Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Keajaiban


__ADS_3

"Aku mohon Love. Aku mencintaimu," bisik Josh tepat di telinga Freesia, pria itu lalu mencium kening istrinya sehingga air matanya menetes di wajah cantik Frey yang mulai memucat.


Tut..


.


Tut..


.


Tut...


Josh menjauhkan wajahnya dan segera menghapus air matanya, dia melirik layar monitor dan melihat garis lurus itu mulai bergerak. Josh tersenyum di tengah tangisannya, dia percaya Tuhan pasti akan memberikan keajaiban untuk istrinya.


"Dia kembali, cepat panggil dokter," pekik salah satu perawat, lalu perawat yang lainnya keluar dari ruangan itu untuk memanggil dokter. Tak lama setelah itu dokter masuk dan menyuruh orang-orang untuk keluar karena dia akan memeriksa Freesia.


Di luar ruang ICU, Josh terus berdoa agar Frey benar-benar kembali padanya, dia yakin Frey tidak akan pernah meninggalkannya. Sepuluh menit kemudian dokter keluar dan menghampiri anggota keluarga Frey, dokter itu tersenyum haru membuat semua orang bisa bernafas lega.


"Dia kembali, Tuhan memberinya kesempatan kedua. Dia pasti di kelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya sehingga Tuhan mendengar doa-doa orang terkasih yang tidak menginginkan dia pergi," ucap dokter penuh haru, dalam sejarah karirnya baru kali ini dia menyaksikan keajaiban Tuhan secara langsung, pasien yang sudah dia vonis meninggal dunia kembali hidup dan bahkan sadar dari komanya. "Silahkan masuk tuan Josh, istri anda sudah menunggu!"


Josh lalu masuk bersama Katherine, Jovanka dan Anne, mereka semua menangis bahagia melihat Frey sudah membuka matanya dan tersenyum ke arah mereka.


"Josh," ucap Frey dengan suara parau, wanita itu melirik suaminya dengan ujung mata berair.


Josh mendekat dan segera menggenggam tangan Frey, dia sangat lega karena tangan itu kembali terasa hangat. "Love," hanya kata itu yang mampu Josh ucapkan, sisanya Josh hanya bisa menangis sambil memeluk istrinya. Dia berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini dia akan menjadi suami yang baik untuk Frey, dia tidak akan membiarkan Frey terluka sedikitpun dan dia akan selalu membahagiakan Freesianya, bunga tercantiknya.


"Sayang syukurlah kau kembali nak," ucap Katherine penuh rasa syukur. Sementara Anne dan Frey memilih diam karena mereka belum bisa menghentikan air mata mereka.


"Mom," Frey tersenyum menatap mertuanya. "Jangan menangis," ucapnya pelan.


"Momy menangis karena momy sangat bahagia honey!" Katherine segera menghapus air matanya.


"Bibi, Jovanka," Frey mengabsen satu persatu orang terkasihnya, dia tersenyum karena bisa melihat orang-orang terkasihnya lagi.

__ADS_1


"Kau keren sekali Frey, aku janji akan mengajakmu shopping setelah kau sembuh," ujar Jovanka seraya mengusap air matanya.


Sementara itu Anne mendekati Freesia dan memeluk keponakan kesayangannya, gadis kecil yang dia anggap seperti putrinya sendiri. Anne kembali tersedu-sedu, dia merasa lega namun entah kenapa air matanya tak bisa berhenti keluar. Dia bersyukur gadisnya kembali, dia sangat bahagia.


"Jangan menangis bi," bisik Frey dengan mata berair, dia tidak mengerti kenapa semua orang menangisinya, yang dia ingat dia baru saja mengalami kecelakaan lalu tertidur dan mengalami mimpi yang sangat panjang. Dia bahkan belum sadar jika dia sudah melahirkan.


"Gadis pintar, bibi berjanji tidak akan memarahimu karena kau telah kembali lagi pada bibi. Jangan pernah membuat bibi ketakutan lagi, kau mengerti!"


"Iya bi, aku janji! Bi, apa bayiku baik-baik saja?"


Anne melepas pelukannya, wanita itu lalu menyeka air matanya dan mengangguk dengan cepat. "Dia baik-baik saja, dia sangat cantik sepertimu."


"Cantik, bagaimana bibi bisa tahu?" dengan sisa tenaga yang masih dia miliki, Frey menyentuh perutnya yang sudah rata, wanita itu lalu menoleh ke arah suaminya yang masih saja menangis. "Josh, apa bayi kita sudah lahir?" tanyanya dengan khawatir, bagaimana tidak, dia ingat betul jika perkiraan dokter dia baru akan melahirkan dua bulan lagi.


Josh mengangkat kepalanya, pria itu mengangguk dengan senyum yang di hiasi linangan air mata. "Hem, dia sudah lahir. Dia sangat cantik sepertimu Love," jawab Josh tergugu.


"Tapi kata dokter..."


"Dokter terpaksa mengeluarkannya karena kau mengalami pendarahan. Maafkan aku Love, maaf karena aku lalai menjaga kalian," Josh sangat menyesal, seandainya dia tak terlibat dengan Jennifer mungkin semua ini tidak pernah terjadi, namun penyesalan tidak akan merubah apapun, yang harus Josh lakukan saat ini hanyalah menjaga istri dan anaknya.


Josh berdiri dengan bersusah payah, dia lalu memeluk tubuh istrinya. Rasanya dia kembali hidup, beban berat di pundaknya seolah luruh tergerus derasnya air mata, dia sangat lega dan sangat bersyukur, karena dia bisa kembali memeluk istrinya.


"Kau baik-baik saja kan?" tanya Frey setengah berbisik.


"Aku hampir mati karena mengira kau akan meninggalkanku Love!"


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Josh. Bagaimana aku akan meninggalkanmu sementara aku sangat mencintaimu. Jangan menangis lagi. Apa aku boleh melihat bayi kita?"


Josh melepas pelukannya,.pria itu menatap wajah istrinya dengan lembut. "Boleh, tapi nanti ya. Setelah kondisimu lebih baik!"


"Apa kau sudah memberi nama untuknya?"


Josh mengangguk. "Abelia Brielle Janzsen," jawabnya dengan kebahagiaan yang membuncah.

__ADS_1


"Nama yang sangat cantik Josh. Apa dia mirip sepertiku?"


"Dia sangat cantik Frey, sayangnya dia tidak mirip denganmu," Josh terkekeh sambil mengusap buliran bening di wajah istrinya.


"Dia pasti sangat cantik karena mirip denganmu! Oh ya, dimana Oma dan Granny?" Frey penasaran karena dia tidak melihat kedua nenek nya.


"Granny sedang dalam perjalanan kemari dan Oma Maggie sedang istirahat. Mereka pasti akan segera datang!" jawab Katherine.


Di tengah suasana haru itu, tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Jonathan masuk sambil terisak, namun detik berikutnya pria itu tercengang melihat Frey sedang menatapnya. Jonathan menggosok matanya berulang kali, dia takut jika dia sedang berhalusinasi.


"Frey, benarkah dia sedang menatapku?" tanya Jonathan dengan wajah terkejut.


"Jo, kenapa kau menatapku seperti kau sedang melihat hantu?" ucap Frey terheran-heran.


"Dia bicara padaku? Aku pasti sudah gila? atau jangan-jangan arwahnya yang sedang bicara padaku? Astaga, aku melihat hantu," Jo mengoceh pada dirinya sendiri, matanya mulai berputar-putar dan yang terjadi selanjutnya adalah....


Bruuukkkk....


Jonathan terkulai di lantai dan tak sadarkan diri karena menganggap Frey adalah arwah.


"Jonathan!!" teriak Anne, wanita itu segera menghampiri Jo dan berusaha membangunkan suaminya. "Bangun Jo, Frey tidak meninggal!"


Jo membuka matanya, dia menatap istrinya dengan wajah ketakutan. "Aku melihat arwah Freesia sayang!"


"Ck, dasar bodoh. Yang kau lihat bukan arwah. Frey sudah kembali, dia hidup kembali!"


Jo bergegas bangun dan menatap Freesia yang kini sedang tersenyum kepadanya. "Benarkah itu dirimu Frey?" tanya Jo dan Frey segera mengangguk. Jo tersenyum lega, pria itu segera menghampiri Frey dan ingin memeluk kakak ipar yang merangkap sebagai keponakannya. Namun belum sempat Jo menyentuh tubuh ranjang Frey, Joshua lebih dulu menarik jas yang di kenakan oleh Jo.


"Ck, jangan peluk istriku Jo!" protes Josh.


"Haish, lepas Josh. Aku hanya ingin memastikan jika dia benar-benar Freesia!"


"Dasar bodoh, kalau bukan Freesia lalu dia siapa?"

__ADS_1


Jo hanya bisa meringis, namun dia benar-benar bersyukur karena Frey kembali hidup. Saat mendengar kabar jika Frey meninggal, Jo bahkan sudah pingsan di kantor, dia tak bisa membayangkan kesedihan yang akan di alami istri dan saudara kembarnya. Dia sangat lega sekarang sampai rasanya dia hampir pingsan lagi.


BERSAMBUNG...


__ADS_2