Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Penolakan Lynda


__ADS_3

Ting... ... ...


Jennifer meraih ponselnya saat dia mendengar suara notifikasi pesan masuk, wanita itu membolakan matanya saat membaca pesan tersebut.


'Honey, aku menunggu di apartemen kita.'


"Pesan dari siapa Jenn?" tanya Josh yang penasaran karena tiba-tiba wanita yang duduk di sebelahnya membisu.


"Eh, pesan dari managerku Josh, dia memberi kabar ada pemotretan hari ini," sahut Jennifer gugup.


"Bukankah hari ini kau free?" Josh menengok sekilas, lalu dia kembali fokus pada jalanan di depannya karena mereka belum tiba di apartemen milik Jennifer.


"Iya Josh, makanya aku sebal karena ada job mendadak, padahal aku ingin menghabiskan waktu bersamamu," Jennifer yang masih gugup berusaha bersikap tenang demi meyakinkan calon suaminya.


"It's okay dear, kau harus melakukan pekerjaanmu. Aku memakluminya," sahut Josh bijaksana, pria itu tak pernah melarang Jennifer bekerja sebagai model karena Josh tau jika Jennifer bahagia dengan pekerjaannya, dan jika Jennifer bahagia maka itu sudah cukup untuk Josh.


"Terima kasih sayang. Kalau begitu kau antar aku sampai di lobby saja, aku harus siap-siap. Kalau kau ikut naik ke atas, aku takut tidak jadi pergi," ucap Jennifer manja, padahal dia hanya tak ingin Josh melihat pria lain yang sedang menunggu di kamarnya.


"Hem," Josh lalu menghentikan di depan lobby apartemen milik calon istrinya.


Cup...


Sebuah kecupan mendarat di bibir Josh membuat pria itu tersenyum bahagia.


"See you latter babe," pamit Jennifer dengan begitu manis, wanita itu segera keluar dan berlari masuk ke dalam apartemen.


"Kau sangat manis," gumam Josh seraya menyentuh bibirnya dengan telunjuk tangan, setelah Jennifer tak terlihat lagi, pria itu segera meninggalkan apartemen tersebut dan kembali ke rumahnya untuk membujuk sang nenek yang masih belum menyetujui hubungannya bersama Jennifer.


Setibanya di apartemen miliknya, Jennifer segera mencari keberadaan pria yang mengiriminya pesan. Jennifer masuk ke dalam kamar saat tak menemukan pria itu di mana-mana.


"Kau sudah pulang," ucap sebuah suara bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka.


Jennifer berbalik, wanita itu tersenyum selebar mungkin saat melihat pria yang berdiri di hadapannya. "Jimmy, i miss you," pekik Jennifer, wanita itu segera memeluk tubuh pria bernama Jimmy yang hanya memakai bathrobe.

__ADS_1


"I miss you to," Jimmy membalas pelukan Jennifer dengan erat. Setelah beberapa saat saling memeluk, Jimmy melepaskan pelukannya. Pria itu lalu mematap wajah Jennifer dengan intens, tatapannya berhenti di bibir wanita itu dan tanpa basa basi segera menciumnya. Kedua orang itu larut dalam gairah yang menggebu membawa keduanya berakhir di atas ranjang.


"Kau memang hebat Jenn, tidak seperti istriku," ujar Jimmy setelah permainan panas mereka berakhir.


"Oh ya," jawab Jennifer dengan bangga, wanita itu lalu beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi tanpa sehelai benangpun yang menutup tubuhnya.


"Jangan menggodaku Jenn, aku harus pulang," Jimmy mulai bereaksi lagi saat melihat tubuh polos Jennifer.


"Pulanglah Jim, istrimu pasti menunggu!" teriak Jennifer yang sudah berada di dalam kamar mandi.


Pria bernama Jimmy itu lalu meraih ponselnya dan mengirimkan sejumlah uang untuk wanita simpanannya. "Aku sudah transfer uangnya," ucap Jimmy, pria itu lalu keluar dari kamar Jennifer dan pergi ke kamar mandi yang lain untuk membersihkan diri.


.


.


.


Joshua baru saja tiba di rumahnya, pria itu segera menemui nenek dan juga ibunya, namun ketika sampai di dalam rumah, Josh hanya menemukan Lynda.


"Pulang ke rumah utama," jawab Lynda cuek, wanita tua itu masih kesal pada cucunya.


Josh duduk di depan Lynda, pria itu meraih tangan yang sudah keriput dan menggenggamnya. "Kau masih marah padaku Graany?"


"Tentu saja," sahut Lynda dengan cepat. "Berapa kali aku katakan, wanita itu bukan wanita baik-baik Josh, aku pernah melihatnya bersama pria lain," lanjut Lynda, sejak awal dia memang tak pernah menyukai Jennifer yang selalu memakai pakaian sexy dan kekurangan bahan, di tambah lagi Lynda pernah melihat Jennifer bermesraan dengan pria lain.


"Granny kau hanya belum mengenal Jenn lebih dekat lagi, dia gadis yang sangat baik Grann!"


"Terserah kau saja Josh, selamanya aku tidak akan pernah menerimanya menjadi bagian dari Janszen!" ucap Lynda penuh penekanan. "Kau pulanglah ke rumah utama, dady mu pulang hari ini," usir Lynda secara halus, tak lama kemudian seorang perawat datang dan membawa Lynda kembali masuk ke dalam kamar pribadinya.


Josh hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat, sungguh dia tak menyangka jika Lynda begitu tak menyukai Jennifer. Segala cara sudah Josh lakukan untuk membuat Lynda menerima Jennifer, namum tampaknya wanita tua itu tidak akan berubah pikiran.


Josh memutuskan kembali ke rumah utama, sebuah mension besar yang berada tak jauh dari rumah tempat dia biasa membawa Jennifer pulang, sebenarnya rumah itu hanyalah tempat yang Lynda gunakan untuk merajut saat usianya mulai tua, namum setelah kondisi kesehatan Lynda memburuk akhirnya Lynda memutuskan tinggal di rumah kecil tersebut.

__ADS_1


Setibanya di rumah utama, Josh mencari keberadaan dady-nya namun dia tak menemukamln siapapun, Josh memutuskan mencari Kantherine di kamarnya.


"Mom," panggil Josh seraya mengetuk kamar Katherin.


"Masuk Josh."


Josh segera masuk saat mendengar suara Katherine, dia lalu menghampiri wanita paruh baya itu yang tengah berdiri di dekat jendela kamarnya.


"Apa yang sedang momy lakukan?" tanya Josh lembut.


"Menunggu dady!"


"Dady belum kembali ke rumah?"


Katherine hanya menggeleng lemah, terdengar helaan nafasnya yang begitu berat.


"Padahal momy sangat merindukan dady. Tiga bulan lamanya dady mengurus bisnis di luar negeri,tapi sepertinyq dady tak merindukan momy," keluh Katherine dengan wajah sendu.


"Mungkin dady terjebak macet mom," Josh mencoba menghibur Katherine.


"Momy yakin dady pulang ke rumah simpanannya!"


"Simpanan? Dari mana momy tau?" Josh yang sedikit terkejut hanya bisa bertanya kenapa Katherin memiliki pikiran seperti itu.


"Momy pernah membaca pesan dari wanita selingkuhannya," Katherine menatap putranya sendu, matanya kini mulai berkaca-kaca.


"Mom, mungkin itu hanya prangsanka momy saja. Lebih baik momy bersiap-siap dan menyambut kedatangan dady, aku harus segera pergi karena aku ada penerbangan sore ini!"


"Hem. Hati-hati Josh."


Katherine memeluk putranya sejenak sebelum Joshua pergi, meski memiliki tiga orang anak, nayatajya hanya Joshua yang begitu perhatian kepadanya. Jonathan begitu sibuk mengurus bisnis keluarga, sementra Jovanka sibuk dengan pekerjaannya.


Selama perjalanan menuju bandara, ucapan Katherine terngiang di telinganya, selama ini Josh memang merasakan jika hubungan kedua orang tuanya memang tidak terlalu harmonis, namun Josh tak menyangka jika dady-nya sampai berselingkuh dengan wanita lain.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang sudah merusah rumah tangga kedua orang tuaku!"


BERSAMBUNG...


__ADS_2