Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh
Di skors


__ADS_3

"Sepertinya kamu sudah bosan sekolah Frey," ucap guru BK tersebut, namun tersirat sebuah ancaman di dalam kalimatnya. "Jadi kau benar-benar menjual diri?" imbuhnya dengan tatapan sinis.


"Tidak bu, saya...


"Saya apa, mana mungkin kamu mengantarkan bunga pada dini hari. Saya tau kamu orang yang tidak mampu, tapi perbuatanmu mencoreng nama baik SMA Angkasa!" potongnya dengan nada menghina.


"Sumpah demi Tuhan saya tidak menjual diri bu, meskipun saya orang miskin saya masih memiliki harga diri!" sergah Frey tak terima, kini air matanya mulai menetes, secepat mungkin Frey mengusap air matanya.


"Sudahlah, pihak sekolah akan menyelidiki siapa pria yang bersamamu. Selama proses penyelidikan, kamu akan di skors dalam jangka waktu yang belum di pastikan."


"Tapi bu!" Frey mencoba untuk proses, bagaimana mungkin dia di skors dalam batas waktu yang belum jelas, sementara dia harus mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan.


"Kamu boleh pulang sekarang!"


Frey memutuskan keluar dari ruangan itu, toh percumah saja dia melayangkan protes karena siswa miskin sepertinya tak memiliki kekuatan apapaun. Frey kembali ke kelasnya dengan perasaan sedih, kedatangannya di kelas segera di sambut oleh kedua sahabatnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Cia dengan wajah khawatir.


"Gue di skors," jawab Frey seraya meraih tas dan memakainya di punggung.


"What, terus berapa lama?" Cia dan Kayli nampak begitu terkejut.


"Belum jelas, katanya sampai pihak sekolah mengetahui identitas pria yang ada di foto dan memastikan jika gue nggak bersalah!"


Cia melirik ke kiri dan ke kanan, dia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Freesia. "Loe nggak ngomong ke guru BK kalau yang di foto itu suami loe?" tanyanya berbisik.


Frey menggeleng lemah. "Kalau gue ngaku sama aja gue bunuh diri. Gue pasti bakal langsung di keluarin dari sekolah dan Josh bakal kena kasus eksploitasi anak di bawah umur."


"Terus gimana sekarang, kalau pihak sekolah tau identitas Josh, bukankah mereka juga bakal tau pernikahan kalian?" kata Kyali yang semakin membuat Frey panik.


"Lebih baik gue pulang dulu, gue pikirin gimana baiknya!"


"Loe nggak mau ngabarin Josh, ini kan masalah kalian berdua," Cia menahan tangan Frey dan memberi saran.

__ADS_1


"Josh flight siang ini! Gue balik ya, kabarin gue kalau ada apa-apa di sekolah," pamit Frey, sebelum pergi gadis itu menoleh ke arah Kayli. "Ndut, tolong salinin pelajaran beberapa hari ke depan ya," pinta Freesia dan Kayli segera mengangguk.


Setelah kepergian sahabatnya, Cia dan Kayli hanya bisa berdoa semoga Frey bisa secepatnya kembali ke sekolah.


.


Frey mengayuh sepedanya mengitari komplek perumahan milik sang bibi, Frey belum berani pulang ke rumah karena bisa di pastikan Josh masih berada di rumah mereka. Untuk itu Frey memutuskan pergi ke rumah bibinya dan berharap bisa melihat Anna dari kejauhan. Namun, Frey di buat kecewa karena lagi-lagi dia tak menemukan Anne di manapun. Kemana sebenarnya Anne pergi, kenapa wanita itu seolah hilang di telan bumi?"


Waktu menunjukan pukul 12 siang, Frey memutuskan pulang karena dia tak menemukan Anne dimanapun, sepanjang perjalanan pulang, dia hanya memikirkan bagaimana nasib sekolahnya, bagaimana masa depannya jika dia sampai di keluarkan dari sekolah, dia juga memikirkan nasib Josh, bagaimana nasib pria itu jika ketahuan menikahi anak 18 tahu. Terlalu banyak kekhawatiran di kepala Frey sampai gadis itu lupa siapa suaminya, Frey bahkan tak ingat jika SMA Angkasa adalah milik J&J Company.


Sementara di sekolah, Kayli dan Cia pergi ke kantin saat jam istirahat. Di tengah perjalaan mereka di hadang Frily dan geng nya, gadis itu benar-benar tidak kapok membuat masalah.


"Apa?" ketus Cia seraya memutar bola matanya malas


"Di mana temen loe yang miskin itu?" tanya Frily dengan senyum mengejek.


"Bukan urusan loe," sahut Kayli.


"Pantes aja dia bisa sekolah di sini, ternyata dari hasil open BO ya," Frily kembali menghina Freesia.


"Eh bekicot sawah, jaga mulut loe ya. Frey sekolah di sini karena dia dapat beasiswa. Loe jangan asal nuduh deh kalau loe nggak punya bukti!" Cia dengan tegas membela sahabatnya, jika tidak ingat sedang berada di sekolah, Cia pasti sudah menampar mulut Frily yang lemes.


"Bukti? Hahah, loe pikir satu sekolah belum pada lihat fotonya si miskin itu bareng om-om di hotel!" sahut Frily tak mau kalah.


"Frey nggak seburuk yang loe kira, dia di hotel itu bukan sedang open BO, dia...


"Siapa yang open BO?" potong sebuah suara sebelum Cia menyelesaikan kalimatnya. Cia dan Kayli menoleh, sementara Frily hanya bisa menunduk saat melihat seorang pemuda berdiri di belakang Cia dan Kayli.


"Axel," ujar Kayli.


"Siapa yang open BO?" tanya Axel lagi dengan suara yang lebih keras.


"Freesia," jawab Frily, gadis itu mengeluarkan foto dari saku bajunya dan menyerahkannya kelada Axel. "Dia bukan gadis yang tepat buat loe Axe," imbuh Frily, dia berpikir jika melihat foto itu Axel akan membenci Freesia.

__ADS_1


"Dimana Frey sekarang?" tanya Axel seraya menatap Cia dan Kayli secara bergantian.


"Frey pulang, dia di skors!"


"What? Breng*sek!" Axel meremas foto itu dan melemparkannya tepat di wajah Frily. Pemuda itu lalu berlari menuju ruang BK.


"Wah jadi pela**cur itu di skors. Bagus deh, kalau perlu dia harus di keluarin dari sekolah!" ujar Frily di sertai senyum penuh kemenangan..


"Jaga mulut loe anak koruptor!" geram Cia tak terima.


"Loe ngomong apa barusan?" Frily menatap Cia kesal.


"A-N-A-K K-O-R-U-P-T-O-R! Ulang Cia mengeja kata demi kata yang berhasil membuat Frily meradang. "Cabut Kay, buang-buang waktu ketemu saya keong racun itu," Cia mengajak Kayli pergi, keduanya melanjutkan perjalanan ke kantin.


Di ruangan BK, Axel duduk di hadapan guru BK tersebut. Tatapan Axel begitu menakutkan, namun guru tersebut berani membalas tatapan Axel sehingga keduanya terlihat sedang berperang hanya dengan tatapan mereka.


"Kenapa ibu menyekors Freesia?" tanya Axel to the point.


"Karena dia ketahuan berada di hotel bersama pria," jawabnya terang-terangan.


"Sekolah bisa menyeledikinya tanpa harus menyekors Freesia!"


"Axel, saya tau kamu adalah cucu nyonya Lynda, tapi kamu masih kecil dan tidak sepatutnya mencampuri urusan guru."


"Begitu ya," Axel menatap remeh guru tersebut. "Anda akan menyesal karena tidak mendengar perkataan saya," Axel beranjak dari kursinya, pemuda itu berjalan begitu angkuh dengan satu tangan berada di saku celana, sebelum membuka pintu, Axel kembali menoleh. "Ah ya, saya harap anda tak mengatakan kalimat kasar kepada Freesia!" imbuhnya lalu keluar dari ruangan tersebut dan menutup pintu dengan sangat keras.


"Dasar bocah sombong," gumam guru BK kesal.


Axel sudah berada di kelasnya, pemuda itu terlihat kesal, beberapa kali dia menghubungi Josh namun sepupunya itu tidak menjawab.


"Jangan salahin gue Josh, gue bakal ambil Frey dari tangan loe!!


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2