalanya," ucap Josh dengan tulus, pria itu lalu mengeluarkan selembar kertas dari saku celananya, Josh lalu meletakan kertas itu di atas meja tepat di depan Maggie. "Itu adalah cek yang anda berikan dua tahun lalu, saya tidak bisa menggunakan uang itu karena saya merasa jika saya memakai uang itu sama hal nya dengan saya menjual Frey."
"Jadi apa yang kau harapkan sekarang?"
"Saya hanya ingin anda menerima saya sebagai suami Freesia, saya hanya ingin hidup bahagia bersama istri dan anak saya!"
"Ambil cek ini," Maggie kembali menggeser cek itu agar menjauh dari hadapannya.
"Tidak nyonya, saya tidak membutuhkan uang itu!" tolak Josh dengan tegas.
"Anggap saja cek itu hadiah pernikahan dariku!"
__ADS_1
"Saya sangat berterima kasih nyonya, tapi saya tidak bisa menerimanya!"
"Aku tidak menerima penolakan Josh. Pakai uang itu untuk membelikan keperluan Frey dan bayi kalian!"
Karena Josh tak bergerak, Andrew berinisiatif mengambilkan cek itu dan memberikannya kepada Josh. "Ambil saja tuan, jangan membuat nyonya Maggie marah," bisik Andrew.
Josh akhitnya menerima cek tersebut karena tujuannya menemui Maggie bukan untuk menambah ketegangan di antara mereka. "Terima kasih banyak nyonya!
"Oma!" ucap Maggie tiba-tiba.
"Eh?"
"Panggil aku oma!"
Josh tersenyum, pria itu lalu mengangguk. "Baik oma!"
Setelah meminta maaf Josh merasa lebih tenang, fia lalu kembali ke kamarnya dan Frey rupanya terbangun.
"Kau dari mana? Aku mencarimu ke mana-mana!"
Josh mengahmpiri Frey dan duduk di sebelah istrinya. Pria itu lalu mengeluarkan cek dan memberikannya kepada Frey.
"Apa ini?" tanya Frey penasaran.
"Hadiah pernikahan dari oma!"
"Oma? Kau baru saja menyebutnya oma kan?"
"Hem, beliau ingin aku memanggilnya oma!"
Frey sangat bahagia, wanita hamil itu lalu memeluk suaminya dengan erat. "Aku sangat senang Josh, itu artinya oma sudah menerimamu dan kita bisa hidup tenang sekarang!"
"Aku juga sangat bahagia Love!"
Josh memeluk istrinya dengan erat, setelah perjuangan yang cukup panjang akhirnya mereka mendapat restu dari Maggie. Dan inilah awal dari kehidupan pernikahan mereka, kedepannya meski banyak rintangan semoga mereka bisa menghadapinya bersama-sama, semoga mereka bisa melewati perjalanan panjang mereka dalam mengarungi mahligai rumah tangga.
Terkadang Josh masih tak percaya, gadis kecil yang tak sengaja di peristri olehnya justru membawa kebahagiaan terbesar dalam hidupnya. Istri yang awalnya hanya sebatas kontak telah berhasil meluluhkan hatinya. Istri kecilnya yang sangat dia cintai. Freesia Lovina Janzsen.
__ADS_1
BERSAMBUNG...